Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kalo’ Inginkan Perdamaian Berkelanjutan, Maka Keberagaman Harus Dijaga, Kata Juru Runding Fatima Gailani

Kalo’ Inginkan Perdamaian Berkelanjutan, Maka Keberagaman Harus Dijaga, Kata Juru Runding Fatima Gailani

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 20 Jun 2021
  • visibility 994
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERBAGAI  kelompok etnis, agama, dan bahasa, akan selalu eksis di Afghanistan. Karena itu, jika menginginkan perdamaian yang berkelanjutan maka keberagaman tersebut harus diterima dan dijaga oleh semua pihak.” Hal itu yang disampaikan Fatima Gailani pada Dialogue on the Role of Women Negotiators and mediators in the Afghanistan Conflict, Sebagai satu dari empat perempuan juru runding pada Peace Talks antara Republik Islam Afghanistan dengan Taliban, Fatima Gailani menceritakan pengalamannya saat harus bernegosiasi dengan Taliban dan meyakinkan pihak Taliban agar mau menerima kiprah perempuan di berbagai sektor mulai dari pendidikan hingga politik.

Perdamaian tidak hanya berarti kondisi yang tidak sedang berperang. Tetapi lebih dari itu, munculnya rasa saling menghormati dan inklusivitas di antara berbagai kelompok, termasuk perempuan dan perannya pada setiap tahan proses perdamaian. Keterlibatan perempuan dalam proses perdamaian juga menjadi semakin timely dengan adanya kompleksitas pandemi saat ini. Dan keterlibatan perempuan tersebut akan menjadi lebih kuat ketika berada dalam sebuah jejaring perempuan.

Saat memandu Dialogue Panel on Women and Conflict in Southeast Asia: Best Practices and Lesson Learned, Dr. Noelen Heyzer, anggota UN Secretary General’s High Level Advisory Board on Mediation, menjelaskan bahwa dengan berbagai tantangan yang dihadapi kawasan Asia Tenggara, jejaring negosiator dan mediator perempuan di kawasan, seperti the Southeast Asian Network of Women Peace Negotiators and Mediators (SEANWPNM), harus terus berperan aktif dan berperan dalam resolusi konflik di Asia Tenggara. Dalam dialog tersebut, 6 anggota Steering Committee SEANWPNM juga berkesempatan membagikan pengalamannya sebagai negosiator dan mediator perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

Shadia Marhaban (Indonesia), salah satu anggota Steering Committee yang memiliki latar belakang sebagai anggota tim negosiasi perdamaian Aceh, misalnya, menjelaskan bahwa implementasi dari sebuah kesepakatan perdamaian merupakan kunci peningkatan kiprah perempuan, yang ditindaklanjuti dengan penyediaan anggaran khusus bagi program-program perempuan.

Sementara itu, Lilianne Fan (Malaysia) yang memiliki pengalaman di bidang dampak krisis pasca konflik menyampaikan bahwa pelajaran berharga yang diperoleh dari menangani isu Rohingya adalah pentingnya mendengarkan, mengamati, dan tidak menghakimi mereka yang terdampak konflik. Ia juga menekankan pentingnya bantuan kemanusiaan tidak dipolitisasi dan tidak dimanfaatkan sebagai bargaining tool dalam negosiasi.

Masih terkait konflik di Myanmar, Dr. Emma Leslie (Kamboja), Executive Director of the Centre for Peace and Conflict, memberikan gambaran tentang kompleksitas konflik yang harus dihadapi dengan pendekatan multi-faceted oleh tokoh-tokoh masyarakat termasuk oleh perempuan. Pelajaran yang bisa diambil dari isu Myanmar adalah bagaimana merealisasikan power-sharing diantara berbagai actors, termasuk generasi muda perempuan, dan mentransformasikan negara tersebut ke arah yang lebih baik.

Prof. Miriam Coronel-Ferrer (Filipina) sebagai Chair of the Government Panel dalam negosiasi dan penandatanganan the Comprehensive Agreement on Bangsamoro (CAB) dengan the Moro Islamic Liberation Front (MILF) berpendapat bahwa konflik yang sedang berlangsung di Myanmar memerlukan upaya tercapainya power-sharing di antara sub-national dan national element tanpa meninggalkan peran perempuan.

Selanjutnya, dari sisi pegiat HAM, Angkhana Neelapaijit (Thailand) menekankan akses terhadap keadilan dan pemulihan korban di wilayah konflik sebagaimana pengalamannya saat terjun dalam konflik di Thailand Selatan. Menurutnya, perempuan pengungsi dan pencari suaka sering menjadi korban pelanggaran HAM. Bahkan perbedaan genderpun biasa digunakan sebagai senjata untuk menyerang. Karena itu, perempuan harus terlibat dalam manajemen konflik dan proses pengambilan keputusan melalui gender mainstreaming dan gender equality.

Dialogue Panel on Women and Conflict in Southeast Asia: Best Practices and Lesson Learned merupakan bagian dari rangkaian Regional Forum of Women Peace Negotiators and Mediators yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan SEANWPNM pada tanggal 15-24 Juni 2021. Kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh perempuan yang aktif bergerak dalam resolusi konflik dan bina damai, diharapkan dapat menginspirasi, meningkatkan kapasitas dan mencetak perempuan – perempuan mediator dalam bidang perdamaian.[***]

ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dijadikan Percontohan, Penghentian Tetap Siaran TV Analog Tahap I di Delapan Kabupaten Lancar

    Dijadikan Percontohan, Penghentian Tetap Siaran TV Analog Tahap I di Delapan Kabupaten Lancar

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.769
    • 0Komentar

    MENTERI Kominfo Johnny Gerard Plate menegaskan, program penghentian siaran televisi analog atau analog switch off (ASO) tahap satu yang telah dimulai pada 30 April 2022 lalu di tiga wilayah siaran yang mencakup delapan kabupaten, berjalan baik dan tanpa kendala. “Sejauh ini berjalan dengan baik dan tidak ada hal-hal yang signifikan terjadi. Ini (delapan kabupaten) dijadikan […]

  • HUT RI ke-73, 6.466 Napi Peroleh Remisi

    HUT RI ke-73, 6.466 Napi Peroleh Remisi

    • calendar_month Sabtu, 18 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 816
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sebanyak 6.466 narapidana se Sumsel peroleh remisi (pengurangan masa tahanan) dari pemerintah. Remisi umum kepada Napi dan Anak ini diberikan dalam rangka peringatan HUT RI ke-73, di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas II A Palembang yang dihadiri oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin, kemarin. Selain Gubernur Sumsel, dihadiri juga  sejumlah pejabat di antaranya Ketua […]

  • Gubernur Ajak Muslimat NU Bangun Kekuatan Dengan Meningkatkan Produktifitas

    Gubernur Ajak Muslimat NU Bangun Kekuatan Dengan Meningkatkan Produktifitas

    • calendar_month Minggu, 12 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 614
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengajak muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang ada di Kabupaten OKU Timur untuk terus meningkatkan produktifitas. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Hari Lahir (Harla) muslimat NU ke 76 di Komplek Halaman Yayasan Pendidikan Sabulussalam Desa Sriwangi Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur, Minggu (12/6). Menurut Herman Deru, dengan meningkatnya produktifitas, […]

  • 7 Bulan DPO, Door.. Hadiahnya Timah Panas di Kaki Gumanti, Kasus Apa ?

    7 Bulan DPO, Door.. Hadiahnya Timah Panas di Kaki Gumanti, Kasus Apa ?

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.192
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Empat Lawang – Gumanti (33) Warga Desa Lingge Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang, Merasa nyaman dan aman selama 7 bulan di tempat persembunyianya. Berstatuskan Buron Polisi, tersangkanya  Akhirnya di Door kakinya oleh petugas kepolisian Mapolres Empat Lawang. Senin (25/3/2019). Dari tangan tersangka di dapati barang bukti 1 unit motor merk Honda Revo, 1 helai baju […]

  • Dodi Reza Alex Minta HIPMI Getol Bina UMKM Berkualitas Ekspor

    Dodi Reza Alex Minta HIPMI Getol Bina UMKM Berkualitas Ekspor

    • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.099
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG- Kontribusi dan peran serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan perekonomian tidak bisa dipandang sebelah mata, hal ini diungkapkan Bupati Muba yang juga Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Sumsel H Dodi Reza Alex Noerdin dalam kesempatan menghadiri kegiatan HIPMI Expo di atrium Palembang Indah Mall (PIM), Kamis (29/11/2018). “UMKM sebetulnya […]

  • Ini Kelebihan Pasar Ikan Moderen

    Ini Kelebihan Pasar Ikan Moderen

    • calendar_month Sabtu, 7 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.870
    • 0Komentar

    PIM dan Launching Pasar Laut Indonesia merupakan Program Bangga Buatan Indonesia-KKP yang bertujuan untuk mendorong hasil produksi ikan sampai ke konsumen. “Disini kita bisa melakukan pengelolahan ikan secara langsung. Beli dilantai pertama dan bisa dimasak serta dimakan dilantai dua. Tidak perlu khawatir lagi dengan lingkungan pasar yang kotor,” ucap Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy […]

expand_less
WordPress Archive BitzCoin – Crypto Exchange Elementor Template Kit Bizconmy – Business and Consulting WordPress Theme Bizency – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme BizGUE – Business Elementor Template Kit Bizi – A WordPress Theme for Food Bloggers BiziCorp – Business Consulting Elementor Template Kit Bizix – Corporate and Business WordPress Theme Bizkar – Creative Agency WordPress Theme Bizkeep – Bookkeeping & Accounting Service Elementor Template Kit bizNext – Corporate Business Template Kit