BNN Gandeng FPPI, Perempuan Dikerahkan Lawan Narkoba
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bnn.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID- Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) untuk menggerakkan perempuan dalam memerangi narkoba di 9.330 kawasan rawan narkoba.
Kolaborasi ini menargetkan penguatan peran perempuan sebagai penggerak pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui edukasi serta pemberdayaan masyarakat.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BNN dan FPPI di Sekretariat FPPI, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (16/10).
Penandatanganan dilakukan Direktur Peran Serta Masyarakat BNN, Yuki Ruchimat, yang mewakili Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, bersama Ketua Umum FPPI, Marlinda Irwanti, bertepatan dengan peringatan HUT ke-17 FPPI.
Yuki menegaskan, kemitraan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya memperkuat keterlibatan perempuan dalam menghadapi ancaman narkoba, terutama di wilayah yang rentan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
“Bagi BNN penandatanganan ini bukan hanya seremonial, tapi sebuah komitmen bersama bagaimana memberdayakan perempuan, khususnya di 9.330 kawasan rawan narkoba,” ujar Yuki mengutip laman resmi bnn, minggu.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi penting, karena sejumlah kawasan menghadapi tantangan sosial dan resistensi terhadap upaya pencegahan narkoba.
Dia menjelaskan, perempuan diharapkan mampu membangun pendekatan yang persuasif dan humanis, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap ancaman narkotika di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Ketua Umum FPPI, Marlinda Irwanti, menambahkan pentingnya pelaksanaan nyata setelah kerja sama disepakati. Ia meminta agar kemitraan guna menghasilkan program yang berjalan, bukan berhenti pada penandatanganan dokumen.
“Kalau kami tidak bisa mengimplementasikan, silakan cabut saja PKS-nya, karena kami tidak hanya ingin sekadar tanda tangan saja, tapi ingin bekerja dan programnya berjalan,” tegas Marlinda.
Untuk merealisasikan komitmen tersebut, katanya, BNN dan FPPI mencakup sejumlah agenda kerja, mulai dari pembentukan forum perempuan antinarkoba, pembinaan anggota FPPI sebagai penggiat P4GN, peningkatan kompetensi, hingga sosialisasi dan penyuluhan melalui pemberdayaan perempuan serta para ibu.
Melalui kerja sama ini, perempuan didorong mengambil peran aktif dalam memperluas edukasi antinarkoba dan membangun ketahanan masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan program-program tersebut terlaksana dan menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan penguatan pencegahan narkoba. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
