Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kalo’ Inginkan Perdamaian Berkelanjutan, Maka Keberagaman Harus Dijaga, Kata Juru Runding Fatima Gailani

Kalo’ Inginkan Perdamaian Berkelanjutan, Maka Keberagaman Harus Dijaga, Kata Juru Runding Fatima Gailani

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 20 Jun 2021
  • visibility 983
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERBAGAI  kelompok etnis, agama, dan bahasa, akan selalu eksis di Afghanistan. Karena itu, jika menginginkan perdamaian yang berkelanjutan maka keberagaman tersebut harus diterima dan dijaga oleh semua pihak.” Hal itu yang disampaikan Fatima Gailani pada Dialogue on the Role of Women Negotiators and mediators in the Afghanistan Conflict, Sebagai satu dari empat perempuan juru runding pada Peace Talks antara Republik Islam Afghanistan dengan Taliban, Fatima Gailani menceritakan pengalamannya saat harus bernegosiasi dengan Taliban dan meyakinkan pihak Taliban agar mau menerima kiprah perempuan di berbagai sektor mulai dari pendidikan hingga politik.

Perdamaian tidak hanya berarti kondisi yang tidak sedang berperang. Tetapi lebih dari itu, munculnya rasa saling menghormati dan inklusivitas di antara berbagai kelompok, termasuk perempuan dan perannya pada setiap tahan proses perdamaian. Keterlibatan perempuan dalam proses perdamaian juga menjadi semakin timely dengan adanya kompleksitas pandemi saat ini. Dan keterlibatan perempuan tersebut akan menjadi lebih kuat ketika berada dalam sebuah jejaring perempuan.

Saat memandu Dialogue Panel on Women and Conflict in Southeast Asia: Best Practices and Lesson Learned, Dr. Noelen Heyzer, anggota UN Secretary General’s High Level Advisory Board on Mediation, menjelaskan bahwa dengan berbagai tantangan yang dihadapi kawasan Asia Tenggara, jejaring negosiator dan mediator perempuan di kawasan, seperti the Southeast Asian Network of Women Peace Negotiators and Mediators (SEANWPNM), harus terus berperan aktif dan berperan dalam resolusi konflik di Asia Tenggara. Dalam dialog tersebut, 6 anggota Steering Committee SEANWPNM juga berkesempatan membagikan pengalamannya sebagai negosiator dan mediator perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

Shadia Marhaban (Indonesia), salah satu anggota Steering Committee yang memiliki latar belakang sebagai anggota tim negosiasi perdamaian Aceh, misalnya, menjelaskan bahwa implementasi dari sebuah kesepakatan perdamaian merupakan kunci peningkatan kiprah perempuan, yang ditindaklanjuti dengan penyediaan anggaran khusus bagi program-program perempuan.

Sementara itu, Lilianne Fan (Malaysia) yang memiliki pengalaman di bidang dampak krisis pasca konflik menyampaikan bahwa pelajaran berharga yang diperoleh dari menangani isu Rohingya adalah pentingnya mendengarkan, mengamati, dan tidak menghakimi mereka yang terdampak konflik. Ia juga menekankan pentingnya bantuan kemanusiaan tidak dipolitisasi dan tidak dimanfaatkan sebagai bargaining tool dalam negosiasi.

Masih terkait konflik di Myanmar, Dr. Emma Leslie (Kamboja), Executive Director of the Centre for Peace and Conflict, memberikan gambaran tentang kompleksitas konflik yang harus dihadapi dengan pendekatan multi-faceted oleh tokoh-tokoh masyarakat termasuk oleh perempuan. Pelajaran yang bisa diambil dari isu Myanmar adalah bagaimana merealisasikan power-sharing diantara berbagai actors, termasuk generasi muda perempuan, dan mentransformasikan negara tersebut ke arah yang lebih baik.

Prof. Miriam Coronel-Ferrer (Filipina) sebagai Chair of the Government Panel dalam negosiasi dan penandatanganan the Comprehensive Agreement on Bangsamoro (CAB) dengan the Moro Islamic Liberation Front (MILF) berpendapat bahwa konflik yang sedang berlangsung di Myanmar memerlukan upaya tercapainya power-sharing di antara sub-national dan national element tanpa meninggalkan peran perempuan.

Selanjutnya, dari sisi pegiat HAM, Angkhana Neelapaijit (Thailand) menekankan akses terhadap keadilan dan pemulihan korban di wilayah konflik sebagaimana pengalamannya saat terjun dalam konflik di Thailand Selatan. Menurutnya, perempuan pengungsi dan pencari suaka sering menjadi korban pelanggaran HAM. Bahkan perbedaan genderpun biasa digunakan sebagai senjata untuk menyerang. Karena itu, perempuan harus terlibat dalam manajemen konflik dan proses pengambilan keputusan melalui gender mainstreaming dan gender equality.

Dialogue Panel on Women and Conflict in Southeast Asia: Best Practices and Lesson Learned merupakan bagian dari rangkaian Regional Forum of Women Peace Negotiators and Mediators yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan SEANWPNM pada tanggal 15-24 Juni 2021. Kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh perempuan yang aktif bergerak dalam resolusi konflik dan bina damai, diharapkan dapat menginspirasi, meningkatkan kapasitas dan mencetak perempuan – perempuan mediator dalam bidang perdamaian.[***]

ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muba Gelar Program Khatam Al-Qur’an

    Muba Gelar Program Khatam Al-Qur’an

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 894
    • 0Komentar

    Sekayu – Pokok prioritas yang digencarkan Bupati Musi Banyuasin (Muba), H Dodi Reza Alex Noerdin tidak hanya percepatan pembangunan infrastruktur,  tetapi juga untuk Membangun Umat Berbasis Agama di Bumi Serasan Sekate. Setelah malam kemarin di Launching Perda Zakat, hari ini Rabu (8/5/2019) bertempat di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Ketua TP PKK Kabupaten Muba, Hj […]

  • Dorong Pembangunan KEK TAA, Gubernur Tunjuk PT Tri Patria Sebagai Pengusul

    Dorong Pembangunan KEK TAA, Gubernur Tunjuk PT Tri Patria Sebagai Pengusul

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.211
    • 0Komentar

    Menindaklanjuti hasil rapat tentang kelanjutan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA) di sekretariat Dewan Nasional pada 6 Desember 2019 lalu, atas saran Sekretariat Dewan Nasional untuk menunjuk satu perusahaan sebagai pengusul pembangunan KEK TAA. Akhirnya Pemprov Sumsel menunjuk PT Tri Patria sebagai pengusul. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Ir H. Mawardi Yahya saat […]

  • Sudah Mulai Berlaku, Ini Aturan Perjalanan Masa Pandemi

    Sudah Mulai Berlaku, Ini Aturan Perjalanan Masa Pandemi

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.861
    • 0Komentar

    SATUAN Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 18 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). SE yang ditandatangani Ketua Satgas Suharyanto pada tanggal 18 Mei ini berlaku mulai 18 Mei 2022 dan telah ada kelonggaran. “Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 18 […]

  • Bandit Bersenpi di Ringkus Polres Pagar Alam Yang Beraksi di Kawasan Wisata Gunung Dempo

    Bandit Bersenpi di Ringkus Polres Pagar Alam Yang Beraksi di Kawasan Wisata Gunung Dempo

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.079
    • 0Komentar

    TIM gabungan Polres Pagaralam berhasil meringkus begal bersenpi yang beraksi dikawasan wisata Gunung Dempo. Dari hasil pengembangan pelaku begal Enal bin Dulgani (28) Warga Desa Muara Baru, Kecamatan Kayu Agung Kabupaten Ogan Komering Ilir beserta salah satu terduga penadah sepeda motor curian, Novi Agus Setiawan (32) Warga Kurung Nyawa Kecamatan Buay Madang, OKU Timur berhasil […]

  • 1 Oktober 2023 Jabatan Gubernur/Wakil Gubernur Sumsel Berakhir, DPRD  Sumsel Gelar Rapat Paripurna Pengumuman Pemberhentian

    1 Oktober 2023 Jabatan Gubernur/Wakil Gubernur Sumsel Berakhir, DPRD  Sumsel Gelar Rapat Paripurna Pengumuman Pemberhentian

    • calendar_month Sabtu, 2 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.151
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – DPRD Provinsi  Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Rapat Paripurna ke LXXI (71) dengan Agenda Pengumuman Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang masa jabatannya berakhir tahun 2023, Jumat (1/9). Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Sumsel; Hj. RA, Anita Noeringhati, SH, MH, didampingi  para Wakil Ketua DPRD  Sumsel; Hj.Kartika Sandra Desi, SH, MM dan […]

  • Percepat Pemerataan Pembangunan, Gubernur Hadiahi Muaratara Pasar Induk  dan Bangub Rp 55 M

    Percepat Pemerataan Pembangunan, Gubernur Hadiahi Muaratara Pasar Induk  dan Bangub Rp 55 M

    • calendar_month Rabu, 30 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.010
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menilai Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) sudah menunjukan kemajuannya meskipun daerah ini baru berusia ke-8 tahun. Dengan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah tentu juga dapat menunjang percepatan pembangunan bagi kabupaten termuda di Sumsel ini. Guna mempercepat pembangunan Muratara disegala sektor Gubernur Herman Deru memberikan kado istimewa di […]

expand_less
WordPress Archive BitzCoin – Crypto Exchange Elementor Template Kit Bizconmy – Business and Consulting WordPress Theme Bizency – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme BizGUE – Business Elementor Template Kit Bizi – A WordPress Theme for Food Bloggers BiziCorp – Business Consulting Elementor Template Kit Bizix – Corporate and Business WordPress Theme Bizkar – Creative Agency WordPress Theme Bizkeep – Bookkeeping & Accounting Service Elementor Template Kit bizNext – Corporate Business Template Kit