Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kalo’ Inginkan Perdamaian Berkelanjutan, Maka Keberagaman Harus Dijaga, Kata Juru Runding Fatima Gailani

Kalo’ Inginkan Perdamaian Berkelanjutan, Maka Keberagaman Harus Dijaga, Kata Juru Runding Fatima Gailani

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 20 Jun 2021
  • visibility 979
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERBAGAI  kelompok etnis, agama, dan bahasa, akan selalu eksis di Afghanistan. Karena itu, jika menginginkan perdamaian yang berkelanjutan maka keberagaman tersebut harus diterima dan dijaga oleh semua pihak.” Hal itu yang disampaikan Fatima Gailani pada Dialogue on the Role of Women Negotiators and mediators in the Afghanistan Conflict, Sebagai satu dari empat perempuan juru runding pada Peace Talks antara Republik Islam Afghanistan dengan Taliban, Fatima Gailani menceritakan pengalamannya saat harus bernegosiasi dengan Taliban dan meyakinkan pihak Taliban agar mau menerima kiprah perempuan di berbagai sektor mulai dari pendidikan hingga politik.

Perdamaian tidak hanya berarti kondisi yang tidak sedang berperang. Tetapi lebih dari itu, munculnya rasa saling menghormati dan inklusivitas di antara berbagai kelompok, termasuk perempuan dan perannya pada setiap tahan proses perdamaian. Keterlibatan perempuan dalam proses perdamaian juga menjadi semakin timely dengan adanya kompleksitas pandemi saat ini. Dan keterlibatan perempuan tersebut akan menjadi lebih kuat ketika berada dalam sebuah jejaring perempuan.

Saat memandu Dialogue Panel on Women and Conflict in Southeast Asia: Best Practices and Lesson Learned, Dr. Noelen Heyzer, anggota UN Secretary General’s High Level Advisory Board on Mediation, menjelaskan bahwa dengan berbagai tantangan yang dihadapi kawasan Asia Tenggara, jejaring negosiator dan mediator perempuan di kawasan, seperti the Southeast Asian Network of Women Peace Negotiators and Mediators (SEANWPNM), harus terus berperan aktif dan berperan dalam resolusi konflik di Asia Tenggara. Dalam dialog tersebut, 6 anggota Steering Committee SEANWPNM juga berkesempatan membagikan pengalamannya sebagai negosiator dan mediator perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

Shadia Marhaban (Indonesia), salah satu anggota Steering Committee yang memiliki latar belakang sebagai anggota tim negosiasi perdamaian Aceh, misalnya, menjelaskan bahwa implementasi dari sebuah kesepakatan perdamaian merupakan kunci peningkatan kiprah perempuan, yang ditindaklanjuti dengan penyediaan anggaran khusus bagi program-program perempuan.

Sementara itu, Lilianne Fan (Malaysia) yang memiliki pengalaman di bidang dampak krisis pasca konflik menyampaikan bahwa pelajaran berharga yang diperoleh dari menangani isu Rohingya adalah pentingnya mendengarkan, mengamati, dan tidak menghakimi mereka yang terdampak konflik. Ia juga menekankan pentingnya bantuan kemanusiaan tidak dipolitisasi dan tidak dimanfaatkan sebagai bargaining tool dalam negosiasi.

Masih terkait konflik di Myanmar, Dr. Emma Leslie (Kamboja), Executive Director of the Centre for Peace and Conflict, memberikan gambaran tentang kompleksitas konflik yang harus dihadapi dengan pendekatan multi-faceted oleh tokoh-tokoh masyarakat termasuk oleh perempuan. Pelajaran yang bisa diambil dari isu Myanmar adalah bagaimana merealisasikan power-sharing diantara berbagai actors, termasuk generasi muda perempuan, dan mentransformasikan negara tersebut ke arah yang lebih baik.

Prof. Miriam Coronel-Ferrer (Filipina) sebagai Chair of the Government Panel dalam negosiasi dan penandatanganan the Comprehensive Agreement on Bangsamoro (CAB) dengan the Moro Islamic Liberation Front (MILF) berpendapat bahwa konflik yang sedang berlangsung di Myanmar memerlukan upaya tercapainya power-sharing di antara sub-national dan national element tanpa meninggalkan peran perempuan.

Selanjutnya, dari sisi pegiat HAM, Angkhana Neelapaijit (Thailand) menekankan akses terhadap keadilan dan pemulihan korban di wilayah konflik sebagaimana pengalamannya saat terjun dalam konflik di Thailand Selatan. Menurutnya, perempuan pengungsi dan pencari suaka sering menjadi korban pelanggaran HAM. Bahkan perbedaan genderpun biasa digunakan sebagai senjata untuk menyerang. Karena itu, perempuan harus terlibat dalam manajemen konflik dan proses pengambilan keputusan melalui gender mainstreaming dan gender equality.

Dialogue Panel on Women and Conflict in Southeast Asia: Best Practices and Lesson Learned merupakan bagian dari rangkaian Regional Forum of Women Peace Negotiators and Mediators yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan SEANWPNM pada tanggal 15-24 Juni 2021. Kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh perempuan yang aktif bergerak dalam resolusi konflik dan bina damai, diharapkan dapat menginspirasi, meningkatkan kapasitas dan mencetak perempuan – perempuan mediator dalam bidang perdamaian.[***]

ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelaran GPDRR,  BNPB Hadirkan Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana

    Gelaran GPDRR, BNPB Hadirkan Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana

    • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.564
    • 0Komentar

    DALAM rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait literasi dan edukasi kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghadirkan mobil edukasi Penanggulangan Bencana (PB) di panggung Rumah Resiliensi Indonesia (RRI) di gelaran Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Nusa Dua Bali, 23 – 28 Mei 2022 agar masyarakat bisa mendalami masalah bencana. Pantauan InfoPublik, Senin […]

  • MU Optimis Juarai Liga Futsal Nusantara

    MU Optimis Juarai Liga Futsal Nusantara

    • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.321
    • 0Komentar

    BERMODAL pengalaman, keja keras, keuletan serta kekuatan tim yang maksimal, tim Futsal Putri Muara Enim United optimis bisa menjuarai Liga Futsal Nusantara yang akan dilaksanakan di Purwokerto pada 12-17 Juli mendatang. Setelah berhasil menjadi satu satunya wakil wilayah Sumbagsel di ajang liga futsal nasional, tim futsal putri Muara Enim United telah menyiapan strategi apik untuk […]

  • Bybit untuk membantu Juri Juara F1 Oracle Red Bull Racing Design Competition: ‘Make Your Mark’

    Bybit untuk membantu Juri Juara F1 Oracle Red Bull Racing Design Competition: ‘Make Your Mark’

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 761
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, DUBAI, Uni Emirat Arab –  CEO Bybit Ben Zhou akan bergabung dengan panel juri untuk kontes desain kipas Oracle Red Bull Racing mendatang “Make Your Mark.” Fans akan mendapatkan kesempatan untuk mendesain tiga livery khusus pada RB19 selama musim 2023 – untuk balapan di Miami, Austin dan Las Vegas. Kompetisi ini akan memberi […]

  • Aksi BRI & Unsri Gelar Digital Kewirausahan, Penguatan Ekonomi Desa, Ini Tanggapan Gubernur

    Aksi BRI & Unsri Gelar Digital Kewirausahan, Penguatan Ekonomi Desa, Ini Tanggapan Gubernur

    • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.666
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengapresiasi penyelenggaraan Inagurasi Program Deepening Desa Brilian 2022 “Digital Kewirausahaan dan Penguatan Ekonomi Desa Berkelanjutan,”  digelar Universitas Sriwijaya (Unsri) bekerjasama dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI), di Hotel The Zuri Palembang, kemaren. Aksi Unsri dan pihak bank tersebut diharapkan Gubernur Herman Deru dapat melahirkan lebih banyak desa brilian […]

  • Akhiri Kepengurusan, Ini Laporan IMMUBA  

    Akhiri Kepengurusan, Ini Laporan IMMUBA  

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.073
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU, – Ikatan Mahasiswa Musi Banyuasin (IMMUBA) periode 2016-2018 sebentar lagi akan mengakhiri kepengurusannya, Organisasi mahasiswa ini langsung melaporkan program kerja yang telah mereka jalankan. IMMUBA beraudiensi dengan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam rangka menyampaikan laporan program kerja kepengurusan Immuba. Selasa (6/11/2018). Selama 2 tahun terakhir IMMUBA telah melakukan Tournament Futsal antar Universitas se-Sumsel, […]

  • Wagub Sumsel Inginkan FKPPI Dukung  Gerakan Sumsel Mandiri Pangan

    Wagub Sumsel Inginkan FKPPI Dukung Gerakan Sumsel Mandiri Pangan

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 810
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya mengatakan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) merupakan bagian penting dalam pengembangan organisasi, terutama untuk melakukan kaderisasi, agar organisasi dapat bergerak secara dinamis. “Pemprov Sumsel mengapresiasi dilaksanakannya Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI (KB FKPPI) Sumatera Selatan tahun 2021 […]

expand_less
WordPress Archive BitzCoin – Crypto Exchange Elementor Template Kit Bizconmy – Business and Consulting WordPress Theme Bizency – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme BizGUE – Business Elementor Template Kit Bizi – A WordPress Theme for Food Bloggers BiziCorp – Business Consulting Elementor Template Kit Bizix – Corporate and Business WordPress Theme Bizkar – Creative Agency WordPress Theme Bizkeep – Bookkeeping & Accounting Service Elementor Template Kit bizNext – Corporate Business Template Kit