Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Digital Ekonomi » OJK Dukung Perkembangan Ekonomi Digital Melalui Transformasi di Sektor Jasa Keuangan, Apalagi Digital Tidak Dapat Dipisahkan Dalam Era Globalisasi

OJK Dukung Perkembangan Ekonomi Digital Melalui Transformasi di Sektor Jasa Keuangan, Apalagi Digital Tidak Dapat Dipisahkan Dalam Era Globalisasi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 12 Jun 2021
  • visibility 1.341
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEKTOR keuangan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dalam perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Untuk mendukung digitalisasi ekonomi nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2017 silam telah mencanangkan percepatan transformasi bisnis sektor jasa keuangan nasional ke arah digital.

Persaingan global saat ini menuntut transformasi digital di dalam setiap lini kehidupan. Maka, sektor-sektor yang ada di Indonesia juga harus cepat bertransformasi menuju arah tersebut agar tidak kalah bersaing dengan negara-negara lain.

“Kalau sudah berbicara digital, ini pasti borderless. Oleh karena itu, kami sudah mempunyai masterplan bagaimana mendigitalkan sektor keuangan Indonesia. Kita ketahui kalau sekarang ini orang mau transfer uang tidak usah pergi ke bank, ini bentuk dari produk digital di perbankan,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (10/06/2021).

Wimboh melanjutkan, saat ini pihaknya juga tengah berupaya untuk mengarahkan kredit bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah secara digital. Hal ini tentunya membutuhkan proses dan adaptasi panjang. Namun, dari proses panjang tersebut, akan diperoleh kemudahan dan layanan yang jauh lebih baik, lebih murah, lebih cepat, dan menjangkau kawasan yang lebih luas.

Salah satu tantangan yang harus dihadapi Indonesia dalam mengembangkan sektor keuangan di tengah kondisi geografis negara yang terdiri atas kepulauan ialah tidak semua kawasan atau daerah dapat tersentuh layanan keuangan. Seandainya bisa dihadirkan secara fisik, maka kendala lain yang berupa tingginya biaya yang diperlukan akan muncul. Maka itu, transformasi digital menjadi salah satu solusi dari tantangan itu.

“Digitalisasi ini pengaruhnya luar biasa sehingga kita yakin dengan digital ini sektor keuangan akan menjangkau nasabah yang lebih banyak bahkan dengan ongkos yang lebih murah,” tuturnya.

Berkaitan dengan hal itu, ekosistem keuangan digital di Tanah Air saat ini telah menunjukkan tren yang menggembirakan untuk dapat memberikan sumbangan ekonomi yang lebih cepat dan besar. Sudah banyak perusahaan-perusahaan rintisan yang muncul dan memberikan layanan-layanan digital yang serupa dengan sektor keuangan.

Layanan teknologi finansial berupa peer-to-peer lending yang berbasis teknologi informasi misalnya, sudah banyak bermunculan dan tidak hanya diberikan oleh lembaga keuangan bank. Dalam hal ini, OJK tentunya terus mengawasi penyelenggaraan layanan tersebut.

“Jumlah yang diberikan pinjaman melalui peer to peer itu, dari angka terakhir, sangat besar, yaitu Rp194,1 triliun,” tuturnya.

Selain itu, metode pendanaan atau pengumpulan dana kini juga tengah berkembang dengan salah satunya berupa securities crowdfunding. Metode tersebut merupakan pengumpulan dana dengan skema patungan yang dilakukan oleh pemilik bisnis atau usaha untuk memulai atau mengembangkan bisnisnya.

Nantinya, investor dapat membeli dan mendapatkan kepemilikan melalui saham, surat bukti kepemilikan utang (obligasi), atau surat tanda kepemilikan bersama (sukuk) di mana investor dan pihak yang membutuhkan dana dapat dengan mudah dipertemukan melalui suatu platform berbasis teknologi informasi.

“Jadi anak-anak muda yang belum mempunyai credit record di bank silakan mengeluarkan surat utang melalui pasar modal yang kita sebut securities crowdfunding terutama apabila sudah mempunyai proyek-proyek dengan pemerintah,” ucap Wimboh.

Kehadiran berbagai platform digital di sektor keuangan tersebut tentunya akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Hal ini juga akan memperkuat daya saing nasional sehingga Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Kalau tidak dilayani oleh domestic player, tentunya akan dilayani oleh pihak dari luar negeri. Kita memiliki modal yang cukup besar, penduduk kita banyak, daerah kita remote area. Ini merupakan momentum yang harus kita dorong dan kembangkan sehingga platform perekonomian kita ke depan adalah perekonomian berbasis digital,” tandasnya.Kominfo (***)

Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkes Menang di PTUN, Kolegium Kesehatan Sah Berlaku

    Menkes Menang di PTUN, Kolegium Kesehatan Sah Berlaku

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.485
    • 0Komentar

    SIDANG di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Kamis (18/9), terasa seperti laga final yang ditunggu-tunggu, ada dokter spesialis yang ngotot, ada pemerintah yang percaya diri, dan ada hakim yang akhirnya meniup peluit penentu, gugatan kandas, putusan Menkes tetap sah Ya, kira-kira begini, para dokter spesialis menganggap proses penetapan anggota kolegium terlalu “dibajak” pemerintah. Sementara […]

  • Ini Menu Terbaik Saat Berbuka Puasa

    Ini Menu Terbaik Saat Berbuka Puasa

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 651
    • 0Komentar

    SETELAH hampir 14 jam berpuasa, maka waktu berbuka menjadi momen yang paling dinantikan. Sayangnya, hal ini seringkali menjadi pemicu seseorang makan secara berlebihan pada saat berbuka puasa, dan cenderung mengonsumsi makanan yang kurang sehat. Jadi kalau sudah begitu, risiko terjadinya gangguan kesehatan bisa meningkat, terutama obesitas. Makan berlebihan dan salah memilih jenis makanan saat berbuka […]

  • “BRI Ngapel ke Muba, Dari Dana Pensiun sampai KUR Tanpa Agunan, ASN Diajak Mapan Tanpa Utang Bertumpuk”

    “BRI Ngapel ke Muba, Dari Dana Pensiun sampai KUR Tanpa Agunan, ASN Diajak Mapan Tanpa Utang Bertumpuk”

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 931
    • 0Komentar

    DULU orang pacaran ngapel ke rumah gebetan bawa pisang goreng dan teh hangat, sekarang zamannya berubah. Yang datang ngapel ke rumah bukan cuma calon mantu, tapi juga bank. Betul, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sekayu, tanpa canggung, ngelapak manis di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate tempat keramat tempat Bupati Muba H. M. Toha biasa […]

  • Kartu Prakerja 2021 Ditutup Jadi Contoh Presidensi Indonesia di G20

    Kartu Prakerja 2021 Ditutup Jadi Contoh Presidensi Indonesia di G20

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.555
    • 0Komentar

    PROGRAM Kartu Prakerja tahun 2021 resmi ditutup dengan total 5.931.574 penerima Kartu Prakerja dari 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota selama 2021, serta 11,4 juta orang menerima pelatihan dan insentif sejak 2020. Program Kartu Prakerja akan dilanjutkan di tahun 2022 dengan pertimbangan di antaranya bahwa program ini disambut antusias dan memiliki dampak positif yang dirasakan langsung […]

  • OKI Berpotensi Jadi Lumpung Pangan No 1 di Sumsel, Ini Alasannya

    OKI Berpotensi Jadi Lumpung Pangan No 1 di Sumsel, Ini Alasannya

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.024
    • 0Komentar

    KABUPATEN Ogan Komering Ilir [OKI] Berpotensi jadi Lumbung Pangan Nomor 1 di Sumsel menyusul luas lahan pertanian masih sangat luas. Hal tersebut disampaikan Gubernur  Sumsel Herman Deru saat menghadiri Paripurna HUT Kab.OKI ke-75 di Gedung DPRD OKI, minggu [11/10/2020]. Apalagi di saat pandemi Covid-19 saat ini, sektor pertanian di Ogan Komering Ilir, menurut dia merupakan […]

  • Jumlah Penduduk Miskin Sumsel Meningkat 12,98%

    Jumlah Penduduk Miskin Sumsel Meningkat 12,98%

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.091
    • 0Komentar

    BADAN Pusat Statistik [BPS] Provinsi Sumsel dalam situs resminya menyebutkan pada september 2020  mencapai 1.119,65 ribu orang atau 12,98 % dari total penduduk. Dibandingkan dengan kondisi Maret 2020 jumlah penduduk miskin bertambah sebanyak 38,07 ribu orang dari 1.081,58 ribu orang atau naik 0,32 % poin dari 12,66 %. Dibandingkan keadaan September 2019 jumlah penduduk miskin naik sebanyak […]

expand_less
WordPress Archive WPForms Tooltips WPForms – User Registration WPForms – Webhooks Addon WPForms – Zapier WPHobby Addons for Elementor WPHobby WooCommerce Mini Cart WPJobus – Job Board and Resumes WordPress Theme WPLMS Learning Management System for WordPress WPML Integration with AMP WPMU DEV Admin Panel Tips