Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Menkes Menang di PTUN, Kolegium Kesehatan Sah Berlaku

Menkes Menang di PTUN, Kolegium Kesehatan Sah Berlaku

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
  • visibility 1.494
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDANG di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Kamis (18/9), terasa seperti laga final yang ditunggu-tunggu, ada dokter spesialis yang ngotot, ada pemerintah yang percaya diri, dan ada hakim yang akhirnya meniup peluit penentu, gugatan kandas, putusan Menkes tetap sah

Ya, kira-kira begini, para dokter spesialis menganggap proses penetapan anggota kolegium terlalu “dibajak” pemerintah. Sementara Kemenkes cuek bebek, mereka bilang semua sudah sesuai aturan, lalu masuklah PTUN sebagai wasit, hasilnya? pluit panjang ditiup, skor final antara Menkes 2 – Dokter 0.

Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/1581/2024 jadi sumber ribut, isinya menetapkan siapa saja anggota Kolegium Kesehatan Indonesia periode 2024–2028. Para dokter spesialis merasa mekanismenya tidak sesuai prinsip independensi profesi, mereka menggugat.

Tapi hakim PTUN punya pandangan lain, dalam sidang, majelis menegaskan bahwa Menkes punya kewenangan atributif, artinya itu hak bawaan dari undang-undang untuk menetapkan anggota kolegium. Tidak bisa ditawar-tawar, apalagi diperdebatkan. Semua juga sudah sesuai UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, PP Nomor 28 Tahun 2024, dan Permenkes Nomor 12 Tahun 2024.

Poin menariknya, hakim juga bilang meskipun anggotanya ditetapkan Menkes, independensi kolegium tetap utuh. Jadi jangan takut, kolegium masih bisa menyusun standar kompetensi dokter, merancang kurikulum, dan menjalankan peran akademiknya tanpa disetir dari meja pejabat.

Di titik ini, kita bisa melihat putusan PTUN bukan hanya sebagai berita “Menkes menang lagi”, tapi juga sebagai pintu masuk untuk rekonsiliasi. Seandainya, kalau perseteruan ini dibiarkan, mahasiswa kedokteran bisa jadi korban, tenaga medis bingung, bahkan rumah sakit pun kena imbas.

Nah, dengan kepastian hukum ini, mestinya para pihak bisa move on. Dokter spesialis, organisasi profesi, perguruan tinggi, dan pemerintah bisa duduk semeja, ngopi bareng, sambil ngomongin hal yang lebih penting, bagaimana meningkatkan mutu tenaga kesehatan Indonesia.

Kalau terus ribut, sama saja kayak dua orang rebutan setir di mobil yang ada malah mobilnya nabrak. Padahal tujuan semua pihak jelas sama, memastikan masyarakat dapat layanan kesehatan yang lebih baik.

Kalau dipikir-pikir, sengketa ini agak mirip dagelan, ada yang merasa dicurangi, ada yang yakin sesuai aturan, dan ada hakim yang jadi tukang wasit. Persis kayak pertandingan futsal antar-RT, ada tim yang protes gol dianulir, ada yang teriak “fair play!”, lalu wasit dengan wajah tebal bilang, “Lanjut main aja!”.

Misi mulia

Bedanya, ini bukan futsal, taruhannya bukan piala plastik, tapi masa depan sistem Kesehatan Nasional, jadi meskipun kelihatannya lucu karena debatnya kadang lebih ribut daripada emak-emak rebutan kursi arisan, isi ceritanya serius banget.

Dari kasus ini, ada pelajaran penting, yakni  jangan sampai ego sektoral mengalahkan tujuan bersama, dokter, pemerintah, dan kolegium sama-sama punya misi mulia, mereka menjaga mutu tenaga medis, agar masyarakat dapat pelayanan kesehatan yang bermartabat.

Terlalu sibuk memikirkan siapa yang pegang stempel bisa bikin lupa, bahwa yang seharusnya diurus adalah kualitas kurikulum, standar kompetensi, dan kemampuan dokter Indonesia menghadapi tantangan global.

Kalau diibaratkan, ini kayak orang rebutan kunci rumah, tapi lupa kalau atap rumahnya bocor. Yang dibutuhkan bukan siapa yang paling berhak pegang kunci, tapi siapa yang mau naik genteng buat tambal kebocoran.

Putusan PTUN dinilai bisa jadi momentum penting, karena  pertama, meneguhkan posisi pemerintah sebagai regulator yang sah, sehingga tidak ada lagi tarik-menarik soal legalitas. Kedua, membuka peluang kolaborasi lebih sehat antara profesi dan negara.

Kolegium kini punya kepastian hukum untuk bekerja, pemerintah punya pijakan kuat untuk mengawasi, dan masyarakat punya harapan bahwa kualitas tenaga medis akan meningkat. Tinggal sekarang, apakah semua pihak mau menurunkan tensi dan mengubah konflik menjadi sinergi?

Putusan PTUN Jakarta soal Kolegium Kesehatan Indonesia bukan sekadar menolak gugatan dokter spesialis. Ia menutup babak panjang sengketa hukum dan membuka jalan baru untuk kerja sama.

Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, Aji Muhawarman, bahkan menegaskan independensi kolegium tetap terjamin dan kolaborasi dengan pemerintah akan berjalan baik, pesannya sederhana, mari berhenti ribut, mari kerja bareng.

Pada akhirnya, dunia medis butuh stabilitas, bukan keributan, butuh kepastian, bukan ketidakjelasan. Kalau semua pihak bisa menerima kenyataan ini, hasilnya bukan cuma kesehatan profesi, tapi juga kesehatan bangsa.

Pepatah lama bilang “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”,  dalam konteks kesehatan, pepatah ini bukan sekadar kata-kata manis, tapi resep mujarab agar pelayanan medis Indonesia makin tangguh di tengah persaingan global.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alhamdullilah, Jalan Lawang Wetan Mulus Total

    Alhamdullilah, Jalan Lawang Wetan Mulus Total

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 865
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Lawang Wetan- Usai Meresmikan pembangunan infrastruktur jalan penghubung Kecamatan Jirak Jaya sepanjang  59.95 kilometer kemaren pada hari ini kembali Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan Kecamatan Lawang Wetan di sepanjang jalan 66.3 kilometer dengan pembiayan PT SMI. Salah satu Perusahaan BUMN. Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin didampingi Wakil Bupati Muba […]

  • Kemenparekraf Kembali Gelar Kegiatan Pelatihan Penulisan Skenario “SCENE 2021”, Ini Harapannya

    Kemenparekraf Kembali Gelar Kegiatan Pelatihan Penulisan Skenario “SCENE 2021”, Ini Harapannya

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.753
    • 0Komentar

    KEMENTRIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali menggelar kegiatan “SCENE (Masterclass Pengembangan Skenario Film TV dan OTT)” yang tahun ini digelar di empat kota sebagai upaya memunculkan talenta baru tanah air dalam menulis skenario konten televisi dan film. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Neil El Himam, dalam keterangannya, […]

  • New Normal, Harus Di Sambut dengan Kewaspadaan, Bukan Euforia

    New Normal, Harus Di Sambut dengan Kewaspadaan, Bukan Euforia

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 915
    • 0Komentar

    MASYARAKAT Kota Lubuklinggau, Sumsel dihimbau menyambut New Normal dengan kewaspadaan bukan dengan euforia. Maka dia menilai esensi dalam menghadapi New Normal ini adalah harus tetap produktif dengan menjaga protokol kesehatan. “Jadi menyambut New normal ini dengan tetap waspada,”ungkap Gubernur Sumsel Herman Deru, dalam kunjungan ke Kota Lubuklinggau, kemarin. Didalam peninjauan ini juga, ia  memberikan perhatian […]

  • Pecah Ban, Mobil Dinas Asisten I Pemkot Pagaralam Tabrak Rumah Warga

    Pecah Ban, Mobil Dinas Asisten I Pemkot Pagaralam Tabrak Rumah Warga

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.654
    • 0Komentar

    MOBIL Dinas  Asisten I Pemkot Pagaralam Sumatera Selatan Agus Salim menambrak rumah warga, musibagh ini akibat dari ban mobil tersebut pecah ban. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12:30 WIB di Desa Pematang Bango, Kelurahan Curup Jare, Kecamatan Pagaralam Utara, Kota Pagaralam Sumatera Selatan, Rabu, (10/2/2020). Menurut keterangan Lurah Curup, Jare Dipensi Adriansyah mobil Dinas bernomor Polisi BG 9 W […]

  • 4 Tahun Pemerintahan Jokowi Kerja Keras Bangun Pondasi Ekonomi Baru

    4 Tahun Pemerintahan Jokowi Kerja Keras Bangun Pondasi Ekonomi Baru

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.121
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA, Presiden RI, Joko Widodo  (Jokowi) mengatakan pemerintah telah bekerja keras untuk memperbaiki pondasi ekonomi nasional. Hal itu mengingat keadaan ekonomi global yang juga turut berubah. Pada bulan-bulan awal pemerintahan Jokowi harga-harga komoditas anjlok. Baik itu batubara,  sawit, karet, semuanya turun karena memang ekonomi dunia yang juga dalam posisi menurun. “Empat tahun lalu, di […]

  • OP kembali digelar di OKI, libatkan 3 perusahaan, begini penjelasan Pj Bupati OKI

    OP kembali digelar di OKI, libatkan 3 perusahaan, begini penjelasan Pj Bupati OKI

    • calendar_month Senin, 26 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 759
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Operasi pasar di Kabupaten OKI kembali digelar dengan melibatkan  Bulog, PD Bende Seguguk, Bank Sumsel Babel, kegiatan ini melalui Program Perjaka (Perusahaan Jaga Keterjangkauan Harga). Warga bisa membeli paket murah beras dan minyak goreng seharga Rp 65.000. Pj Bupati OKI, Asmar Wijaya mengatakan operasi pasar murah ini digelar untuk membantu masyarakat di OKI […]

expand_less
WordPress Archive Droid – Robotics & Technology Services Elementor Template Kit Drone Media – Aerial Photography & Videography Elementor Template Kit Drone Media | Aerial Photography & Videography Theme Drone Media | Aerial Photography & Videography WordPress Theme Drone – Single Product WordPress Theme Dronix – SaaS & Startup Elementor Template Kit Dronza – Drone Aerial Photography WordPress Theme Droow – Ajax Portfolio WordPress Theme Droow – Creative Showcase Portfolio Template Drouge – Cosmetic Elementor Template Kit