Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Literasi Keuangan Generasi Muda, Jangan Buru-buru Investasi Sebelum Punya 5 Hal Ini

Literasi Keuangan Generasi Muda, Jangan Buru-buru Investasi Sebelum Punya 5 Hal Ini

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Investasi sekarang bukan lagi sesuatu yang terdengar asing bagi anak muda. Cukup membuka media sosial, berbagai ajakan membeli saham, reksa dana, aset digital, hingga produk investasi lainnya bisa muncul hampir setiap hari.

Masalahnya, mudahnya akses investasi justru bisa membuat orang terburu-buru memasukkan uang ke sebuah produk tanpa benar-benar memahami apa yang dibeli.

Ada yang ikut karena melihat teman mendapat keuntungan. Ada yang takut ketinggalan tren. Ada pula yang tergoda janji hasil besar dalam waktu singkat.

Padahal, sebelum bicara soal investasi, ada pertanyaan yang jauh lebih penting: seberapa siap kondisi keuangan sendiri?

Literasi keuangan generasi muda bukan sekadar kemampuan mengenali produk investasi. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan mengatur uang, membaca risiko, dan mengambil keputusan tanpa sekadar ikut-ikutan.

Setidaknya ada lima hal yang perlu dimiliki sebelum mulai berinvestasi.

1. Tahu ke mana uang pergi

Punya penghasilan bukan berarti otomatis mampu mengelola keuangan.

Langkah pertama justru sederhana: ketahui berapa uang yang masuk dan ke mana saja uang tersebut keluar.

Pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari perlu dibedakan dari keinginan. Dari sini baru terlihat apakah memang ada dana yang bisa disisihkan untuk investasi.

Jangan sampai uang untuk makan, membayar kebutuhan rutin, atau kewajiban lainnya justru digunakan mengejar keuntungan investasi.

Investasi seharusnya menjadi bagian dari perencanaan keuangan, bukan alasan untuk mengorbankan kebutuhan yang lebih penting.

2. Dana darurat jangan dilupakan

Keuntungan investasi memang menarik, tetapi kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Kebutuhan mendadak bisa muncul kapan saja. Karena itu, dana darurat menjadi salah satu fondasi yang perlu disiapkan sebelum terlalu agresif mengejar investasi.

Tanpa dana cadangan, seseorang bisa terpaksa menjual investasi ketika sedang membutuhkan uang.

Kondisi seperti itu tentu berbeda dengan investasi menggunakan dana yang memang sudah disiapkan untuk tujuan jangka panjang.

Jadi, jangan buru-buru bertanya, “Investasi apa yang paling menguntungkan?”

Pertanyaan awalnya justru, “Kalau besok ada kebutuhan mendadak, saya punya uang cadangan atau tidak?”

3. Investasi harus menggunakan uang dingin

Istilah uang dingin sering muncul ketika membahas investasi. Sederhananya, uang tersebut bukan uang yang masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan penting dalam waktu dekat.

Konsep ini penting bagi investor pemula karena nilai investasi dapat bergerak naik dan turun.

Kalau uang yang digunakan sebenarnya masih diperlukan untuk membayar kebutuhan sehari-hari, tekanan ketika nilai investasi turun bisa membuat keputusan menjadi semakin buruk.

Karena itu, jangan memaksakan investasi hanya karena ingin terlihat sudah mulai membangun aset.

Kemampuan investasi bukan diukur dari seberapa cepat seseorang membeli produk keuangan, tetapi dari seberapa siap ia menanggung risikonya.

4. Jangan biarkan FOMO mengatur uang

Salah satu jebakan terbesar bagi anak muda datang dari media sosial.

Ketika seseorang memamerkan keuntungan investasinya, muncul dorongan untuk ikut. Ketika sebuah produk ramai dibicarakan, muncul kekhawatiran akan kehilangan kesempatan.

Inilah yang dikenal sebagai Fear of Missing Out atau FOMO.

OJK mengingatkan bahwa generasi muda rentan mengambil keputusan investasi secara impulsif karena mengikuti tren. Anggota Komisi XI DPR RI Annisa M. A. Mahesa juga menyoroti kerentanan anak muda terhadap FOMO dan aktivitas keuangan ilegal.

Masalahnya, orang yang menunjukkan keuntungan belum tentu menunjukkan seluruh risiko yang dihadapinya.

Karena itu, jangan menjadikan unggahan media sosial sebagai satu-satunya dasar mengambil keputusan finansial.

Cari informasi. Pahami produknya. Kenali risikonya. Dan yang paling penting, sesuaikan dengan kondisi keuangan sendiri.

Apa yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untuk kita.

5. Pastikan produknya legal dan masuk akal

Semakin mudah layanan keuangan diakses secara digital, semakin besar pula peluang masyarakat berhadapan dengan berbagai modus penipuan.

Phishing, tautan palsu, akun media sosial yang menyamar sebagai lembaga keuangan, investasi ilegal, pinjaman online ilegal hingga penyamaran sebagai petugas lembaga keuangan merupakan sejumlah modus yang perlu diwaspadai.

Karena itu, jangan hanya melihat angka keuntungan yang ditawarkan.

Ada dua hal sederhana yang perlu diingat: legal dan logis.

Pastikan pihak yang menawarkan produk memang memiliki legalitas sesuai ketentuan. Setelah itu, pikirkan apakah tawaran tersebut masuk akal.

Kalau keuntungan yang dijanjikan terdengar terlalu indah untuk menjadi kenyataan, justru saat itulah kewaspadaan harus dinaikkan.

Akses keuangan sudah tinggi, tapi literasinya belum sejalan

Tantangan literasi keuangan bukan sekadar anggapan.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan OJK bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia tercatat 69,57 persen.

Sementara itu, indeks inklusi keuangan sudah mencapai 93,61 persen.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sudah semakin mudah mengakses produk dan layanan jasa keuangan, tetapi kemampuan memahami dan menggunakannya secara tepat masih perlu diperkuat.

Kondisi tersebut juga terlihat pada kelompok pelajar dan mahasiswa.

SNLIK 2026 mencatat indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa berada di angka 62,72 persen, sedangkan indeks inklusi keuangannya mencapai 92,76 persen.

Artinya, aksesnya sudah tinggi, tetapi tingkat literasinya masih berada di bawah angka nasional.

Di sinilah persoalannya.

Bisa mengakses produk keuangan tidak otomatis berarti bisa menggunakannya dengan benar.

OJK dorong anak muda lebih siap menghadapi dunia keuangan

Penguatan kemampuan finansial generasi muda menjadi salah satu perhatian OJK melalui program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT).

Program tersebut kembali digelar di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Selasa (8/9), melalui LIKE IT Series #6 tahun 2026 dengan tema Money Moves: Invest Today, Build Your Future.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menekankan bahwa kedekatan generasi muda dengan teknologi digital tidak otomatis membuat mereka memiliki kecakapan finansial.

Menurut Dicky, semakin mudah akses terhadap produk dan layanan keuangan, semakin besar pula kebutuhan masyarakat untuk memahami risiko dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.

Ia menyederhanakan prinsip pengelolaan keuangan menjadi tiga kata: kelola, lindungi, dan tumbuhkan.

Uang perlu dikelola sebelum justru mengendalikan pilihan. Aset yang sudah dimiliki perlu dilindungi dengan memastikan produk yang digunakan legal dan masuk akal. Setelah itu, aset dapat ditumbuhkan berdasarkan tujuan yang jelas.

Bukan cuma soal investasi

Gubernur Banten Andra Soni menilai penguatan literasi keuangan bagi generasi muda tidak cukup diarahkan agar mereka siap memasuki dunia kerja.

Anak muda juga perlu memiliki kemampuan mengelola penghasilan, membangun usaha, berinvestasi, sekaligus melindungi diri dari kejahatan keuangan.

Perkembangan teknologi digital membuat transaksi keuangan menjadi semakin praktis. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi pengetahuan dan kehati-hatian.

Sementara itu, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Muhammad Ishom mengapresiasi kegiatan edukasi keuangan yang menyasar mahasiswa.

Pesannya sederhana: semakin luas pilihan produk keuangan yang tersedia, semakin penting pula kemampuan untuk memahami sebelum menggunakan.

Mulai dari mengatur uang, bukan mengejar tren

Kebiasaan finansial yang sehat tidak harus dimulai dengan nominal besar.

Bisa dimulai dengan mencatat pengeluaran. Menyisihkan uang secara rutin. Menyiapkan dana darurat. Menghindari utang konsumtif. Kemudian mempelajari produk investasi sebelum mengeluarkan uang.

Investasi boleh menjadi bagian dari rencana membangun masa depan.

Namun, jangan sampai keinginan mengejar keuntungan membuat fondasi keuangan justru rapuh.

LIKE IT sendiri telah berjalan sejak 2021 sebagai kolaborasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Bank Indonesia, OJK, dan LPS untuk mendorong peningkatan literasi keuangan.

Dalam kegiatan di Banten tersebut, sebanyak 1.000 mahasiswa dari civitas academica UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan sejumlah perguruan tinggi lainnya mengikuti kegiatan secara langsung. Sebanyak 2.473 mahasiswa dan masyarakat umum lainnya mengikuti kegiatan melalui siaran langsung YouTube OJK.

Pada akhirnya, membangun masa depan finansial bukan soal siapa yang paling cepat berinvestasi.

Yang lebih penting adalah siapa yang paling siap memahami uangnya sendiri, menghitung risikonya, dan tidak mudah mengambil keputusan hanya karena ikut tren.

Sebab sebelum uang ditumbuhkan, uang harus lebih dulu dikelola dan dilindungi. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPW PKB Sudah Kantongi Nama Cawabup, M Candra Jabat Ketua DPC PKB Muara Enim

    DPW PKB Sudah Kantongi Nama Cawabup, M Candra Jabat Ketua DPC PKB Muara Enim

    • calendar_month Minggu, 27 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.698
    • 0Komentar

    SETELAH cukup lama menunggu siapa nama yang akan di usulkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai calon Wakil Bupati Muara Enim, akhirnya Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan yang muncul, berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang diberikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.“Saat ini, dari PKB sendiri sudah mengeluarkan nama untuk calon Wakil Bupati. Kebetulan saya […]

  • ASN OKI Terjaring OTT

    ASN OKI Terjaring OTT

    • calendar_month Kamis, 17 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 982
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id, Kayuagung – Tim saber pungli Kabupaten OKI unjuk gigi. Pada Jumat (11/1/2018) lalu, sekitar pukul 10.00 WIB, tim ini melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten OKI. Ada dua orang yang terkena OTT. Satu orang merupakan perempuan yang diduga bertugas sebagai oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) […]

  • Callsign Diundang Bergabung dengan Komunitas Inovator Global Forum Ekonomi Dunia

    Callsign Diundang Bergabung dengan Komunitas Inovator Global Forum Ekonomi Dunia

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 682
    • 0Komentar

    CALLsign pelopor kepercayaan digital, telah diundang oleh Forum Ekonomi Dunia untuk bergabung dengan Komunitas Inovator Global; sekelompok perusahaan rintisan dan peningkatan yang paling menjanjikan di dunia yang berada di garis depan inovasi teknologi dan model bisnis. Forum Ekonomi Dunia menyediakan Komunitas Inovator Global dengan platform untuk terlibat dengan para pemimpin sektor publik dan swasta dan […]

  • Resmi, Asrio Hartowo Pimpin Karang Taruna Kota Palembang 2020-2025, Asa Harno untuk Organisasi Ini di Saat Pandemi Covid-19, “Sehat Ini Dari Kita & Untuk Kita Sendiri,”

    Resmi, Asrio Hartowo Pimpin Karang Taruna Kota Palembang 2020-2025, Asa Harno untuk Organisasi Ini di Saat Pandemi Covid-19, “Sehat Ini Dari Kita & Untuk Kita Sendiri,”

    • calendar_month Minggu, 27 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.254
    • 0Komentar

    SETELAH resmi dikukuhkan langsung oleh Walikota Palembang, H. Harnojoyo, kepengurusan Karang Taruna Kota Palembang periode 2020-2025 yang dinahkodai langsung oleh Asrio Hartowo diharapkan dapat terus bermitra bersama Pemerintah dalam mewujudkan visi-misi yang disampaikan. “Selamat, mudah-mudahan setelah dikukuhkan ini, visi misi Karang Taruna Kota Palembang untuk mensejahterakan masyarkat dengan bermitra bersama Pemerintah kota Palembang segera terwujud,” […]

  • Amankan Pilkada, Kapolri Bakal Road Show ke Daerah

    Amankan Pilkada, Kapolri Bakal Road Show ke Daerah

    • calendar_month Selasa, 16 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.028
    • 0Komentar

    “Kami harus kerja ekstra untuk mengamankan ke dua daerah,”

  • Fisip UIN Raden Fatah Resmi Laksanakan Program Kampus Merdeka di Angkatan 2021

    Fisip UIN Raden Fatah Resmi Laksanakan Program Kampus Merdeka di Angkatan 2021

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.116
    • 0Komentar

    MENYIKAPI kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dikeluarkan melalui Permendikbud No. 3/2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, serta telah keluarnya aturan teknis Panduan Implementasi MBKM dalam Kurikulum Program Studi pada PTKI No. 7290/2020, maka Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Raden Fatah secara resmi akan melaksanakannya pada mahasiswa baru angkatan 2021 tahun […]

expand_less
WordPress Archive ProDent | Dental Clinic & Doctor WordPress Theme + Elementor + RTL Product Alerts for WooCommerce Product Bundles – Elementor WooCommerce WordPress Plugin Product Catalog Feed Pro by PixelYourSite Product Condition for WooCommerce Product Designer for PHP Standalone | Lumise Product Gallery Slider for Woocommerce | Twist Product Import Export Plugin For WooCommerce - WebToffee Product Loops for WooCommerce Product Options for WooCommerce