Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Literasi Keuangan Generasi Muda, Jangan Buru-buru Investasi Sebelum Punya 5 Hal Ini

Literasi Keuangan Generasi Muda, Jangan Buru-buru Investasi Sebelum Punya 5 Hal Ini

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Investasi sekarang bukan lagi sesuatu yang terdengar asing bagi anak muda. Cukup membuka media sosial, berbagai ajakan membeli saham, reksa dana, aset digital, hingga produk investasi lainnya bisa muncul hampir setiap hari.

Masalahnya, mudahnya akses investasi justru bisa membuat orang terburu-buru memasukkan uang ke sebuah produk tanpa benar-benar memahami apa yang dibeli.

Ada yang ikut karena melihat teman mendapat keuntungan. Ada yang takut ketinggalan tren. Ada pula yang tergoda janji hasil besar dalam waktu singkat.

Padahal, sebelum bicara soal investasi, ada pertanyaan yang jauh lebih penting: seberapa siap kondisi keuangan sendiri?

Literasi keuangan generasi muda bukan sekadar kemampuan mengenali produk investasi. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan mengatur uang, membaca risiko, dan mengambil keputusan tanpa sekadar ikut-ikutan.

Setidaknya ada lima hal yang perlu dimiliki sebelum mulai berinvestasi.

1. Tahu ke mana uang pergi

Punya penghasilan bukan berarti otomatis mampu mengelola keuangan.

Langkah pertama justru sederhana: ketahui berapa uang yang masuk dan ke mana saja uang tersebut keluar.

Pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari perlu dibedakan dari keinginan. Dari sini baru terlihat apakah memang ada dana yang bisa disisihkan untuk investasi.

Jangan sampai uang untuk makan, membayar kebutuhan rutin, atau kewajiban lainnya justru digunakan mengejar keuntungan investasi.

Investasi seharusnya menjadi bagian dari perencanaan keuangan, bukan alasan untuk mengorbankan kebutuhan yang lebih penting.

2. Dana darurat jangan dilupakan

Keuntungan investasi memang menarik, tetapi kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Kebutuhan mendadak bisa muncul kapan saja. Karena itu, dana darurat menjadi salah satu fondasi yang perlu disiapkan sebelum terlalu agresif mengejar investasi.

Tanpa dana cadangan, seseorang bisa terpaksa menjual investasi ketika sedang membutuhkan uang.

Kondisi seperti itu tentu berbeda dengan investasi menggunakan dana yang memang sudah disiapkan untuk tujuan jangka panjang.

Jadi, jangan buru-buru bertanya, “Investasi apa yang paling menguntungkan?”

Pertanyaan awalnya justru, “Kalau besok ada kebutuhan mendadak, saya punya uang cadangan atau tidak?”

3. Investasi harus menggunakan uang dingin

Istilah uang dingin sering muncul ketika membahas investasi. Sederhananya, uang tersebut bukan uang yang masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan penting dalam waktu dekat.

Konsep ini penting bagi investor pemula karena nilai investasi dapat bergerak naik dan turun.

Kalau uang yang digunakan sebenarnya masih diperlukan untuk membayar kebutuhan sehari-hari, tekanan ketika nilai investasi turun bisa membuat keputusan menjadi semakin buruk.

Karena itu, jangan memaksakan investasi hanya karena ingin terlihat sudah mulai membangun aset.

Kemampuan investasi bukan diukur dari seberapa cepat seseorang membeli produk keuangan, tetapi dari seberapa siap ia menanggung risikonya.

4. Jangan biarkan FOMO mengatur uang

Salah satu jebakan terbesar bagi anak muda datang dari media sosial.

Ketika seseorang memamerkan keuntungan investasinya, muncul dorongan untuk ikut. Ketika sebuah produk ramai dibicarakan, muncul kekhawatiran akan kehilangan kesempatan.

Inilah yang dikenal sebagai Fear of Missing Out atau FOMO.

OJK mengingatkan bahwa generasi muda rentan mengambil keputusan investasi secara impulsif karena mengikuti tren. Anggota Komisi XI DPR RI Annisa M. A. Mahesa juga menyoroti kerentanan anak muda terhadap FOMO dan aktivitas keuangan ilegal.

Masalahnya, orang yang menunjukkan keuntungan belum tentu menunjukkan seluruh risiko yang dihadapinya.

Karena itu, jangan menjadikan unggahan media sosial sebagai satu-satunya dasar mengambil keputusan finansial.

Cari informasi. Pahami produknya. Kenali risikonya. Dan yang paling penting, sesuaikan dengan kondisi keuangan sendiri.

Apa yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untuk kita.

5. Pastikan produknya legal dan masuk akal

Semakin mudah layanan keuangan diakses secara digital, semakin besar pula peluang masyarakat berhadapan dengan berbagai modus penipuan.

Phishing, tautan palsu, akun media sosial yang menyamar sebagai lembaga keuangan, investasi ilegal, pinjaman online ilegal hingga penyamaran sebagai petugas lembaga keuangan merupakan sejumlah modus yang perlu diwaspadai.

Karena itu, jangan hanya melihat angka keuntungan yang ditawarkan.

Ada dua hal sederhana yang perlu diingat: legal dan logis.

Pastikan pihak yang menawarkan produk memang memiliki legalitas sesuai ketentuan. Setelah itu, pikirkan apakah tawaran tersebut masuk akal.

Kalau keuntungan yang dijanjikan terdengar terlalu indah untuk menjadi kenyataan, justru saat itulah kewaspadaan harus dinaikkan.

Akses keuangan sudah tinggi, tapi literasinya belum sejalan

Tantangan literasi keuangan bukan sekadar anggapan.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan OJK bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia tercatat 69,57 persen.

Sementara itu, indeks inklusi keuangan sudah mencapai 93,61 persen.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sudah semakin mudah mengakses produk dan layanan jasa keuangan, tetapi kemampuan memahami dan menggunakannya secara tepat masih perlu diperkuat.

Kondisi tersebut juga terlihat pada kelompok pelajar dan mahasiswa.

SNLIK 2026 mencatat indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa berada di angka 62,72 persen, sedangkan indeks inklusi keuangannya mencapai 92,76 persen.

Artinya, aksesnya sudah tinggi, tetapi tingkat literasinya masih berada di bawah angka nasional.

Di sinilah persoalannya.

Bisa mengakses produk keuangan tidak otomatis berarti bisa menggunakannya dengan benar.

OJK dorong anak muda lebih siap menghadapi dunia keuangan

Penguatan kemampuan finansial generasi muda menjadi salah satu perhatian OJK melalui program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT).

Program tersebut kembali digelar di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Selasa (8/9), melalui LIKE IT Series #6 tahun 2026 dengan tema Money Moves: Invest Today, Build Your Future.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menekankan bahwa kedekatan generasi muda dengan teknologi digital tidak otomatis membuat mereka memiliki kecakapan finansial.

Menurut Dicky, semakin mudah akses terhadap produk dan layanan keuangan, semakin besar pula kebutuhan masyarakat untuk memahami risiko dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.

Ia menyederhanakan prinsip pengelolaan keuangan menjadi tiga kata: kelola, lindungi, dan tumbuhkan.

Uang perlu dikelola sebelum justru mengendalikan pilihan. Aset yang sudah dimiliki perlu dilindungi dengan memastikan produk yang digunakan legal dan masuk akal. Setelah itu, aset dapat ditumbuhkan berdasarkan tujuan yang jelas.

Bukan cuma soal investasi

Gubernur Banten Andra Soni menilai penguatan literasi keuangan bagi generasi muda tidak cukup diarahkan agar mereka siap memasuki dunia kerja.

Anak muda juga perlu memiliki kemampuan mengelola penghasilan, membangun usaha, berinvestasi, sekaligus melindungi diri dari kejahatan keuangan.

Perkembangan teknologi digital membuat transaksi keuangan menjadi semakin praktis. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi pengetahuan dan kehati-hatian.

Sementara itu, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Muhammad Ishom mengapresiasi kegiatan edukasi keuangan yang menyasar mahasiswa.

Pesannya sederhana: semakin luas pilihan produk keuangan yang tersedia, semakin penting pula kemampuan untuk memahami sebelum menggunakan.

Mulai dari mengatur uang, bukan mengejar tren

Kebiasaan finansial yang sehat tidak harus dimulai dengan nominal besar.

Bisa dimulai dengan mencatat pengeluaran. Menyisihkan uang secara rutin. Menyiapkan dana darurat. Menghindari utang konsumtif. Kemudian mempelajari produk investasi sebelum mengeluarkan uang.

Investasi boleh menjadi bagian dari rencana membangun masa depan.

Namun, jangan sampai keinginan mengejar keuntungan membuat fondasi keuangan justru rapuh.

LIKE IT sendiri telah berjalan sejak 2021 sebagai kolaborasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Bank Indonesia, OJK, dan LPS untuk mendorong peningkatan literasi keuangan.

Dalam kegiatan di Banten tersebut, sebanyak 1.000 mahasiswa dari civitas academica UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan sejumlah perguruan tinggi lainnya mengikuti kegiatan secara langsung. Sebanyak 2.473 mahasiswa dan masyarakat umum lainnya mengikuti kegiatan melalui siaran langsung YouTube OJK.

Pada akhirnya, membangun masa depan finansial bukan soal siapa yang paling cepat berinvestasi.

Yang lebih penting adalah siapa yang paling siap memahami uangnya sendiri, menghitung risikonya, dan tidak mudah mengambil keputusan hanya karena ikut tren.

Sebab sebelum uang ditumbuhkan, uang harus lebih dulu dikelola dan dilindungi. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hj Asna Aini Apriyadi: Prestasi ini kami Persembahkan Untuk Masyarakat Muba 

    Hj Asna Aini Apriyadi: Prestasi ini kami Persembahkan Untuk Masyarakat Muba 

    • calendar_month Sabtu, 26 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 844
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Banyuasin. Kali ini, TP PKK Muba dibawah komando Hj Asna Aini Apriyadi meraih juara terbaik I  Kabupaten/Kota Pelaksana Revitalisasi Dasawisma Tingkat Provinsi tahun 2023 diajang Festival Rempah yang digelar oleh TP PKK Sumsel di Pelataran Palembang Trade Center (PTC), Jumat (25/8/2023). Festival ini dibuka langsung […]

  • Video viral keluhan warga terkait jalan rusak di respon Pj Wali Kota Palembang, Ratu Dewa

    Sebut Konten Protes Warga Tentang Jalan Rusak Pesanan Pihak “Besan”, Pj Wali Kota Palembang Ratu Dewa Dirujak Netizen

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2024
    • account_circle Aan
    • visibility 1.512
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Terkait konten keluhan warga yang mengkritik jalan rusak di depan Kopi Roda, di kawasan Segeran, Pj Wali Kota Palembang Ratu Dewa memberikan komentarnya. Dalam sebuah pemberitaan, Ratu Dewa menyebut parodi video protes warga jalan rusak merupakan pesanan pihak “besan”. “Ini akunnya suruhan pihak besan,” ucapnya. Melihat statemen sang Pj, warga palembang menanyakan maksud […]

  • Palembang Ajukan PSBB  Kepada Kementrian Kesehatan

    Palembang Ajukan PSBB  Kepada Kementrian Kesehatan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 770
    • 0Komentar

    TERUS meningkatnya kasus positif COVID-19 di Kota Palembang membuat Pemerintah Kota Palembang mengajukan usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Usulkan itu rencanya akan disampaikan hari ini, Senin [4/5/2020] ke Gubernur Sumsel dan diteruskan ke Kementerian Kesehatan. “Kami usulkan kerena kasus COVID-19 terus meningkat, di Palembang hamper tembus angka 100 kasus,”kata Sekda Pemkot Palembang, Ratu Dewa, […]

  • April, Inflasi Palembang Capai 0,29%

    April, Inflasi Palembang Capai 0,29%

    • calendar_month Selasa, 8 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.115
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Inflasi di Kota Palembang pada April 2018 sebesar 0,29% dipenguruhi oleh indek harga dari 7 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran tersebut, antara lain kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,52 %, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,36 %. Sementara inflasi terbesar di Kota Palembang dipengaruhi harga barang  merah, sewa […]

  • RI & Hungaria Gelar Sidang Komisi Ekonomi Bersama dan Forum Bisnis HunIndoTech 3.0

    RI & Hungaria Gelar Sidang Komisi Ekonomi Bersama dan Forum Bisnis HunIndoTech 3.0

    • calendar_month Senin, 10 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 562
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Jakarta, Indonesia – Direktur Jenderal Amerika dan Eropa (Dirjen Amerop), Kementerian Luar Negeri, Umar Hadi, dan Deputy State Secretary for External Economic Relations, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan (Kemludag) Hungaria, Katalin Bihari, telah memimpin bersama Sidang Komisi Ekonomi Bersama (SKEB) ke-6 di Jakarta, (04/10/2022). “Indonesia menawarkan berbagai kesempatan kerja sama pembangunan dan pengelolaan Kawasan Ekonomi […]

  • Di HUT ke -76 Provinsi Sumsel, Harnojoyo Beberkan Asanya

    Di HUT ke -76 Provinsi Sumsel, Harnojoyo Beberkan Asanya

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.328
    • 0Komentar

    WALI Kota Palembang, H Harnojoyo menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa dalam rangka Hari Jadi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ke -76 di Dining Hall Jakabaring Sport Center. Dengan semangat hari jadinya Sumsel ke-76 tahun yang jatuh pada tanggal 15 Mei 2022, Pemerintah Provinsi berharap kemajuan pangan di Sumsel bisa mandiri. “Kita wujudkan Sumsel mandiri […]

expand_less
WordPress Archive ProDent | Dental Clinic & Doctor WordPress Theme + Elementor + RTL Product Alerts for WooCommerce Product Bundles – Elementor WooCommerce WordPress Plugin Product Catalog Feed Pro by PixelYourSite Product Condition for WooCommerce Product Designer for PHP Standalone | Lumise Product Gallery Slider for Woocommerce | Twist Product Import Export Plugin For WooCommerce - WebToffee Product Loops for WooCommerce Product Options for WooCommerce