Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Menag Yaqut: Tak Ada Dispensasi Mudik untuk Santri

Menag Yaqut: Tak Ada Dispensasi Mudik untuk Santri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
  • visibility 819
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan dispensasi khusus kepada santri dalam kebijakan pelarangan mudik Lebaran tahun ini. Langkah ini dilakukan demi terjaganya keselamatan jiwa bersama dari bahaya dan ancaman Covid-19.

Menag Yaqut mengakui, kebijakan larangan mudik ini tidak mudah diterima oleh kalangan pesantren. Apalagi, biasanya jelang Hari Raya Idul Fitri, rata-rata ponpes telah mengakhiri masa pembelajarannya.

“Untuk itu kami meminta dengan sangat hormat kepada para pengasuh, santri maupun orang tua santri untuk bisa memahami aturan ini demi menjaga keselamatan jiwa kita bersama dari ancaman paparan virus Covid-19,” ujar Menag Yaqut di Jakarta, Rabu (28/4/2021).  

Menurut Menag yang akrab disapa Gus Yaqut ini, potensi melambungnya kembali kasus Covid-19 di Indonesia sangat tinggi pada saat Lebaran. Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah telah berikhtiar dengan membuat kebijakan pengetatan maupun pelarangan bagi seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan. Kesuksesan upaya pengendalian Covid-19 sebagaimana tertuang dalam Addendum Surat Edaran Satgas Covid-19 No 13 Tahun 2021 ini juga banyak dipengaruhi sejauhmana masyarakat bisa mematuhi dengan baik isi aturan tersebut.

Melalui Surat Edaran (SE) No 04 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021,  Menag juga meminta masyarakat terus menjaga protokol kesehatan dalam rangka menjaga keselamatan jiwa pribadi, keluarga maupun lingkungan di tengah pandemi Covid-19.

Dengan dasar tersebut, Gus Yaqut berharap semua masyarakat termasuk kalangan santri untuk bisa memahami secara baik munculnya pelarangan mudik saat Lebaran tahun ini.

Menurut Menag, mudik bagi santri bukanlah persoalan ringan. Di tengah pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali saat ini, dibutuhkan kontrol ketat dalam pelaksanaan di lapangan.

“Pergerakan jutaan santri ke berbagai daerah dalam waktu hampir bersamaan sangat rawan memunculkan klaster-klaster baru penularan virus. Bahaya lebih besar pun mengancam jika sampai rumah, virus itu turut memapar para anggota keluarganya. Bahaya yang sama juga bakal terjadi pada arus balik, potensi penularan virus pada Kiai dan Ibu Nyai,” jelas Gus Yaqut. 

Upaya mengontrol santri saat di rumah juga bukan hal yang mudah. Sebab jumlah mereka juga tak sebanding dengan petugas yang ada. Di sisi lain, upaya pemulangan santri ke ponpes usai Lebaran juga memunculkan persoalan yang tak kalah ringan. Santri wajib menjalani pemeriksaan kesehatan, karantina dan sebagainya sebelum benar-benar bersih dari virus. “Ini tentu membutuhkan banyak hal yang tidak mudah diselesaikan dalam tempo yang mepet,” kata Menag.

Meledaknya kasus Covid-19 seperti di India dan Thailand beberapa hari terakhir juga menjadi pelajaran berharga agar semua masyarakat selalu waspada terhadap ancaman virus ini.

”Hukum mudik adalah sunah, sementara menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan adalah wajib. Untuk itu peniadaan mudik ini adalah upaya pemerintah dalam melindungi warga dari Covid-19,” kata Gus Menag.

Atas tak adanya pelonggaran khusus kepada kalangan santri ini, Kementerian Agama secara aktif menyosialisasikan hal ini ke kalangan ponpes maupun pemerintah daerah. Menag Yaqut meminta para pengelola ponpes untuk bisa memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para santri dan orang tuanya. Dengan komunikasi yang aktif, Menag optimistis, kebijakan ini akan bisa diterima dengan  baik.

Menag juga meminta para pengelola ponpes untuk mengisi masa libur santri dengan membuat kegiatan-kegiatan di internal yang positif dan menyenangkan.

“Di pondok itu juga tidak kurang berkahnya dengan meningkatkan amaliah, belajar dan mengaji. Sebab itu, mari menunda dulu sejenak untuk bertemu keluarga agar semua terlindungi. Silaturahmi, sungkem di Hari Raya Idul Fitri juga bisa dilakukan melalui virtual tanpa  mengurangi makna,” terang Menag Yaqut.

Menag berpesan agar pengelola ponpes dan santri terus menjaga protokol kesehatan Covid-19 dengan berpatokan 5 M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. [***]

ril

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Covid-19, Perketat Hingga Ke Tingkat RT Dan RW

    Cegah Covid-19, Perketat Hingga Ke Tingkat RT Dan RW

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.010
    • 0Komentar

    KETUA Gugus tugas percepatan Pencegahan Covid 19 Kota Palembang Ratu Dewa mengoptimalkan semua struktur ditingkat kota untuk pencegahan dan penanganan Virus Corona. “Saya sudah meminta camat, lurah, RW dan RT door to door kerumah warga, untuk memantau warga pendatang, ini sudah kita jalankan, kalua ada warga pendatang kita laporkan ke dinkes untuk di cek, dan […]

  • Dukung Swasembada Beras, Kodim 0401 Muba Cetak Sawah Seluas 300 Hektare

    Dukung Swasembada Beras, Kodim 0401 Muba Cetak Sawah Seluas 300 Hektare

    • calendar_month Kamis, 31 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.061
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Kodim 0401 Musi Banyuasin cetak sawah sebesar 300 hektare di Wilayah di Desa Langkap, Kecamatan Babat Supat, Musi Banyuasin [Muba] guna mendukung swasembada beras dan program Pemerintah Pusat sesuai visi pembangunan hijau berkelanjutan. Cetak sawah tersebut merupakan program Kementerian Pertanian bekerjasama dengan TNI, dimana Provinsi Sumatera Selatan ini hanya ada, tiga kabupaten yang […]

  • Samsung Electronics Berinovasi Hangatkan Rumah di Eropa

    Samsung Electronics Berinovasi Hangatkan Rumah di Eropa

    • calendar_month Rabu, 26 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 740
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Saat lanskap energi Eropa bergeser, penawaran pompa panas Samsung Electronics terus berinovasi dengan cara menghangatkan rumah di Eropa. Pasar pompa panas berkembang pesat: Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan peningkatan global 11% dalam penjualan pompa panas antara tahun 2021 dan 2022, khususnya di Eropa, dengan pertumbuhan 49% dalam penjualan pompa panas udara-ke-air.1 Ini sebagian […]

  • Agustus, Pertamina  MOR IV Catat Komsumsi Avtur di Sumbagsel Naik 62%

    Agustus, Pertamina  MOR IV Catat Komsumsi Avtur di Sumbagsel Naik 62%

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.136
    • 0Komentar

    PERTAMINA Marketing Operation Region [MOR] IV mencatat, pada Agustus komsumsi avtur mengalami kenaikan 62% dibanding periode Juli 2020 atau dari sekitar 1.110 Kiloliter menjadi 1.783 Kiloliter. Kenaikan komsumsi tersebut seiring dengan mulai beroperasinya dan bertambahnya frekuensi penerbangan sejumlah maskapai di Sumbagsel. Konsumsi avtur di sejumlah bandara di wilayah yang meliputi Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka […]

  • Makanan Siap Santap, Memperkuat Semangat di Tengah Pandemi

    Makanan Siap Santap, Memperkuat Semangat di Tengah Pandemi

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.495
    • 0Komentar

    Dampak pandemi covid dirasakan oleh semua bidang kehidupan. Bukan hanya protokol kesehatan yang harus dilaksanakan. Juga sekedar vaksin. Tapi, urusan perut pun tak boleh dilupakan. Pembatasan untuk menghindari kerumanan dan mengurangi mobiltas maupun aktivitas tentu membuat daya beli dan kemampuan menyiapkan konsumsi juga berkurang. Bukan tidak mungkin, perut yang lapar membuat potensi terjangkit covid 19 […]

  • Muba Komit Benahi Data Base Perkebunan & Kebun Rakyat Tidak Produktif  

    Muba Komit Benahi Data Base Perkebunan & Kebun Rakyat Tidak Produktif  

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.344
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] komit Benahi Data Base Perkebunan & Kebun Rakyat Tidak Produktif perkebunan karet dan sawit. Kepala Dinas Perkebunan Muba Iskandar Syahrianto pada acara Diskusi dengan Tema Musi Banyuasin Membangun Kawasan Industri Melalui Pendekatan Lanskap Ekologi, dan Komoditi Budaya Lestari, di Whydam Hotel Palembang, Selasa (3/12/2019). Kadisbun Muba mengungkapkan ada 1,4 juta hektare luas lahan di […]

expand_less
WordPress Archive SpaLab | Beauty Salon WordPress Theme Sparker – Directory and Listings Template Sparknex – Creative Web Design Agency WordPress Theme Sparks for WooCommerce SparxUp – Saas & Startup Elementor Template Kit Spatoo – Modern Shoes eCommerce Elementor Template Kit Spaville – Spa and Beauty WordPress Theme Speaker – Page to Speech Plugin for WordPress Speaktron – Public Speaker & Life Coach Elementor Template Kit SpeakUp – Language Course & Translation Service Elementor Template Kit