Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Menag Yaqut: Tak Ada Dispensasi Mudik untuk Santri

Menag Yaqut: Tak Ada Dispensasi Mudik untuk Santri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
  • visibility 838
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan dispensasi khusus kepada santri dalam kebijakan pelarangan mudik Lebaran tahun ini. Langkah ini dilakukan demi terjaganya keselamatan jiwa bersama dari bahaya dan ancaman Covid-19.

Menag Yaqut mengakui, kebijakan larangan mudik ini tidak mudah diterima oleh kalangan pesantren. Apalagi, biasanya jelang Hari Raya Idul Fitri, rata-rata ponpes telah mengakhiri masa pembelajarannya.

“Untuk itu kami meminta dengan sangat hormat kepada para pengasuh, santri maupun orang tua santri untuk bisa memahami aturan ini demi menjaga keselamatan jiwa kita bersama dari ancaman paparan virus Covid-19,” ujar Menag Yaqut di Jakarta, Rabu (28/4/2021).  

Menurut Menag yang akrab disapa Gus Yaqut ini, potensi melambungnya kembali kasus Covid-19 di Indonesia sangat tinggi pada saat Lebaran. Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah telah berikhtiar dengan membuat kebijakan pengetatan maupun pelarangan bagi seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan. Kesuksesan upaya pengendalian Covid-19 sebagaimana tertuang dalam Addendum Surat Edaran Satgas Covid-19 No 13 Tahun 2021 ini juga banyak dipengaruhi sejauhmana masyarakat bisa mematuhi dengan baik isi aturan tersebut.

Melalui Surat Edaran (SE) No 04 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021,  Menag juga meminta masyarakat terus menjaga protokol kesehatan dalam rangka menjaga keselamatan jiwa pribadi, keluarga maupun lingkungan di tengah pandemi Covid-19.

Dengan dasar tersebut, Gus Yaqut berharap semua masyarakat termasuk kalangan santri untuk bisa memahami secara baik munculnya pelarangan mudik saat Lebaran tahun ini.

Menurut Menag, mudik bagi santri bukanlah persoalan ringan. Di tengah pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali saat ini, dibutuhkan kontrol ketat dalam pelaksanaan di lapangan.

“Pergerakan jutaan santri ke berbagai daerah dalam waktu hampir bersamaan sangat rawan memunculkan klaster-klaster baru penularan virus. Bahaya lebih besar pun mengancam jika sampai rumah, virus itu turut memapar para anggota keluarganya. Bahaya yang sama juga bakal terjadi pada arus balik, potensi penularan virus pada Kiai dan Ibu Nyai,” jelas Gus Yaqut. 

Upaya mengontrol santri saat di rumah juga bukan hal yang mudah. Sebab jumlah mereka juga tak sebanding dengan petugas yang ada. Di sisi lain, upaya pemulangan santri ke ponpes usai Lebaran juga memunculkan persoalan yang tak kalah ringan. Santri wajib menjalani pemeriksaan kesehatan, karantina dan sebagainya sebelum benar-benar bersih dari virus. “Ini tentu membutuhkan banyak hal yang tidak mudah diselesaikan dalam tempo yang mepet,” kata Menag.

Meledaknya kasus Covid-19 seperti di India dan Thailand beberapa hari terakhir juga menjadi pelajaran berharga agar semua masyarakat selalu waspada terhadap ancaman virus ini.

”Hukum mudik adalah sunah, sementara menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan adalah wajib. Untuk itu peniadaan mudik ini adalah upaya pemerintah dalam melindungi warga dari Covid-19,” kata Gus Menag.

Atas tak adanya pelonggaran khusus kepada kalangan santri ini, Kementerian Agama secara aktif menyosialisasikan hal ini ke kalangan ponpes maupun pemerintah daerah. Menag Yaqut meminta para pengelola ponpes untuk bisa memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para santri dan orang tuanya. Dengan komunikasi yang aktif, Menag optimistis, kebijakan ini akan bisa diterima dengan  baik.

Menag juga meminta para pengelola ponpes untuk mengisi masa libur santri dengan membuat kegiatan-kegiatan di internal yang positif dan menyenangkan.

“Di pondok itu juga tidak kurang berkahnya dengan meningkatkan amaliah, belajar dan mengaji. Sebab itu, mari menunda dulu sejenak untuk bertemu keluarga agar semua terlindungi. Silaturahmi, sungkem di Hari Raya Idul Fitri juga bisa dilakukan melalui virtual tanpa  mengurangi makna,” terang Menag Yaqut.

Menag berpesan agar pengelola ponpes dan santri terus menjaga protokol kesehatan Covid-19 dengan berpatokan 5 M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. [***]

ril

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sarbumusi Angkat Bicara Terkait Kasus BPJAMSOSTEK

    Sarbumusi Angkat Bicara Terkait Kasus BPJAMSOSTEK

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.533
    • 0Komentar

    BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOTEK memberikan respon, perihal kabar yang belakangan mengemuka termasuk dikalangan para aktivis buruh dan pekerja di Indonesia, terkait pengelolaan investasi yang dikelolah perseroan di pasar modal. Seperti diketahui, sebelumnya penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI terhadap BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) membetot perhatian publik. Tak sedikit para pakar kebijakan dan ekonomi memberikan tanggapan […]

  • Ini Tanggapan JK Terkait Cemilan Muba

    Ini Tanggapan JK Terkait Cemilan Muba

    • calendar_month Senin, 8 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta- Hasil olahan produk pangan sehat atau eco food dari lahan gambut di Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yakni berupa Nanas Kering, Keripik Kelapa, Beras Merah, Beras Hitam, Beras Putih, Sambal Tabur Nanas, dan Selai Nanas pada 1 April 2019 lalu diterima secara langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Istana Wakil […]

  • Mei, 11.000 Guru Honorer Akan Diberikan SK

    Mei, 11.000 Guru Honorer Akan Diberikan SK

    • calendar_month Kamis, 26 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang- Kabar gembira datang bagi guru honorer, sebentar lagi seluruh guru honorer di Provinsi Sumatera Selatan yang jumlahnya mencapai 11.000 lebih akan diberikan Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Sumsel tentang penetapan sebagai guru honorer. Gubernur Sumsel Alex Noerdin sudah mengintruksikan langsung Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel agar segera menyelesaikan penyerahan SK seluruh guru honorer paling tidak […]

  • Batik vs Fast Fashion = Si Tua yang Tetap Gagah di Catwalk Dunia

    Batik vs Fast Fashion = Si Tua yang Tetap Gagah di Catwalk Dunia

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.583
    • 0Komentar

    SAAT dunia fashion yang lari kencang kayak anak balap karung habis lomba 17-an, batik muncul seperti pelari senior yang rambutnya ubanan tapi tetap gagah, sementara tren fast fashion datang silih berganti tiap dua minggu, batik sudah wara-wiri sejak zaman nenek moyang kita masih barter ikan sama garam, bahkan ribuan tahun lewat, ia tetap elegan dan […]

  • Perkuat NKRI, JMSI Sumbar Kerjasama Dengan Denpom 2/4 Padang

    Perkuat NKRI, JMSI Sumbar Kerjasama Dengan Denpom 2/4 Padang

    • calendar_month Selasa, 6 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 877
    • 0Komentar

    PENGURUS Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (Pengda JMSI) Sumatera Barat jalin nota kesepahaman dengan Denpom 1/4 Padang, Senin (5/7/2021). Kerjasama ini dijalin dalam rangka ikut berkontribusi dalam menegakkan kedaulatan negara. “Detasemen Polisi Militer bukan semata institusi yang menyelenggarakan pemeliharaan, penegakan disiplin, hukum, dan tata tertib di lingkungan militer saja. Banyak hal yang bisa dikerjasamakan dengan […]

  • Rapor Merah OPD Pemkot Pagaralam, Dinas Apa Saja ?

    Rapor Merah OPD Pemkot Pagaralam, Dinas Apa Saja ?

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.863
    • 0Komentar

    DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam menilai kinerja beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kota [Pemkot] Pagaralam mendapat rapor merah, sehingga perlu perbaikan. Catatan ini disampaikan saat agenda penyampaian laporan Komisi-Komisi terhadap Laporan Kerja dan Pertanggung jawaban (LKPJ) Walikota Pagaralam Tahun Anggaran 2019, Selasa, (3/3/2020) lalu. Seperti yang disampaikan oleh juru bicara […]

expand_less
WordPress Archive SpaLab | Beauty Salon WordPress Theme Sparker – Directory and Listings Template Sparknex – Creative Web Design Agency WordPress Theme Sparks for WooCommerce SparxUp – Saas & Startup Elementor Template Kit Spatoo – Modern Shoes eCommerce Elementor Template Kit Spaville – Spa and Beauty WordPress Theme Speaker – Page to Speech Plugin for WordPress Speaktron – Public Speaker & Life Coach Elementor Template Kit SpeakUp – Language Course & Translation Service Elementor Template Kit