Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Menag Yaqut: Tak Ada Dispensasi Mudik untuk Santri

Menag Yaqut: Tak Ada Dispensasi Mudik untuk Santri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
  • visibility 829
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan dispensasi khusus kepada santri dalam kebijakan pelarangan mudik Lebaran tahun ini. Langkah ini dilakukan demi terjaganya keselamatan jiwa bersama dari bahaya dan ancaman Covid-19.

Menag Yaqut mengakui, kebijakan larangan mudik ini tidak mudah diterima oleh kalangan pesantren. Apalagi, biasanya jelang Hari Raya Idul Fitri, rata-rata ponpes telah mengakhiri masa pembelajarannya.

“Untuk itu kami meminta dengan sangat hormat kepada para pengasuh, santri maupun orang tua santri untuk bisa memahami aturan ini demi menjaga keselamatan jiwa kita bersama dari ancaman paparan virus Covid-19,” ujar Menag Yaqut di Jakarta, Rabu (28/4/2021).  

Menurut Menag yang akrab disapa Gus Yaqut ini, potensi melambungnya kembali kasus Covid-19 di Indonesia sangat tinggi pada saat Lebaran. Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah telah berikhtiar dengan membuat kebijakan pengetatan maupun pelarangan bagi seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan. Kesuksesan upaya pengendalian Covid-19 sebagaimana tertuang dalam Addendum Surat Edaran Satgas Covid-19 No 13 Tahun 2021 ini juga banyak dipengaruhi sejauhmana masyarakat bisa mematuhi dengan baik isi aturan tersebut.

Melalui Surat Edaran (SE) No 04 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021,  Menag juga meminta masyarakat terus menjaga protokol kesehatan dalam rangka menjaga keselamatan jiwa pribadi, keluarga maupun lingkungan di tengah pandemi Covid-19.

Dengan dasar tersebut, Gus Yaqut berharap semua masyarakat termasuk kalangan santri untuk bisa memahami secara baik munculnya pelarangan mudik saat Lebaran tahun ini.

Menurut Menag, mudik bagi santri bukanlah persoalan ringan. Di tengah pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali saat ini, dibutuhkan kontrol ketat dalam pelaksanaan di lapangan.

“Pergerakan jutaan santri ke berbagai daerah dalam waktu hampir bersamaan sangat rawan memunculkan klaster-klaster baru penularan virus. Bahaya lebih besar pun mengancam jika sampai rumah, virus itu turut memapar para anggota keluarganya. Bahaya yang sama juga bakal terjadi pada arus balik, potensi penularan virus pada Kiai dan Ibu Nyai,” jelas Gus Yaqut. 

Upaya mengontrol santri saat di rumah juga bukan hal yang mudah. Sebab jumlah mereka juga tak sebanding dengan petugas yang ada. Di sisi lain, upaya pemulangan santri ke ponpes usai Lebaran juga memunculkan persoalan yang tak kalah ringan. Santri wajib menjalani pemeriksaan kesehatan, karantina dan sebagainya sebelum benar-benar bersih dari virus. “Ini tentu membutuhkan banyak hal yang tidak mudah diselesaikan dalam tempo yang mepet,” kata Menag.

Meledaknya kasus Covid-19 seperti di India dan Thailand beberapa hari terakhir juga menjadi pelajaran berharga agar semua masyarakat selalu waspada terhadap ancaman virus ini.

”Hukum mudik adalah sunah, sementara menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan adalah wajib. Untuk itu peniadaan mudik ini adalah upaya pemerintah dalam melindungi warga dari Covid-19,” kata Gus Menag.

Atas tak adanya pelonggaran khusus kepada kalangan santri ini, Kementerian Agama secara aktif menyosialisasikan hal ini ke kalangan ponpes maupun pemerintah daerah. Menag Yaqut meminta para pengelola ponpes untuk bisa memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para santri dan orang tuanya. Dengan komunikasi yang aktif, Menag optimistis, kebijakan ini akan bisa diterima dengan  baik.

Menag juga meminta para pengelola ponpes untuk mengisi masa libur santri dengan membuat kegiatan-kegiatan di internal yang positif dan menyenangkan.

“Di pondok itu juga tidak kurang berkahnya dengan meningkatkan amaliah, belajar dan mengaji. Sebab itu, mari menunda dulu sejenak untuk bertemu keluarga agar semua terlindungi. Silaturahmi, sungkem di Hari Raya Idul Fitri juga bisa dilakukan melalui virtual tanpa  mengurangi makna,” terang Menag Yaqut.

Menag berpesan agar pengelola ponpes dan santri terus menjaga protokol kesehatan Covid-19 dengan berpatokan 5 M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. [***]

ril

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi Pemkab- Dipopar Muba, Gelar 4 Kegiatan Ini

    Sinergi Pemkab- Dipopar Muba, Gelar 4 Kegiatan Ini

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.253
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata menggelar Rapat Pembahasan Persiapan Selam Dasar Bagi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Muba, Wisata Alam Bongen, Penggunaan Stadion Serasan Sekate Untuk Muba United Liga 3, dan Liga Pemuda Ikatan Mahasiswa Muba, di Ruang Rapat Randik, Selasa (30/07/2019). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata […]

  • Visi Otonomi Strategis Ganjar-Mahfud

    Visi Otonomi Strategis Ganjar-Mahfud

    • calendar_month Senin, 15 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 751
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Kondisi geopolitik dunia makin dipenuhi ketidakpastian. Konflik dan peperangan meletus di berbagai belahan dunia. Perang Rusia-Ukraina yang tidak kunjung selesai, konflik Israel-Hamas terus mengeskalasi yang mengakibatkan korban sipil berjatuhan, hingga peningkatan ketegangan di Laut Tiongkok Selatan (LTS). Kondisi Geokonomi juga makin menunjukkan nuansa persaingan. Makin banyak negara mendorong kebijakan proteksionisme yang mengganggu rantai […]

  • Gubernur Minta Sumsel Tetap Zero Konflik

    Deklarasi Pancasila dan Bela Negara 5.000 Mahasiswa se Sumsel, Gubernur Minta Sumsel Tetap Zero Konflik

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.092
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin meminta semua institusi terkait tetap mempertahankan kondusifitas Sumsel agar tetap menjadi provinsi yang zero konflik.

  • FKM Unsri Teliti Masalah Covid-19, Rekomendasi Hasilnya Untuk Tegakan Protokes Ditengah Masyarakat, Walikota Palembang Minta Dampak Ekonomi & Kesehatan Dianalisa Juga

    FKM Unsri Teliti Masalah Covid-19, Rekomendasi Hasilnya Untuk Tegakan Protokes Ditengah Masyarakat, Walikota Palembang Minta Dampak Ekonomi & Kesehatan Dianalisa Juga

    • calendar_month Selasa, 8 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

      WALIKOTA Palembang, H. Harnojoyo mengapresiasi a yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya [Unsri]  terkait Covid-19 di Kota Palembang melalui Penelitian Deskriptif yang dilakukan. “Kami sangat berterima kasih karena adanya penelitian yang dilakukan  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya,” kata Harnojoyo di Rumah Dinas Walikota, selasa [8 /6 2021]. Disampaikan Harnojoyo dari hasil tersebut  […]

  • Antipasi Penyebaran Covid-19, OKI Gerak Cepat Matangkan PPKM, Jalankan Instruksi Mendagri, Atur Kegiatan Hajatan Masyarakat Hingga Vaksinasi Serentak 5 Ribu Sasaran

    Antipasi Penyebaran Covid-19, OKI Gerak Cepat Matangkan PPKM, Jalankan Instruksi Mendagri, Atur Kegiatan Hajatan Masyarakat Hingga Vaksinasi Serentak 5 Ribu Sasaran

    • calendar_month Rabu, 23 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.146
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Komering Ilir (OKI) bergerak cepat melakukan koordinasi, menjabarkan dan menegakkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro di wilayahnya masing-masing yang diperpanjang hingga 22 Juni- 5 Juli 2021. Upaya ini untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran Covid-19, jajaran Pemkab OKI memastikan kepatuhan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan agar terhindar dari […]

  • Presiden Harapkan Maksimalkan Lawan Pandemi, Saat Tahun Baru Islam

    Presiden Harapkan Maksimalkan Lawan Pandemi, Saat Tahun Baru Islam

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

    PANDEMI COVID-19 yang masih terjadi di Indonesia telah menyebabkan adanya penyesuaian dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas keagamaan. Presiden Joko Widodo mengatakan, penyesuaian tersebut merupakan bentuk ikhtiar untuk perubahan yang lebih baik dan contoh hijrah yang diamanahkan oleh Nabi Muhammad saw. “Itu adalah ikhtiar kebaikan, itu salah satu contoh dari hijrah yang diamanahkan oleh Nabi […]

expand_less
WordPress Archive SpaLab | Beauty Salon WordPress Theme Sparker – Directory and Listings Template Sparknex – Creative Web Design Agency WordPress Theme Sparks for WooCommerce SparxUp – Saas & Startup Elementor Template Kit Spatoo – Modern Shoes eCommerce Elementor Template Kit Spaville – Spa and Beauty WordPress Theme Speaker – Page to Speech Plugin for WordPress Speaktron – Public Speaker & Life Coach Elementor Template Kit SpeakUp – Language Course & Translation Service Elementor Template Kit