Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » “Tongkopan” Permainan Jadul Jadi Mainan Favorit Bocah Marjinal di Saat Libur Panjang

“Tongkopan” Permainan Jadul Jadi Mainan Favorit Bocah Marjinal di Saat Libur Panjang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
  • visibility 1.515
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SELASA sore, saat jam menunjuk pukul 16.30 WIB, suasana di Perum Pesona Harapan Jaya, Tahap I, Jalan KH.Azhari, Kalidoni, Palembang terlihat anak-anak ramai bermain.

Udara sejuk dan bersahabat pun menemani mereka bermain. Apalagi sejak pagi hingga siang, langit terlihat mendung. Meski hanya sebentar, tepat pukul 14.00 WIB, hujan lebat akhirnya turun membasahi seluruh perumahan.

Diva kecil, Syifa, serta bocah seumur belasan tahun lainnya terlihat juga, asyik bermandi hujan. Dengan polosnya mereka bercengkraman, berlari kesana kemari bersama bocah lainnya. Bocah laki-laki juga terlihat bergembira sembari menggoes sepedanya mengitari blok perumahan.

Para orang tua mereka tak ada satu pun yang melarang untuk pulang ke rumah. Riang gembira terpancar dirawut wajah satu- persatu sang bocah.

Dengan pakaian yang basah kuyup, serta rambut yang ikut basah, mereka terus saja bermain gembira, Maklum sudah hampir seminggu ini memang menikmati libur sangat panjang [libur covid, ramadhan, Idul Fitri, serta semesteran].

Libur panjang ini disempatkan para bocah untuk bermain dengan puasnya di tempat tinggal mereka. Saking asyiiknya, mereka pun tak mengenal waktu, tak mengenal letih, tak mengenal rasa sakit.“Libur covid-19, libur naik kelas om,” kata Zikri dengan polosnya, sambari mengusap-usap rambutnya yang basah.

Ada yang menarik, disaat melihat mereka bermain hujan. Mereka manfaatkan untuk bermain “tongkopan”[Petak Umpet], permain yang sangat sederhana dan sangat jadul, mengingatkan kita semasa seumur mereka.

Ternyata “tongkopan” tak tergerus  zaman. Hingga kini, permainan ini tetap dimainkan oleh generasi sekarang dibanding tradisi lainnya.

“Sudah belom…sudah belom..,?”kata Icha ketika mendapat giliran menjadi kucing,  mencari teman-temannya yang bersembunyi.

Melansir Wikipedia, permainan ini dimulai dengan kata Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi “kucing” (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi).

Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat itu HONG). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si “kucing” beraksi mencari teman-temannya tersebut.

Jika si “kucing” menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh INGLO atau BON atau HONG, apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si “kucing” dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal. Apabila Yang seru adalah, pada saat si “kucing” bergerilya menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya masih sebagai “target operasi” atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju INGLO, BON atau HONG, jika berhasil menyentuhnya, maka semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si “kucing” dibebaskan, alias sandera si “kucing” dianggap tidak pernah ditemukan, sehingga si “kucing” harus kembali menghitung dan mengulang permainan dari awal.

Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. orang yang pertama ditemukan yang menjadi ‘kucing’ berikutnya.

Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu ‘kebakaran’ yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya.

Permainan ini bisa melatih anak beradu kecerdasan, kecermatan, dan kejelian. Anak-anak dilatih berpikir mencari tempat yang tepat untuk bersembunyi dan bagaimana cara bersembunyi untuk menghindar dari orang mencarinya. Permainan ini juga menjadikan anak lebih kuat dan tangkas secara fisik. Selain itu memberikan pendidikan pada anak untuk bermain sportif, jujur, dan kreatif.[***]

 

One/berbagai sumber

 

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilmu Pengetahuan : Yuk, belajar fitur tentang kehidupan secara umum

    Ilmu Pengetahuan : Yuk, belajar fitur tentang kehidupan secara umum

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 692
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ilmu pengetahuan sangat kompleks. Kehidupan memiliki banyak fitur yang mencakup berbagai aspek. Yuk belajar proses kehidupan kita di dunia secara garis besarnya. Berikut adalah beberapa fitur kehidupan yang umum: Kelahiran: Kehidupan dimulai dengan kelahiran, yaitu saat seseorang lahir ke dunia ini. Ini adalah saat di mana seseorang menjadi individu yang terpisah dan mulai […]

  • Seru-seruan Bareng Galaxy S23 Series di SUGA | Agust D TOUR ‘D-DAY’ IN JAKARTA hingga Rasakan Nonton Konser dengan Epic

    Seru-seruan Bareng Galaxy S23 Series di SUGA | Agust D TOUR ‘D-DAY’ IN JAKARTA hingga Rasakan Nonton Konser dengan Epic

    • calendar_month Jumat, 26 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    Samsung -SUGA, member ikon pop abad ke-21 BTS, hari ini menggelar konser solo pertamanya SUGA | Agust D TOUR ‘D-DAY’ IN JAKARTA, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD yang akan berlangsung hingga 28 Mei 2023. SUGA merupakan member BTS pertama yang menggelar tur dunia secara solo, yang dimulai di Amerika Serikat pada April lalu.  “Saya sedikit gugup, tetapi juga […]

  • RI Harus Persiapkan Diri Digitalisasi

    RI Harus Persiapkan Diri Digitalisasi

    • calendar_month Kamis, 25 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.300
    • 0Komentar

    WAKIL Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi menghadiri penandatanganan kontrak Penyediaan Layanan Platform Agree Suite antara PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dengan PT Mitra BUMDes Nusantara di Gedung Telkom, Rabu (24/3/2021). Dalam arahannya, Wamendes Budi Arie menyambut baik langkah kerjasama ini. Kerjasama ini perlu ditingkatkan dan diperbaiki. “Saya ucapkan selamat. Semoga […]

  • Kata-Kata Didiet: Tipis di Kertas, Tebal di Peluang

    Kata-Kata Didiet: Tipis di Kertas, Tebal di Peluang

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 868
    • 0Komentar

    Sumseterkini.co.id, – Kalau ngomongin ekonomi kreatif, jangan cuma mikir soal gim keren atau film blockbuster aja, ya. Kadang, karya yang kelihatan kalem dan penuh perasaan kayak puisi juga bisa jadi mesin uang yang ngacir, asal diseriusin. Makanya, hadirnya Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar di acara peluncuran buku puisi “Pesan yang Datang Belakangan” karya Didiet […]

  • STQH OKI Resmi Ditutup

    STQH OKI Resmi Ditutup

    • calendar_month Rabu, 15 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.119
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) XXVII Tingkat Kabupaten Ogan Komering Ilir yang berlangsung dari 09-15 Maret 2023 resmi ditutup oleh Wakil Bupati OKI, H.M. Djafar Shodiq di Desa Sumber Hidup, Kecamatan Pedamaran Timur. Rabu, (15/03). Dalam prosesi penutupan STQH itu dewan hakim mengumumkan peraih juara pada ajang tersebut, disebutkan Kafilah Kecamatan Sungai Menang […]

  • ASN Gowes Bersama Ratu Dewa, Antar Beras Setengah Ton Untuk Korban Kebakaran

    ASN Gowes Bersama Ratu Dewa, Antar Beras Setengah Ton Untuk Korban Kebakaran

    • calendar_month Minggu, 16 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    PASCA terjadinya kebakaran hebat di kawasan padat pemukiman Jalan Merante RT 56 Rw 10 Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati Palembang belum lama ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) Comunity besutan Ratu Dewa Jumat (14/1/2022) turun langsung menyalurkan bantuan. Bertolak dari ruang kerjanya Jalan Merdeka Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang Ratu Dewa gowes menggunakan sepeda lipatnya diikuti puluhan […]

expand_less
WordPress Archive Photo Nexus | WordPress Theme Photo Stack Addon for Elementor PhotoCluster 1.8 | Gallery Module for Gmedia plugin Photographer WordPress Theme Photography Addons for WPBakery Page Builder – Photobakery Photography WordPress Photoluke – Photography Elementor Template Kit PhotoMe | Photography Portfolio WordPress PhotoMosaic for WordPress Phototype – New Elementor Portoflio WordPress Theme 2019 for Agency, Photography Sites