Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Keindahan Pesona Kain Tradisional Sumsel  

Keindahan Pesona Kain Tradisional Sumsel  

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 5 Nov 2019
  • visibility 1.288
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEINDAHAN corak dan motif kain tradisional dari berbagai daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) menyedot perhatian para pengunjung pada pameran pesona kain tadisional Sumsel.

Dalam pameran yang digelar dalam rangka memeriahkan Ulang Tahun Museum Negeri Sumsel  tersebut, menampilan perkembangan motif dan corak pakaian yang digunakan pada masa prasejarah nenek moyong, masa revolusi  hingga saat ini. Sebagai bahan pembelajaran bagi para pengunjung museum, pihak panitia sengaja juga memberikan informasi terkait dengan bahan yang digunakan, ciri khas dan corak dari masing-masing daerah termasuk  kegunaan atau dalam acara apa saja kain itu digunakan.

Sebut saja misalnya dari Kota Palembang dalam pameran ini yang tetap mengusung motif kain songket menggunakan bahan dasar benang emas, Keanekaragaman kain daerah juga terlihat dengan adanya stan  yang khusus memamerkan  kain tradisi Komering, Ogan, Basemah dan Semendo yang sayang jika dilewatkan pengunjung yang datang.

Bahkan, Pemprov melalui OPD terkait akan terus berusaha melestarikan keanekaragaman seni dan budaya lokal yang ada di daerah ini. Termasuk di dalamnya keberadaan  pesona kain tradisional yang selama ini nyaris punah ditelan kemajuan zaman.

“Sekarang yang penting  adalah bagaimana kita mesosialisasikan pada generasi muda akan pentingnya arti budaya Indonesia yang merupakan warisan para leluhur. Kita Pemerintah Provinsi sangat peduli dengan  cagar budaya, karena itu kita pasilitasi untuk di renovasi  jika memang sudah tidak layak,” tegas Wagub Mawardi Yahya, Selasa [5/11/2019].

Wagub menambahkan, sudah menjadi tugas pemerintah dalam mempertahanakan adat istiadat, sehingga tidak tergerus oleh derasnya budaya lokal yang masuk. Karena itu dia mengharapkan peran genegarasi muda untuk aktif ikut melestarikan warisan budaya  dengan menggali kembali nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam seni  tradisional. Seperti  corak yang ada pada kain-kain tradisional yang diperkaya dengan motif, warna, teknik pembuatan dan kegunaannya.

“Kita ketahui bahwa kain tenun seperti songket, batik, jumputan dan gebeng dengan motif khas Sumsel yang penuh nilai-nilai filosofis, merupakan salah satu daya tarik Provinsi Sumsel. Bahkan keberadaan kain juga merupakan bukti warisan peradaban masa lampau,” kata Mawardi Yahya.

Lebih lanjut Mawardi mengungkapkan ada kebanggaan sebagai orang Sumsel, dimana songket Palembang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia dengan kategori kemahiran dan kerajinan tradisional.

“Kita juga harus bangga, mulai dari budaya sampai produk-produk yang dimiliki Sumsel kualitasnya tidak kalah dengan produk-produk dari luar Provinsi bahkan negara lain,”terangnya.

Dia mengharapkan agar keanekaragamanan budaya yang dimiliki oleh Provinsi Sumsel dapat dipertahanakan. Untuk itu dia  memintab Disbudpar  dapat melakukan sosialisasi  kepada generasi-generasi penerus untuk membentengi diri agar tidak terpengaruh dengan masuknya budaya luar yang merusak moral bangsa Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Aufa Syahrizal melaporkan kegiatan pameran ini digelar mulai dari tanggal 5 November sampai 4 Desember 2019  mendatang  diisi juga dengan seminar, workshop busana adat Palembang, lomba mengambar dan mewarnai koleksi museum tingkat PAUD/TK se Kota Palembang.

“Kegiatan ini kita mengambil tema Pesona Kain Tradisional sesuai karena banyak sekali kain tradisional yang belum terungkap, dan butuh upaya untuk dilestarikan,” tambahnya.

 

Edukasi masyarakat

Dilain pihak, Kepala Museum Nasional, Drs. Siswanto dalam sambutannya  mengapresiasi  upaya  yang dilakukan  Pemprov Sumsel dalam melestarikan adat seni dan budaya yang ada. “Saya menyambut baik atas digelarnya kegiatan ini sebagai salah satu cara  mengedukasi masyarakat,” paparanya.

Menurutnya, nilai-nalai tradisonal ini juga penting untuk diangkat agar masyarakat lebih cinta lagi kepada warisan budaya.

“Marilah kita angkat nilai tradisonal sehingga masyarakat cinta khususnya kain -kain tradisonal. Dibalik itu juga sasaran kita para generasi muda karena mereka para kreator, inovator yang memanfaatkan tradisional agar kedepan lebih dileastarikan terutama nilai luhur,”tutupnya.

Pembukaan secara resmi pameran pesona Kain Tradisional Sumsel kali ini ditandai dengan pemukulan gong dan peninjauan pameran oleh Wakil Gubernur didampingi Kepala Museum Nasional, Siswanto. Kepala Disbudpar Aufa Syahrizal, Kepala UPTD Meseum Negeri Sumsel, Chandra Amprayadi dan tamu penting.[**]

 

Penulis : ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resep Jemaah Hati Anti ‘Rewel Perut’

    Resep Jemaah Hati Anti ‘Rewel Perut’

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 716
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau ibadah haji itu lari marathon, maka makan adalah bahan bakarnya. Bayangkan kalau pelari marathon cuma ngopi doang, ya finish-nya bisa pingsan duluan! Nah, jemaah haji kita ini ibarat atlet yang mesti tahan banting menghadapi panas Arab Saudi yang bukan main ganasnya kayak oven gede yang tiap hari nyalain api 200 derajat. Maka, […]

  • Dinilai Oknum Dishub Kota Palembang Anarkis, Persatuan Pemilik Ruko dan Pelaku Usaha Blokir Jalan Sudirman

    Dinilai Oknum Dishub Kota Palembang Anarkis, Persatuan Pemilik Ruko dan Pelaku Usaha Blokir Jalan Sudirman

    • calendar_month Rabu, 9 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.122
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –  Persatuan Pemilik, Pengguna, Pemakai Ruko dan Pelaku Usaha di kawasan Jendral Sudirman Palembang melakukan aksi blokir jalan terkait tindakan yang dinilai ulah oknum  Dinas Perhubungan [Dshub]Kota Palembang yang dinilai anarkis terhadap pedagang. Akibatnya ruas jalan tersebut menjadi macet total. Ketua Persatuan Pemilik Ruko dan dan Pelaku Usaha, Syarial petugas Dishub, main angkut […]

  • Gunakan Aplikasi e-Kinerja, 5 Kata Ini Yang Bakal Masuk Pernilaian ASN di Pemkab Muba

    Gunakan Aplikasi e-Kinerja, 5 Kata Ini Yang Bakal Masuk Pernilaian ASN di Pemkab Muba

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.458
    • 0Komentar

    “Kita sekarang benar-benar mengedepankan prestasi kerja,”

  • Formasi CPNS Pemkot Palembang Paling Banyak, Mau Tahu ?

    Formasi CPNS Pemkot Palembang Paling Banyak, Mau Tahu ?

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.166
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten/Kota di Sumsel kini telah menerima jatah atau kuota untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019. Berdasarkan kuota, daerah paling banyak mendapatkan jatah CPNS yakni Kota Palembang sebanyak 916 formasi. Sedangkan, paling sedikit yakni Kabupaten Empat Lawang sebanyak 53 formasi. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VII, Agus Sutiadi mengatakan, jumlah 3983 […]

  • Resep Pempek Panggang Ikan Palembang dengan Bumbu Ebi Pedas Gurih

    Resep Pempek Panggang Ikan Palembang dengan Bumbu Ebi Pedas Gurih

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID -Resep pempek panggang ikan ini punya karakter yang berbeda dari pempek yang biasa disajikan dengan cuko. Adonan ikan tenggiri dan sagu dibentuk pipih, kemudian dipanggang sampai bagian luarnya sedikit kecokelatan. Setelah matang, pempek dibelah dan diisi bumbu ebi, cabai, serta bawang yang sudah ditumis sampai harum. Rasanya gurih, pedas, sedikit manis, dengan aroma bakaran […]

  • KMHDI Diminta Beri Saran kepada Pemkab Muba, Alasannya ?

    KMHDI Diminta Beri Saran kepada Pemkab Muba, Alasannya ?

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 995
    • 0Komentar

    BUPATI Muba Dodi Reza Alex mengajak Pengurus Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI)   selalu bersinergi mendukung program Pemerintah Kabupaten Muba. “Beri saran dan masukan, ide dan gagasan adik-adik di KMHDI Sumsel sangat dibutuhkan untuk selalu mendukung kemajuan daerah Muba,” ujar Audiendinya saat menerima Pengurus Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), kemarin. Menurutnya, KMHDI […]

expand_less
WordPress Archive Coder – Syntax Highlighter for Elementor Codesk – Coworking Space Elementor Template Kit Codo – Minimalist WooCommerce Theme Codrop – App Landing Page Theme Coestra – Political Party & Candidate Elementor Template Kit Cofery Restaurant & Cafe Elementor Template Kit CoffeeBean – Portfolio and Blogging WordPress Theme Coffeeine – Coffee Shop & Cafe Elementor Template Kit CoffeeKup – Cafe & Coffee Shop Elementor Template Kit Coffo – Cafe & Coffee Shop WordPress Theme