Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » “Prangko Bukan Lagi Tempelan, Tapi Simbol Kejayaan yang Nempel di Hati”

“Prangko Bukan Lagi Tempelan, Tapi Simbol Kejayaan yang Nempel di Hati”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
  • visibility 2.180
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Palembang Jadi Kota Pembuka Sejarah, Kota Tua yang Dipercaya Kementerian Kebudayaan Buka Pameran Nasional Prangko Para Pendiri Bangsa

DULU surat cinta dikirim pak pos, sekarang cukup dengan “ping” di WhatsApp, kalau dulu prangko jadi lambang romantisme dan perjuangan, kini ia tampil lagi di panggung sejarah dan siapa sangka, Palembang yang jadi pembuka acaranya.

Yup, dari tepi Sungai Musi, sejarah dimulai lagi, Kota tua yang pernah berjaya di masa Sriwijaya kini kembali jadi pusat perhatian Nasional lewat Pameran Prangko Para Pendiri Bangsa. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II akan berubah jadi galeri penuh kisah perjuangan dari Soekarno, Hatta, Tan Malaka, sampai Sutan Sjahrir, semuanya hadir lewat selembar kecil yang pernah berkelana dari tangan ke tangan yakni prangko.

Kalau dengar kata museum, banyak anak muda langsung kening berkerut, dalam bayangan mereka, museum itu tempat benda tua berdebu yang cuma cocok buat foto tugas sekolah. Tapi sekarang, Pemerintah Kota Palembang lewat Dinas Kebudayaan kayaknya sudah meputar otak.

Mereka sadar, kalau mau sejarah hidup lagi, ya harus dibikin hidup beneran!, makanya, selama 20–24 Oktober 2025, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II bukan cuma buka pameran prangko, tapi juga menampilkan pameran pusaka Sriwijaya, workshop filateli, dan festival Jumpa Museum yang diisi tari Batanghari Sembilan, seni sastra, sampai musik vokal solo.

Pokoknya, museum sekarang bukan tempat berdiam, tapi tempat nge-dance bareng sejarah, prangko itu kecil, tapi punya nyawa. Ia merekam wajah para pendiri bangsa, simbol perjuangan, bahkan semangat zaman.
Kalau diibaratkan, prangko itu kayak cabe rawit kecik-kecik pedasnyo nian!.

Sekarang, lewat pameran ini, prangko bukan lagi sekadar benda koleksi para filatelis, tapi pengingat bahwa perjuangan besar bisa lahir dari hal-hal kecil. Dan di era digital kayak sekarang, ketika semua serba instan dan nempel di layar HP, pameran prangko jadi tamparan manis “Hei, ada nilai yang gak bisa dikirim lewat sinyal”.

Palembang itu kota yang pandai berdamai dengan waktu, ia bisa setua batu Sriwijaya, tapi juga selincah TikTokers zaman now.
Dan di tangan Dinas Kebudayaan, museum kini seperti Jembatan Ampera, menghubungkan masa lalu dengan masa depan, sejarah dengan hiburan, edukasi dengan ekonomi.

Kepala Dinas Kebudayaan Sulaiman Amin bilang, acara ini bukan cuma nostalgia, tapi bentuk kebanggaan. “Kita ingin museum jadi ruang edukatif dan rekreatif, sejarah jangan cuma dilihat, tapi juga dirasakan,” ujarnya.

Apalagi sebentar lagi, Pemkot juga menyiapkan studio dan ruang imersif 5 dimensi untuk menampilkan film-film sejarah Sriwijaya dan Kesultanan Palembang, jadi bukan cuma bisa lihat patung, tapi juga bisa masuk ke zamannya.

Negara-negara maju udah lama paham bahwa museum itu bukan kuburan sejarah, tapi taman bermain pengetahuan.
Jepang punya museum pos dengan prangko bertema anime; Inggris punya seri prangko bergambar Ratu Elizabeth sejak 1952, Jerman bahkan punya museum pos interaktif lengkap dengan zona selfie.

Nah, Palembang akhirnya ikut barisan itu, tentu dengan cita rasa lokal, kita gak perlu hologram Ratu, cukup semangat Sriwijaya dan aroma kopi Musi buat bikin pengunjung betah, dan ingat pepatah lama “Biar lambat asal selamat, biar tua asal berisi”
Palembang mungkin datang belakangan, tapi datangnya elegan, langsung jadi pembuka sejarah Nasional.

Tahun ini target pengunjung museum 30 ribu orang. Tapi baru 12.500 yang mampir. Artinya, masih banyak yang belum sempat “jatuh cinta”.

Tiket masuknya juga lucu murah: Rp2.000 buat anak-anak, Rp5.000 buat dewasa, Rp20.000 buat bule.
Harga yang bahkan lebih murah dari es teh di kafe, tapi yang didapat bukan cuma dingin, melainkan perjalanan ke masa lalu yang bikin hati hangat.

Jadi, kalau akhir tahun nanti target tercapai, bukan cuma angka yang naik, tapi juga rasa bangga. Karena, mencintai sejarah itu kayak menjaga hubungan, kalau gak sering dikunjungi, ya bisa dilupakan.

Langkah Palembang ini strategis banget, di saat banyak kota sibuk bikin event yang cepat viral tapi cepat basi, Palembang malah main di jalur jangka panjang membangkitkan ekonomi budaya.

Museum jadi magnet wisata, tapi juga ruang edukasi dan kreativitas, setiap kunjungan bukan cuma tiket, tapi interaksi antara warga dengan warisan sejarahnya sendiri, dan kalau ini terus digarap serius, Palembang bisa jadi contoh Nasional soal bagaimana “Nostalgia bisa jadi ekonomi”.

Dulu, kapal-kapal Sriwijaya berlayar dari Sungai Musi membawa rempah dan kejayaan, sekarang, dari tempat yang sama, Palembang mengirimkan aroma baru kebanggaan dan kesadaran sejarah.

Lewat selembar prangko, sejarah menempel lagi di hati kita, karena prangko, meski kecil dan sederhana, mengajarkan satu hal penting yaitu Yang kecil bisa punya arti besar, kalau ditempel di tempat yang tepat.

Kini, lewat museum yang semakin hidup, Palembang menempel di peta sejarah nasional, bukan cuma sebagai kota tua, tapi sebagai kota yang tahu caranya bikin sejarah tetap muda.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diterpa Badai Bertubi-tubi, Bank Sumsel Babel Masih Tangguh?

    Diterpa Badai Bertubi-tubi, Bank Sumsel Babel Masih Tangguh?

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Membaca Ulang Tata Kelola Kredit Bank Daerah   BEBERAPA tahun terakhir, perjalanan Bank Sumsel Babel (BSB) terasa seperti berlayar di laut yang cuacanya sulit ditebak, belum sempat air tenang, ombak berikutnya sudah datang lagi. Dari dinamika internal yang sempat dikaitkan dengan proses Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hingga munculnya kasus kredit bermasalah di sejumlah daerah, […]

  • Pendidikan Negeriku

    Pendidikan Negeriku

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.362
    • 0Komentar

    NEGARA bertanggung jawab atas keberlangsungan pendidikan untuk warga negaranya, yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, itu bunyi UUD 1945 Bab XIII Pendidikan dan Kebudayaan Pasal 31 ayat 1 dan 2. Dan Negara juga bertanggung […]

  • Ternyata Lomba Qasidah Bisa Jalin Kakraban dan Prestasi di Muba 

    Ternyata Lomba Qasidah Bisa Jalin Kakraban dan Prestasi di Muba 

    • calendar_month Kamis, 6 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.152
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Rangkaian peringatan  Hari Ulang Tahun Dharmawanita Persatuan (HUT DWP) Kabupaten Muba ke 19 dan Hari Ibu ke 90, DWP Kabupaten Muba kerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Muba gelar Lomba Qasidah Modern, bertempat di Gedung Dharma Wanita, Kamis (6/12/2018). Penasehat DWP Kabupaten Muba, Hj Thia Yufada Dodi Reza […]

  • 3 Dampak Ini yang Sangat Berbahaya Jika Alami Stunting Kata Presiden RI

    3 Dampak Ini yang Sangat Berbahaya Jika Alami Stunting Kata Presiden RI

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 771
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo mengatakan stunting bukan hanya urusan tinggi badan tetapi yang paling berbahaya jika alami stunting adalah rendahnya kemampuan anak untuk belajar, keterbelakangan mental, dan yang ketiga munculnya penyakit-penyakit kronis. ”Oleh sebab itu target yang saya sampaikan 14% di tahun 2024. Ini harus bisa kita capai, saya yakin dengan kekuatan […]

  • Ingin Pasarkan Karya Seni Masyarakat, Istri Bupati Ini Bakal Dirikan PKK Mart Di Setiap Kecamatan, Mantap Bu Bro !

    Ingin Pasarkan Karya Seni Masyarakat, Istri Bupati Ini Bakal Dirikan PKK Mart Di Setiap Kecamatan, Mantap Bu Bro !

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.878
    • 0Komentar

    MELIHAT banyaknya prakarya dari Usaha Kecil Menengah [UKM] yang merupakan ciri khas desa-desa di kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuasin yang selama ini tidak tersalurkan ternyata menjadi perhatian Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuasin dr. Sri Fitriyanti Nurwahid. Istri orang nomor satu di Kabupaten Banyuasin ini ( Askolani Bupati Banyuasin) membuat terobosan untuk tim penggerak […]

  • Korban Kebakaran Kemas Ridho Kertapati Terima Bantuan Bedah Rumah Kodim 0418/Palembang

    Korban Kebakaran Kemas Ridho Kertapati Terima Bantuan Bedah Rumah Kodim 0418/Palembang

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.148
    • 0Komentar

    KODIM 0418/Palembang melaksanakan kegiatan beda rumah warga di Jalan Kemas Ridho, Lorong Santai, Kelurahan, Ogan Baru, Kecamatan Kertapati Palembang. Bedah rumah tersebut guna membantu korban kebakaran yang terjadi Juli, selain itu kegiatan dilaksanakan untuk pembinaan tertorial [Binter] terpadu 2019. Dandim 0418/Palembang Kolonel Arm Widodo Noercahyo, meninjau kegiatan bedah rumah di lokasi tersebut, kemarin. Kedatangan Dandim 0418/Palembang di […]

expand_less
WordPress Archive Ultimate Reviewer WordPress Plugin For WPBakery Page Builder Ultimate Sliders Bundle – Layers, Parallax, Zoom Ultimate Smart Slider – WordPress Ultimate Social – Easy Social Share Buttons and Fan Counters for WordPress Ultimate Timeline – Responsive Timeline History Ultimate Tweaker for WordPress Ultimate User Export & Filter for WordPress Ultimate Video Player Ultimate Video Player WordPress Plugin Ultimate WhatsApp Chat | WordPress WhatsApp Chat Support Plugin