Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Petani Muda Manfaatkan Lahan Tidur Tanam 30 Jenis Komoditas

Petani Muda Manfaatkan Lahan Tidur Tanam 30 Jenis Komoditas

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 8 Nov 2018
  • visibility 1.288
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID, TANGGERANG – Direktur Jenderal Hortikultuta Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi, meninjau lahan pertanian perkotaan seluas 26 hektare yang dikelola petani muda di Kampung Rawa Lini, Teluk Naga, Tangerang, Banten, Rabu (7/11/2018).

Lahan yang letaknya 2 kilometer dengan Bandara  Soekarno Hatta (Soetta) ini ditanami dengan 30 jenis komoditas sayuran dan melon.

Saat melihat lahan pertanian tersebut, Suwandi memuji usaha petani muda dalam memanfaatkan lahan yang semulanya lahan tidur yaitu ditumbuhi semak belukar menjadi lahan pertanian produktif. Sehingga, semangat seperti perlu didorong agar para pemuda tani di daerah lainnya pun bisa bangkit untuk menjadi petani sukses.

“Ini luar biasa. Ada pemuda yang berhasil bertani dengan sistem modern di lahan perkotaan. Ada 30 jenis sayuran plus melon. Hasil panenya dijual di berbagai pasar tradsional Jabodetabek dan pasar ritel. Bahkan melon rencananya mau diekspor. Pasarnya sudah ada, ke Hongkong. Ini perlu ditularkan ke pemuda lain,” ucap Suwandi di Tangerang, Rabu (7/11/2108).

Bagas Suratman (37), adalah sosok petani muda di Tangerang tersebut. Dia mengungkapkan mulai bertani sejak 2004, di mana sebelumnya bekerja sebagai supir angkutan umum tidak tetap bahkan dikenal preman. Awalnya, terjun menjadi petani hanya coba-coba tetap lambat laun usahanya menanam sayuran menghasilkan pendapatan yang cukup besar.

“Sekarang pendapatan per harinya mencapai Rp100 juta. Pendapatan ini diperoleh dari empat supermarket seperti superindo, Alfamidi, Carrefour sebagai mitra usahanya. Sayuran juga dipasok ke berbagai pasat tradisional di Jabodetabek,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Bagas ini menjelaskan sayuran yang dibudidayakan di antaranya terdapat daun pepaya, singkong, kangkung, bayam, caisim, katuk. Setidaknya ada 30 item sayur lebih di lahan 26 hektare. Lahan tersebut milik perusahaan kemudian disewa Rp 10 juta per tahun.

“Di sini kami bermitra dengan 40 orang petani yang mengolah lahan 26 hektare. Kami panen setiap harinya untuk menyuplai empat supermarket,” jelas Bagas.

Untuk melon, harganya Rp10 ribu per kg. Pemasaran tidak masalah, biaya produksi Rp150 juta per hektare. Produksi 25 ton per hektare Minimal keuntungan Rp50 juta sampai Rp100 juta per hektare per musim. Masa tanam selama 70 hari,” tambahnya.

Adapun harga sayuran per ikat cukup kompetitif. Misalnya untuk caisim Rp 2.200 per ikat, kenikir Rp 2.500 per ikta, daun singkong Rp1.500 per ikat, daun pepaya Rp2.500 per ikat, daun bayam Rp2.200, daun katuk Rp3.000 per ikat.

“Untuk memenuhi pasokan, saya satu tahun libur hanya sehari, pas malam takbiran,” sebut Bagas.

Lebih lanjut Bagas jelaskan, setiap harinya mempekerjakan 15 orang dan kalau bulan puasa mencapai 30 orang. Prinsipnya yaitu menggerakkan lapisan masyarakat lain, sehingga pegawai dari lingkungan setempat.

“Ini sebagai solusi pekerjaan. Ibu-ibu yang ngiketin sayur, yang laki-laki bisa di packing house,” jelasnya.

Bagas menuturkan awal usaha budidaya miliknya adalah melalui otodidak. Ia bergabung dengan komunitas petani lain di nusantara untuk mempelajari hal-hal seputar budidaya.

“Saya positive thinking di pertanian ini. Berawal dari kecil tapi bertahan. Sekarang meningkat lebih eksklusif di melon. Cabai dan aneka sayur lainnya sudah dicoba,” terangnya.

Bagas merasakan betul dampak bertani. Sejak bertani, kehidupan ekonominya kian meningkat. Bahkan 7 orang teman supirnya kini sudah mampu memiliki mobil sendiri.

Dalam akhir pertemuan, dirinya berharap agar semakin banyak dicetak petani muda. Anak muda harus bergerak untuk berkarya membangun pertanian yang lebih maju.

“Kalau pemuda sudah bertanam maka pasokan pangan akan aman. Kami berharap pemerintah juga turut membantu,” tutupnya.[**]

Penulis : Warta Ekonomi.Co.id

 

 

Penulis : Warta Ekonomi.Co.id

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Balai Riset Perikanan Dorong Sektor Perikanan Sumsel

    Balai Riset Perikanan Dorong Sektor Perikanan Sumsel

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.601
    • 0Komentar

    KEPALA Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, DR Arif Wibowo menjelaskan, bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2021 nanti akan menaikkan status instalasi penyuluhan itu menjadi Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan. Balai ini akan menjadi pusat atau center pelatihan dan penyuluhan perikanan membawahi lima provinsi di […]

  • OPPO dan Fashion Pioneer AMBUSH® Luncurkan Aksesori Baru Eksklusif untuk OPPO Find N3 Flip

    OPPO dan Fashion Pioneer AMBUSH® Luncurkan Aksesori Baru Eksklusif untuk OPPO Find N3 Flip

    • calendar_month Rabu, 6 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.378
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -SHENZHEN, CHINA – Media OutReach Newswire – 5 Desember 2023 – OPPO, merek perangkat pintar terkemuka, mengumumkan kolaborasi baru dengan rumah mode AMBUSH®. Kolaborasi ini berpusat pada casing smartphone Flipped Padlock yang unik dan bergaya yang dirancang khusus untuk OPPO Find N3 Flip oleh Direktur Kreatif AMBUSH®, YOON. Sebagai kolaborasi terbaru OPPO di dunia […]

  • Qodrat 2, Pabrik Gula, & Jumbo, Trio Lebaran yang Ngalahin Opung-Opung Bagi THR !

    Qodrat 2, Pabrik Gula, & Jumbo, Trio Lebaran yang Ngalahin Opung-Opung Bagi THR !

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Sejak kapan nonton film di bioskop jadi bagian dari tradisi Lebaran? Ya sejak nenek-nenek kita mulai ngeluh cucunya nggak pulang-pulang karena “lagi di XXI nonton film hantu, Nek.” Bahkan ada emak-emak yang salah masuk studio, niat nonton film religi eh malah nonton film action sampai teriak, “La ilaha illallah kok berdarah semua anaknya!” […]

  • DAMRI Uji Coba rute Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) di NTT, Buka Akses Ekonomi Daerah dan Pariwisata

    DAMRI Uji Coba rute Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) di NTT, Buka Akses Ekonomi Daerah dan Pariwisata

    • calendar_month Minggu, 13 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.067
    • 0Komentar

    OPERATORO transportasi darat di Indonesia, DAMRI bersama Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan uji coba rute Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) yang terletak di Kefamenanu, kabupaten Timur Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). “Dengan akan hadirnya trayek ALBN Kupang – Kefamenanu – Dili ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem transportasi yang […]

  • Pemkab OKI Dan Media Sinergi Lawan Covid-19

    Pemkab OKI Dan Media Sinergi Lawan Covid-19

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.184
    • 0Komentar

    PEMERINTAH  Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan komitmen untuk meningkatkan sinergi dengan media massa dalam percepatan pengendalian Covid-19. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI, Alexander Bustomi mengatakan di tengah pandemi COVID-19 saat ini sinergitas dengan media massa khususnya sangat dibutuhkan untuk menyuarakan informasi yang real terkait kondisi yang ada. “Di tengah wabah […]

  • Frame Media dan Politik di Indonesia

    Frame Media dan Politik di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.903
    • 0Komentar

    Kekhawatiran banyak kalangan masyarakat terkait potensi tidak profesionalnya berita politik dalam media penyiaran negeri maupun swasta, tampaknya benar-benar terjadi. Dapat kita saksikan bersama seperti pada masa kampanye pemilihan presiden misalnya, secara kuantitas potensi dukungan media televisi kepada capres Prabowo-Hatta lebih besar dibandingkan dengan capres Jokowi-JK.  MNC TV, Global TV,  RCTI, TV ONE,  dan ANTV, dekat […]

expand_less
WordPress Archive Cleanly – Cleaning Service Elementor Template Kit Cleanox – Laundry Service Elementor Template Kit Cleansee – Cleaning Service Elementor Template Kit ClearView – Eyeglasses & Eyewear Store WooCommerce Ele…or Template Kit Cleener – Cleaning Services WordPress Theme Clenix – Cleaning Services WordPress Theme Cleniz – Cleaning Services Elementor Template Kit Clentac – Cleaning Services WordPress Theme Clevehouse – Smart Home Automation Elementor Template Kit Clever Course – Education / LMS WordPress