Senin, 2 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » 3 Opsi yang Tengah Digodok untuk Selesaikan Masalah Guru Honorer

3 Opsi yang Tengah Digodok untuk Selesaikan Masalah Guru Honorer

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 4 Nov 2018
  • visibility 1.118
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AKHIR pekan ini guru honorer melakukan aksi demo ke Istana Negara, bahkan mereka pun nekad untuk bermalam di sana dengan beralasan kasur aspal dan atap langit,  guna menunggu jawaban sang presiden RI, Joko Widodo [ Jokowi], apakah diangkat menjadi pegawai negeri sipil atau tidak.  Aksi unjuk rasak tersebut diklaim diikuti sekitar 70 guru honorer dari berbagai daerah.

Aksi yang dilaksanakan sejak selasa lalu, hingga rabu hasil masih nol besar, dan akhirnya semua K3 pulang dengan tangan hampa.

Menangapai hal itu, sebaliknya, Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengklaim mendengarkan tuntutan demonstran dan berupaya sekuat tenaga, agar masalah tenaga honorer terselesaikan segera.

Deputi II Kantor Staf Presiden Yanuar Nugroho menegaskan, Presiden Joko Widodo terus mengingatkan ada 735.825 guru honorer yang bekerja di sekolah negeri tanpa ada kepastian status.

“Kepastian status inilah yang ingin diselesaikan dengan opsi status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)” kata Yanuar  Nugroho yang juga seorang pendidik ini dalam keterangannya di Jakarta, Jumat lalu.

Menurut Yanuar Nugroho,  hingga saat ini Peraturan Pemerintah tentang Manajemen P3K belum terbit. Namun Presiden sudah meminta, agar RPP Manajemen PPPK ini bisa secepatnya diselesaikan.

Dia mengakui Deputi Kantor Staf Presiden yang menangani bidang Reformasi Birokrasi ini, perlu ada diskusi mendalam mengenai konsekuensi anggaran dalam proses penyusunannya.

Yanuar menyebut contoh pengangkatan 438.590 orang Tenaga Honorer Kategori-2 (THK-2) menjadi CPNS secara langsung tanpa ada tes berpotensi memiliki konsekuensi anggaran sebesar Rp 36 triliun/tahun.

Angka itu belum termasuk dana pensiun. “Kalo kita mau berpikir rasional maka penambahan anggaran sebesar itu jelas membutuhkan banyak pertimbangan,” kata Yanuar menegaskan.

Yanuar mengatakan, dalam rilis yang di terima ST, Sabtu malam, setidaknya ada tiga alternativ solusi yang digodok Kantor Staf Presiden bersama Kementerian terkait upaya meningkatkan kesejahteraan guru honorer.

  1. Opsi pertama adalah membuka solusi CPNS 2018. Opsi ini bisa dipilih untuk penyelesaian isu krusial status tenaga honorer K-2 di bidang tertentu. Kebijakan ini dilakukan secara hati-hati, berbasis pada proses verifikasi dan validasi data yang dilakukan oleh BKD, BKN, Kepala Daerah serta Kementerian PAN dan RB dengan supervisi dari BPKP.

Sistem seleksi dapat dilakukan aksi afirmatif antara lain; 1) membuka formasi CPNS untuk tenaga honorer, 2) uji kompetensi dasar dikompetisikan antar tenaga honorer (tidak digabung dengan pelamar umum).

  1. Opsi kedua adalah memberi status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Opsi ini dari aspek tertentu lebih fleksibel dibandingkan dengan PNS. Contohnya terkait Batas Usia Pelamar (di atas usia 35 tahun) sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Karena penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PP Manajemen P3K) dan Perpres tentang jabatan yang dibuka bagi P3K menjadi sangat urgent karena menjadi payung hukum penyelesaian masalah ketidakjelasan status pegawai dan pengangkatan tenaga honorer.

  1. Opsi ketiga adalah pendekatan Kesejahteraan. Bagi tenaga honorer yang tidak lolos seleksi CPNS dan nantinya (apabila PP Manajemen P3K sudah ditetapkan dan terimplementasi) tidak juga lolos seleksi P3K, terdapat opsi pendekatan kesejahteraan. Pemerintah sedang mengkaji dampak fiskal untuk meningkatkan dukungan tambahan transfer daerah lewat mekanisme Dana Alokasi Umum dari Kementerian Keuangan agar Pemda dapat membayar gaji TH-K2 gaji sesuai UMR.

Yanuar menuturkan, pemerintah senantiasa melakukan berbagai simulasi untuk mencari jalan terbaik bagi guru honorer dengan menghitung estimasi setiap pilihan.  Pertimbangan mengangkat kesejahteraan guru dengan tetap mempertimbangkan keterbatasan anggaran dan menjaga standar guru kita.

“Ini upaya terbaik untuk semua Tenaga Honorer,” kata Yanuar sembari berharap agar Guru Honorer yang memenuhi syarat minimum mau melamar menjadi Guru PNS.

Yanuar tak sepakat dengan pandangan yang menyatakan nasib guru honorer menjadi seperti sekarang karena kesalahan mereka sendiri yang mau menjadi guru honorer. Ia meminta semua pihak mengingat besarnya peran guru yang mau bekerja di daerah pelosok dan terpencil meski dengan honor yang minim. “Sudah kewajiban negara untuk memperhatikan kesejahteraan mereka,” kata Yanuar.

Pemerintah, kata Yanuar, tak sekedar memikirkan kesejahteraan tapi juga kompetensi dan seleksi.  Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan pemerintah tak hanya bertanggung jawab pada guru namun juga pada murid dan orang tua murid.

Menurut Yanuar, jika tanpa seleksi, maka pemerintah tidak bisa memastikan guru yang mengajar anak kita memang telah memiliki standar kapasitas minimum tertentu. Proses seleksi juga membantu memastikan distribusi guru menjadi lebih merata. Jadi seleksi harus tetap ada. “Detail kriterianya seperti apa, masih bisa kita diskusikan,” tutup Yanuar.[**]

Penulis : one/KSP

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Suspensi, Menhub Fasilitasi Tuntutan Pengemudi Taxi Online

    Terkait Suspensi, Menhub Fasilitasi Tuntutan Pengemudi Taxi Online

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 949
    • 0Komentar

    Diadakan operasi simpatik, tidak ada tilang.

  • SAPA 129 – Call Center Kemanusiaan, Lebih Sigap dari Admin Grup WA RT

    SAPA 129 – Call Center Kemanusiaan, Lebih Sigap dari Admin Grup WA RT

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 884
    • 0Komentar

    SAAT  zaman serba digital ini, bencana tidak kenal jam kerja. Gempa bisa datang pas kita lagi rebahan, banjir bisa datang pas lauk baru diangkat dari wajan, dan angin puting beliung kadang mampir lebih cepat daripada kurir paket online. Nah, kalau bencana bisa datang 24 jam nonstop, maka layanan perlindungan pun harus lebih sigap dari admin […]

  • Maksimalkan UMKM, Pemerintah Tingkatkan KUR Dengan Subsidi Bunga 3%

    Maksimalkan UMKM, Pemerintah Tingkatkan KUR Dengan Subsidi Bunga 3%

    • calendar_month Sabtu, 19 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 711
    • 0Komentar

    PLAFON Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinaikkan sebesar Rp373,17 triliun dengan subsidi bunga 3% hingga Juni 2022 sehingga peluang tersebut dapat dimanfaatkan. Kebijakan tersebut untuk memotivasi UMKM yang terdampak akibat adanya pandemi Covid-19. Pada awal 2022, pemerintah mendukung pemulihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kenaikan plafon kredit usaha rakyat (KUR) nasional sebesar Rp373,17 triliun […]

  • Ketahanan Air Sumsel 2027, Apakah Cukup untuk Pangan?

    Ketahanan Air Sumsel 2027, Apakah Cukup untuk Pangan?

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    SUMATERA Selatan memiliki ribuan sungai dan lahan pertanian luas, tetapi pertanyaannya kini, apakah potensi air yang melimpah cukup menjamin ketahanan pangan masyarakatnya? Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, H. Edward Candra, membuka Rapat Teknis Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kegiatan Tahun Anggaran 2027 bidang sumber daya air, Rabu (4/2/2026), di Ruang Rapat Musi, Lantai 3, Dinas Pengelolaan […]

  • “ Lupo Dengan Burung Dewek “

    “ Lupo Dengan Burung Dewek “

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.164
    • 0Komentar

    Akhir-akhir ini Kacibob lagi kesenengan meliharo burung setiap pagi apo sore selalu dimandike idak pernah telat buat mandike burungnyo, seperti biasa pagi ini pun Kacibob mandike burung kesayangannyo . Kacibob : “ Kur….. Kur…. Kur….. Burung bagus hargonyo mahal “ Bini Kacibob : “ Kak mandike burung terus dak malek apo ???? “ Kacibob : […]

  • Tinjau Padat Karya, Jokowi Harapkan Ada Peningkatan Perekonomian

    Tinjau Padat Karya, Jokowi Harapkan Ada Peningkatan Perekonomian

    • calendar_month Selasa, 23 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.046
    • 0Komentar

    Upah 90.000 per orang diharapkan para pekerja ini dapat gaji per minggu dan dapat menjadi perputaran ekonomi.

expand_less
WordPress Archive Revy Import – Data Import Utility for Revy plugin Revy – WordPress booking system for repair service industries Rex – Minimal WordPress Portfolio Theme Rexbiz – Corporate Agency Elementor Template Kit Rey – Fashion & Clothing, Furniture Rezolve - Business Consulting Elementor Template Kit Rezort - Hotel & Resort Booking Elementor Template Kit RH – Real Estate WordPress Theme Rhent – Motorcycle Rental Services Elementor Template Kit Rhodos – Business Portfolio Elementor Blocks & Template Kit