Pelaku Usaha Kuliner Khas Desa Sakatiga Seberang Indralaya Dapat Pendampingan Bikin E-Katalog
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : dok.fisip Unsri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID, OGAN ILIR – Pelaku usaha kuliner khas di Desa Sakatiga Seberang, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, mendapat pendampingan pembuatan e-katalog, guna membantu memperluas pemasaran produk melalui media digital.
Pendampingan tersebut digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya (FISIP Unsri) melalui Program Studi Administrasi Publik dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis kewirausahaan, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pendampingan Pembuatan E-Katalog bagi Pelaku Usaha Kuliner Khas di Desa Sakatiga Seberang, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.”
Kegiatan dikoordinatori Ermanovida, S.Sos., M.Si., bersama empat dosen pendamping, yakni Dr. Tuty Khairunnisyah, M.A., Dr. Atrika Iriani, M.Si., Misni Astuti, S.Sos., M.Ikom., dan Dr. Zailani Marpaung, S.Sos., M.Ikom. Sebanyak 13 mahasiswa juga turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan kegiatan turut menggandeng UPBJ Ogan Ilir dalam mendukung pendampingan bagi pelaku UMKM di Desa Sakatiga Seberang.
Kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya membantu pelaku usaha mengembangkan pemasaran produk lokal dengan memanfaatkan teknologi digital.
Sejumlah produk kuliner khas yang dihasilkan masyarakat Desa Sakatiga Seberang di antaranya kue bantalan, kue cupu, dan kue semprong.
Selama ini, pemasaran produk masih banyak dilakukan secara langsung, melalui pasar lokal, maupun berdasarkan pesanan dari konsumen di sekitar desa.
Melalui pendampingan ini, pelaku usaha diperkenalkan dengan pemanfaatan media digital sebagai salah satu sarana untuk mengenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Sekretaris Desa Sakatiga Seberang. Selanjutnya, Ketua Tim Pengabdian, Ermanovida, S.Sos., M.Si., menyampaikan sambutan sebelum kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada pihak desa dan foto bersama.
Para peserta kemudian mengikuti pre-test yang dibagikan dan didampingi oleh mahasiswa. Pre-test dilakukan untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai pemasaran digital dan e-katalog sebelum materi diberikan.
Materi mengenai pemasaran digital disampaikan Norma Juainah, S.IP., M.Si. Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya memperkenalkan produk melalui media digital serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun e-katalog, seperti foto produk, deskripsi, harga, dan identitas usaha.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Dalam sesi tersebut, pelaku usaha dapat menyampaikan pertanyaan sekaligus berbagi pengalaman mengenai berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam memasarkan produk mereka.
Peserta kemudian mengikuti post-test, bahkan praktik pembuatan e-katalog. Pada sesi ini, mahasiswa mendampingi peserta secara langsung dalam menyusun informasi produk dan memasukkannya ke dalam katalog digital sesuai dengan produk usaha masing-masing.
Pembuatan e-katalog dilakukan dalam dua tahap pendampingan. Tahap pertama dilakukan secara langsung oleh tim pengabdian bersama peserta.
Selanjutnya, peserta yang masih mengalami kendala dalam proses pembuatan e-katalog akan mendapatkan pendampingan lanjutan melalui UPBJ Ogan Ilir.
Dengan adanya e-katalog, informasi mengenai produk usaha dapat disusun dalam satu media dan dibagikan melalui berbagai media digital, termasuk media sosial dan WhatsApp. Cara tersebut diharapkan dapat memudahkan pelaku usaha dalam memperkenalkan produk kepada calon konsumen.
Pendampingan ini tidak hanya memberikan materi mengenai pemasaran digital, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk langsung mempraktikkan pembuatan e-katalog sesuai dengan produk masing-masing.
Melalui kegiatan itu, FISIP Unsri bersama UPBJ Ogan Ilir dan masyarakat Desa Sakatiga Seberang mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai salah satu cara untuk memperluas pemasaran produk kuliner khas desa.
Kolaborasi juga diharapkan dapat terus mendukung pengembangan UMKM di Desa Sakatiga Seberang sekaligus membantu produk kuliner khas masyarakat setempat menjangkau pasar yang lebih luas. (***) / ril Fisip Unsri
- Penulis: Irwan Wahyudi
