Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Aktivis Jerman “Bule Sampah” Turun ke Sungai Musi, Pesannya Bikin Penasaran

Aktivis Jerman “Bule Sampah” Turun ke Sungai Musi, Pesannya Bikin Penasaran

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 15 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Aktivis lingkungan asal Jerman, Benedict Wermter, yang dikenal dengan julukan “Bule Sampah”, turun langsung membersihkan Sungai Musi di kawasan 7 Ulu, sekitar Jembatan Ampera, Palembang, Sabtu (12/9/2026).

Benedict tidak datang sekadar melihat kondisi sungai, ia ikut memungut sampah bersama sekitar 700 peserta dalam Gerakan Menjaga Sungai Palembang dan Clean Up Sungai Musi.

Peserta aksi berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, relawan, komunitas, mahasiswa, pemuda hingga masyarakat.

Di tengah aksi tersebut, Wali Kota Palembang H Ratu Dewa, M.Si juga ikut turun langsung membersihkan kawasan bantaran Sungai Musi.

Mengapa Benedict Dijuluki “Bule Sampah”?

Julukan “Bule Sampah” melekat pada Benedict karena aktivitasnya yang konsisten mengajak masyarakat peduli terhadap persoalan sampah dan lingkungan.

Kali ini, ia memilih Sungai Musi sebagai lokasi aksi bersama ratusan peserta.

Benedict ikut mengangkat sampah yang ditemukan di sekitar kawasan sungai. Namun, baginya, persoalan lingkungan tidak selesai hanya dengan membersihkan sampah yang terlihat.

Ada pesan lain yang ingin ia dorong dari aksi tersebut.

“Bule Sampah” Punya Cara Agar Aksi Tak Berhenti

Benedict menilai aksi lingkungan harus dibuat menarik agar lebih banyak orang ikut melihat, membicarakan dan kemudian sadar terhadap persoalan sampah.

Karena itu, ia mendorong aksi bersih sungai tidak hanya dilakukan, tetapi juga didokumentasikan dan disebarluaskan melalui video.

“Menurut saya kita harus membuat aksi, bukan cuma membuat aksi, tetapi juga membuat video, membuatnya viral dan membangun kesadaran,” kata Benedict.

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari kehadiran aktivis asal Jerman itu di Sungai Musi.

Baginya, semakin banyak orang mengetahui persoalan lingkungan, semakin besar peluang munculnya kesadaran untuk mengubah kebiasaan.

Palembang Hasilkan 1.260 Ton Sampah Setiap Hari

Persoalan yang dibicarakan Benedict bukan tanpa alasan.

Wali Kota Palembang H Ratu Dewa menerangkan  berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, timbulan sampah di Kota Palembang mencapai sekitar 1.260 ton per hari.

Jika dihitung dalam setahun, jumlahnya mencapai lebih dari 460 ribu ton sampah.

Angka tersebut menggambarkan membersihkan sungai dalam satu kegiatan saja tidak akan cukup.

Sampah baru tetap berpotensi muncul jika kebiasaan masyarakat dalam menghasilkan, menggunakan dan membuang sampah tidak berubah.

Sungai Musi Bukan Sekadar Tempat Mengalirnya Air

Ratu Dewa menegaskan Sungai Musi memiliki posisi penting bagi Palembang.

Sungai ini bukan hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan sejarah Kota Palembang.

Karena itu, menjaga Sungai Musi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

“Menjaga kebersihan Sungai Musi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurut Dewa, kepedulian terhadap sungai harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari, bukan hanya ketika pemerintah atau komunitas menggelar aksi bersih-bersih.

PSEL Keramasan Bukan Alasan Buang Sampah Sembarangan

Pemkot Palembang juga memperkuat pengelolaan sampah melalui pembangunan dan pengembangan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Keramasan.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari.

Namun, Dewa mengingatkan keberadaan PSEL tidak boleh membuat masyarakat merasa persoalan sampah sudah selesai.

“PSEL bukan berarti kita boleh terus menghasilkan sampah. Pengurangan dan pemilahan sampah tetap harus dimulai dari rumah, lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah dari rumah serta menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai.

“Jangan buang sampah sembarangan. Mari kita peduli lingkungan dan menjadikannya sebagai budaya. Mulai dari diri sendiri, keluarga, kemudian mengajak masyarakat,” ujarnya.

Aksi 700 Orang Jangan Berhenti di Hari Itu

Koordinator Daerah ICCN Sumatera Selatan Muhammad Hafidz Alfuqan menilai aksi membersihkan Sungai Musi harus dilakukan secara konsisten.

Menurutnya, kegiatan seperti ini jangan hanya ramai ketika digelar, kemudian kembali sepi setelah kegiatan selesai.

“Yang paling penting adalah konsisten. Gerakan ini jangan hanya berhenti pada satu kegiatan, tetapi harus terus dilakukan,” kata Hafidz.

Sekitar 700 peserta yang terlibat menjadi gambaran bahwa persoalan Sungai Musi bisa menggerakkan banyak unsur untuk ikut turun tangan.

Gerakan tersebut turut melibatkan The Guardians of The River – ICCN Sumatera Selatan.

Benedict berharap aksi tersebut tidak berakhir sebagai dokumentasi kegiatan semata.

Ia ingin video dan pesan tentang kebersihan sungai terus menyebar sehingga semakin banyak masyarakat yang ikut peduli.

Pada akhirnya, aksi “Bule Sampah” bersama ratusan peserta di Sungai Musi bukan hanya tentang mengangkat sampah dari bantaran sungai.

Pesan yang lebih besar justru ada setelah sampah diangkat, jangan sampai sampah yang sama kembali datang dari sumbernya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setan Indonesia Siap Keliling Dunia & Siap Bawa Cuan

    Setan Indonesia Siap Keliling Dunia & Siap Bawa Cuan

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 914
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau industri kreatif adalah kebun sayur negara, maka film horor adalah cabai rawitnya kecil-kecil tapi pedasnya bikin merem melek. Sekali mekar, bisa bikin satu negeri keringetan bareng. Dan seperti petani yang tahu musim tanam paling subur, para sineas Indonesia paham betul  tak ada musim panen paling gurih selain libur Lebaran, di mana orang-orang […]

  • Dihadapan Peserta IEF,  Alex Ngomong Begini Terkait Ekonomi Sumsel  

    Dihadapan Peserta IEF, Alex Ngomong Begini Terkait Ekonomi Sumsel  

    • calendar_month Kamis, 2 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.180
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin didaulat menjadi pembicara  pada Indonesia Economic Forum (IEF), yang digelar di Hotel Aryaduta, Kamis (2/8/2018). Konferensi ini dihadiri Chairman Wantiknas dan Berkarya Indonesia Ilham Habibie serta IEF Founder Shoeb Kagda. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menuturkan, sejak lima tahun terakhir (2013-2017) struktur perekonomian Sumatera […]

  • Okta Study Temukan Registrasi Penipuan & Pengisian Kredensial jadi Ancaman Teratas bagi Identitas Digital

    Okta Study Temukan Registrasi Penipuan & Pengisian Kredensial jadi Ancaman Teratas bagi Identitas Digital

    • calendar_month Minggu, 5 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 667
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Okta, Inc. (NASDAQ: OKTA), penyedia identitas independen terkemuka, hari ini meluncurkan temuan APAC dari Laporan Status Keamanan Identitas tahunan keduanya yang menyoroti bidang utama yang menjadi perhatian profesional keamanan yang ditugaskan untuk mengelola identitas digital, termasuk peningkatan pendaftaran penipuan secara eksponensial, serangan isian kredensial, dan meluasnya penggunaan kredensial yang dilanggar.   […]

  • Ini Cara Tangkal Hoaks, Ala Jubir COVID-19

    Ini Cara Tangkal Hoaks, Ala Jubir COVID-19

    • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 992
    • 0Komentar

    JURU Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro mengatakan berita hoaks masih jadi hal yang membuat masyarakat enggan divaksinasi. Hal tersebut dikata Reisa saat Dialog yang disiarkan di Youtube FMB9_IKP Selasa (27/7/2021). Ia mengatakan selain berita hoaks, yang membuat masyarakat enggan divaksinasi adanya mitos seputar vaksinasi. “Ada lebih dari 50 […]

  • “Meretreat Tawuran Pelajar”

    “Meretreat Tawuran Pelajar”

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.036
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kadang kita berpikir, “Kalau anak-anak sekarang udah pada tawuran, gimana nasib bangsa nanti?” Sering kali kita merasa seperti sedang menonton film laga, di mana pahlawan selalu datang terlambat, namun kenyataannya, kita yang harus berperan sebagai jagoan di dunia nyata. Begitulah kira-kira gambaran betapa beratnya tugas Pemkot Palembang untuk menghadapi fenomena tawuran yang kian […]

  • Jokowi Minta Promosi Asian Games Lebih Masif

    Jokowi Minta Promosi Asian Games Lebih Masif

    • calendar_month Rabu, 18 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.080
    • 0Komentar

    “Setiap dua minggu itu ada untuk media nasional maupun internasional itu harus rutin diadakan dalam rangka mempromosikan Asian Games XVIII ini,”

expand_less
WordPress Archive Groups File Access Groups for WooCommerce Grow CRM – Laravel Project Management Growceries – Food & Grocery Store Elementor Template Kit Groweal – Health Coaching Elementor Template Kit Growio – Landing Page WordPress Theme Growler – Brewery WordPress Theme Growthy – Growth Hacking & Marketing Agency Elementor Template Kit Groxi – Grocery Store Elementor Template Kit GrozPastry – Bakery Elementor Template Kit