Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Musik & Film » Setan Indonesia Siap Keliling Dunia & Siap Bawa Cuan

Setan Indonesia Siap Keliling Dunia & Siap Bawa Cuan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
  • visibility 921
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau industri kreatif adalah kebun sayur negara, maka film horor adalah cabai rawitnya kecil-kecil tapi pedasnya bikin merem melek. Sekali mekar, bisa bikin satu negeri keringetan bareng. Dan seperti petani yang tahu musim tanam paling subur, para sineas Indonesia paham betul  tak ada musim panen paling gurih selain libur Lebaran, di mana orang-orang sudah kehabisan topik obrolan dengan sanak saudara dan butuh pelarian berupa tontonan yang bisa bikin jantung deg-degan tapi dompet tetap aman.

Nah, di tengah lebaran 2025 yang penuh ketupat dan sambal ati, datanglah Qodrat 2 bukan cuma sebagai film, tapi sebagai kejadian nasional. Film yang digarap Magma Entertainment dan Rapi Film ini bukan main-main. Dalam 10 hari saja, lebih dari 1,7 juta penonton menyerahkan waktu dan nyali mereka demi menyaksikan aksi Ustaz Qodrat memberantas kesurupan sambil dikejar suara angin yang entah dari sound system atau dari lubang kehidupan masa lalu.

Capaian itu tentu bukan kabar sepele. Saking hebohnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, langsung turun tangan mengapresiasi pencapaian Qodrat 2. Dalam suasana yang bisa dibilang lebih khidmat daripada buka puasa bersama, beliau hadir di Plaza Senayan XXI, Jumat (11/04/2025), untuk menyampaikan bahwa ini bukan sekadar film rame-rame, tapi sinyal positif bagi pertumbuhan industri kreatif kita.

Dan memang bukan cuma Qodrat 2 yang merajai layar perak. Libur Lebaran 2025 jadi momen istimewa bagi film-film nasional. Total penonton film Indonesia saat itu menembus angka lebih dari 5 juta. Lima juta! Itu kalau dikumpulin di satu lapangan bisa bikin konser Coldplay kalah gegap gempita. Artinya, rakyat kita ternyata tidak cuma doyan sambal goreng kentang, tapi juga lapar akan cerita lokal yang ngeri-ngeri sedap.

Sebenarnya, kesuksesan Qodrat 2 tidak datang dari ruang hampa. Ia berdiri di atas fondasi horor Nusantara yang sudah lama membuktikan diri punya massa loyal. Ingat Pengabdi Setan (2017)? Film itu sukses menanam rasa takut dalam benak penonton cukup dalam hingga mereka mulai menutup kaca kamar pakai sarung tiap malam. Lalu ada KKN di Desa Penari (2022), yang mencatatkan rekor fantastis dan membuat orang-orang berpikir ulang sebelum menerima undangan KKN ke desa terpencil.

Belum lagi Sewu Dino, yang bikin kita sadar bahwa angka 1000 ternyata terlalu sedikit untuk horor, dan Jailangkung yang berkali-kali bangkit dari kubur dalam berbagai versi. Semua film ini membuktikan bahwa Indonesia tidak kekurangan stok hantu berkualitas ekspor. Bahkan, kalau mau diseriusin, kita bisa bikin “Marvel Cinematic Universe”-nya sendiri, tapi isinya dedemit dari berbagai daerah mulai dari Wewe Gombel sampai Leak Bali.

Di tengah gempuran film asing yang kadang lebih banyak ledakannya daripada logikanya, film horor lokal tetap bertahan dengan kekuatan cerita, kearifan lokal, dan tentu saja, efek suara “kreekk” yang bikin dada sesak. Ini jadi bukti bahwa film horor bukan cuma hiburan musiman, tapi komoditas budaya yang bisa diolah, dikemas, dan dijual ke pasar global.

Menteri Riefky menyebut ini sebagai sinyal positif, dan memang betul. Industri film nasional sudah bukan bayi merah yang baru belajar jalan. Ia sedang bertumbuh, berlari, dan mulai menendang pintu ekspor. Bayangkan, kalau 1 film bisa meraup 1,7 juta penonton dalam 10 hari, bagaimana kalau dalam setahun kita punya 10 film horor berkualitas tinggi? Potensi devisa bisa meningkat, lapangan kerja terbuka, dan para kru film tidak perlu lagi ngedit pakai laptop pinjaman.

Kalau dulu kita ekspor barang tambang dan sawit, sekarang sudah waktunya ekspor hantu. Tapi jangan sembarang hantu, harus yang punya cerita, produksi niat, dan kualitas yang bisa bikin penonton luar negeri menjerit bukan cuma karena takut, tapi karena takjub.

Qodrat 2 dan kawan-kawan telah membuktikan bahwa setan-setan Indonesia, selain sukses bikin orang merem sambil nonton, ternyata juga bisa menyumbang pundi-pundi rupiah. Dan siapa tahu, di masa depan, devisa negara ikut naik gara-gara film hantu. Jadi, siap-siap ya, masa depan ekonomi kreatif kita bisa jadi dibantu oleh kuntilanak bersuara sopran dan ustaz-ustaz ruqyah yang ngalahin superhero Marvel.

Setan-setan lokal sudah saatnya naik pangkat. Tak hanya sekadar menakut-nakuti penonton lokal, mereka kini punya potensi jadi pahlawan devisa. Dengan kualitas produksi yang terus meningkat, cerita yang makin kreatif, dan dukungan pemerintah yang makin serius, film horor Indonesia bisa jadi andalan baru di kancah internasional.

Jadi mulai sekarang, kalau dengar suara ketukan di jendela malam-malam, jangan langsung takut. Siapa tahu, itu bukan hantu tapi sinyal bahwa ekonomi kreatif kita sedang mengetuk pintu masa depan. Dan kali ini, yang mengetuk bukan cuma ustaz Qodrat, tapi seluruh pasukan setan Indonesia yang siap sumbang devisa!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dibantu seperangkat alat musik dari Pemkab Muba, ini respon musisi Sekayu

    Dibantu seperangkat alat musik dari Pemkab Muba, ini respon musisi Sekayu

    • calendar_month Selasa, 16 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 699
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SEKAYU- Pemerintah Kabupaten Musibanyuasin [Muba] membantu seperangkat alat musik lengkap, musisi Sekayu merespon positif, karena bertahun-tahun menanti untuk mendapatkan bantuan alat musik, Senyum sumringah tampak jelas dari beberapa perwakilan pengamen kuliner Bola Buntok setelah Pj Bupati Apriyadi Mahmud menyerahkan secara langsung 1 set lengkap alat musik berupa gitar, box, mixer, drum elektrik dan unit […]

  • 3 Masukan Presiden Joko Widodo untuk Dunia Atasi Pandemi COVID-19

    3 Masukan Presiden Joko Widodo untuk Dunia Atasi Pandemi COVID-19

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 525
    • 0Komentar

    DALAM acara Global COVID-19 Summit 22 September 2021 silam, Presiden Joko Widodo memberikan 3 masukan untuk penanganan pandemi COVID-19. Ketiganya adalah, perlu segera dibangun Asitektur Sistem Ketahanan Kesehatan Global yang baru, lalu perlunya segera dibangun mekanisme global untuk sumber daya kesehatan yang bisa diakses oleh seluruh negara, terutama negara-negara berkembang dalam menghadapi krisis kesehatan, dan […]

  • Hindari Gelombang II, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Jalankan Protokes

    Hindari Gelombang II, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Jalankan Protokes

    • calendar_month Jumat, 6 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.254
    • 0Komentar

    JUMLAH  kasus aktif di Indonesia terus mengalami penurunan dan terlihat lebih baik dibandingkan rata-rata dunia. Capaian baik ini harus dipertahankan dan ditingkatkan. Masyarakat juga harus belajar dari perkembangan beberapa negara di Eropa, yang harus kembali melakukan lockdown karena terjadi kenaikan pada kasus positifnya. “Kita harus menghindari ini dengan disiplin protokol kesehatan. Kita harus menjaga dan […]

  • Pemerintah Terus Mendorong, Presiden Minta MES Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Syariah

    Pemerintah Terus Mendorong, Presiden Minta MES Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Syariah

    • calendar_month Sabtu, 23 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 753
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) mendorong Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk menjadi lokomotif perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Dilansir dari Setkab.go.id, Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 dan Peluncuran Logo Baru MES, belum lama ini, di Istana Negara, Jakarta. “Sebagai organisasi keumatan, Masyarakat Ekonomi Syariah […]

  • Usung 4 Tradisi Baru, Ketum PSSI : Kata Kuncinya ‘Eksekusi’

    Usung 4 Tradisi Baru, Ketum PSSI : Kata Kuncinya ‘Eksekusi’

    • calendar_month Senin, 29 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.557
    • 0Komentar

    Jakarta – Mengusung empat tradisi baru, Ketua Umum PSSI Erick Thohir optimistis prestasi sepakbola nasional akan sejajar dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang maju di 2045. “Kata kuncinya, eksekusi. Hal itu harus dilakukan secara pararel dari pusat hingga daerah dan berjalan selaras untuk program jangka pendek, menengah, dan panjang. Kami akan pastikan dan terus dorong program dalam Garuda […]

  • Ketika Jalan Jadi Sungai, Wakil Bupati Muba Jadi Nahkoda

    Ketika Jalan Jadi Sungai, Wakil Bupati Muba Jadi Nahkoda

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 831
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Banjir di Muba ini bukan main-main. Kalau biasanya hujan cuma bikin cucian gak kering, kali ini bikin rumah warga pindah fungsi jadi akuarium. Jalan raya? Udah upgrade jadi kali dadakan. Lengkap dengan bonus kemacetan 10 kilometer lebih panjang dari antrian sembako gratis pas HUT RI. Tapi di tengah kisah muram itu, muncullah seorang tokoh […]

expand_less
WordPress Archive Deasil – Travel and Tour WordPress Theme Deaxautt – Digital Marketing & Agency WordPress Theme Debaco – Kitchen appliances for WooCommerce WordPress DeBlocker – Anti AdBlock for WordPress Debutant – Elementor Landing Page WP theme Decades – App Showcase & App Store WordPress Theme Deccal – Video Blogging WordPress Theme Decibel - Professional Music WordPress Theme Decor – Furniture & Interior Design Elementor Template Kit Decorazzio - Interior Design and Furniture Store WordPress Theme