Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » CATATAN KAKI : “Seragam Loreng untuk Si Tukang Bolos”, [Palembang Wacanakan Pendidikan Gaya Barak untuk Siswa Nakal?]

CATATAN KAKI : “Seragam Loreng untuk Si Tukang Bolos”, [Palembang Wacanakan Pendidikan Gaya Barak untuk Siswa Nakal?]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
  • visibility 967
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,  – Pendidikan militer untuk siswa nakal? Wah, kalau ada yang bilang ini bisa bikin siswa jadi tentara cilik, sepertinya mereka terlalu cepat menarik kesimpulan.

Tapi, Pemerintah Kota Palembang ternyata sedang serius mengkaji ide yang satu ini. Walau kedengarannya seperti plot film laga yang penuh aksi, kebijakan ini masih dalam tahap evaluasi. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, bahkan menyatakan, “Meskipun idenya keren, kami tidak ingin gegabah. Kita mau lihat dulu sisi positif dan negatifnya.”

Sebelum kita ikut heboh dengan wacana ini, mari kita analisis baik buruknya. Program ini tentunya bertujuan untuk mengasah kedisiplinan para siswa yang sering kebablasan di kelas.

Nah, bayangin saja kalau para siswa ini digembleng dengan disiplin ala tentara, mulai dari bangun pagi jam 4, lari keliling lapangan, hingga belajar baris-berbaris! Mungkin, yang tadinya malas belajar, bisa jadi semangat kayak lagi nonton film action. Tapi, apakah semua siswa cocok dengan cara ini? Bukan rahasia lagi kalau pendidikan karakter nggak bisa cuma lewat disiplin fisik saja, butuh juga pendekatan emosional.

Tentu saja, ini nggak semudah membalikkan telapak tangan. Kita bisa lihat contoh kota atau negara yang menerapkan pendidikan serupa. Misalnya, di Korea Selatan, ada program yang menanamkan nilai-nilai disiplin dan kerja keras melalui wajib militer.

Meskipun  program ini terbilang sukses dalam membentuk karakter anak muda di sana, bukan berarti model ini bisa langsung diterapkan begitu saja. Di Indonesia, ada beberapa daerah yang juga mencoba pendekatan serupa. Di Bogor, misalnya, mereka sudah mengintegrasikan kegiatan pramuka dan pelatihan karakter untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab pada pelajar.

Jika kita berbicara soal hasil, banyak yang mengatakan bahwa pendidikan yang terlalu keras malah bisa jadi bumerang. Bayangkan saja kalau siswa yang “dipaksa” disiplin malah jadi benci sekolah? Bisa jadi mereka malah kabur atau bertindak lebih buruk. Tentu, solusi ini harus dilihat dengan hati-hati, agar nggak jadi bom waktu.

Di Korea Selatan, ada beberapa program yang berfokus pada pengembangan karakter dan disiplin pada anak muda, salah satunya adalah wajib militer untuk pria dewasa setelah mereka mencapai usia 18-20 tahun. Program ini, meskipun lebih ditujukan untuk usia dewasa muda, telah memberikan pengaruh besar dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras yang bisa dijadikan contoh dalam pendidikan sejak usia sekolah.

Namun, jika berbicara tentang pendidikan yang lebih langsung di sekolah, ada beberapa program yang menggabungkan pendidikan karakter dengan kegiatan fisik dan kepemimpinan. Salah satu contohnya adalah program “Youth Leadership Program” yang sering diterapkan di sekolah-sekolah di Korea Selatan. Program ini bertujuan untuk membentuk pemimpin masa depan dengan pendekatan yang melibatkan kedisiplinan, kerja sama tim, dan pengembangan mental yang kuat.

Di luar itu, beberapa sekolah di Korea Selatan juga menerapkan kegiatan “School Military Camps” sebagai bagian dari penguatan karakter, meskipun ini lebih berbentuk kegiatan ekstrakurikuler yang berbasis pada nilai-nilai militer seperti kedisiplinan dan kerja keras, bukan pendidikan militer formal. Kegiatan ini memberi pelajaran kepada siswa mengenai pentingnya rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepemimpinan dalam konteks yang lebih ringan dan menghibur dibandingkan dengan wajib militer.

Jadi, meskipun pendidikan formal militer di Korea Selatan tidak langsung diterapkan di sekolah, ada banyak cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut melalui kegiatan yang melibatkan kedisiplinan dan kepemimpinan, seperti di  Bogor, Jawa Barat, Dinas Pendidikan di sana pernah menggandeng TNI untuk pelatihan kedisiplinan bagi pelajar SMA. Program ini lebih ke arah penguatan karakter, bukan hukuman. Dan hasilnya? Banyak murid yang awalnya “ogah-ogahan”, jadi mulai rutin mandi pagi.

Banyuwangi, Jawa Timur lewat program Sekolah Ramah Anak, mereka lebih menekankan pendekatan personal dan psikologis, tapi tetap memasukkan unsur kedisiplinan berbasis komunitas. Hasilnya? Angka pelanggaran sekolah menurun, bukan karena takut dihukum, tapi karena merasa dihargai.

Ki Hajar Dewantara, Pahlawan Nasional,  merupakan pelopor pendidikan di Indonesia memiliki prinsip “Tut Wuri Handayani” (di belakang memberi dorongan, di tengah memberi teladan, di depan memberi arahan), yang sangat relevan dengan konsep mendidik anak dengan kasih sayang dan pendekatan yang bijak, bukan dengan kekerasan.

Ki Hajar Dewantara selalu mengedepankan pendidikan yang humanis, yang menekankan pentingnya perkembangan karakter dan moral siswa, tidak hanya di aspek akademis. Jadi, jika berbicara soal pendidikan yang penuh kasih, beliau adalah tokoh yang sering dijadikan contoh.

Catatan redaksi Plus Minus Program, Kelebihannya menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan rasa hormat pada aturan, menjadi terapi kejut buat murid yang sudah terlalu ‘ngegas’ dan bisa mempererat kerja sama tim (karena kalau nggak kompak, bakal lari keliling lapangan bareng).Kekurangannya, risiko trauma psikologis kalau metodenya terlalu keras, tidak semua anak cocok dengan pendekatan fisik dan otoriter dan bisa jadi malah jadi ajang ‘hukuman’ daripada proses pembinaan.

Oleh sebab itu, anak-anak sekolah itu ibarat tahu bulat, digoreng dadakan, dibentuk sesuai wajan dan suhu minyak. Kalau terlalu keras apinya, bisa gosong di luar, tapi masih mentah di dalam. Nah, pendidikan juga harus pas ukurannya keras  boleh, tapi tetap empuk di hati.

Ide pendidikan militer untuk siswa nakal memang menarik, tapi jangan sampai malah jadi seperti program latihan tentara yang justru menjauhkan siswa dari tujuan utama pendidikan mencetak generasi yang cerdas dan berbudi pekerti.

Jadi, sebelum diselenggarakan, jangan lupa untuk tetap berpikir dengan kepala dingin. Jangan sampai, yang ada malah jadi barisan tentara cilik yang nggak bisa bedain mana tugas sekolah, mana tugas di barak. “Air yang tenang bisa menghanyutkan, tapi air comberan yang marah bisa banjir juga.”. Maksudnya pendekatan lembut bisa lebih efektif daripada bentakan. Tapi kalau kelewat lembut juga, nanti anaknya main Mobile Legends pas guru lagi jelasin logaritma.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Riset dan Inovasi GEMS Bakal Dibuka Agustus 2025 di Dubai Sports City, Menggambarkan keunggulan pendidikan GEMS selama 65 tahun untuk keluarga

    Sekolah Riset dan Inovasi GEMS Bakal Dibuka Agustus 2025 di Dubai Sports City, Menggambarkan keunggulan pendidikan GEMS selama 65 tahun untuk keluarga

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.303
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, DUBAI, Uni Emirat Arab,  (GLOBE NEWSWIRE) – GEMS Education  mengumumkan peluncuran sekolah paling inovatif hingga saat ini, GEMS School of Research and Innovation, yang akan dibuka pada bulan Agustus 2025 untuk menggantikan sekolah tersebut. salah satu sekolah terbaik di dunia. Sekolah dengan kurikulum bahasa Inggris yang dibuat khusus ini memadukan pengajaran kelas dunia, fasilitas […]

  • Kebutuhan Oksigen Meningkat, Presiden Minta Pemerintah Bersama Industri Amankan Pasokan Oksigen Medis

    Kebutuhan Oksigen Meningkat, Presiden Minta Pemerintah Bersama Industri Amankan Pasokan Oksigen Medis

    • calendar_month Jumat, 16 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 693
    • 0Komentar

    PEMERINTAH terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis nasional yang meningkat akibat lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan Presiden RI Joko Widodo dalam keterangan pers melalui www.setkab.go.id, usai meninjau produsen gas PT. Aneka Gas Industri (Samator), Jumat (16/07/2021) pagi, di Cakung, Jakarta Timur. “Seperti kita ketahui bersama, kenaikan kasus COVID-19 […]

  • Ustadz, Baiknya Zakat Pakai Beras atau Bisa dengan Uang ?..

    Ustadz, Baiknya Zakat Pakai Beras atau Bisa dengan Uang ?..

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.004
    • 0Komentar

    “Assalamualaikum wr wb. Ustadz, akhir-akhir ini saya mendengar dari sebagian kawan, katanya tidak sah mengeluarkan zakat fitrah dengan uang, harus dengan beras, bagaimana itu ustadz, saya jadi bingung karena selama ini biasanya kami zakat fitrahnya dengan uang. Terimakasih” Jawab : Zakat fitrah itu wajib dikeluarkan bagi seluruh ummat Islam, tua-muda, besar-kecil, laki-perempuan, yang penting mereka […]

  • Rp47 Miliar Cair! Kado Akhir Tahun untuk Guru Palembang

    Rp47 Miliar Cair! Kado Akhir Tahun untuk Guru Palembang

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.261
    • 0Komentar

    Terpujilah wahai engkau ibu bapak guruNamamu akan selalu hidup dalam sanubarikuSemua baktimu akan kuukir di dalam hatikuS’bagai prasasti t’rima kasihku ‘tuk pengabdianmu… BEGITULAH sepenggal Hymne Guru ciptaan Sartono, yang bikin hati hangat sekaligus senyum-senyum sendiri. Singkat, tapi sakti lantaran Guru itu sehari-hari adalah penyelamat otak-otak kecil, menghadapi murid-murid yang kadang lebih kreatif bikin onar. Mereka […]

  • Tertarik Prodi Teknik Energi, Ini Pesan Alex Noerdin kepada Civitas Akedemik Polsri

    Tertarik Prodi Teknik Energi, Ini Pesan Alex Noerdin kepada Civitas Akedemik Polsri

    • calendar_month Kamis, 23 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 955
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG-  Gubernur Sumsel Alex Noerdin tertarik dengan prodi teknik energi yang disiapkan oleh Politeknik Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang sehingga sumber daya manusia (SDM) di Sumsel kian banyak untuk menjadikan Sumsel lebih baik lagi ke depannya. “Tahun ini Polsri sudah menduduki ranking kedua sebagai Poltek terbaik di Indonesia setelah Surabaya. Dengan 23 prodi yang luar […]

  • DPRD OKI Dapil 3 Kawal Percepatan Pemekaran Kab. Pantai Timur

    DPRD OKI Dapil 3 Kawal Percepatan Pemekaran Kab. Pantai Timur

    • calendar_month Senin, 11 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.089
    • 0Komentar

    DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten OKI khususnya yang berasal dari dapil 3 Pangkalan Lampam, Tulung Selapan, Cengal, Air Sugihan dan Sungai Menang OKI mendorong percepatan pemekaran kabupaten Pantai Timur. Hal ini terungkap saat jajak pendapat antara anggota DPRD OKI Dapil 3 dengan seluruh kepala desa yang berasal dari lima kecamatan dan tokoh masyarakat di […]

expand_less
WordPress Archive Treck – Immigration and Visa Consulting WordPress Theme Treely Landscape & Gardening Elementor Template Kit Treina – Personal Trainer & Fitness Elementor Template Kit TrekOn – Extreme Sports and Adventure WordPress Theme Trena – Sport & Fitness Trainer Services Elementor Template Kit Trendy Travel | Tour, Travel & Travel Agency Theme Trendz – Fashion Store WooCommerce Theme Trevia – Travel Agency Elementor Template Kit Trevox – Fashion and Clothing Store Theme Treweler Marker Submission Addon