Film Istimewa Tayang di Palembang, Harapan Besar untuk Disabilitas Sumsel
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 20 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Film Istimewa hadir di Palembang dengan membawa cerita tentang perjuangan penyandang disabilitas. Namun, pesan yang muncul setelah film diputar ternyata tak berhenti pada kisah di layar.
Ada harapan agar penyandang disabilitas di Sumatera Selatan semakin mendapat ruang untuk bekerja, berkarya, dan menunjukkan kemampuan mereka.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan nonton bareng Film Istimewa di XXI Palembang Indah Mall, Sabtu (12/9/2026). Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru turut hadir bersama masyarakat, komunitas, kepala OPD dan sejumlah pejabat Pemprov Sumsel.
Usai menyaksikan film, Herman Deru mengatakan cerita yang ditampilkan memberikan motivasi tentang kesetaraan.
Ia menilai penyandang disabilitas memiliki kesempatan dan kemampuan yang sama untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
“Kita baru saja disuguhi motivasi bahwa kita sama dengan kaum difabel,” ujar Herman Deru.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sutradara, produser, pemain, crew dan Masyarakat Berdaya yang terlibat dalam produksi Film Istimewa.
Menurut Herman Deru, pesan kesetaraan yang dibawa film tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
“Pemprov Sumsel selalu memfasilitasi tempat dan ruang pekerjaan terbaik bagi kaum disabilitas,” tegasnya.
Dukungan terhadap film tersebut juga datang dari Abdullah Mansuri yang mewakili production house, pemain dan crew Film Istimewa. Ia mengapresiasi sambutan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Abdullah menambahkan ada hal yang membuat pemutaran di Palembang terasa istimewa. Menurutnya, Sumatera Selatan menjadi provinsi pertama dalam rangkaian pemutaran film tersebut yang bioskopnya dihadiri langsung gubernur dan ibu gubernur.
“Kami atas nama PH, pemain dan crew yang terlibat mengucapkan terima kasih atas sambutannya. Ini provinsi pertama bioskop bisa ditemani oleh gubernur dan ibu gubernur,” ungkapnya.
Film Istimewa sendiri diangkat dari kisah nyata yang dekat dengan kehidupan penyandang disabilitas.
Oleh karena itu, Abdullah berharap film tersebut tidak hanya berhenti sebagai tontonan, tetapi juga menjadi pembuka bagi lahirnya karya-karya lain.
Ia berharap anak-anak penyandang disabilitas di Sumatera Selatan suatu saat dapat ikut membuat film dan menghasilkan karya mereka sendiri.
“Semoga setelah film ini, anak-anak istimewa, anak-anak disabilitas di Sumsel bisa membuat film kedua, ketiga dan seterusnya,” harap Abdullah.
Nonton bareng tersebut turut dihadiri para kepala OPD dan pejabat yang mewakili, serta masyarakat dan penonton dari berbagai kalangan dan komunitas.
Kehadiran Film Istimewa di Palembang akhirnya tidak hanya membawa cerita dari layar bioskop. Lebih jauh, film tersebut ikut membuka pembicaraan tentang kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk bekerja, berkarya dan mengambil peran di tengah masyarakat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
