Bromo Terbakar Lagi, Ada yang Sedang Dibongkar di Balik Api
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kehutanan.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Api kembali muncul di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kebakaran yang terjadi lagi di kawasan konservasi tersebut kini tidak hanya berujung pada upaya pemadaman, tetapi juga memunculkan pertanyaan soal penyebab dan kemungkinan adanya pelanggaran.
Kementerian Kehutanan mulai membedah peristiwa itu dengan melibatkan sejumlah ahli. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari tahu bagaimana kebakaran terjadi, apa saja yang terdampak, serta apakah ada fakta di lapangan yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
Kebakaran terbaru dilaporkan muncul di kawasan Sabana Pengol pada 10 September 2026. Api kemudian sempat meluas ke arah Jemplang, Kabupaten Malang.
Petugas gabungan dikerahkan untuk mengatasi kebakaran. Penanganan dilakukan dari darat karena operasi water bombing menggunakan helikopter sempat terkendala kondisi cuaca.
Balai Besar TNBTS kemudian menyebut titik asap di kawasan Bromo berhasil dilokalisasi. Namun, petugas tetap disiagakan karena masih terdapat sejumlah titik yang mengeluarkan asap dan berpotensi menyimpan bara.
Kondisi tersebut membuat penanganan belum berhenti pada pemadaman. Kawasan yang terdampak juga mendapat pengawasan lebih ketat, sementara sebagian akses wisata Bromo ditutup untuk sementara.
Di tengah situasi itu, Kementerian Kehutanan mengambil langkah untuk mendalami penyebab kebakaran secara lebih serius.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan kebakaran di TNBTS menjadi perhatian karena kawasan tersebut memiliki fungsi ekologis sekaligus manfaat bagi masyarakat.
“Kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menjadi perhatian serius karena menyangkut kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan manfaat publik yang besar,” kata Januanto.
Untuk membantu memastikan penyebab kebakaran, Kemenhut melibatkan Prof. Bambang Hero Saharjo, ahli kebakaran hutan dan lahan, serta Prof. Basuki Wasis yang memiliki keahlian di bidang kerusakan tanah dan lingkungan.
Kehadiran dua ahli tersebut membuat penanganan kasus tidak hanya bertumpu pada pemeriksaan biasa. Kondisi lokasi, pola kebakaran, aktivitas di sekitar kawasan, hingga dampak terhadap lingkungan menjadi bagian yang diperiksa.
Tim juga mengumpulkan berbagai bahan keterangan dari lapangan. Setiap informasi yang ditemukan akan diverifikasi sebelum digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah berikutnya.
Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Aswin Bangun, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung.
Pemeriksaan dilakukan mulai dari lokasi kejadian, pengumpulan keterangan hingga analisis terhadap fakta yang ditemukan.
“Kami masih melakukan penyelidikan terhadap berbagai informasi yang diperoleh di lapangan, termasuk pemeriksaan lokasi, pengumpulan bahan keterangan, serta analisis terhadap fakta-fakta yang ditemukan,” ujar Aswin.
Menurut dia, proses tersebut dilakukan secara hati-hati agar langkah hukum yang nantinya diambil memiliki dasar yang kuat.
Persoalan kebakaran TNBTS menjadi semakin serius karena kejadian serupa kembali muncul dalam rentang waktu yang berdekatan.
Bagi pengelola kawasan, persoalannya bukan sekadar bagaimana api cepat dipadamkan. Jika kebakaran kembali terjadi, penyebabnya perlu diketahui agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Oleh karena itu, hasil pemeriksaan para ahli akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah penanganan selanjutnya.
Kemenhut belum menyimpulkan adanya pihak tertentu sebagai penyebab kebakaran. Dugaan tindak pidana masih dalam tahap pendalaman dan seluruh temuan harus terlebih dahulu diuji berdasarkan bukti yang tersedia.
Jika nantinya ditemukan unsur pelanggaran, proses hukum akan dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, petugas tetap melakukan pemantauan di kawasan terdampak untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang kembali berkembang.
Kebakaran TNBTS kini menyisakan dua pekerjaan sekaligus: memastikan kawasan benar-benar aman dari api dan menemukan jawaban mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik kebakaran yang kembali muncul tersebut. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
