Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Tesso Nilo Bukan Sawitlandia, Saat Gajah, Harimau & Hati Nurani Bersatu

Tesso Nilo Bukan Sawitlandia, Saat Gajah, Harimau & Hati Nurani Bersatu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 586
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU hutan bisa curhat, mungkin Taman Nasional Tesso Nilo sudah nangis pakai daun pisang sebagai tisu. Bayangkan, dari 81.793 hektare luasnya, sekitar 70.000 hektare sudah berubah jadi kebun sawit. Lah, gajah sama harimau Sumatera mau tinggal di mana? Masa mereka disuruh jadi pemetik sawit freelance?

Ini bukan sinetron dilema di Rimba Raya, tapi kisah nyata tentang bagaimana ekosistem hutan tropis dataran rendah terakhir di Sumatera Tengah sedang merintih.

Untunglah, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, bukan tipe bos yang cuma duduk manis di kantor sambil minum kopi organik. Beliau turun langsung ke lapangan, lihat dari udara, ngobrol sama warga, dan bilang dengan lantang “Restorasi bukan cuma nanam pohon, tapi menata ulang kehidupan”

Wah, kalimatnya cocok jadi lirik lagu atau quote motivasi di belakang buku catatan, dan bener juga, hutan bukan cuma soal pepohonan, tapi tempat tinggal satwa, sumber penghidupan warga, dan paru-paru dunia yang tersisa.

Upaya restorasi ekosistem ini bukan operasi militer yang galak, tapi pendekatannya persuasif dan berkeadilan. Pemerintah ngerti kok, ada masyarakat yang udah lama hidup di sana.

Bukan kayak pendatang baru yang bawa cangkul langsung tebas pohon. Tapi kalau ada yang nekat menunggangi situasi buat kepentingan ilegal? Nah, hukum tetap berjalan, karena seperti kata pepatah tua dari kampung sebelah, “Jangan mentang-mentang duduk di atas kerbau, lantas kau pikir tak bisa diciduk oleh hukum.”

Langkah Menteri Hanif ini, jujur aja, mirip kisah heroik di film, tapi bukan pakai jubah, melainkan pakai rompi lapangan dan wajah serius.

Beliau bahkan pimpin rapat lintas sektor malam harinya, kayak superhero yang habis patroli, langsung rapat koordinasi sama Avengers-nya KLH, Gubernur, DPRD, TNI, sampai pengelola taman nasional. Hasilnya? Dibentuklah Tim Restorasi Terpadu dengan prinsip satu peta, satu data, satu strategi. Mantap jiwa!

Kalau mau belajar tentang restorasi yang nggak asal-asalan, mari tengok negara lain Kosta Rika, negara kecil ini dulunya kehilangan hampir 75% hutannya. Namun dengan program pembayaran jasa lingkungan dan pelibatan masyarakat, sekarang hutan mereka tumbuh lagi hingga menutupi lebih dari 50% wilayahnya. Keren? Iya. Bisa ditiru? Bisa banget!

India (Sundarbans), pemerintah lokal dan organisasi masyarakat ikut melindungi hutan bakau, bahkan dengan pelatihan ibu-ibu rumah tangga untuk jadi penjaga hutan. Jadi, jangan salah, emak-emak juga bisa jadi pahlawan ekosistem!.

Desa Wonosadi di Gunung Kidul, Yogyakarta, warga secara swadaya menanam dan menjaga hutan, lalu bikin ekowisata kecil-kecilan. Hutan kembali lebat, ekonomi warga juga naik. Jadi, restorasi itu bukan mimpi, asal ada niat dan semangat gotong royong.

Pemerintah juga nggak asal restorasi tanpa solusi, skema agroforestri adaptif disiapkan warga boleh berkebun, tapi tetap jaga fungsi ekologis hutan. Semacam pacaran sehat antara ekonomi dan lingkungan.

Harapannya, dari bekas kebun sawit bisa tumbuh kopi, kakao, madu hutan, bahkan jamur tiram. Kan nggak seru kalau hutan cuma punya satu komoditas kayak sawit, harus variatif, kayak isi toples lebaran.

Kita nggak bisa lagi pura-pura tidur di tenda kemah sambil bilang cinta alam, tapi diam saat hutan dibabat. Restorasi ekosistem bukan urusan KLH doang, tapi panggilan batin kita semua. Karena kalau hutan habis, banjir datang, suhu naik, dan akhirnya kita cuma bisa update status “Kenapa dunia makin panas ya?”

Ayo bantu dengan cara yang kita bisa tanam pohon, adopsi pohon, edukasi anak cucu, atau cukup jangan jadi penyebar hoaks soal “harimau nyamar jadi manusia”, karena seperti kata pepatah, “Kalau kita jaga hutan hari ini, hutan akan menjaga kita esok hari dari polusi, dari kekeringan, dan dari kehilangan akal sehat”

Tesso Nilo bukan tempat buat ditanamkan ambisi. Tapi tempat kita memanen nurani.

Kalau Menteri udah turun, harimau udah berdoa, gajah udah nari lambat, masa kita masih rebahan nunggu hutan pulih sendiri?

Ayo, jangan cuma jadi netizen. Jadilah bagian dari penyelamat rimba. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, nanti keburu harimaunya pindah ke apartemen.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Umrah 1443 H Mulai Dibuka, Pemerintah dan Asosiasi Sepakat Prioritaskan Penanganan Covid-19

    Umrah 1443 H Mulai Dibuka, Pemerintah dan Asosiasi Sepakat Prioritaskan Penanganan Covid-19

    • calendar_month Minggu, 1 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 680
    • 0Komentar

    ARAB Saudi diinformasikan akan membuka penyelenggaraan ibadah umrah 1443 H. Pemerintah dan asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sepakat untuk mempriotaskan penanganan Covid-19 terlebih dahulu. “Pemerintah dan asosiasi PPIU bersepakat untuk lebih memprioritaskan penanganan covid-19 di dalam negeri sambil menunggu regulasi teknis penyelenggaraan ibadah umrah secara resmi dari Arab Saudi,” tegas Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji […]

  • Serahkan DPA 2023, Bupati OKI Sampaikan 3 Pesan Penting Presiden RI

    Serahkan DPA 2023, Bupati OKI Sampaikan 3 Pesan Penting Presiden RI

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI – Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) tahun 2023 diserahkan kepada 53 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kecamatan se Kabupaten Ogan Komering Ilir di Kantor Pemkab OKI oleh Bupati OKI Iskandar. Dalam arahannya Bupati menegaskan tiga pesan penting presiden pada rakornas kepala Daerah di Sentul Bogor pekan lalu. Pertama, selaku Pengguna Anggaran (PA) kepala OPD […]

  • Di Rapat Paripurna DPRD Muba, Begini Kata Plt Bupati

    Di Rapat Paripurna DPRD Muba, Begini Kata Plt Bupati

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 894
    • 0Komentar

    Sebanyak 40 orang di Desa Rimba Ukur Kecamatan Sekayu dan Desa Warga Mulya Kecamatan Plakat Tinggi.

  • Melalui Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz, Gubernur Buktikan Sumsel Cinta Al-Qur’an 

    Melalui Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz, Gubernur Buktikan Sumsel Cinta Al-Qur’an 

    • calendar_month Sabtu, 16 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 831
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru menyambut baik program wakaf Al-Qur’ an dan pembinaan dari Komunitas Riau Mengaji yang di bawah  asuhan  Ustadz kondang Ahmad Al-Habsyi. Dia menilai program yang muaranya pada peningkatan dalam  membaca Al-Qur’an dikalangan  generasi muda tersebut,  dapat dikolaborasikan dengan program Pemprov Sumsel yaitu satu desa satu rumah tahfidz yang dalam […]

  • TUA : “Wudhu, Sendi Krispi & Skincare Akhirat: Edisi Tua-Tua Klenik Berguna”

    TUA : “Wudhu, Sendi Krispi & Skincare Akhirat: Edisi Tua-Tua Klenik Berguna”

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    BRO…Kalau dulu wudhu itu urusan lima menit sebelum adzan kadang mepet pas iqomat sekarang, di usia segini, wudhu itu udah kayak foreplay buat shalat. Iya…. dibikin khusyuk, pelan, kadang sambil stretching lutut yang udah bunyi kayak krekes kerupuk mentah. Dulu, kalau ambil wudhu, kaki langsung naik ke wastafel, kayak atlet senam. Sekarang?Ngangkat kaki setinggi keran […]

  • ABPEDNAS Banyuasin Undang Bupati di Acara Pelantikan Pengurus  

    ABPEDNAS Banyuasin Undang Bupati di Acara Pelantikan Pengurus  

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.585
    • 0Komentar

    ABPEDNAS (Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional) Pusat ternyata terus bergulir dan semakin berkembang di daerah-daerah salah satunya hari ini ABPEDNAS Banyuasin yang beraudiensi dengan Bupati Banyuasin H. Askolani SH, MH, diruang kerja Bupati Banyuasin, Jalan Sekojo Kompleks Perkantoran Pemerintah Banyuasin. Wahono.ST Ketua DPC ABPEDNAS Banyuasin mengatakan audience ini bertuah selain silahturahmi juga meminta agar Bupati Banyuasin dapat berkenan […]

expand_less
WordPress Archive Gamezone | Video Gaming Blog & Esports Store WordPress Theme Gamger – Gaming Gear WooCommerce Theme GamiPress Admin Emails GamiPress Anniversaries GamiPress Badgr GamiPress Birthdays GamiPress BuddyBoss Notifications GamiPress BuddyPress Notifications GamiPress Conditional Emails GamiPress Conditional Notifications