Kamis, 13 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Partisipasi Generasi Milenial dalam Mengawasi Tahapan Pemilu

Partisipasi Generasi Milenial dalam Mengawasi Tahapan Pemilu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 7 Mei 2023
  • visibility 2.204
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

PEMILU adalah cara untuk mempraktekkan sistem demokrasi dan mempraktekkan sila keempat Pancasila dan Pasal 1 (2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemilihan orang untuk menjadi wakilnya di lembaga Eksekutif dan Legislatif di tingkat nasional dan daerah dilakukan melalui pemilihan umum. Pemilu telah dilaksanakan sejak tahun 1955 sampai yang terakhir kali yaitu tahun 2019.

Salah satu Faktor utama dalam berlangsungnya kegiatan pemilu berasal dari seberapa besar keterlibatan partisipasi masyarakat di dalam nya. Ini adalah tanda perubahan dan kemajuan yang luar biasa ketika berbagai aplikasi untuk semua pola digitalisasi muncul. Sistem informasi digital untuk keperluan kepemiluan masih terus ditambah oleh penyelenggara pemilu. Untuk menghasilkan pemilu yang kredibel, hal ini dimaksudkan. Generasi muda tidak diragukan lagi memenuhi syarat untuk melakukan tugas pengawasan partisipatif karena mereka terbiasa dengan perkembangan teknologi informasi saat ini. Peningkatan partisipasi masyarakat diperlukan untuk menjaga pesta demokrasi ini selama lima tahun ke depan, terutama di kalangan anak muda.

Banyak aspek di tahap awal pemilu yang krusial untuk diperhatikan. Ketika data pemilih sedang diperbarui, misalnya. Pengawas sekarang harus berhati-hati untuk memastikan bahwa nama orang yang memenuhi kriteria untuk memilih terdaftar sebagai pemilih. Tahap nominasi adalah tahap berikutnya, di mana supervisor diharuskan memastikan bahwa profil kandidat yang mencalonkan diri sudah sesuai. Selanjutnya adalah fase kampanye, di mana materi kampanye peserta pemilu membutuhkan pengawasan publik secara langsung. Tahap akhir yang akan menentukan hasil dikenal dengan pemungutan suara, penghitungan, dan rekapitulasi suara. Mengingat banyaknya TPS di Indonesia, penting bagi anak muda untuk mencoblos sekaligus menjadi pengawas pemilu. Jika laporan dari masyarakat umum atau hasil dari pengawasan partisipatif diterima pada tahap manapun, Bawaslu akan menanggapinya sesuai dengan ketentuan hukum yang relevan.

Namun, tidak mudah untuk membuat gerakan sambil terlibat dalam pengawasan partisipatif dengan kaum muda. Masalah terkait pemilu umumnya tidak menarik minat anak muda. Pemuda sebenarnya tidak tertarik karena politik masih memiliki kualitas yang buruk dan tidak cukup banyak pemuda di pemerintahan. Dengan dimulainya Gerakan Pengawasan Pemilu Partisipatif dan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif sebagai salah satu cara untuk melibatkan generasi muda dalam pengawasan pemilu, Bawaslu sebagai lembaga yang memiliki mandat pengawasan telah mencapai terobosan yang memungkinkan lebih banyak pihak memahami tanggung jawab, prinsip, dan fungsi pengawasan pemilu ke depan, yang akan berdampak pada peningkatan jumlah pemilih yang terlibat aktif dalam proses pemilu.

Bagi anak muda, bukanlah keputusan yang bijaksana untuk hanya mengandalkan fungsi dan efektivitas lembaga negara (KPU dan Bawaslu) sambil pasif menyaksikan bagaimana proses pemilu 2024 berjalan. Waktunya telah tiba bagi kaum muda untuk mulai mengubah gerakan moral menjadi gerakan sosial.

Perorangan warga, organisasi kemasyarakatan pemuda, kelompok sosial, bahkan kelompok korporasi hanyalah beberapa contoh dari divisi kepemudaan yang harus berkolaborasi dan bekerja sama mengawal proses pemilu 2024 selain sekadar hadir untuk mencoblos di TPS nanti.

Namun, mereka juga ikut memantau proses pemilu dengan bekerja sebagai relawan untuk organisasi seperti Koalisi Independen Pemantau Pemilu (KIPP) dan kelompok pemantau pemilu.

Kaum muda dapat berpartisipasi dalam proses pemilu dengan membuat keputusan berdasarkan informasi dengan menyadari topik yang dipertaruhkan dalam pemilu dan hak mereka untuk memilih. Pemuda dapat berperan sebagai penyelenggara pemilu di tingkat daerah, desa, dan kelurahan, seperti halnya pada poin kedua. Ketiga, mencalonkan diri. Dari pusat hingga provinsi, anak muda bisa langsung berkontribusi dengan mencalonkan diri. Melalui ini, kaum muda akan memiliki kesempatan untuk mempengaruhi politik dan memajukan tujuan-tujuan penting. Keempat, bergabung dengan tim pemenangan bagi calon yang mencalonkan diri untuk jabatan legislatif atau eksekutif. Dengan bergabung dalam tim pemenangan, generasi muda akan belajar tentang dinamika politik dan elektoral, yang nantinya akan berguna bagi proses pembangunan demokrasi.[***]

 

Penulis: Intan Sri Rahayu

Mahasiswa FISIP UIN Raden Fatah

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Gangguan Keamanan Jelang Lebaran, 3.578 Personil Gabungan Disebar 

    Antisipasi Gangguan Keamanan Jelang Lebaran, 3.578 Personil Gabungan Disebar 

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 600
    • 0Komentar

    GUNA memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hendak  bepergian saat liburan panjang dalam rangka   hari raya  Idul Fitri 1443 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumse) bersama dengan  TNI/ Polri  menyiapkan 3.578 personil gabungan yang akan bertugas pada Operasi Ketupat Musi 2022. Saat bertindak selaku inspektur upacara (Irup) pada apel gelar pasukan kesiapan Operasi  Ketupat Musi […]

  • Selesaikan Perbaikan Jalintim Sumsel, PT Brantas Abipraya Kebut Pengerjaan

    Selesaikan Perbaikan Jalintim Sumsel, PT Brantas Abipraya Kebut Pengerjaan

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.147
    • 0Komentar

    PT BRANTAS ABIPRAYA terus kebut menyelesaikan proyek Preservasi Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) supaya cepat selesai. Adapun pekerjaan ini dilaksanakan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebagai inovasi peningkatan kualitas layanan jalan nasional. Bersinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya lainnya, proyek ini diimplementasikan melalui PT Jalintim […]

  • Investasi Penggerak Ekonomi, Jajaran Polri Harus Kawal Investasi

    Investasi Penggerak Ekonomi, Jajaran Polri Harus Kawal Investasi

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 593
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo mengatakan, bahwa motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional adalah investasi. Oleh karena itu, diminta agar jajaran Polri turut mengawal investasi hingga bisa menetas dan direalisasikan. “Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu hanya mempengaruhi kurang lebih 18 sampai 15 persen dari pertumbuhan ekonomi yang kita miliki. Jangan keliru. Artinya apa? 85 persen perputaran […]

  • Pelantikan Amphuri Sumbagsel, Kemenag Sumsel Bilang Begini Soal Haji & Umroh

    Pelantikan Amphuri Sumbagsel, Kemenag Sumsel Bilang Begini Soal Haji & Umroh

    • calendar_month Selasa, 15 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.820
    • 0Komentar

    PELANTIKAN Dewan Pengurus Daerah (DPD) Amphuri Sumbagsel periode 2020-2024 dilaksanakan di Rumah Makan Sri Melayu, Senin (14/12/2020). Sebagai perpanjangan tangan untuk urusan konekting ke Kementrian Agama, dan  mengedepankan kepentingan jamaah. Amphuri yang menaungi asosiasi trevel haji dan umroh yang sudah punya izin. Ketua Umum DPP Amphuri H Firman M Nur mengatakan, organisasi Amphuri ini memiliki […]

  • BMKG Gunakan Skema Teknis Tekan Hujan Ekstrem

    BMKG Gunakan Skema Teknis Tekan Hujan Ekstrem

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggunakan skema teknis berbasis data dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan lonjakan hujan ekstrem yang berpotensi memicu banjir di Jakarta dan wilayah sekitarnya. Pendekatan ini dirancang untuk dilakukan pada periode puncak musim hujan ketika intensitas curah hujan meningkat dan risiko bencana hidrometeorologi berada pada level tinggi. BMKG menjalankan OMC […]

  • Wah.. panen udang bersama Wapres di Kebumen

    Wah.. panen udang bersama Wapres di Kebumen

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.438
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kebumen, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan panen udang vannamei di lokasi Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, Senin (26/6/2023). Keberhasilan tambak modern terbesar di Indonesia ini diharapkan menjadi pendorong peningkatan produktivitas budidaya udang nasional.”Kegiatan panen udang hari ini saya kira menjadi […]

expand_less
WordPress Archive Grand Portfolio | Portfolio WordPress Grand Portfolio WordPress Grand Restaurant Cafe WordPress Theme Grand Wedding WordPress Grandium – Hotel Booking WordPress Theme Grandpoza – Construction WordPress Theme Granite – Construction & Building Company Elementor Template Kit Grankare – Senior Care WordPress Theme Granny – Elegant Restaurant & Cafe WordPress Theme Grano – Organic & Food WordPress Theme