Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Sekayu Ramai! Belajar Jepang, Bukan Cuma ‘Konnichiwa’

Sekayu Ramai! Belajar Jepang, Bukan Cuma ‘Konnichiwa’

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • visibility 3.048
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMKAB Muba menggelar pelatihan bahasa Jepang gratis untuk calon peserta magang ke Jepang. Tak cuma belajar “konnichiwa”, mereka disiapkan untuk jadi SDM unggul yang disiapkan mendunia/global.

Bahkan, kalau biasanya belajar bahasa itu buat nembak gebetan beda kota, di Musi Banyuasin (Muba) lain cerita, bro….
Kali ini Pemkab Muba lewat Disnakertrans ngajarin bahasa Jepang bukan buat gaya-gayaan atau nonton anime tanpa subtitle, tapi buat buka jalan masa depan, alias magang ke negeri Sakura, gratis pula!.

Acaranya dibuka Selasa (28/10/2025) di Aula UPT BLK Sekayu. Pemandangan di sana?
Wuih…., semangatnya kayak anak muda yang dapet sinyal cinta balik sebab ada 46 peserta dari berbagai kecamatan tumplek blek, dan wajah-wajah terlihat penuh harapan, dan siap menyelam dalam huruf-huruf Kanji dan kata “ganbatte kudasai”.

“Pak, kalau salah ngomong “ohayo gozaimasu” jadi “ohayo gosongmasu”, gimana tuh?” celetuk salah satu peserta.

“Gak papa, yang penting semangatnya gak gosong,” sahut sang instruktur sambil ngakak..hahahah!.

Tawa itu juga diikuti yang lain terasa pecah. Tapi di balik canda itu, ada makna yang dalam, seperti belajar bahasa asing itu bukan sekadar bisa ngomong, tapi belajar disiplin dan budaya kerja orang Jepang yang terkenal ulet, tepat waktu, dan gak gampang ngeluh, beda-beda  tipis sama dengan  emak-emak yang nunggu minyak goreng diskon.

Wakil Bupati, Kyai Abdur Rohman Husen, dengan wajah sumringah berkata penuh makna.

“Magang ke Jepang ini bukan cuma soal kerja di luar negeri. Ini ikhtiar kita mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan bahasa Jepang yang baik, mereka bukan lagi penonton globalisasi, tapi pemainnya!”

Lah iya, bro…. filosofinya sederhana tapi sangat dalem, sedalam Samudera Indonesia..hehehe!

“Kalau mau panen padi di sawah orang, minimal tau cara menanamnya dulu”

Dan itu yang lagi dipupuk Pemkab Muba, karena jika SDM berkualitas yang ngerti etika kerja dunia Internasional, hasilnya bukan sekadar tenaga kerja, tapi duta kecil Indonesia di Jepang.

Punya visi besar

Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga AP, juga gak kalah semangat.
Katanya, pelatihan ini adalah jalan menuju SDM Muba yang makin melek dunia kerja global.

“Kita gak mau anak-anak Muba cuma jago rebahan di rumah, kita mau mereka punya skill dan pengalaman, apalagi pelatihan bahasa Jepang ini bisa jadi pintu gerbang karier yang luas, jangan di sia-siakan peluang ini,  apalagi gratis, ada makan, akomodasi, dan modul pelatihan. Tinggal niat dan semangat!”.wow enak dimanjakan…

Selama 1,5 bulan pelatihan (28 Oktober–13 Desember 2025), peserta bakal dilatih intensif  dari menyebut “sumimasen” sampai belajar sopan santun ala Jepang, semuanya gratis!
Luar biasa, kan? sebab belajar gratis itu, hasilnya bisa diharapkan jadi “mahal” kalau udah kerja di Jepang.

Hidup itu, kata pepatah, “kalau tak mau basah, jangan main di kolam”.
Oleh karena itu, Muba memilih basah sekalian alias nyebur ke kolam globalisasi dengan cara membekali rakyatnya ilmu yang real, bukan janji-janji manis kayak kupon undian kosong.

Mereka sadar, masa depan bukan soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling siap.
Dan kesiapan itu dimulai dari hal sederhana, yaitu belajar dengan hati, kerja dengan niat, dan ngomong “arigato gozaimasu” dengan logat penuh percaya diri.

Jadi, di dunia kerja, bahasa itu bukan cuma alat komunikasi, tapi jembatan kesuksesan.
Pemkab Muba ngerti betul, kalau mau SDM-nya naik kelas, harus dikasih peta, bukan cuma petuah. Dan peta itu sekarang bernama Pelatihan Bahasa Jepang Gratis.

Dan… buat anak muda Muba, ini bukan sekadar kursus, tapi tiket emas menuju masa depan yang bersinar sebab di negeri yang mataharinya terbit lebih dulu dari kita.

“Belajar bahasa itu ibaratnya menanam pohon bonsai, kecil, sabar, tapi hasilnya bisa bikin dunia terpukau”.

Pemkab Muba kini sedang menanam bonsai-bonsai SDM unggul, yang kelak akan tumbuh indah, tak hanya di Jepang, tapi juga saat mereka pulang membawa ilmu dan pengalaman untuk tanah kelahiran tercinta.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pameran Lukisan Bersama Indonesia-Thailand

    Pameran Lukisan Bersama Indonesia-Thailand

    • calendar_month Minggu, 8 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.454
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Bangkok, Thailand – Pameran Lukisan Bersama Indonesia-Thailand digelar di Galeri Nasional Thailand dengan tema Blossoming Curiosity (04-29/10). Pameran tersebut menghadirkan 10 pelukis ternama di Indonesia dan 10 pelukis ternama di Thailand. Pameran dibuka secara bersama-sama oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand merangkap UNESCAP, Rachmat Budiman, Ketua Parlemen Thailand Y.M. Muhammad Noor Mata, dan […]

  • Sumsel Konsisten Prioritaskan  Pembangunan Pendidikan

    Sumsel Konsisten Prioritaskan  Pembangunan Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 26 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 950
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Provinsi Sumsel konsisten prioritaskan pembangunan pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja oleh sebab itu rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Mei 2018 mendatang, Pemrov. Sumsel mengusung tema guru profesional yang berkarakter. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs. Widodo, M.Pd menambahkan, kegiatan seminar nasional ini merupakan rangkaian hari pendidikan nasional. Untuk tema yang diangkat, mengenai guru […]

  • Bawa Senjata Senpira, Pria Ini Berurusan Dengan Polisi

    Bawa Senjata Senpira, Pria Ini Berurusan Dengan Polisi

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

    PRIA kelahiran Desa Terate diamankan polisi karena membawa senpira laras pendek warna putih crom stenlis plastik berisi dua butir amunisi kaliber 6 MM, tanpa dilengkapi surat resmi.   Deni Pratama (24) yang tercatat berdomiaili di Desa Terusan Menang Sp Padang, ini diamankan saat dirinya mengendarai sepeda motor Yamaha Bison, dan mobil truk bermuatan besi yang di […]

  • Dua hari ini, soal sekolah tatap muka dapat perhatian serius di Muba, maklum covid-19 nya masih jadi ancaman, turun langsung ke sekolah, selain ingatkan 2 hal ini, agar siswa tetap sehat, wali murid ikut diingatkan  juga soal ini

    Dua hari ini, soal sekolah tatap muka dapat perhatian serius di Muba, maklum covid-19 nya masih jadi ancaman, turun langsung ke sekolah, selain ingatkan 2 hal ini, agar siswa tetap sehat, wali murid ikut diingatkan juga soal ini

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.264
    • 0Komentar

    PENILAIAN Akhir Tahun (PAT) Sekolah secara tatap muka di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) telah dimulai sejak Senin (7/6/2021). Di Muba, PAT dilaksanakan sangat mengedepankan protokol kesehatan (prokes).  Pantauan di SMP Negeri 6 Sekayu, Rabu tampak Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba Musni Wijaya SSos MSi […]

  • Harga Naik Pelan, Pemkab Muba Diminta Jangan Ikut Panik

    Harga Naik Pelan, Pemkab Muba Diminta Jangan Ikut Panik

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    SEANDAINYA harga cabai bisa ngomel, mungkin kalimat pertamanya begini “Saya naik bukan karena mau, tapi karena keadaan.”Pasalnya, ketika cabai naik, sering kali yang ikut-ikutan naik bukan cuma harganya, tapi juga emosi, bahkan nyampe dapur hingga grup media sosial emak-emak satu RT. Di tengah situasi itulah, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin ikut rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi […]

  • Kemarin, Bertambah 20 Kasus Sembuh, 14 Positif

    Kemarin, Bertambah 20 Kasus Sembuh, 14 Positif

    • calendar_month Jumat, 25 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 729
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Kamis (24/2/2022) mengkonfirmasi penambahan 20 kasus sembuh dan 14 terkonfirmasi positif. “Ada penambahan 20 kasus sembuh dan 14 terkonfirmasi positif per 24 Februari 2022,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 3157 perempuan usia 54 tahun Sekayu, kasus […]

expand_less
WordPress Archive StudioPress Executive Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Foodie Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Hello Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Infinity Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Kickstart Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Lifestyle Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Magazine Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Mai Lifestyle Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Maker Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Market Pro Genesis WordPress Theme