Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » 5 Bayi Orangutan di India, Ada Jejak Sumatera di Baliknya

5 Bayi Orangutan di India, Ada Jejak Sumatera di Baliknya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Lima bayi orangutan berada ribuan kilometer dari tempat yang seharusnya menjadi rumah mereka. Bukan di hutan Sumatera atau Borneo, kelimanya justru ditemukan di sebuah kawasan hutan di Odisha, India.

Yang membuat kasus ini mengusik bukan hanya jumlahnya.

Kelima orangutan itu masih bayi, dengan perkiraan usia sekitar 1 hingga 1,5 tahun. Mereka ditemukan dalam kondisi sehat di Blok Bhogarai/Udaipur, wilayah Jaleswar, Distrik Balasore, Selasa, 8 September 2026.

Pertanyaan pun muncul, apa yang membawa lima bayi orangutan sampai ke India?Sebab, India bukan wilayah alami satwa tersebut.

Orangutan hanya hidup secara alami di Indonesia dan Malaysia, dengan habitat utama di Pulau Sumatera dan Borneo. Karena itu, kemunculan lima bayi orangutan di Odisha menjadi petunjuk penting yang kini harus ditelusuri lebih jauh.

Dugaan awal mengarah ke Sumatera, dari pengamatan terhadap bentuk tubuh dan ciri morfologinya, kelima satwa tersebut diduga merupakan orangutan Sumatera. Tetapi pemerintah Indonesia belum mau menarik kesimpulan terlalu cepat.

Ada satu pemeriksaan yang masih ditunggu, DNA, hasil pemeriksaan genetik nantinya akan membantu memastikan jenis sekaligus asal-usul kelima orangutan tersebut. Dari sana, gambaran mengenai perjalanan mereka sebelum ditemukan di India diharapkan menjadi lebih jelas.

Masalahnya kemudian melebar, jika benar berasal dari Indonesia, keberadaan lima bayi orangutan di India dapat menjadi indikasi adanya perdagangan atau penyelundupan satwa liar lintas negara. Apalagi yang ditemukan bukan satu individu, melainkan lima bayi sekaligus.

Kementerian Kehutanan langsung mengambil langkah, pemerintah Indonesia membangun komunikasi dengan Management Authority CITES India, Kedutaan Besar India di Jakarta, KBRI New Delhi, BRIN sebagai Scientific Authority, serta Kementerian Pertanian.

Namun targetnya bukan sekadar memastikan kelima satwa tetap hidup dan sehat. Indonesia juga mulai menyiapkan jalan untuk membawa mereka kembali.

Proses itu tentunya tidak sederhana. Ada aturan nasional dan mekanisme internasional yang harus dilewati, termasuk ketentuan CITES. Perlu koordinasi dengan otoritas India menjadi bagian penting sebelum repatriasi bisa dilakukan.

Sementara ini, kelima bayi orangutan masih berada di Nandankanan Zoological Park, Bhubaneswar, India, untuk mendapatkan perawatan.

Jika nantinya berhasil dipulangkan, mereka juga belum bisa langsung kembali ke hutan.

Kondisi masing-masing satwa harus diperiksa. Karantina, pemeriksaan kesehatan, identifikasi genetik dan asesmen perilaku menjadi bagian dari proses berikutnya. Setelah itu barulah rehabilitasi dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Sejumlah lembaga konservasi pun sudah menyatakan kesiapan membantu, di antaranya Yayasan Ekosistem Leuser (YEL), Jaringan Satwa Indonesia (JSI), Center for Orangutan Protection (COP), dan Forum Orangutan Indonesia (FORINA).

Mereka dapat mendukung penanganan kelima satwa sejak proses repatriasi hingga rehabilitasi di Indonesia.

Tetapi ada persoalan yang lebih besar daripada sekadar memulangkan lima bayi orangutan. Jejak perjalanan mereka masih menjadi tanda tanya.

Pemerintah Indonesia memastikan kasus ini terus dikawal. Penelusuran asal-usul satwa juga penting untuk membuka kemungkinan adanya jaringan perdagangan ilegal yang membuat orangutan Indonesia bisa menyeberangi batas negara.

Kasus ini sekaligus memperlihatkan betapa panjangnya perjalanan sebuah satwa sebelum akhirnya ditemukan jauh dari habitat aslinya.

Lima bayi orangutan itu kini berada dalam penanganan otoritas India. Indonesia bersiap membawa mereka pulang. Tetapi sebelum cerita itu berakhir, masih ada satu pertanyaan yang belum terjawab, siapa yang membawa mereka hingga akhirnya ditemukan di India? (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keamanan Perlu Ditingkatkan, Pemanfaatan Uang Elektronik Terus Meningkat

    Keamanan Perlu Ditingkatkan, Pemanfaatan Uang Elektronik Terus Meningkat

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.342
    • 0Komentar

    BERDASARKAN data Bank Indonesia sejak tahun 2009 penggunaan uang elektronik terus mengalami pertumbuhan sehingga keamanannya perlu ditingkatkan. Hal ini tercatat pada bulan Februari 2022, nilai transaksi uang elektronik tumbuh 41,35% secara tahunan, mencapai Rp27,1 triliun dan diprediksi masih akan terus mengalami peningkatan. Oleh karena itu, penyedia jasa uang elektroknik, termasuk LinkAja Syariah dapat terus meningkatkan […]

  • Pakar Formulasi Nutrikosmetik & Penulis Mikrobioma Bergabung dengan Dewan Penasihat Medis Codex Labs

    Pakar Formulasi Nutrikosmetik & Penulis Mikrobioma Bergabung dengan Dewan Penasihat Medis Codex Labs

    • calendar_month Selasa, 23 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    San Jose, CA,  (GLOBE NEWSWIRE) — Codex Labs, perusahaan bio-skintech Silicon Valley, dan Paula Simpson, perumus nutrikosmetik, penulis, dan pakar mikrobiom, baru-baru ini mengumumkan penambahan Paula ke penasihat medis Codex Labs papan. “Saat kami menggali lebih dalam solusi kesehatan integratif kulit-usus-otak, kami sangat senang menemukan mitra yang ahli dalam nutrisi fungsional dan klinis, serta formulasi […]

  • Ada Upaya Pengambil Alihan Kekuasaan, DPC Demokrat Muara Enim Minta Perlindungan

    Ada Upaya Pengambil Alihan Kekuasaan, DPC Demokrat Muara Enim Minta Perlindungan

    • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 0Komentar

    DEWAN Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Muara Enim minta perlindungan Kapolres Muara Enim. Karena ada upaya pengambilalihan kekuasaan partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sah secara hukum di Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham). Sekitar pukul 14.00 WIB, pengurus DPC Partai Demokrat Muara Enim dipimpin langsung oleh Ketua DPC Partai Demokrat Muara Enim […]

  • Vaksinasi Lansia Terus Didorong (Kedatangan Vaksin COVID-19 Tahap 82)

    Vaksinasi Lansia Terus Didorong (Kedatangan Vaksin COVID-19 Tahap 82)

    • calendar_month Minggu, 3 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 806
    • 0Komentar

    INDONESIA menerima kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke-82: pada 1 Oktober 2021, yakni sebanyak 705.300 dosis vaksin AstraZeneca. Dengan ini total kedatangan vaksin (jadi dan bahan baku) di Indonesia mencapai 275.559.850 dosis. Pemerintah terus berupaya menggencarkan vaksinasi lansia: dengan menargetkan sebanyak 21.553.218 orang penerima vaksin. Namun per 30 September diketahui baru sekitar 30% warga lansia mendapatkan […]

  • Siti Fadilah Berharap Political Will Presiden Jokowi Lanjutkan Fase 3 Vaknus Terawan

    Siti Fadilah Berharap Political Will Presiden Jokowi Lanjutkan Fase 3 Vaknus Terawan

    • calendar_month Senin, 21 Jun 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 893
    • 0Komentar

    UJI Coba klinis fase 2 denditrik sel vaksin nusantara karya dr. Terawan Agus Putranto telah selesai, dengan hasil tanpa efek yang berbahaya. Untuk itu mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah meminta political will Presiden Jokowi untuk mengijinkan uji klinis berlanjut segera ke tahap fase 3. Hal ini disampaikannya kepada pers Minggu (20/6) karena vaksin nusantara sangat […]

  • Dukung PON Papua Agar Sukses, TNI AL Vaksinasi Pelajar Jayapura

    Dukung PON Papua Agar Sukses, TNI AL Vaksinasi Pelajar Jayapura

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 507
    • 0Komentar

    TNI ANGKATAN Laut (TNI AL) melalui Satuan Tugas (Satgas) Papua menggelar vaksinasi bagi para pelajar di wilayah Jayapura dan masyarakat sekitar sekaligus memberikan wisata edukasi maritim di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr. Soeharso-990 bertempat di Pelabuhan Jayapura, Senin (13/9/2021). Dalam keterangan tertulis Dispenal, disebutkan kehadiran KRI dr. Soeharso-990 pada vaksinasi di wilayah Papua ini […]

expand_less
WordPress Archive Themify Builder Pointers Themify Builder Pricing Table Themify Builder Pro Themify Builder Progress Bar Themify Builder Slider Pro Themify Builder Slideshow Themify Builder Tiles Addon Themify Builder Timeline Addon Themify Builder Typewriter Addon Themify Builder WooCommerce Addon