Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » KHDPK 2026-2035, 160 Ribu Hektare Lahan Kritis Jadi Tantangan, 1.800 Usulan Perhutanan Sosial Masuk

KHDPK 2026-2035, 160 Ribu Hektare Lahan Kritis Jadi Tantangan, 1.800 Usulan Perhutanan Sosial Masuk

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 16 menit yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Pengelolaan hutan di Pulau Jawa dan Madura memasuki fase baru. Pemerintah menyiapkan arah pengelolaan Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) untuk periode 2026-2035, dengan tantangan yang tidak kecil, mulai dari pemulihan lahan kritis hingga memperluas akses masyarakat terhadap kawasan hutan.

Salah satu persoalan terbesar terlihat dari kondisi areal yang membutuhkan rehabilitasi. Kementerian Kehutanan mencatat sekitar 176.932 hektare kawasan KHDPK masuk dalam area rehabilitasi hutan. Dari jumlah tersebut, sekitar 160.074 hektare teridentifikasi sebagai lahan kritis yang membutuhkan penanganan.

Angka itu menggambarkan pengelolaan KHDPK tidak sekadar berkaitan dengan pembagian ruang atau pemanfaatan kawasan. Bahkan, pemulihan fungsi hutan dan daerah aliran sungai menjadi pekerjaan penting dalam rencana pengelolaan hingga 2035.

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan, Dyah Murtiningsih, mengatakan rehabilitasi di kawasan KHDPK perlu ditempatkan dalam kerangka pengelolaan daerah aliran sungai. Artinya, pemulihan tidak cukup dilakukan berdasarkan batas administrasi, tetapi harus melihat hubungan ekologis dalam satu hamparan DAS.

Kelompok masyarakat juga akan memiliki peran penting dalam proses tersebut, terutama mereka yang telah mendapatkan akses melalui program perhutanan sosial.

Ribuan Usulan Perhutanan Sosial Masuk

Disamping itu bagian lainnya, kebutuhan masyarakat terhadap akses pengelolaan hutan juga terlihat dari banyaknya usulan perhutanan sosial.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial, Catur Endah Prasetiani, menyebut sekitar 1.800 usulan perhutanan sosial telah masuk pada kawasan KHDPK. Jumlah tersebut disebut sudah mendekati alokasi luasan yang diarahkan pemerintah.

Program ini diarahkan untuk memperkuat pengelolaan hutan hingga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Skema yang sebelumnya berjalan, seperti Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) dan Izin Pengelolaan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS), akan bertransformasi menjadi skema Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, atau Hutan Tanaman Rakyat sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, KHDPK tidak hanya berbicara mengenai siapa yang mengelola hutan, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan ruang pengelolaan yang lebih jelas dan memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan fungsi ekologis kawasan.

Bukan Lahan Kosong

Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Mahfudz menambahkan hutan di Pulau Jawa tidak bisa dipandang sebagai lahan kosong. Di dalam dan sekitar kawasan tersebut terdapat masyarakat dengan kebutuhan ekonomi serta kehidupan yang telah berlangsung lama.

Oleh sebab itu, Rencana Pengelolaan Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (RPKHDPK) 2026–2035 disiapkan sebagai peta jalan pengelolaan selama satu dekade. Dokumen tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan rencana tahunan hingga tingkat tapak.

Pemerintah juga menempatkan lima agenda utama secara bersamaan, yakni kepastian penataan kawasan, pemberdayaan masyarakat, perlindungan dan rehabilitasi ekosistem, pemanfaatan hasil hutan serta jasa lingkungan, dan penguatan data serta pengawasan.

Pendekatan tersebut menjelaskan pengelolaan KHDPK diarahkan untuk mencari titik temu antara kebutuhan pembangunan, ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Jasa Lingkungan Jadi Bagian Penting

Pemanfaatan kawasan juga tidak hanya berbicara mengenai hasil hutan kayu. Sekitar 22 persen dari total luas areal KHDPK diarahkan untuk pemanfaatan jasa lingkungan.

Ruang tersebut mencakup pemanfaatan air dan wisata alam, hingga kegiatan perlindungan dan pemulihan lingkungan, termasuk penyerapan serta penyimpanan karbon.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Laksmi Wijayanti menjelaskan pemanfaatan jasa lingkungan tetap harus memperhatikan kondisi geografis kawasan. Lokasi dengan akses dan infrastruktur terbatas membutuhkan dukungan investasi yang cukup besar.

Pengembangan jasa lingkungan juga perlu berjalan sejalan dengan kebijakan tata ruang daerah dan pendekatan berbasis ekosistem.

Perhutani Juga Mengubah Arah

Perubahan tata kelola KHDPK turut menyentuh posisi Perum Perhutani.

Direktur Utama Perum Perhutani Tio Handoko menerangkan perusahaan akan menjadi bagian dari upaya penyelesaian persoalan pengelolaan hutan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Arah transformasi tersebut tidak lagi menempatkan eksploitasi hutan sebagai ukuran utama. Keberlanjutan dan kemampuan hutan dalam menjalankan fungsi perlindungan justru menjadi bagian penting dari misi pengelolaan.

Sementara itu, penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan non-kehutanan tetap memiliki batas. Hutan produksi dapat digunakan secara bersyarat, sedangkan hutan lindung memiliki pembatasan yang jauh lebih ketat. Hutan konservasi tidak masuk dalam mekanisme tersebut.

Menuju Tata Kelola Hutan Jawa 10 Tahun ke Depan

RPKHDPK 2026–2035 nantinya diarahkan menjadi acuan bersama bagi berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan KHDPK, mulai dari pemerintah, Perum Perhutani, pemegang persetujuan perhutanan sosial hingga pemanfaat jasa lingkungan.

Selama masa transisi kelembagaan, pemerintah juga menyiapkan Pusat Pengelolaan Ekosistem Hutan (PUSPEH) di masing-masing provinsi di Pulau Jawa. Lembaga tersebut akan membantu mengoordinasikan unit pelaksana teknis Kementerian Kehutanan di daerah.

Tantangannya tak hanya menyusun dokumen saja. Setelah arah pengelolaan ditetapkan, pekerjaan yang jauh lebih besar berada di tingkat pelaksanaan, memulihkan lahan kritis, menjaga fungsi ekologis, membuka ruang usaha masyarakat, memastikan pemanfaatan hutan tidak mengorbankan keberlanjutan.

Dengan horizon hingga 2035, keberhasilan KHDPK pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan pengelola kawasan untuk menjalankan satu arah pengelolaan secara konsisten. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arungi Liga 3, Menurut Pembina MU, 1 Hal Ini Yang Perlu Mendapat Perhatian Manajer

    Arungi Liga 3, Menurut Pembina MU, 1 Hal Ini Yang Perlu Mendapat Perhatian Manajer

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 851
    • 0Komentar

    “Saya tidak biasa urusi Liga 2. Yang saya mau Liga 3 ini bisa manjadi langkah baik lokal maupun nasional, pemain lain melalui pembinaan. Di Liga 3 pemain, dibina, digenjot, tidak bisa langsung jadi,”

  • Porprov XV & Peparprov V, Ajang Balapan Atlet Sumsel

    Porprov XV & Peparprov V, Ajang Balapan Atlet Sumsel

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 769
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Jangan anggap enteng! Muba bukan cuma siap jadi tuan rumah, tapi juga siap jadi sorotan utama dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV dan Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) V Sumatera Selatan yang bakal digelar pada Oktober November 2025. Pemkab Muba melalui Dispopar udah on fire nih, mempersiapkan segalanya demi membuktikan kalau daerah ini lebih […]

  • Bupati OKI Sampaikan LKPJ Secara Virtual, Ini Capaian Kinerja

    Bupati OKI Sampaikan LKPJ Secara Virtual, Ini Capaian Kinerja

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE  menyampaikan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Akhir Tahun 2019 pada  Rapat paripurna DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir, Senin (27/4/2020).   RAPAT tersebut digelar secara virtual lewat video conference sebagai bentuk penerapan physical distancing di tengah pandemi virus korona ini. Ketua DPRD OKI, Abdiyanto Fikri bersama wakil ketua […]

  • 125 Satwa Dilindungi Disita, Pelaku di Amankan

    125 Satwa Dilindungi Disita, Pelaku di Amankan

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

    TIM Operasi Pengamanan Peredaran Satwa Dilindungi Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra bersama Polresta Surakarta menyita barang bukti berupa 125 satwa dilindungi dan mengamankan tersangka berinisial YAS (22), pada 27 Maret 2021 di Desa Karangasem, RT/RW 01/01, Laweyan Surakarta. Saat ini Tim Penyidik Balai Gakkum KLHK Jabalnusra masih memeriksa pelaku dan barang bukti yang diamankan sementara di […]

  • Cegah Karhutla, Ingatkan Direksi PTPN VII

    Cegah Karhutla, Ingatkan Direksi PTPN VII

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.107
    • 0Komentar

    TAK mau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terulang tahun ini, Gubernur Sumsel H.Herman Deru mewanti-wanti jajaran Direksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII untuk  segera melakukan antisipasi sedini mungkin. Pernyataan itu disampaikannya saat jajaran Direksi PTPN VII yang baru, datang bersilaturahmi ke ruang kerjanya. ” Terima kasih betul atas atensinya terhadap Karhutla. Seharusnya ini tidak […]

  • Drag Race dan Drag Bike Gubernur Championship, Kenalkan Kendaraan EBT

    Drag Race dan Drag Bike Gubernur Championship, Kenalkan Kendaraan EBT

    • calendar_month Minggu, 16 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.544
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Kejuaraan Drag Race dan Drag Bike Gubernur Championship yang digelar di Jakabaring Sport City (JSC) bermanfaat untuk mengkampanyekan penggunaan kendaraan berbahan bakar Energi Baru Terbarukan (EBT) atau energi listrik. Dimana kejuaraan yang diprakarsai oleh Forum Silahturahmi Pemuda Sumatera Selatan (FSPSS) dan PT PLN tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru. Menurutnya digelarnya kejuaraan tersebut […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce File Approval WooCommerce First Order Discount WooCommerce Flash Sales – Increase Black Friday & Cyber Monday Sales WooCommerce Flash Sales Pro – Countdown Timer & Banners WooCommerce Flat Rate Box Shipping WooCommerce Floating Cart WooCommerce Follow-Up Emails WooCommerce Food Labels WooCommerce Food – Restaurant Menu & Food ordering WooCommerce for LatePoint (Payments Addon)