Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » KHDPK 2026-2035, 160 Ribu Hektare Lahan Kritis Jadi Tantangan, 1.800 Usulan Perhutanan Sosial Masuk

KHDPK 2026-2035, 160 Ribu Hektare Lahan Kritis Jadi Tantangan, 1.800 Usulan Perhutanan Sosial Masuk

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Pengelolaan hutan di Pulau Jawa dan Madura memasuki fase baru. Pemerintah menyiapkan arah pengelolaan Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) untuk periode 2026-2035, dengan tantangan yang tidak kecil, mulai dari pemulihan lahan kritis hingga memperluas akses masyarakat terhadap kawasan hutan.

Salah satu persoalan terbesar terlihat dari kondisi areal yang membutuhkan rehabilitasi. Kementerian Kehutanan mencatat sekitar 176.932 hektare kawasan KHDPK masuk dalam area rehabilitasi hutan. Dari jumlah tersebut, sekitar 160.074 hektare teridentifikasi sebagai lahan kritis yang membutuhkan penanganan.

Angka itu menggambarkan pengelolaan KHDPK tidak sekadar berkaitan dengan pembagian ruang atau pemanfaatan kawasan. Bahkan, pemulihan fungsi hutan dan daerah aliran sungai menjadi pekerjaan penting dalam rencana pengelolaan hingga 2035.

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan, Dyah Murtiningsih, mengatakan rehabilitasi di kawasan KHDPK perlu ditempatkan dalam kerangka pengelolaan daerah aliran sungai. Artinya, pemulihan tidak cukup dilakukan berdasarkan batas administrasi, tetapi harus melihat hubungan ekologis dalam satu hamparan DAS.

Kelompok masyarakat juga akan memiliki peran penting dalam proses tersebut, terutama mereka yang telah mendapatkan akses melalui program perhutanan sosial.

Ribuan Usulan Perhutanan Sosial Masuk

Disamping itu bagian lainnya, kebutuhan masyarakat terhadap akses pengelolaan hutan juga terlihat dari banyaknya usulan perhutanan sosial.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial, Catur Endah Prasetiani, menyebut sekitar 1.800 usulan perhutanan sosial telah masuk pada kawasan KHDPK. Jumlah tersebut disebut sudah mendekati alokasi luasan yang diarahkan pemerintah.

Program ini diarahkan untuk memperkuat pengelolaan hutan hingga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Skema yang sebelumnya berjalan, seperti Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) dan Izin Pengelolaan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS), akan bertransformasi menjadi skema Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, atau Hutan Tanaman Rakyat sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, KHDPK tidak hanya berbicara mengenai siapa yang mengelola hutan, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan ruang pengelolaan yang lebih jelas dan memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan fungsi ekologis kawasan.

Bukan Lahan Kosong

Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Mahfudz menambahkan hutan di Pulau Jawa tidak bisa dipandang sebagai lahan kosong. Di dalam dan sekitar kawasan tersebut terdapat masyarakat dengan kebutuhan ekonomi serta kehidupan yang telah berlangsung lama.

Oleh sebab itu, Rencana Pengelolaan Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (RPKHDPK) 2026–2035 disiapkan sebagai peta jalan pengelolaan selama satu dekade. Dokumen tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan rencana tahunan hingga tingkat tapak.

Pemerintah juga menempatkan lima agenda utama secara bersamaan, yakni kepastian penataan kawasan, pemberdayaan masyarakat, perlindungan dan rehabilitasi ekosistem, pemanfaatan hasil hutan serta jasa lingkungan, dan penguatan data serta pengawasan.

Pendekatan tersebut menjelaskan pengelolaan KHDPK diarahkan untuk mencari titik temu antara kebutuhan pembangunan, ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Jasa Lingkungan Jadi Bagian Penting

Pemanfaatan kawasan juga tidak hanya berbicara mengenai hasil hutan kayu. Sekitar 22 persen dari total luas areal KHDPK diarahkan untuk pemanfaatan jasa lingkungan.

Ruang tersebut mencakup pemanfaatan air dan wisata alam, hingga kegiatan perlindungan dan pemulihan lingkungan, termasuk penyerapan serta penyimpanan karbon.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Laksmi Wijayanti menjelaskan pemanfaatan jasa lingkungan tetap harus memperhatikan kondisi geografis kawasan. Lokasi dengan akses dan infrastruktur terbatas membutuhkan dukungan investasi yang cukup besar.

Pengembangan jasa lingkungan juga perlu berjalan sejalan dengan kebijakan tata ruang daerah dan pendekatan berbasis ekosistem.

Perhutani Juga Mengubah Arah

Perubahan tata kelola KHDPK turut menyentuh posisi Perum Perhutani.

Direktur Utama Perum Perhutani Tio Handoko menerangkan perusahaan akan menjadi bagian dari upaya penyelesaian persoalan pengelolaan hutan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Arah transformasi tersebut tidak lagi menempatkan eksploitasi hutan sebagai ukuran utama. Keberlanjutan dan kemampuan hutan dalam menjalankan fungsi perlindungan justru menjadi bagian penting dari misi pengelolaan.

Sementara itu, penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan non-kehutanan tetap memiliki batas. Hutan produksi dapat digunakan secara bersyarat, sedangkan hutan lindung memiliki pembatasan yang jauh lebih ketat. Hutan konservasi tidak masuk dalam mekanisme tersebut.

Menuju Tata Kelola Hutan Jawa 10 Tahun ke Depan

RPKHDPK 2026–2035 nantinya diarahkan menjadi acuan bersama bagi berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan KHDPK, mulai dari pemerintah, Perum Perhutani, pemegang persetujuan perhutanan sosial hingga pemanfaat jasa lingkungan.

Selama masa transisi kelembagaan, pemerintah juga menyiapkan Pusat Pengelolaan Ekosistem Hutan (PUSPEH) di masing-masing provinsi di Pulau Jawa. Lembaga tersebut akan membantu mengoordinasikan unit pelaksana teknis Kementerian Kehutanan di daerah.

Tantangannya tak hanya menyusun dokumen saja. Setelah arah pengelolaan ditetapkan, pekerjaan yang jauh lebih besar berada di tingkat pelaksanaan, memulihkan lahan kritis, menjaga fungsi ekologis, membuka ruang usaha masyarakat, memastikan pemanfaatan hutan tidak mengorbankan keberlanjutan.

Dengan horizon hingga 2035, keberhasilan KHDPK pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan pengelola kawasan untuk menjalankan satu arah pengelolaan secara konsisten. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersama Putrinya Gubernur Bagikan Beras Bagi Masyarakat Terdampak Covid

    Bersama Putrinya Gubernur Bagikan Beras Bagi Masyarakat Terdampak Covid

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 671
    • 0Komentar

    BERSAMA kedua putrinya, Hj. Samantha Tivany HD dan Ratu Tenny Leriva HD, Gubernur Sumsel H. Herman Deru (HD) mendistribusikan beras bantuan bagi warga terdampak Covid 19 di Lorong Batu Karang, Kecamatan Bukit Kecil, Sabtu petang. Bantuan beras ini diberikan Gubernur kepada sekitar 400 kepala keluarga (KK) lebih di kawasan tersebut melalui Ketua Umum Forum Amal […]

  • Kementan RI Setujui Sumsel Jadi Provinsi Mandiri Benih, Siapkah ?

    Kementan RI Setujui Sumsel Jadi Provinsi Mandiri Benih, Siapkah ?

    • calendar_month Selasa, 9 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.699
    • 0Komentar

    TEKAD Pemerintah Provinsi Sumsel menjadikan Provinsi ini sebagai salah satu provinsi  mandiri benih  di Indonesia mendapat angin segar. Bagaimana tidak, keinginannya itu langsung direspon positif oleh Kepala Badan Penyuluh Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI Prof Ir. Dedi Nursyamsi, M. Agr. Hal itu terungkap saat Gubernur Sumsel H Herman Deru menerima kunjungan Kepala […]

  • Terkait Rencana Revitalisasi Instalasi Nuklir Milik BRIN, Ini Dilakukan IAEA

    Terkait Rencana Revitalisasi Instalasi Nuklir Milik BRIN, Ini Dilakukan IAEA

    • calendar_month Jumat, 14 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 578
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Tangerang Selatan – Tenaga ahli International Atomic Energy Agency (IAEA) berkunjung ke Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie Serpong, Tangerang Selatan pada 10 hingga 11 Oktober 2022. Kunjungan merupakan bagian dari IAEA Peer Review Mission Research Reactors and Waste Management Facility terkait rencana […]

  • PS OKI Masuk Semifinal, Ayo, Warga OKI Dukung, Yuk !!

    PS OKI Masuk Semifinal, Ayo, Warga OKI Dukung, Yuk !!

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 953
    • 0Komentar

    TURNAMEN Piala Soeratin U-15 Asprov PSSI Sumsel tahun 2019 kini telah memasuki babak empat besar atau semifinal. PS OKI yang bertindak selaku tuan rumah ikut lolos bersama tiga tim lainnya yakni Persila Lahat, PS Jhalta Soccer dan Tunas Sriwijaya asal Palembang. Babak semifinal ini akan digelar hari ini, Rabu (30/10) siang di Stadion Mini Kayuagung. […]

  • Laporan Bermasalah,  Pemerintah Rapikan Data Kematian, Tingkatkan Akurasi Asesmen Level PPKM

    Laporan Bermasalah, Pemerintah Rapikan Data Kematian, Tingkatkan Akurasi Asesmen Level PPKM

    • calendar_month Kamis, 12 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 668
    • 0Komentar

    JURU Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Jodi Mahardi, menjelaskan perihal tak dimasukkannya angka kematian dalam asesmen level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Bukan dihapus, hanya tidak dipakai sementara waktu karena ditemukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang, sehingga menimbulkan distorsi atau bias dalam penilaian,” […]

  • Pasien Positif Covid-19  di Sumsel Bertambah Jadi 5 Orang

    Pasien Positif Covid-19  di Sumsel Bertambah Jadi 5 Orang

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 751
    • 0Komentar

    JURU bicara (Jubir) Pemerintah Pusat untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyebutkan jumlah pasien positif virus Corona di Sumsel melonjak menjadi lima orang. “Provinsi Sumsel ada tambahan dua pasien yang positif virus Corona. Dua tambahan ini berasal dari Kabupaten OKI (kasus import) dan Prabumulih (transmisi lokal),” ungkap Juru Bicara Covid-19 Sumsel, Yuwono, Selasa (31/3/2020). Untuk diketahui, […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce File Approval WooCommerce First Order Discount WooCommerce Flash Sales – Increase Black Friday & Cyber Monday Sales WooCommerce Flash Sales Pro – Countdown Timer & Banners WooCommerce Flat Rate Box Shipping WooCommerce Floating Cart WooCommerce Follow-Up Emails WooCommerce Food Labels WooCommerce Food – Restaurant Menu & Food ordering WooCommerce for LatePoint (Payments Addon)