Rekening Warga Bakal Disiapkan, Data Dukcapil Dipadankan hingga QRIS
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 18 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :setneg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemerintah menyiapkan langkah baru untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Salah satunya dengan mendorong agar warga negara Indonesia memiliki rekening perbankan yang nantinya dapat menjadi saluran berbagai program pemerintah.
Rencana tersebut dibahas Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah jajaran dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembahasan itu turut melihat kondisi inklusi dan literasi keuangan masyarakat berdasarkan survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut Airlangga, tingkat inklusi keuangan Indonesia saat ini telah mencapai 93,62 persen. Sementara tingkat literasi keuangan berada di angka 63,57 persen.
Capaian tersebut dinilai cukup baik jika dibandingkan dengan standar negara-negara yang tergabung dalam Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Namun, pemerintah masih ingin meningkatkan akses dan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan.
Dalam rapat itu, Prabowo kemudian memberikan arahan agar penduduk Indonesia memiliki rekening.
Untuk menjalankannya, pemerintah akan melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI serta Bank Syariah Indonesia (BSI).
Airlangga menjelaskan, data yang digunakan nantinya berasal dari Dukcapil. Data kependudukan tersebut akan dipadankan dengan sistem yang tersedia di Bank Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan sistem pembayaran.
Selain rekening, pemerintah juga menyiapkan QRIS sebagai bagian dari sistem pembayaran. Penggunaan QRIS diharapkan ikut memperluas akses sekaligus mendorong masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan keuangan digital.
Airlangga mengatakan rekening yang disiapkan tersebut ke depan dapat digunakan sebagai saluran berbagai program pemerintah yang akan diberikan kepada masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan, meski capaian inklusi keuangan nasional saat ini sudah berada di atas 90 persen. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
