Bank Sumsel Babel Tak Rem Target Kredit 2026, Sektor Ini Jadi Bidikan di Tengah Likuiditas Ketat
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bsb
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Bank Sumsel Babel memastikan target pertumbuhan kredit dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 tetap berjalan meski kondisi likuiditas perbankan nasional semakin ketat.
Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel Teddy Kurniawan mengatakan, perseroan tidak mengubah target pertumbuhan kredit yang telah ditetapkan dalam RBB.
Namun, penyaluran kredit akan tetap dilakukan secara selektif dengan memperhatikan kemampuan debitur dan kualitas pembiayaan. Bank tidak hanya mengejar pertumbuhan dari sisi volume, tetapi juga memastikan kredit yang disalurkan tetap sehat.
Menurut Teddy, sektor rumah tangga masih menjadi salah satu kekuatan Bank Sumsel Babel. Di sisi lain, perseroan juga terus membuka ruang pembiayaan untuk sektor-sektor produktif yang memiliki potensi di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.
Pertanian dan perkebunan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian. Bank juga melihat peluang dari perkembangan industri pengolahan dan hilirisasi yang terus tumbuh di daerah.
Selain itu, sektor perdagangan dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tetap menjadi bagian dari fokus penyaluran kredit.
Pilihan sektor tersebut dinilai penting agar ekspansi kredit tetap menghasilkan pertumbuhan bisnis yang sehat. Terlebih, kondisi likuiditas yang lebih ketat membuat bank harus semakin cermat dalam menentukan penyaluran dana.
Teddy menegaskan prinsip kehati-hatian tetap menjadi dasar dalam ekspansi kredit. Penguatan manajemen risiko dilakukan agar pertumbuhan penyaluran kredit tidak diikuti peningkatan kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).
Dengan pendekatan tersebut, Bank Sumsel Babel ingin menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan kualitas aset. Penyaluran kredit yang terlalu agresif tanpa memperhitungkan risiko justru dapat memberikan tekanan terhadap kinerja bank ke depan.
Bank Sumsel Babel tetap menargetkan pertumbuhan kredit sesuai RBB hingga akhir 2026. Penyaluran akan diarahkan pada sektor yang memiliki prospek sekaligus memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi daerah.
Pertanian, perkebunan, hilirisasi, perdagangan hingga UMKM diharapkan menjadi penopang pertumbuhan kredit Bank Sumsel Babel, dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan dan tingkat NPL. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
