Pensiunan ASN Bisa Jadi Pengusaha, Indogrosir Siapkan Toko, BRI Dukung Modal
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemendag.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pensiunan ASN punya peluang baru setelah memasuki masa purnabakti. Kementerian Perdagangan menyiapkan skema usaha toko bersama Indomaret Group dan dukungan pembiayaan dari BRI bagi pegawai yang ingin beralih menjadi pengusaha.
Program tersebut diperkenalkan dalam lokakarya “Purnabakti Berwirausaha: Dari Pengabdian Menuju Kesejahteraan” di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (12/8).
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan masa pensiun tidak berarti pegawai harus berhenti melakukan aktivitas produktif. Ia mendorong calon purnabakti mulai mempersiapkan usaha sebelum memasuki masa pensiun.
“Masa pensiun menjadi kesempatan untuk mempunyai kebebasan dan waktu untuk berkarya. Bapak dan Ibu dapat memanfaatkan masa purnabakti dengan berwirausaha,” ujar Budi.
Sebanyak 178 pegawai Kemendag yang akan pensiun dalam empat tahun ke depan mengikuti pembekalan tersebut. Kemendag menggandeng Indomaret Group dan BRI untuk memberikan pilihan usaha sekaligus akses pembiayaan kepada peserta.
Salah satu skema yang ditawarkan adalah Toko Mandiri Indogrosir (TMI). Melalui program ini, calon purnabakti dapat memanfaatkan garasi atau ruang yang tersedia di rumah untuk dijadikan toko.
Indogrosir membantu menyiapkan kebutuhan toko, mulai dari barang dagangan, penataan hingga pengelolaan usaha. Dengan pola tersebut, calon pengusaha tidak harus membangun bisnis dari awal.
“TMI dapat dilihat sebagai skema waralaba sehingga Bapak dan Ibu dapat memulai usaha tidak dari nol. Manfaatkan garasi rumah,” kata Budi.
Untuk kebutuhan modal, BRI menyiapkan dukungan pembiayaan bagi calon purnabakti yang ingin menjalankan usaha. Budi menyebut pembiayaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tersedia skema tanpa agunan sesuai ketentuan yang berlaku.
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan persiapan finansial sebelum pensiun penting dilakukan sejak dini. BRI, kata dia, siap mendukung kebutuhan calon purnabakti yang ingin membangun usaha.
“Kami akan mendukung segala kebutuhan pekerja dalam merencanakan masa pensiun, khususnya persiapan purnabakti dalam berwirausaha,” ujar Aris.
CEO Indomaret Group Sinarman Jonatan mengatakan perusahaan siap memberikan pembekalan kepada peserta yang tertarik menjadi pengusaha. Calon purnabakti dapat memilih produk yang sesuai dan mempelajari pengelolaan usaha sebelum menjalankannya.
Calon Pensiunan Bisa Jadi Eksportir
Pilihan bagi calon purnabakti tidak berhenti pada bisnis toko. Kemendag juga membuka kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan usaha hingga pasar ekspor.
Budi mengatakan calon pelaku usaha dapat memanfaatkan program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Melalui program tersebut, pelaku usaha dapat mempresentasikan produknya kepada perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.
Perwakilan perdagangan kemudian membantu mencari calon pembeli atau buyer untuk produk yang ditawarkan.
“Bapak dan Ibu pelaku usaha presentasi ke perwakilan dagang di luar negeri, kemudian perwadag akan mencarikan buyer,” ujar Budi.
Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim mengatakan pembekalan dilakukan agar pegawai tidak baru memikirkan aktivitas setelah pensiun. Menurutnya, persiapan usaha dan pengelolaan keuangan perlu dilakukan sejak masih menjadi pegawai aktif.
“Melalui pembekalan ini, kami berharap Bapak dan Ibu dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan yang produktif, mandiri, serta mengelola keuangan di masa purnabakti dengan baik,” ujar Isy.
Salah satu peserta, Wisnu Haryo Samudro, yang tahun ini memasuki masa pensiun, menyambut baik program tersebut. Ia menilai pembekalan semacam ini membantu pegawai melihat pilihan aktivitas setelah tidak lagi bekerja di Kemendag.
Wisnu berharap pilihan usaha yang diberikan tidak hanya berupa perdagangan barang, tetapi juga mencakup sektor jasa.
Peserta lainnya, Teguh Sayekti, mengapresiasi keterlibatan Indomaret Group dan BRI dalam program tersebut. Ia berharap pembekalan tidak berhenti pada kegiatan lokakarya, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan ketika peserta mulai menjalankan usaha.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
