Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik, Ada Apa?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 21 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : setneg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Presiden Rusia Vladimir Putin melihat Indonesia bukan cuma sebagai mitra bilateral, tetapi sebagai negara yang memiliki posisi penting bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik.
Hal itu disampaikan Putin ketika bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
“Indonesia merupakan mitra yang paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik. Kita terkait dengan hubungan persahabatan selama bertahun-tahun,” kata Putin.
Moskow memandang posisi Indonesia di tengah perkembangan hubungan Rusia dengan kawasan Asia.
Indonesia memiliki posisi strategis di ASEAN serta menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Putin mengatakan hubungan kedua negara terus berkembang, termasuk dari sisi perdagangan.
Menurut dia, volume perdagangan Indonesia dan Rusia meningkat 12 persen pada tahun lalu.
Kerja sama ekonomi kedua negara juga terus dibahas melalui Komisi Bersama Rusia-Indonesia.
Sejumlah bidang menjadi perhatian, mulai dari pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital hingga energi.
Salah satu bidang yang disebut secara khusus adalah energi nuklir, bahkan Rusia menilai, kerja sama dengan Indonesia juga tidak berhenti pada urusan ekonomi. Putin menyebutkan Indonesia sebagai salah satu sahabat terpercaya Rusia dalam kerangka ASEAN.
Kedua negara, lanjut Putin, juga memiliki ruang kerja sama di berbagai forum Internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Saya yakin pertemuan hari ini akan memberikan dorongan baru kepada hubungan bilateral antara kedua negara kita,” ujar Putin.
Prabowo: Rusia Mitra Penting Indonesia
Sementara Prabowo merespons penilaian Putin dengan menegaskan posisi Rusia sebagai mitra penting bagi Indonesia.
Menurut Prabowo, hubungan kedua negara memiliki sejarah panjang. Hubungan yang telah berlangsung lebih dari lima dekade tersebut kini berkembang menjadi kemitraan strategis.
“Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam lebih dari 5 dasawarsa. Bagi Indonesia, Rusia adalah mitra yang sangat penting,” kata Prabowo.
Prabowo menyebutkan Indonesia bangga hubungan kedua negara dapat meningkat menjadi kemitraan strategis pada tahun lalu.
Namun, yang menarik dari pernyataan Prabowo adalah penekanannya pada peluang ekonomi dan konektivitas kawasan.
Berbicara di Vladivostok, Prabowo menilai Forum Ekonomi Timur ke-11 dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan dan konektivitas di kawasan.
“Forum ini memiliki potensi besar dalam menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan kita,” ujarnya.
Pasifik Bukan Pemisah, tetapi Penghubung
Prabowo kemudian membawa pembicaraan pada satu kesamaan geografis yang menurutnya bisa menjadi modal kerja sama kedua negara.
Indonesia dan Rusia, kata dia, sama-sama memiliki kepentingan di kawasan Pasifik. “Kita berdua adalah negara Pasifik dan bagi kami sebagai negara kepulauan konektivitas dan kerja sama maritim sangat penting,” kata Prabowo.
Pernyataan ini menempatkan kerja sama maritim dan konektivitas sebagai salah satu peluang yang bisa dikembangkan lebih jauh.
Untuk Indonesia sendiri, konektivitas laut memiliki arti penting, karena karakter Indonesia sebagai negara kepulauan.
Sementara bagi Rusia, kawasan Timur Jauh dan Pasifik menjadi salah satu pintu penting untuk memperluas hubungan ekonominya dengan Asia.
Dengan demikian, hubungan Jakarta dan Moskow tidak hanya berbicara mengenai diplomasi tingkat tinggi.
Ada peluang kerja sama yang lebih konkret di bidang perdagangan, energi, teknologi, perkapalan hingga konektivitas maritim.
Indonesia Siap Perluas Kerja Sama
Prabowo memastikan Indonesia terbuka untuk memperluas kerja sama dengan Rusia selama memberikan manfaat bagi kedua negara.
“Indonesia terus berupaya untuk terus meningkatkan kerja sama di segala bidang demi mencapai keuntungan bagi kedua negara kita,” tuturnya.
“Kami siap untuk meningkatkan kerja sama ini,” lanjut Prabowo.
Pertemuan Putin dan Prabowo di Vladivostok membawa pesan, Moskow melihat Indonesia sebagai pemain penting di Asia Pasifik, sementara Jakarta melihat hubungan dengan Rusia sebagai salah satu ruang untuk memperluas kerja sama ekonomi dan konektivitas.
Di tengah perubahan peta ekonomi dan geopolitik kawasan, hubungan Indonesia-Rusia kini tidak hanya bertumpu pada sejarah persahabatan. Tantangannya adalah bagaimana status kemitraan strategis tersebut diterjemahkan menjadi kerja sama yang benar-benar menghasilkan manfaat bagi kedua negara. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
