Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Angka Bisa Bohong, Data Jangan”

“Angka Bisa Bohong, Data Jangan”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • visibility 1.031
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANYAK orang alergi kalau dengar kata statistik, katanya ribet, penuh angka, bikin ngantuk, namun buat Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor, data bukan sekadar angka yang numpuk di file Excel. Data adalah senjata, kompas, bahkan pondasi biar pembangunan tenaga kerja nggak nyasar kayak ojek salah alamat.

Dalam peringatan Hari Statistik Nasional 2025 sekaligus sosialisasi Sensus Ekonomi 2026  belum lama ini, Afriansyah menegaskan sensus ekonomi punya peran vital. “Melalui sensus ini, kita memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur pembangunan ekonomi dan ketenagakerjaan yang komprehensif,” ujarnya.

Sering kali masyarakat nganggep data itu cuma formalitas, kertas laporan tebal, grafik warna-warni, tapi habis itu masuk laci. Padahal, kata Afriansyah, di era digital, statistik dituntut lebih adaptif, inklusif, dan real-time. “Dengan keterpaduan data, kita tak hanya menghadirkan angka, tetapi juga insight yang berdampak,” tegasnya.

Seandainya  kalau pemerintah bikin program pelatihan tanpa data, bisa jadi peserta yang datang cuma segelintir orang, lebih sepi daripada warung kopi pas puasa atau kebalikannya, peserta membludak, kursi kurang, ujung-ujungnya gaduh. Nah, data yang akurat bikin semua lebih pas, yakni berapa kursi disiapin, siapa yang layak ikut, sampai keterampilan apa yang lagi dibutuhin pasar kerja.

Afriansyah mencontohkan, sensus ekonomi bukan sekadar catat pabrik dan perusahaan besar, data ini juga memetakan kebutuhan tenaga kerja di semua sektor, termasuk UMKM, pekerja informal, sampai anak muda yang banting setir jadi barista atau driver ojek online.

Dengan informasi ini, pemerintah bisa nyusun kebijakan lebih strategis, apakah perlu kursus barista biar kopi kita makin estetis, atau pelatihan teknisi panel surya biar anak muda nggak cuma jago bikin konten, tapi juga siap jadi tenaga kerja hijau.

“Seperti peningkatan keterampilan, penguatan kewirausahaan, dan perluasan kesempatan kerja yang selaras dengan perkembangan ekonomi nasional maupun global,” jelas Afriansyah.

Lebih jauh, Afriansyah ngajak semua pihak, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, sampai masyarakat buat anggap statistik sebagai bahasa pembangunan.

“Setiap data yang kita olah, analisis yang kita buat, dan diseminasi yang kita lakukan harus memiliki dampak nyata bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Analogi gampangnya, statistik itu mirip Google Maps, kalau diabaikan, kita bisa nyasar ke jalan buntu, buang waktu, buang bensin. Kalau dipakai dengan benar, perjalanan jadi lebih efisien. Dan ya, pembangunan tenaga kerja juga butuh peta biar nggak muter-muter kayak driver baru yang bingung baca aplikasi.

Biar gampang, bayangin ada orang buka usaha tahu bulat, jargonnya “digoreng dadakan lima ratusan” kedengaran keren, tapi dia nggak pernah catat siapa yang beli. Ternyata pembelinya mayoritas anak sekolah. Begitu libur panjang, penjualannya ambruk. Andai dari awal dia rajin ngumpulin data, mungkin bisa inovasi bikin “tahu bulat isi WiFi” biar mahasiswa juga doyan nongkrong.

Itu contoh kecil betapa data bisa jadi penyelamat usaha, dagelannya jelas, tapi pesannya serius: jangan remehkan statistik.

Afriansyah juga menekankan pentingnya data ketenagakerjaan akurat untuk mendorong terciptanya tenaga kerja hijau, produktif, dan kompeten. Bukan hijau rambutnya, tapi hijau dalam arti ramah lingkungan: energi terbarukan, transportasi rendah emisi, hingga industri daur ulang.

Kata Afriansyah, arah pembangunan Indonesia sekarang harus sinkron sama tren global. Kalau dunia bergerak ke ekonomi hijau, masa kita masih sibuk ribut soal debat minyak goreng curah. Data bisa jadi panduan supaya tenaga kerja kita nggak ketinggalan kereta menuju Indonesia Emas 2045.

Kalau dipikir-pikir, selama ini kita sering lebih percaya kabar WhatsApp ketimbang angka resmi. Padahal, gosip bisa bohong, angka bisa salah tafsir, tapi data yang dikumpulkan dengan benar seharusnya jujur apa adanya.

Oleh sebab itu, data itu nyawa pembangunan, tanpa data, kebijakan cuma tebak-tebakan, dan kita tahu, tebak-tebakan paling sering berujung zonk.

Jadi, ketika Wamenaker bilang sensus ekonomi penting, jangan anggap itu sekadar pidato. Itu peringatan, bahwa masa depan tenaga kerja, ekonomi, bahkan nasib anak cucu kita bisa ditentukan dari seberapa serius kita ngurus data hari ini, karena ya itu tadi angka bisa bohong, tapi data jangan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Khawatir,  Persediaan Minyak Goreng Aman

    Jangan Khawatir, Persediaan Minyak Goreng Aman

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 805
    • 0Komentar

    PEMERINTAH menjamin ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat hingga saat ini masuk dalam kategori aman karena persediaan masih banyak. Selain itu bahan baku utama dalam pembuatan komoditas itu dapat disediakan secara berkelanjutan oleh oleh instansi pemerintah dan pihak terkait. “Pemenuhan produk minyak goreng dalam negeri aman, karena selama ini selalu tersedia,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam […]

  • Sumsel Surati Dua Menteri, Terkait Apa ?

    Sumsel Surati Dua Menteri, Terkait Apa ?

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 803
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumsel menyurati  Menpan RB Tjahjo Kumolo dan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim terkait kabar penghapusan honorer dari pemerintah pusat. Upaya itu dilakukan  agar  para honorer mendapat kejelasan. Hal itu dikatakannya saat menerima audiensi para pengurus PGRI Sumsel, di ruang tamu Gubernur Selasa (28/1/2020). “Secepatnya Saya akan minta staf untuk segera surati Menteri Pendidikan dan Menpan RB. Saya […]

  • H-7 Pemkab Muba bakal bagikan THR ASN & Pegawai TKK/honorer, Alhamdulillah..

    H-7 Pemkab Muba bakal bagikan THR ASN & Pegawai TKK/honorer, Alhamdulillah..

    • calendar_month Minggu, 24 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.001
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Alhamdulillah,  Pemerintah Kabupaten Muba bakal mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) paling lambat H-7 atau seminggu sebelum perayaan Idul Fitri. untuk ASN dan Pegawai TKK/Honorer di lingkungan Pemkab Muba. Pasalnya, Pj Bupati Apriyadi Mahmud dengan tegas akan mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) paling lambat H-7 atau seminggu sebelum perayaan Idul Fitri. “Target saya H-7 […]

  • Era Revolusi Industri 4.0, Apakah Manusia Harus Tetap Dimanusiakan ?

    Era Revolusi Industri 4.0, Apakah Manusia Harus Tetap Dimanusiakan ?

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 847
    • 0Komentar

    DI era  revolusi industri 4.0 dewasa ini akan sangat berdampak terhadap bekurangnya peran Sumber Daya Manusia(SDM) disemua lini aktivitas kehidupan. Bahkan peran manusia akan digantikan oleh teknologi canggih. Hal tersebut diungkapkan Gubernur H. Herman Deru ketika membuka dilalog Kebangsaan dan Sarasehan dengan tema “Merajut Kekuatan Bangsa Menuju Kekuatan 5 Besar Dunia” yang  disenggarakan oleh Gerakan Arah Baru Indonesia […]

  • UIN Raden Mas Said Tuan Rumah,  AICIS 2021 Akan Bahas Reaktualisasi Fikih dan Kebijakan Publik di Era Global

    UIN Raden Mas Said Tuan Rumah, AICIS 2021 Akan Bahas Reaktualisasi Fikih dan Kebijakan Publik di Era Global

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama kembali menggelar Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS). Gelaran kali ke-20 ini berlangsung di Kota Surakarta dengan tuan rumah UIN Raden Mas Said. AICIS 2021 ini mengusung tema “Islam in a Changing Global Context: Rethinking Fiqh Reactualization and Public Policy”. Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani menuturkan bahwa AICIS ke-20 akan dibuka […]

  • Kementrian Ini Kasih Warisan kepada Pemrov. Sumsel, Apa Itu ?

    Kementrian Ini Kasih Warisan kepada Pemrov. Sumsel, Apa Itu ?

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 876
    • 0Komentar

    Maka pemanfaatanya akan lebih maksimal untuk menampung  stok  barang berupa surplus pangan  di Sumsel.

expand_less
WordPress Archive HuskyPaws – Dog Breeder Elementor Template Kit Hyani – Bold Blog and Magazine Hydd – Creative Multi-Purpose WordPress Theme Hyfinance – Financial Advisor Elementor Template Kit Hygienex – Cleaning Services Elementor Template Kit Hypermart – Fast, Conversion Optimized WooCommerce Theme HyperX – Responsive WordPress Portfolio Theme Ibble – Education WordPress Theme iBid – Multi Vendor Auctions WooCommerce Theme iCalendars Add-on: Chauffeur Taxi Booking System