Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Angka Bisa Bohong, Data Jangan”

“Angka Bisa Bohong, Data Jangan”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • visibility 1.041
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANYAK orang alergi kalau dengar kata statistik, katanya ribet, penuh angka, bikin ngantuk, namun buat Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor, data bukan sekadar angka yang numpuk di file Excel. Data adalah senjata, kompas, bahkan pondasi biar pembangunan tenaga kerja nggak nyasar kayak ojek salah alamat.

Dalam peringatan Hari Statistik Nasional 2025 sekaligus sosialisasi Sensus Ekonomi 2026  belum lama ini, Afriansyah menegaskan sensus ekonomi punya peran vital. “Melalui sensus ini, kita memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur pembangunan ekonomi dan ketenagakerjaan yang komprehensif,” ujarnya.

Sering kali masyarakat nganggep data itu cuma formalitas, kertas laporan tebal, grafik warna-warni, tapi habis itu masuk laci. Padahal, kata Afriansyah, di era digital, statistik dituntut lebih adaptif, inklusif, dan real-time. “Dengan keterpaduan data, kita tak hanya menghadirkan angka, tetapi juga insight yang berdampak,” tegasnya.

Seandainya  kalau pemerintah bikin program pelatihan tanpa data, bisa jadi peserta yang datang cuma segelintir orang, lebih sepi daripada warung kopi pas puasa atau kebalikannya, peserta membludak, kursi kurang, ujung-ujungnya gaduh. Nah, data yang akurat bikin semua lebih pas, yakni berapa kursi disiapin, siapa yang layak ikut, sampai keterampilan apa yang lagi dibutuhin pasar kerja.

Afriansyah mencontohkan, sensus ekonomi bukan sekadar catat pabrik dan perusahaan besar, data ini juga memetakan kebutuhan tenaga kerja di semua sektor, termasuk UMKM, pekerja informal, sampai anak muda yang banting setir jadi barista atau driver ojek online.

Dengan informasi ini, pemerintah bisa nyusun kebijakan lebih strategis, apakah perlu kursus barista biar kopi kita makin estetis, atau pelatihan teknisi panel surya biar anak muda nggak cuma jago bikin konten, tapi juga siap jadi tenaga kerja hijau.

“Seperti peningkatan keterampilan, penguatan kewirausahaan, dan perluasan kesempatan kerja yang selaras dengan perkembangan ekonomi nasional maupun global,” jelas Afriansyah.

Lebih jauh, Afriansyah ngajak semua pihak, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, sampai masyarakat buat anggap statistik sebagai bahasa pembangunan.

“Setiap data yang kita olah, analisis yang kita buat, dan diseminasi yang kita lakukan harus memiliki dampak nyata bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Analogi gampangnya, statistik itu mirip Google Maps, kalau diabaikan, kita bisa nyasar ke jalan buntu, buang waktu, buang bensin. Kalau dipakai dengan benar, perjalanan jadi lebih efisien. Dan ya, pembangunan tenaga kerja juga butuh peta biar nggak muter-muter kayak driver baru yang bingung baca aplikasi.

Biar gampang, bayangin ada orang buka usaha tahu bulat, jargonnya “digoreng dadakan lima ratusan” kedengaran keren, tapi dia nggak pernah catat siapa yang beli. Ternyata pembelinya mayoritas anak sekolah. Begitu libur panjang, penjualannya ambruk. Andai dari awal dia rajin ngumpulin data, mungkin bisa inovasi bikin “tahu bulat isi WiFi” biar mahasiswa juga doyan nongkrong.

Itu contoh kecil betapa data bisa jadi penyelamat usaha, dagelannya jelas, tapi pesannya serius: jangan remehkan statistik.

Afriansyah juga menekankan pentingnya data ketenagakerjaan akurat untuk mendorong terciptanya tenaga kerja hijau, produktif, dan kompeten. Bukan hijau rambutnya, tapi hijau dalam arti ramah lingkungan: energi terbarukan, transportasi rendah emisi, hingga industri daur ulang.

Kata Afriansyah, arah pembangunan Indonesia sekarang harus sinkron sama tren global. Kalau dunia bergerak ke ekonomi hijau, masa kita masih sibuk ribut soal debat minyak goreng curah. Data bisa jadi panduan supaya tenaga kerja kita nggak ketinggalan kereta menuju Indonesia Emas 2045.

Kalau dipikir-pikir, selama ini kita sering lebih percaya kabar WhatsApp ketimbang angka resmi. Padahal, gosip bisa bohong, angka bisa salah tafsir, tapi data yang dikumpulkan dengan benar seharusnya jujur apa adanya.

Oleh sebab itu, data itu nyawa pembangunan, tanpa data, kebijakan cuma tebak-tebakan, dan kita tahu, tebak-tebakan paling sering berujung zonk.

Jadi, ketika Wamenaker bilang sensus ekonomi penting, jangan anggap itu sekadar pidato. Itu peringatan, bahwa masa depan tenaga kerja, ekonomi, bahkan nasib anak cucu kita bisa ditentukan dari seberapa serius kita ngurus data hari ini, karena ya itu tadi angka bisa bohong, tapi data jangan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agar Tetap Bugar, Sehat dan Kompak, Personil Polres Banyuasin Lakukan Ini

    Agar Tetap Bugar, Sehat dan Kompak, Personil Polres Banyuasin Lakukan Ini

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 979
    • 0Komentar

    “Muda-mudahan melalui olahraga rutin ini anggota Polres Banyuasin dapat selalu menjaga kerukunan, meningkatkan silahturahim dan selalu menjaga kekompakan,”

  • Masuk IUP PT SBP, Pembangunan Tiang SUTET PLTU Sumsel 8 Mandek

    Masuk IUP PT SBP, Pembangunan Tiang SUTET PLTU Sumsel 8 Mandek

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.299
    • 0Komentar

    PEMBANGUNAN dua tiang SUTET milik PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) atau biasa dikenal dengan sebutan PLTU Sumsel 8 Tanjung Lalang, nampaknya harus tertunda sementara waktu. Pasalnya, titik pembangunan yang masuk kedalam Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Sriwijaya Bara Priharum (SBP) belum mendapat izin pengerjaan dari empunya lahan, karena negosiasi antara dua perusahaan ini belum […]

  • Hak Wanita dalam Hukum Islam

    Hak Wanita dalam Hukum Islam

    • calendar_month Selasa, 6 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.204
    • 0Komentar

    SOSOK wanita senantiasa hangat untuk diperbincangkan. Kontroversi peran mereka yang paling pas dalam realitas kehidupan sering menghiasi berbagai seminar ilmiah. Terlebih di erra modern seperti sekarang ini, kaum hawa tersebut cukup banyak mengundang perbincangan seiring dengan realitas kiat meningkat aktifitas-aktifitas yang dilakukan oleh kaum wanita dalam kehidupan mereka. Bahkan, kiprahnya dalam kehidupan sosial akan membantu […]

  • Badan POM Terbitkan Emergency Use Authorization Vaksin AstraZeneca

    Badan POM Terbitkan Emergency Use Authorization Vaksin AstraZeneca

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 684
    • 0Komentar

    VAKSIN AstraZeneca sudah tiba di Indonesia pada 8 Maret 2021. Pengadaan vaksin AstraZeneca ini melalui COVAX Facility. Penggunaannya di Indonesia telah disetujui penerbitan Izin Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dari Badan POM RI pada 22 Februari 2021. Sebelum EUA dari Badan POM RI, vaksin COVID-19 AstraZeneca sudah mendapatkan Emergency Use Listing dari WHO pada 16 Februari […]

  • Pramuka, Swasembada Pangan dan “Pelita Kecil” yang Kita Butuhkan

    Pramuka, Swasembada Pangan dan “Pelita Kecil” yang Kita Butuhkan

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    PERINGATAN Hari Pramuka ke-65 di Sumatera Selatan tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema itu memang patut diapresiasi, Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang juga mendorong Gerakan Pramuka mengambil bagian dalam agenda tersebut. Ia menekankan pentingnya pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi […]

  • Libatkan Lintas Sektor, Palembang Komit Berantas Anjal & Gepeng

    Libatkan Lintas Sektor, Palembang Komit Berantas Anjal & Gepeng

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 843
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda berencana melibatkan lintas sektor, [Nasional Indonesia (TNI), Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Lapas hingga KPAD], untuk melakukan penertiban terhadap anak jalanan [Anjal] dan gepeng di Kota Palembang. “Untuk menyelesaikan persoalan anjal dan gepeng di Kota Palembang kita harus koordinasikan bersama lintas sektoral, sehingga permasalahan ini dapat diselesaikan,” ungkapnya disela-sela Rapat Lanjutan Anjal dan […]

expand_less
WordPress Archive HuskyPaws – Dog Breeder Elementor Template Kit Hyani – Bold Blog and Magazine Hydd – Creative Multi-Purpose WordPress Theme Hyfinance – Financial Advisor Elementor Template Kit Hygienex – Cleaning Services Elementor Template Kit Hypermart – Fast, Conversion Optimized WooCommerce Theme HyperX – Responsive WordPress Portfolio Theme Ibble – Education WordPress Theme iBid – Multi Vendor Auctions WooCommerce Theme iCalendars Add-on: Chauffeur Taxi Booking System