Karhutla Meluas, Kemenkes Ungkap 13.449 Kasus ISPA di 7 Provinsi, Ada Wilayah dengan Udara Berbahaya
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 27 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : kemkes.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Karhutla melanda sejumlah wilayah Indonesia mulai memberi dampak nyata terhadap kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 13.449 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif hingga 27 Agustus 2026, yang tersebar di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak.
Tujuh provinsi tersebut meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Total penduduk yang terdampak Karhutla mencapai 10.674.201 orang.
Kondisi udara di sejumlah daerah bahkan sudah masuk level yang perlu diwaspadai. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 27 Agustus 2026 sore, Pontianak, Kalimantan Barat, mencatat angka 328 atau berada dalam kategori berbahaya.
Angka tinggi juga terlihat di beberapa wilayah lain. Kabupaten Tebo di Jambi mencatat ISPU 287, Barito Selatan 274, Katingan 258, dan Kabupaten Pali di Sumatera Selatan 255. Seluruhnya masuk kategori sangat tidak sehat.
Paparan asap dan partikulat dari kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu perhatian utama karena dapat mengganggu saluran pernapasan.
Keluhan yang muncul antara lain batuk, sesak napas, radang tenggorokan, hingga iritasi mata dan kulit.
Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono mengatakan dampak Karhutla tidak berhenti pada kerusakan lingkungan.
Paparan asap juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
“Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK, serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan,” ujar Dante dalam media briefing di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Di Riau, misalnya, dampak kesehatan Karhutla telah dilaporkan di 12 kabupaten/kota. Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sekitar 3.293 kasus ISPA, dengan jumlah terbanyak berada di Pekanbaru sekitar 900 kasus, kemudian Pelalawan sekitar 600 kasus dan Kampar.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus, layanan kesehatan di daerah terdampak ikut diperkuat. Hingga 27 Agustus 2026, sebanyak 848 tenaga kesehatan telah dimobilisasi di tujuh provinsi, mulai dari dokter, perawat, bidan hingga tenaga kesehatan masyarakat dan tenaga pendukung lainnya.
Kemenkes juga menyiapkan 1.691 Puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, serta 87 Labkesmas. Dukungan logistik berupa masker dan oksigen konsentrator turut dikirim ke sejumlah wilayah yang terdampak asap Karhutla.
Masyarakat di wilayah dengan kualitas udara buruk diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar rumah, penggunaan masker dan pelindung mata dianjurkan, disertai cukup minum dan menjaga kebersihan diri.
Warga yang mengalami batuk, sesak napas atau iritasi mata juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
