Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Sastrawan & Wartawan Jangan Galau Hadapi Era Digital

Sastrawan & Wartawan Jangan Galau Hadapi Era Digital

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 19 Feb 2020
  • visibility 1.450
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SASTRAWAN dan wartawan ternyata bernasib sama. Galau dan gagap menghadapi era digitalisasi. Demikian dikemukakan Pemimpin Redaksi Sriwijaya Post-Tribun Sumsel, Hj Weny L Ramdiastuti saat menjadi narasumber Dialog Sastra yang digagas Dewan Kesenian Palembang (DKP) di Sepekan Seni, pekan lalu.

“Padahal, jawabnya simpel, masuklah ke digital. Manfaatkan secara masif, niscaya sastra akan tetap eksis. Karena sesungguhnya dunia sastra kekuatannya tetap pada teks. Platformnya saja yang beda,”  ujar alumnus SMA Tarakanita Jakarta jurusan Bahasa ini. Saat itu, tampil juga sebagai narasumber, Dr Arif Ardiansyah (akademisi, dosen Pascasarjana Universitas PGRI Palembang), Drs Firman Susilo, M Hum (kepala Balai Bahasa Sumsel, diwakili oleh Basuki, M.Hum), Dahlia Rasyad (penulis wanita Sumsel), dan Riski Turama (penulis milenial).

Sama seperti wartawan, lanjut Weny, juga sebagian ada yang khawatir dengan kehadiran media sosial. Dunia daring, seakan-akan menjadi ancaman media mainstream. Terutama media cetak. “Tetapi, justru itulah tantangannya. Wartawan   punya pedoman kode etik. Jadi, daring itu, hanya platform. Dan kalau mau bertahan, harus juga gunakan paltform yang sama. Tetapi dengan kelebihan yang dimiliki wartawan, kerja-kerja jurnalistitk tetap harus dilandasi kode etik. Balancing, cek dan ricek, konfirmasi, verifikasi, merupakan kelebihan yang memberikan jaminan, berita-berita yang dihadirkan, jauh dari hoax,” ujar pemimpin media  Kompas Grup ini dalam Dialog yang dimoderatori Ketua Komite Sastra DKP, Imron Supriyadi,M.Hum.

Diakuinya, muatan budaya di media massa, terutama media yang dipimpinnya memang tak mengkhususkan pada ketersediaan SDM yang dekat dan lekat dengan budaya.  “Rubrik budaya yang di media cetak hadir di terbitan edisi Minggu, diserahkan kepada redaktur piket. Yang bergantian, sehingga barangkali sense seni budanya menjadi kering. Tetapi itulah kondisi yang riil,” tambahnya.

Senada, Arif Ardiansyah mengemukakan, kini posisi sastra makin cair dan terbuka karena bisa menjangkau siapa saja selagi masih ada paketan. “Lantas apa yang bisa kita ambil dari fenomena ini, ibarat virus corona, dia menyebarkan benih-benih cinta sastra kepada masyarakat yang lebih luas dengan segala pemahaman sastra yang mereka miliki,” papar doktor alumni Ilmu Budaya Universitas Indonesia ini.

Jujur, menurut mantan wartawan Tempo ini, dulu orang tidak terlalu suka sastra, karena dianggap  membaca puisi hanya membuang waktu. Sekarang coba lihat baju-baju kaos milinial dipenuhi kutipan-kutipan teks milik penyair top, seperti WS Rendra, Sapardi dan Chairl.. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana adalah kutipan favourit di undangan pernikahaan anak-anak muda. Potongan itu bagian kecil dari kata-kata puisi milik Sapardi Djoko Damano (SDD).

“Tak bisa dimungkiri, kehadiran fenomena sastra digital membuat publikasi karya sastra begitu mudah. Sebelum ada internet, para penulis begitu sulit memublikasikan karya,” tambahnya.

Akhirnya, mau tidak mau, suka atau tidak suka, maka era digitalisasi sudah harus dilalui, dan kita berharap bahwa proses ini dapat menguntungan semua pihak, terutama dalam kehidupan bersastra. “Dari akademik, kami pun juga mempunyai tanggung jawab untuk mendorong terus dikembangkannya karya-karya sasta melalui media sosial. Kami berpikir bahwa media soial adalah candradimuka untuk  menemukan penyair, pengarang dan penulis sastra yang hebat dan bermanfaat. Karya sastra yang baik adalah karya sastra yang memiliki manfaat baik dari sisi keindahan dan fungsi (dulce and utile),” ujar pemilik laman KoranIndonesia.id ini.

Dahlia Rasyad yang menggeluti dunia sastra sejak era 2002 dan 2016 lalu mendapat anugerah Ubud Writer and Reader Festival, ini merasakan dampak negatif kehadiran karya sastra di era digitalisasi  ini. “Di mana setiap orang dengan mudah dan bebasnya “melempar’ karya ke masyarakat tanpa melalui proses perenungan dan editing serta standar. Sehingga ini menjadi kelemahan. Berbeda dengan karya sastra yang harus melalui prareview, editing, dan seleksi penerbitan. Atau, kalau di media massa, melalui seleksi redaktur,” ujar penulis Novel Perempuan yang Memetik Mawar ini.

Seperti dirinya, yang dulu di awal mulai menulis, pernah sampai 98 kali mengirimkan karya sastra ke media massa dan ditolak.

Risqi Turama, penulis milenial yang karyanya kerap “nangkring’ di Harian Kompas menilai era digitalisasi sebenarnya bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. “Bagamana pun, kehadiran karya melalui lembaran-lembaran buku ataupun halaman-halaan media cetak, tetaplah dinanti dan ditunggu kehadirannya. Meskipun, karya-karya siap saji melalui medsos juga membanjir,” kata dosen FKIP Unsri ini.

Basuki dari Balai Bahasa Sumsel juga menyatakan bahwa karya-karya berbentuk teks masih merupakan produk yang diterima dan dinanti masyarakat. “Kami di Balai Bahasa pun masih dan terus menerbitkan sastra tradsional maupun karya satswan lokal yang mengandung nilai kearifan lokal, terurama dalam peran lembaga untuk melestarikan, membin, dan mengembangkan bahasa dan sastra di Indonesia,” ujarnya. [***]

Penulis : sir

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TP PKK Sumsel Bekali Kader PKK Kuasai Literasi dan UMKM

    TP PKK Sumsel Bekali Kader PKK Kuasai Literasi dan UMKM

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID -TP PKK Sumsel memberi pembekalan kader Pokja II dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan (Sumsel) dengan kemampuan di bidang literasi, pengelolaan PAUD berkualitas, hingga pengembangan UMKM keluarga. Langkah ini dilakukan, agar kader mampu menjawab tantangan perubahan sosial serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kemandirian ekonomi keluarga di daerah. Pembekalan tersebut dikemas melalui Pelatihan […]

  • Resmi di Jakarta, Transportasi Daring Ditandai Stiker

    Resmi di Jakarta, Transportasi Daring Ditandai Stiker

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.162
    • 0Komentar

    ” Kalau sekarang sifatnya masih persuasif sampai 1 Februari 2018, setelah itu kami tindak tegas, jika ada yang melanggar,”

  • Palembang Bakal Terbitkan Perda Pengurangan BPHTB

    Palembang Bakal Terbitkan Perda Pengurangan BPHTB

    • calendar_month Rabu, 22 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.016
    • 0Komentar

    Penerapan batas minimal pengenaan BPHTB, jika sebelumnya diangka Rp 60 juta, mulai tahun depan dinaikan menjadi Rp 100 juta.

  • Inilah Kategori Peringkat AKIP

    Inilah Kategori Peringkat AKIP

    • calendar_month Kamis, 25 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.024
    • 0Komentar

    Kemen PAN & RB memberikan peringkat nilai dengan sebutan: AA, A, B, CC, C,dan D, dengan rincian Interprestasi dan Karakteristik instansinya,

  • Bupati Larang Berjabat Tangan & Stop Perjalanan Keluar Banyuasin

    Bupati Larang Berjabat Tangan & Stop Perjalanan Keluar Banyuasin

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.096
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H. Askolani,SH, MH mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan untuk bersalaman tangan, bahkan ke luar masuk Kabupaten Banyuasin terkait Virus Corona /Covid-19 yang tengah mewabah. Meski demikian, Bupati menegaskan kepada warganya tetap beraktifitas seperti biasa, baik sekolah, maupun yang lainnya. “Tapi wajib waspada dan berupaya tidak melakukan kontak badan, seperti berjabatan tangan, bersentuhan satu […]

  • Siaga Bencana, Banyuasin Gelar Apel Bersama

    Siaga Bencana, Banyuasin Gelar Apel Bersama

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.136
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Banyuasin menggelar apel siaga Bencana Alam, apel siaga ini diikuti BPBD Kesbangpol Banyuasin, bersama Polres Banyuasin, Dandim 0403 dan Manggala Agni di Halaman Kantor Polres Kabupaten Banyuasin, Kamis [9/1/2020]. Dalam apel kesiapan tersebut, Wakil Bupati Banyuasin H Slamet. SH mengatakan memasuki musim hujan yang cukup tinggi saat ini,  Pemerintah Kabupaten Banyuasin mulai mempersiapkan […]

expand_less
WordPress Archive Fat Questionnaire – WordPress plugin solution for survey or quiz FAVAS – WooCommerce Elementor Template Kit FBar – Responsive WordPress Demo Switch Bar Plugin FC United | Football, Soccer & Sports WordPress Theme Fdoctor | Health & Medical WordPress Theme Feanty – Beauty Clinic Elementor Template Kit FeastCo – Restaurant and Events WordPress Theme Feedblitz Addon for UserPro Felix – Spa Elementor Template Kit Felix Travel – mobile React Native travel app template