Indonesia di Amman Dorong Global South Perkuat Dukungan untuk Palestina
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : setneg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID- Indonesia mendorong negara-negara Global South memperkuat dukungan terhadap Palestina melalui langkah diplomatik yang lebih terkoordinasi. Dorongan itu disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri mengenai Yerusalem di Amman, Yordania, baru-baru ini.
Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mewakili Menteri Luar Negeri Sugiono menilai komunitas internasional perlu mengubah pendekatan dalam menghadapi berbagai pelanggaran yang terjadi di wilayah Palestina.
Menurut dia, kekerasan warga Israel serta tindakan dinilai melanggar hukum internasional di Palestina, termasuk Yerusalem Timur, kompleks Masjid Al Aqsa, dan Tepi Barat, tidak seharusnya dibiarkan menjadi sesuatu yang dianggap biasa.
Indonesia juga menekankan pentingnya persatuan dalam merespons persoalan Palestina. Menurut Arrmanatha, negara-negara yang mendukung Palestina perlu menghindari pendekatan yang berjalan sendiri-sendiri.
“Indonesia mendorong agar komunitas internasional tidak lagi menggunakan cara-cara lama. Tidak lagi membiarkan pelanggaran Israel, dan tidak lagi menghadapinya secara terpecah,” ujar Arrmanatha.
Dalam forum tersebut, Indonesia menyampaikan lima usulan yang diarahkan untuk memperkuat dukungan internasional bagi Palestina.
Pertama, membangun strategi bersama yang bertumpu pada persatuan. Kedua, mengambil langkah untuk menegakkan hukum internasional dan putusan Mahkamah Internasional. Ketiga, memperluas pengakuan internasional terhadap Negara Palestina.
Selanjutnya, Indonesia mendorong penguatan perlindungan terhadap Masjid Al Aqsa. Langkah kelima berkaitan dengan dukungan terhadap rekonstruksi Gaza, persatuan nasional Palestina, serta keberlanjutan mandat Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Indonesia juga kembali menyatakan dukungannya terhadap Hashemite Custodianship atas tempat-tempat suci di Yerusalem, termasuk Al Haram Al Syarif.
Di sisi lain, keterlibatan negara-negara Global South dinilai penting untuk memperkuat posisi diplomatik Palestina. Indonesia mendorong terbentuknya koalisi yang lebih kuat dengan melibatkan negara-negara dari berbagai kawasan.
“Global South bersama kita,” kata Arrmanatha.
Ia menambahkan, dukungan terhadap Palestina juga mulai terlihat dari sejumlah negara yang sebelumnya memiliki hubungan dekat dengan Israel.
Menurut dia, beberapa negara tersebut telah menjatuhkan sanksi terhadap pemukim Israel di Tepi Barat.
Pertemuan di Amman mempertemukan sejumlah negara yang memiliki perhatian terhadap isu Yerusalem dan Palestina, di antaranya Aljazair, Arab Saudi, Irak, Mesir, Turki, Tunisia, Somalia, Pakistan, Maroko, Palestina, Malaysia, dan Qatar. Sekretaris Jenderal Liga Arab juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan itu kemudian menghasilkan Joint Statement. Pernyataan bersama tersebut antara lain mendukung penguatan institusi Palestina di Yerusalem dan menolak tindakan unilateral berupa pemindahan misi diplomatik ke Yerusalem.
Para peserta juga mendorong kampanye media untuk memperluas informasi mengenai dampak tindakan Israel terhadap perdamaian dan keamanan, baik di tingkat regional maupun internasional.
Langkah diplomatik bagi Indonesia menjadi bagian dari upaya menjalankan kebijakan luar negeri yang menempatkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai salah satu prioritas.
Pemerintah Indonesia sebelumnya juga terus menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan penyelesaian konflik berdasarkan hukum internasional. Melalui forum di Amman, Indonesia kembali mendorong agar dukungan tersebut tidak berhenti pada pernyataan, tetapi diterjemahkan melalui kerja sama dan langkah bersama di tingkat internasional. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
