Sebelum Kilang Plaju Kembali Andal, Karyawan Kuatkan Budaya Keselamatan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SEBUAH ruang pertemuan di Kilang Plaju, suasana terasa berbeda, para karyawan dari berbagai fungsi hadir dalam balutan pakaian kerja operasional berwarna merah, putih, dan biru. Mereka duduk bersama, melebur tanpa sekat fungsi maupun jabatan, membawa satu tujuan yang sama yaitu memastikan setiap langkah pekerjaan besar yang akan dijalankan berlangsung dengan aman.
Tidak ada suara mesin beroperasi, serta tidak ada aktivitas pemeliharaan di lapangan, namun, dari ruangan itu dimulai komitmen, sebagai sebuah persiapan penting sebelum pekerjaan teknis berlangsung.
Doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar seluruh karyawan Kilang Plaju yang hadir saat itu, dalam menyambut pelaksanaan Pit Stop Part II Tahun 2026, dengan mengusung tema “Faith Before Action” kegiatan yang berlangsung kemarin itu menjadi momen guna memperkuat kesiapan, kebersamaan, sekaligus komitmen terhadap budaya keselamatan.
Untuk karyawan Kilang Plaju sendiri, keberhasilan sebuah pekerjaan besar tidak hanya ditentukan oleh kesiapan peralatan, teknologi, maupun perencanaan yang matang, sebab ada faktor yang paling utama sebagai penggerak sebelum berkerja. yaitu manusia menjalankan setiap proses dengan kepedulian dan tanggung jawab.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Khabibullah Khanafie, menjelaskan doa bersama menjadi pengingat bagi seluruh pekerja dan mitra kerja untuk selalu menempatkan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai prioritas utama.
“Setiap pekerja yang terlibat dalam Pit Stop memiliki tanggung jawab untuk saling peduli dan saling mengingatkan dalam penerapan aspek HSSE. Melalui doa bersama ini, kita memperkuat ikhtiar, memohon kelancaran setiap tahapan pekerjaan, serta meneguhkan komitmen agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan selamat, sesuai standar, dan tanpa mengabaikan budaya keselamatan,” ujar Khabibullah.
Selain doa bersama, kegiatan itu juga menjadi wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional melalui penyaluran santunan kepada Panti Asuhan Al-Yamin, Panti Asuhan Darurrahmah, Rumah Yatim Al Berkah, dan Mulia Yatim Al Ikhlas.
Dalam industri pengolahan energi, setiap pekerjaan memiliki tingkat risiko yang harus dikelola secara disiplin, oleh karena itu, keselamatan tidak cukup hanya dituangkan dalam prosedur dan standar kerja, tetapi harus menjadi bagian dari perilaku setiap insan yang terlibat.
Budaya keselamatan tumbuh melalui kebiasaan sederhana, salah satunya dengan memastikan kesiapan sebelum bekerja, berkomunikasi dengan baik antar tim, saling mengingatkan ketika menemukan potensi bahaya, hingga berani menghentikan pekerjaan apabila terdapat kondisi yang tidak aman.
Nilai tersebut menjadi semakin penting dalam pelaksanaan Pit Stop, sebuah kegiatan pemeliharaan terencana yang bertujuan menjaga performa dan keandalan fasilitas kilang.
Apalagi pekerjaan teknis yang melibatkan berbagai fungsi, terdapat kolaborasi besar para pekerja yang memiliki peran masing-masing. Operator, teknisi, pengawas, hingga mitra kerja bergerak dalam satu irama untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar keselamatan.
Oleh sebab itu, sejatinya, keandalan kilang tidak hanya dibangun dari peralatan yang terawat, tetapi juga dari manusia yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan.
Sebagai salah satu kilang strategis di Indonesia, Kilang Plaju terus menjaga keberlangsungan operasional melalui penguatan sistem kerja, teknologi, dan kualitas sumber daya manusia.
Pit Stop Part II Tahun 2026 bukan hanya tentang menghentikan sementara sebagian aktivitas untuk melakukan pemeliharaan fasilitas, sebenarnya lebih dari itu, karena kegiatan ini merupakan langkah penting guna memastikan kilang dapat kembali beroperasi secara optimal, efisien, dan berkelanjutan dalam mendukung kebutuhan energi masyarakat.
Melalui semangat “Faith Before Action”, para karyawan Kilang Plaju meneguhkan bahwa setiap pekerjaan besar harus diawali dengan kesiapan yang menyeluruh, seperti kesiapan teknis, kesiapan mental, dan kesiapan untuk saling menjaga. Apalagi sebelum kilang kembali andal, intinya harus ada budaya keselamatan yang terlebih dahulu diperkuat oleh manusia-manusia di dalamnya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
