Senin, 26 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » “Punya Asa di Kampung Nelayan, Auditor Pun Rela Gosong”

“Punya Asa di Kampung Nelayan, Auditor Pun Rela Gosong”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
  • visibility 1.611
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA satu pepatah lama yang sering dikutip nelayan tua di tepi laut, yakni “Kalau perahu bocor, jangan salahkan ombak”, tapi di tangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pepatah itu naik level jadi semacam slogan baru “Kalau proyek bocor, auditor turun sebelum banjir”.

Begitulah kira-kira semangat yang sedang dibawa KKP lewat program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), bukan cuma soal membangun rumah untuk nelayan, tapi juga soal membangun kepercayaan bahwa uang rakyat tidak akan tenggelam di lautan birokrasi.

Biasanya, pejabat kalau ngomong soal proyek lebih banyak di ruang rapat ber-AC, dengan air mineral botol kecil, bukan air asin. Tapi auditor dari Inspektorat Jenderal KKP justru turun ke lapangan, ngecek langsung sebelum pembangunan dimulai.

Mereka menyebutnya Mutual Check Awal (MC-0), kedengarannya teknis, tapi kalau diartikan bebas, itu artinya “ngecek dulu sebelum nyesel”.

Coba pikirkan, sebelum semen dituang dan batu dipasang, tim Itjen udah jongkok di tanah, bawa meteran, tanya “Ini gambar di kertas sama tanahnya cocok nggak, nih?”.

Kayak emak-emak yang ngecek belanjaan di pasar, nggak mau tertipu sama janji manis. Inspektur Jenderal Ade Tajudin Sutiawarman bilang, pengawasan dilakukan sejak awal biar nggak ada masalah di akhir, bahkan untuk setiap pembayaran, mereka review minimal dua kali, kalau ini bukan ketelitian, mungkin ini obsesi.

Jujur aja, kerja auditor di proyek pesisir itu nggak glamor, mereka panas-panasan, kulit gosong, kadang sinyal hilang, tapi toh mereka tetap turun, kalau dibilang rela gosong, itu bukan hiperbola. Karena memang gosong beneran.

Ada yang bercanda, katanya “kalau auditor kulitnya masih mulus, berarti belum ke lapangan, tapi begitulah kenyataannya”. KKP memang lagi serius banget soal pengawasan, nggak mau ada lagi cerita klasik, misalnya proyek mangkrak, dana serapannya aneh, atau bangunan baru tapi retak duluan.

Oleh karena itu, Program Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan proyek biasa, ini simbol, karena bukti kalau pemerintah bisa hadir di kampung nelayan dengan cara yang benar, tapi simbol nggak cukup kalau cuma jadi spanduk dan seremoni.

Maka itu,  KKP bikin sistem pengawasan yang berlapis, seperti  ada BPKP, ada aparat penegak hukum, bahkan melibatkan pemantauan jarak jauh.

Kayak film aksi, semua peran lengkap, ada detektif (auditor), hakim (BPKP), dan polisi (penegak hukum) dan  tinggal popcorn-nya aja yang belum.

Menteri Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran pers resmi dilaman KKP hari ini, udah wanti-wanti, semua tahapan proyek harus transparan dan akuntabel. Kalimatnya sederhana, tapi artinya berat, karena di negeri ini, menjaga akuntabilitas kadang lebih susah daripada menambal jaring robek di tengah badai.

Kalau kita pikir-pikir, auditor itu sebenarnya mirip nelayan juga, hanya saja bedanya, nelayan itu melempar jaring untuk mencari ikan, sedangkan auditor melempar pertanyaan untuk mencari kebenaran dan keduanya sebenarnya sama-sama butuh kesabaran, dan sama-sama sering pulang gosong.

Kadang lucu juga ya… kalau dengar cerita di lapangan, karena ada kontraktor yang gemetar waktu liat mobil Itjen datang, katanya “waduh, ini pasti ada yang mau dicek!”. Ya jelas memang dicek, bro….bukan mau ngasih undangan nikahan, he..he..

Tapi di situlah sisi lucunya birokrasi Indonesia, antara serius dan dagelan, antara target serapan dan realitas lapangan, namun satu hal pasti, yakni kalau semua pihak sama-sama jujur, tak perlu takut auditor datang, walau kulit makin gelap dan sepatu belepotan lumpur.

Pepatah bilang, “Kalau mau menangkap ikan besar, jangan takut basah”, mungkin itu yang sedang dilakukan KKP sekarang, mereka nggak mau hanya duduk di belakang meja dan berharap proyek beres sendiri. Mereka mau basah, gosong, bahkan capek, asal rakyat di pesisir benar-benar merasakan hasilnya.

Oleh sebab itu, dalam dunia yang penuh laporan palsu dan kwitansi misterius, langkah kayak gini perlu kita rayakan, meski dengan tawa dan keringat, karena humor dan integritas, kalau disatukan, bisa jadi kombinasi paling ampuh untuk melawan kebusukan.

Kita sering dengar kisah nelayan yang pulang dengan wajah legam tapi senyum lebar. nah, auditor KKP sekarang kayak gitu juga. Pulang gosong, tapi bawa hasil, bukan ikan, melainkan kepastian bahwa uang rakyat masih selamat.

Kalau semua lembaga punya semangat serupa, mungkin kita tak perlu lagi berita “proyek mangkrak”, tapi bisa bikin rubrik baru “Proyek Beres, Auditor Bahagia”, he..he ya.. Nggak!

Jadi kalau nanti kamu lihat orang di pelabuhan pakai rompi, topi lebar, muka gosong, dan senyum bangga, jangan salah sangka, itu bukan nelayan pulang melaut, namun  bisa jadi itu auditor KKP yang baru menuntaskan audit,  dan menegaskan satu hal penting “Gosong itu nggak apa-apa, asal negara nggak hangus”..ha..ha.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alur Verifikasi Vaksinasi Bagi WNI dan WNA yang Divaksinasi di Luar Negeri

    Alur Verifikasi Vaksinasi Bagi WNI dan WNA yang Divaksinasi di Luar Negeri

    • calendar_month Minggu, 19 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 989
    • 0Komentar

    WNI dan WNA yang divaksinasi di luar negeri tetap bisa mendapatkan sertifikat vaksinasi yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Alur verifikasi vaksinasi adalah dengan mengajukan verifikasi melalui situs web https://vaksinln.dto.kemkes.go.id/sign/in dengan mendaftar terlebih dulu. Setelahnya Data Individu dan Vaksinasi diverifikasi oleh Kementerian Kesehatan (bagi WNI) dan oleh masing-masing kedutaan (bagi WNA). Hasil verifikasi akan dikonfirmasi melalui email, lalu […]

  • Saran Gubernur BPN Sumsel Harus Siap  Bertransformasi Digital

    Saran Gubernur BPN Sumsel Harus Siap Bertransformasi Digital

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 866
    • 0Komentar

    GUBERNUR  Sumsel H. Herman Deru menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional Tahun 2019 di Halaman Gedung Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumsel, Selasa (24/9). HD mengaku sengaja hadir dan menjadi Irup karena bangga atas kinerja Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumsel. “Saya mau hadir menjadi irup ini karena […]

  • Waspada Belanja Di Kebon Semai, Enam Pedagang Positif Covid 19

    Waspada Belanja Di Kebon Semai, Enam Pedagang Positif Covid 19

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.028
    • 0Komentar

    SEDIKITNYA terdapat enam pedagang di Pasar Kebon Semai Kecamatan Kemuning positif virus corona. Seperti diketahui belum lama ini ada satu pedagang yang dinyatakan terpapar Covid 19 dan sudah meninggal. Gugus tugas pencegahan dan penanggulangan coronavirus disease 2019 (COVID-19) Kota Palembang membenarkan terkait enam pedagang pasar kebon semai yang berstatus positif. Juru bicara gugus tugas COVID-19 […]

  • Manfaatkan Karya Jaya Jadi Terminal Multimoda

    Manfaatkan Karya Jaya Jadi Terminal Multimoda

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 933
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru untuk membuat terminal terpadu atau multimoda dengan memanfaatkan Terminal Tipe A Karya Jaya Kertapati Palembang yang saat ini telah ada nampaknya akan segera teralisasi. Hal itu terungkap, saat ia  menggelar rapat pembahasan terminal Karya Jaya bersama Kementerian Perhubungan melalui virtual, Rabu (16/9). “Kita bukan ingin membuat terminal baru tapi memanfaatkan […]

  • BPS Sebut Tingkat Pengangguran Terbuka 5,5%, SMK yang Paling Banyak

    BPS Sebut Tingkat Pengangguran Terbuka 5,5%, SMK yang Paling Banyak

    • calendar_month Selasa, 7 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 944
    • 0Komentar

    Angka tersebut dikarenakan angkatan kerja di Agustus ini mengalami penurunan sebanyak 3,49 juta orang dibandingkan Februari 2017

  • Apakah Vaksin COVID-19 Berdampak Pada Kesuburan Laki-Laki & Perempuan?

    Apakah Vaksin COVID-19 Berdampak Pada Kesuburan Laki-Laki & Perempuan?

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    BERTANYA-tanya apakah vaksin COVID-19 berdampak pada tingkat kesuburan laki-laki dan perempuan? Tidak perlu khawatir, apalagi sampai tidak mau divaksin, karena kata WHO tidak menimbulkan masalah kesuburan pada laki-laki dan perempuan. Belum ada bukti kalau vaksin COVID-19 timbulkan gangguan pada organ-organ reproduksi, sedangkan tentang bukti tentang manfaat dan khasiat vaksin untuk meningkatkan imunitas kita serta mengurangi […]

expand_less
WordPress Archive Affiliate Butler Pro Affiliate Egg – Niche Affiliate Marketing WordPress Plugin Affiliate Egg Pro – Niche Affiliate Marketing WordPress Plugin Affiliate Elements for Elementor Affiliate Pro – Affiliate Management System Affiliate Pro – WordPress Affiliate Program Plugin for WooCommerce AffiliatePro SaaS – Affiliate & Vendor System + Mobile App, AI, Telegram AffiliateWP – Affiliate Area Tabs AffiliateWP – Affiliate Dashboard Sharing AffiliateWP – Affiliate Forms For Gravity Forms