Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » “Punya Asa di Kampung Nelayan, Auditor Pun Rela Gosong”

“Punya Asa di Kampung Nelayan, Auditor Pun Rela Gosong”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
  • visibility 1.600
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA satu pepatah lama yang sering dikutip nelayan tua di tepi laut, yakni “Kalau perahu bocor, jangan salahkan ombak”, tapi di tangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pepatah itu naik level jadi semacam slogan baru “Kalau proyek bocor, auditor turun sebelum banjir”.

Begitulah kira-kira semangat yang sedang dibawa KKP lewat program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), bukan cuma soal membangun rumah untuk nelayan, tapi juga soal membangun kepercayaan bahwa uang rakyat tidak akan tenggelam di lautan birokrasi.

Biasanya, pejabat kalau ngomong soal proyek lebih banyak di ruang rapat ber-AC, dengan air mineral botol kecil, bukan air asin. Tapi auditor dari Inspektorat Jenderal KKP justru turun ke lapangan, ngecek langsung sebelum pembangunan dimulai.

Mereka menyebutnya Mutual Check Awal (MC-0), kedengarannya teknis, tapi kalau diartikan bebas, itu artinya “ngecek dulu sebelum nyesel”.

Coba pikirkan, sebelum semen dituang dan batu dipasang, tim Itjen udah jongkok di tanah, bawa meteran, tanya “Ini gambar di kertas sama tanahnya cocok nggak, nih?”.

Kayak emak-emak yang ngecek belanjaan di pasar, nggak mau tertipu sama janji manis. Inspektur Jenderal Ade Tajudin Sutiawarman bilang, pengawasan dilakukan sejak awal biar nggak ada masalah di akhir, bahkan untuk setiap pembayaran, mereka review minimal dua kali, kalau ini bukan ketelitian, mungkin ini obsesi.

Jujur aja, kerja auditor di proyek pesisir itu nggak glamor, mereka panas-panasan, kulit gosong, kadang sinyal hilang, tapi toh mereka tetap turun, kalau dibilang rela gosong, itu bukan hiperbola. Karena memang gosong beneran.

Ada yang bercanda, katanya “kalau auditor kulitnya masih mulus, berarti belum ke lapangan, tapi begitulah kenyataannya”. KKP memang lagi serius banget soal pengawasan, nggak mau ada lagi cerita klasik, misalnya proyek mangkrak, dana serapannya aneh, atau bangunan baru tapi retak duluan.

Oleh karena itu, Program Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan proyek biasa, ini simbol, karena bukti kalau pemerintah bisa hadir di kampung nelayan dengan cara yang benar, tapi simbol nggak cukup kalau cuma jadi spanduk dan seremoni.

Maka itu,  KKP bikin sistem pengawasan yang berlapis, seperti  ada BPKP, ada aparat penegak hukum, bahkan melibatkan pemantauan jarak jauh.

Kayak film aksi, semua peran lengkap, ada detektif (auditor), hakim (BPKP), dan polisi (penegak hukum) dan  tinggal popcorn-nya aja yang belum.

Menteri Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran pers resmi dilaman KKP hari ini, udah wanti-wanti, semua tahapan proyek harus transparan dan akuntabel. Kalimatnya sederhana, tapi artinya berat, karena di negeri ini, menjaga akuntabilitas kadang lebih susah daripada menambal jaring robek di tengah badai.

Kalau kita pikir-pikir, auditor itu sebenarnya mirip nelayan juga, hanya saja bedanya, nelayan itu melempar jaring untuk mencari ikan, sedangkan auditor melempar pertanyaan untuk mencari kebenaran dan keduanya sebenarnya sama-sama butuh kesabaran, dan sama-sama sering pulang gosong.

Kadang lucu juga ya… kalau dengar cerita di lapangan, karena ada kontraktor yang gemetar waktu liat mobil Itjen datang, katanya “waduh, ini pasti ada yang mau dicek!”. Ya jelas memang dicek, bro….bukan mau ngasih undangan nikahan, he..he..

Tapi di situlah sisi lucunya birokrasi Indonesia, antara serius dan dagelan, antara target serapan dan realitas lapangan, namun satu hal pasti, yakni kalau semua pihak sama-sama jujur, tak perlu takut auditor datang, walau kulit makin gelap dan sepatu belepotan lumpur.

Pepatah bilang, “Kalau mau menangkap ikan besar, jangan takut basah”, mungkin itu yang sedang dilakukan KKP sekarang, mereka nggak mau hanya duduk di belakang meja dan berharap proyek beres sendiri. Mereka mau basah, gosong, bahkan capek, asal rakyat di pesisir benar-benar merasakan hasilnya.

Oleh sebab itu, dalam dunia yang penuh laporan palsu dan kwitansi misterius, langkah kayak gini perlu kita rayakan, meski dengan tawa dan keringat, karena humor dan integritas, kalau disatukan, bisa jadi kombinasi paling ampuh untuk melawan kebusukan.

Kita sering dengar kisah nelayan yang pulang dengan wajah legam tapi senyum lebar. nah, auditor KKP sekarang kayak gitu juga. Pulang gosong, tapi bawa hasil, bukan ikan, melainkan kepastian bahwa uang rakyat masih selamat.

Kalau semua lembaga punya semangat serupa, mungkin kita tak perlu lagi berita “proyek mangkrak”, tapi bisa bikin rubrik baru “Proyek Beres, Auditor Bahagia”, he..he ya.. Nggak!

Jadi kalau nanti kamu lihat orang di pelabuhan pakai rompi, topi lebar, muka gosong, dan senyum bangga, jangan salah sangka, itu bukan nelayan pulang melaut, namun  bisa jadi itu auditor KKP yang baru menuntaskan audit,  dan menegaskan satu hal penting “Gosong itu nggak apa-apa, asal negara nggak hangus”..ha..ha.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Lima Buah, Pemkot Palembang Terima Bantuan Motor Pengangkut Sampah Dari PT KAI

    Ada Lima Buah, Pemkot Palembang Terima Bantuan Motor Pengangkut Sampah Dari PT KAI

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.253
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang menerima bantuan 5 unit motor roda tiga pengangkut sampah dari PT KAI Divisi Regional III Palembang guna mengangkut sampah yang setiap hari menumpuk. Bantuan dari melalui program CSR itu diserahkan langsung oleh Kepala PT KAI Divre III Palembang Junaidi, dan diterima oleh Wali Kota Palembang Harnojoyo, di rumah dinas wali kota, Rabu […]

  • Ini Pesan Bupati Muba Kepada Kades

    Ini Pesan Bupati Muba Kepada Kades

    • calendar_month Rabu, 18 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.163
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Workshop, Monitoring dan Evaluasi Penyaluran dan Penggunaan Dana Desa di Kabupaten Muba dengan tema “Pengelolaan Dana Desa yang Cepat, Tepat dan Terpadu Sebagai Upaya Penanganan Dampak Ekonomi COVID-19”, di Opprom Pemkab Muba, Selasa (17/11/2020). Workshop ini dibuka secara langsung oleh Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ […]

  • Satpol PP Muba Digitalisasi Pengawasan Izin Pesta Rakyat Lewat SI-KEMAS

    Satpol PP Muba Digitalisasi Pengawasan Izin Pesta Rakyat Lewat SI-KEMAS

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Satpol PP Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mulai mendigitalisasi pengawasan izin pesta rakyat melalui Sistem Monitoring Izin Kegiatan Masyarakat (SI-KEMAS). Inovasi ini menjadi langkah baru guna memperkuat pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2020 tentang Pesta Rakyat dengan menghadirkan sistem pengawasan yang lebih terintegrasi, tertib administrasi, dan mempercepat pemantauan terhadap kegiatan masyarakat. Penerapan SI-KEMAS diawali […]

  • Unjuk kreasi santri di Pasaraya Ramadan Competition

    Unjuk kreasi santri di Pasaraya Ramadan Competition

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 731
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1446 H, Direktorat Pesantren mengajak santri dan masyarakat umum ikut berpartisipasi unjuk kreasi pada program Pasaraya Ramadan Competition. Ini merupakan program kompetisi foto dan video. Direktur Pesantren, Basnang Said menuturkan bahwa kompetisi foto dan video ini terbuka untuk seluruh santri dan umum. “Saya mengajak pada semua kalangan santri dan umum […]

  • menteri

    Vaksin Covid Kembali Tiba, Masih Dalam Bentuk Bahan Baku

    • calendar_month Selasa, 25 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    INDONESIA kembali menerima vaksin COVID-19 dari Sinovac sebanyak 8 juta dosis dalam bentuk bahan baku (bulk). Vaksin tahap ke-13 tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (25/5/2021). Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menyatakan bahwa kedatangan vaksin tahap ke-13 ini merupakan upaya Pemerintah […]

  • Ratusan Peserta Ikut Seleksi Magang ke Jepang

    Ratusan Peserta Ikut Seleksi Magang ke Jepang

    • calendar_month Senin, 15 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 835
    • 0Komentar

    SEBANYAK 323 orang terdiri dari 306 orang laki-laki dan 17 orang persempuan berasal dari kab/kota di Jatim mengikuti seleksi untuk mengikuti magang ke Jepang yang di gelar Disnakertrans Jatim. Hal ini dikatakan Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja yang juga Ketua panitia Seleksi Sunarya di Singosari Malang, Senin (15/11/2021). Maksud dilaksanakan kegiatan seleksi peserta pemagangan […]

expand_less
WordPress Archive Affiliate Butler Pro Affiliate Egg – Niche Affiliate Marketing WordPress Plugin Affiliate Egg Pro – Niche Affiliate Marketing WordPress Plugin Affiliate Elements for Elementor Affiliate Pro – Affiliate Management System Affiliate Pro – WordPress Affiliate Program Plugin for WooCommerce AffiliatePro SaaS – Affiliate & Vendor System + Mobile App, AI, Telegram AffiliateWP – Affiliate Area Tabs AffiliateWP – Affiliate Dashboard Sharing AffiliateWP – Affiliate Forms For Gravity Forms