Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » “Punya Asa di Kampung Nelayan, Auditor Pun Rela Gosong”

“Punya Asa di Kampung Nelayan, Auditor Pun Rela Gosong”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
  • visibility 1.594
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA satu pepatah lama yang sering dikutip nelayan tua di tepi laut, yakni “Kalau perahu bocor, jangan salahkan ombak”, tapi di tangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pepatah itu naik level jadi semacam slogan baru “Kalau proyek bocor, auditor turun sebelum banjir”.

Begitulah kira-kira semangat yang sedang dibawa KKP lewat program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), bukan cuma soal membangun rumah untuk nelayan, tapi juga soal membangun kepercayaan bahwa uang rakyat tidak akan tenggelam di lautan birokrasi.

Biasanya, pejabat kalau ngomong soal proyek lebih banyak di ruang rapat ber-AC, dengan air mineral botol kecil, bukan air asin. Tapi auditor dari Inspektorat Jenderal KKP justru turun ke lapangan, ngecek langsung sebelum pembangunan dimulai.

Mereka menyebutnya Mutual Check Awal (MC-0), kedengarannya teknis, tapi kalau diartikan bebas, itu artinya “ngecek dulu sebelum nyesel”.

Coba pikirkan, sebelum semen dituang dan batu dipasang, tim Itjen udah jongkok di tanah, bawa meteran, tanya “Ini gambar di kertas sama tanahnya cocok nggak, nih?”.

Kayak emak-emak yang ngecek belanjaan di pasar, nggak mau tertipu sama janji manis. Inspektur Jenderal Ade Tajudin Sutiawarman bilang, pengawasan dilakukan sejak awal biar nggak ada masalah di akhir, bahkan untuk setiap pembayaran, mereka review minimal dua kali, kalau ini bukan ketelitian, mungkin ini obsesi.

Jujur aja, kerja auditor di proyek pesisir itu nggak glamor, mereka panas-panasan, kulit gosong, kadang sinyal hilang, tapi toh mereka tetap turun, kalau dibilang rela gosong, itu bukan hiperbola. Karena memang gosong beneran.

Ada yang bercanda, katanya “kalau auditor kulitnya masih mulus, berarti belum ke lapangan, tapi begitulah kenyataannya”. KKP memang lagi serius banget soal pengawasan, nggak mau ada lagi cerita klasik, misalnya proyek mangkrak, dana serapannya aneh, atau bangunan baru tapi retak duluan.

Oleh karena itu, Program Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan proyek biasa, ini simbol, karena bukti kalau pemerintah bisa hadir di kampung nelayan dengan cara yang benar, tapi simbol nggak cukup kalau cuma jadi spanduk dan seremoni.

Maka itu,  KKP bikin sistem pengawasan yang berlapis, seperti  ada BPKP, ada aparat penegak hukum, bahkan melibatkan pemantauan jarak jauh.

Kayak film aksi, semua peran lengkap, ada detektif (auditor), hakim (BPKP), dan polisi (penegak hukum) dan  tinggal popcorn-nya aja yang belum.

Menteri Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran pers resmi dilaman KKP hari ini, udah wanti-wanti, semua tahapan proyek harus transparan dan akuntabel. Kalimatnya sederhana, tapi artinya berat, karena di negeri ini, menjaga akuntabilitas kadang lebih susah daripada menambal jaring robek di tengah badai.

Kalau kita pikir-pikir, auditor itu sebenarnya mirip nelayan juga, hanya saja bedanya, nelayan itu melempar jaring untuk mencari ikan, sedangkan auditor melempar pertanyaan untuk mencari kebenaran dan keduanya sebenarnya sama-sama butuh kesabaran, dan sama-sama sering pulang gosong.

Kadang lucu juga ya… kalau dengar cerita di lapangan, karena ada kontraktor yang gemetar waktu liat mobil Itjen datang, katanya “waduh, ini pasti ada yang mau dicek!”. Ya jelas memang dicek, bro….bukan mau ngasih undangan nikahan, he..he..

Tapi di situlah sisi lucunya birokrasi Indonesia, antara serius dan dagelan, antara target serapan dan realitas lapangan, namun satu hal pasti, yakni kalau semua pihak sama-sama jujur, tak perlu takut auditor datang, walau kulit makin gelap dan sepatu belepotan lumpur.

Pepatah bilang, “Kalau mau menangkap ikan besar, jangan takut basah”, mungkin itu yang sedang dilakukan KKP sekarang, mereka nggak mau hanya duduk di belakang meja dan berharap proyek beres sendiri. Mereka mau basah, gosong, bahkan capek, asal rakyat di pesisir benar-benar merasakan hasilnya.

Oleh sebab itu, dalam dunia yang penuh laporan palsu dan kwitansi misterius, langkah kayak gini perlu kita rayakan, meski dengan tawa dan keringat, karena humor dan integritas, kalau disatukan, bisa jadi kombinasi paling ampuh untuk melawan kebusukan.

Kita sering dengar kisah nelayan yang pulang dengan wajah legam tapi senyum lebar. nah, auditor KKP sekarang kayak gitu juga. Pulang gosong, tapi bawa hasil, bukan ikan, melainkan kepastian bahwa uang rakyat masih selamat.

Kalau semua lembaga punya semangat serupa, mungkin kita tak perlu lagi berita “proyek mangkrak”, tapi bisa bikin rubrik baru “Proyek Beres, Auditor Bahagia”, he..he ya.. Nggak!

Jadi kalau nanti kamu lihat orang di pelabuhan pakai rompi, topi lebar, muka gosong, dan senyum bangga, jangan salah sangka, itu bukan nelayan pulang melaut, namun  bisa jadi itu auditor KKP yang baru menuntaskan audit,  dan menegaskan satu hal penting “Gosong itu nggak apa-apa, asal negara nggak hangus”..ha..ha.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengintip Budidaya Bawal Hybrid

    Mengintip Budidaya Bawal Hybrid

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.539
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Balai Perikanan Budidya Laut (BPBL) Batam telah berhasil memproduksi benih ikan bawal hybrid secara massal.  Bawal hybrid merupakan hasil perkawinan silang (cross breeding) antara induk betina bawal emas dengan induk jantan bawal bintang. BPBL Batam juga telah berhasil memiliki induk produktif bawal emas saat […]

  • Pemerintah Perketat WNA Masuk ke Indonesia

    Pemerintah Perketat WNA Masuk ke Indonesia

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 626
    • 0Komentar

    MENGANTISIPASI masuknya varian baru virus COVID-19 yang ditemukan di sejumlah negara, pemerintah Indonesia memperketat pemeriksaan kesehatan bagi pendatang yang berasal dari luar negeri. Sejalan dengan itu, vaksinasi dan penguatan protokol kesehatan (prokes) juga tetap digencarkan mutasi. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi, mengatakan bahwa munculnya varian baru bisa melalui dua cara. “Yaitu […]

  • Semua Vaksinisasi Gratis, Presiden Jokowi Membatalkan Vaksin COVID-19 Berbayar

    Semua Vaksinisasi Gratis, Presiden Jokowi Membatalkan Vaksin COVID-19 Berbayar

    • calendar_month Sabtu, 17 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 832
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) telah mengambil keputusan untuk membatalkan vaksin COVID-19 berbayar bagi individu yang rencananya dilakukan oleh PT Kimia Farma beberapa waktu ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (16/7/2021). “Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, Presiden telah memberikan arahan dengan tegas […]

  • Perang Dagang Panas, ‘Wong Palembang’ Tetap Jualan

    Perang Dagang Panas, ‘Wong Palembang’ Tetap Jualan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 437
    • 0Komentar

    SAAT dunia sibuk perang dagang, wong Palembang tetap sibuk jualan pempek, kalimat itu mungkin terdengar seperti gurauan, tapi denyutnya terasa nyata di sudut-sudut dan pinggiran kota Palembang, termasuk di kawasan 3-4 Ulu, Seberang Ulu I. Di sana, asap dapur UMKM Pempek dan Kelempang Rizkyanti tetap mengepul, seolah tak terlalu peduli pada riuh rendah isu geopolitik […]

  • Selain Jalur Darat, Muba Juga Fokus Tekan Angka Kecelakaan Transportasi Jalur Perairan

    Selain Jalur Darat, Muba Juga Fokus Tekan Angka Kecelakaan Transportasi Jalur Perairan

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 832
    • 0Komentar

    SELAIN Jalur transportasi jalan, KabupatenMusi Banyuasin [Muba] fokus menekan angka kecelakaan tranportasi jalur perairan. “Ini juga yang akan menjadi perhatian serius Pemkab Muba bersama stakeholder, penekanan safety first di transportasi perairan akan digencarkan guna meminimalisir angka kecelakaan di jalur perairan,” ungkapnya Bupati Muba Dodi Reza Alex,  saat menerima Penghargaan IRSA 2019 pada acara Penganugerahan IRSA […]

  • Ketika Si Jago Merah Dikepret Air Damkar & Lari Tunggang Langgang dari Desa Epil

    Ketika Si Jago Merah Dikepret Air Damkar & Lari Tunggang Langgang dari Desa Epil

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 714
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Mentari belum juga sempat sarapan cahaya. Di Dusun IV Desa Epil, ayam baru nyicil teriak, kompor baru sempat dilirik, eh tiba-tiba api sudah ngoceh duluan. Bukan api semangat, tapi si jago merah yang lagi kumat hobi main bakar-bakaran. “Mak! Mak! Rumah Pak Paidol kebakar!”Teriak Rendi, bocah 10 tahun yang biasanya cuma teriak kalau […]

expand_less
WordPress Archive Affiliate Butler Pro Affiliate Egg – Niche Affiliate Marketing WordPress Plugin Affiliate Egg Pro – Niche Affiliate Marketing WordPress Plugin Affiliate Elements for Elementor Affiliate Pro – Affiliate Management System Affiliate Pro – WordPress Affiliate Program Plugin for WooCommerce AffiliatePro SaaS – Affiliate & Vendor System + Mobile App, AI, Telegram AffiliateWP – Affiliate Area Tabs AffiliateWP – Affiliate Dashboard Sharing AffiliateWP – Affiliate Forms For Gravity Forms