Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Pondok Liar di Tepian Sungai Udang Kembali Digulung

Pondok Liar di Tepian Sungai Udang Kembali Digulung

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LANGIT di tepian Sungai Udang siang itu biru terang tanpa ampun. Matahari memantul di genangan air rawa kecil di sisi jalan alternatif Pasar Buah Jakabaring, membuat udara terasa seperti dipanggang perlahan.

Debu beterbangan setiap kali mini ekskavator menggigit dinding papan pondok liar yang berdiri di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jalan Pangeran Ratu Lorong Datuk Akib, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Rabu (13/5/2026).

Suara kayu patah bersahut-sahutan dengan dentuman besi alat berat. Warga yang melintas melambatkan laju motor. Sebagian berhenti di pinggir jalan, menonton seperti menyaksikan babak akhir sebuah cerita lama yang terus berulang.

Empat pondok mungil berukuran sekitar 4×3 meter itu satu per satu ambruk. Atap jerami beterbangan diterpa angin panas. Papan-papan kusam berserakan ke tepian sungai. Tak butuh waktu lama, bangunan yang sempat berdiri diam di bibir aliran Sungai Musi itu akhirnya rata dengan tanah.

Namun, bagi warga sekitar, pembongkaran ini bukan cerita baru.

Pondok-pondok liar itu sudah beberapa kali dibongkar sejak 2022. Tapi seperti ilalang di musim hujan, bangunan serupa kembali tumbuh. Dibongkar, muncul lagi. Hilang sebentar, lalu berdiri kembali.

Ada semacam perang kecil yang tak pernah benar-benar selesai di tepian sungai ini.

Petugas Satpol PP Kota Palembang datang dengan pengawalan aparat gabungan dari TNI, Polisi Militer, serta instansi terkait. Dua mobil bak terbuka disiagakan untuk mengangkut puing-puing bangunan agar kawasan itu benar-benar bersih.

Di tengah terik matahari yang menyengat kepala, para petugas bekerja cepat. Linggis diayunkan. Palu diketukkan. Sementara mini ekskavator bergerak perlahan seperti sedang menyapu sisa-sisa pelanggaran yang dianggap membandel.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Sat Pol PP Kota Palembang, Budi Ritongga mengatakan penertiban kali ini dilakukan karena bangunan liar kembali berdiri di kawasan yang jelas dilarang.

“Sudah pernah kami tertibkan, tapi dibangun lagi. Kali ini kami lakukan tindakan tegas,” katanya.

Menurut Budi, pihaknya sebenarnya sudah menempuh langkah persuasif sebelum pembongkaran dilakukan. Namun karena bangunan tetap kembali berdiri di kawasan DAS, maka tindakan tegas dianggap perlu.

“Kami minta RT dan pihak kecamatan ikut mengawasi agar tidak terjadi lagi. DAS bukan untuk bangunan liar, melainkan ruang terbuka yang harus dijaga,” tegasnya.

Pernyataan itu terdengar sederhana. Tetapi di balik pembongkaran empat pondok kecil, tersimpan persoalan kota yang lebih besar.

Palembang sejak lama menghadapi masalah bangunan liar di sempadan sungai. Tepian aliran air yang seharusnya menjadi ruang terbuka dan jalur resapan perlahan berubah menjadi lokasi bangunan semi permanen. Ada yang dijadikan tempat singgah, lapak kecil, bahkan pondok yang akhirnya menetap.

Masalahnya bukan sekadar soal kayu dan atap jerami.

Yang sering luput dibahas adalah mengapa bangunan-bangunan seperti ini selalu kembali muncul.

Sebab kalau hanya soal membongkar, pekerjaan itu sebenarnya cepat selesai. Satu unit mini ekskavator saja cukup membuat pondok rata dalam hitungan menit. Tapi membongkar akar persoalan tentu tidak semudah menghancurkan papan kayu.

Di banyak sudut kota, ruang kosong selalu punya magnet tersendiri. Ketika pengawasan longgar, kawasan itu perlahan ditempati. Awalnya satu pondok. Lalu bertambah. Lama-lama dianggap biasa.

Fenomena itu juga terlihat di kawasan tepian Sungai Udang.

Warga sekitar mengaku penertiban sudah beberapa kali terjadi. Namun bangunan serupa kembali muncul tak lama setelah petugas pergi. Kondisi ini membuat penertiban terasa seperti lingkaran yang terus berputar.

Selain itu, pemerintah juga berada dalam posisi sulit. Jika dibiarkan, bangunan liar bisa mempersempit kawasan DAS dan memicu persoalan lingkungan di kemudian hari. Tapi jika hanya mengandalkan pembongkaran tanpa pengawasan rutin, bangunan serupa kemungkinan besar akan kembali muncul.

Karena itu, pembongkaran siang itu sebenarnya bukan sekadar meratakan pondok liar.

Ia menjadi simbol bagaimana kota terus berusaha menjaga ruang hidupnya dari pelanggaran yang perlahan dianggap biasa.

Di tengah suara mesin ekskavator yang meraung, ada pesan yang ingin ditegaskan pemerintah, tepian sungai bukan tempat untuk diduduki sesuka hati.

Meski begitu, warga yang menonton dari kejauhan tampaknya juga memahami satu hal lain. Selama masih ada celah, selama pengawasan lengah, dan selama kawasan kosong dianggap bisa dimanfaatkan, pondok-pondok baru mungkin saja kembali muncul di tempat yang sama.

Sore nanti, puing-puing itu memang akan hilang diangkut truk. Tapi pertanyaan besarnya masih tertinggal di tepian Sungai Udang.

Apakah ini benar-benar akhir, atau hanya babak berikutnya dari cerita lama yang terus berulang di pinggir sungai Kota Palembang?. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Komentar Bupati Muba Terkait Hari Ibui

    Begini Komentar Bupati Muba Terkait Hari Ibui

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.329
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin menggelar acara peringatan Hari Ibu ke-91 dan Hari Ulang Tahun Dhwar Wanita Persatuan ke-20, di Opprom Pemkab Muba, Rabu (11/12/2019). Acara ini dihadiri langsung Bupati Muba H Dodi Reza Alex, segenap Forkopimda  Kaporles Muba AKBP Yudhi S Markus Pinem, Kasdim 0401 Muba Mayor Inf M Daud, Ketua TP PKK Muba Hj Erini […]

  • Demo di Gedung DPRD Sumsel, Koalisi Pers Sumsel : Kami tegas tolak draf cantumkan pasal-pasal yang batasi hak masyarakat peroleh informasi

    Demo di Gedung DPRD Sumsel, Koalisi Pers Sumsel : Kami tegas tolak draf cantumkan pasal-pasal yang batasi hak masyarakat peroleh informasi

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.257
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Koalisi Pers Sumsel  melakukan aksi demo, menolak tegas menolak draf revisi RUU Penyiaran di halaman Kantor DPRD Sumsel pada Rabu (29/5/2024). Aksi demo ini bukan saja terjadi di Sumsel, namun diberbagai daerah. Menurut Oktaf Ryadi perwakilan PWI Sumsel dan juga tokoh pers Sumsel mengungkapkan  apa yang terjadi saat ini […]

  • Jadi Plt Bupati Lagi, Rapatkan Barisan dengan Staf Pemkab

    Jadi Plt Bupati Lagi, Rapatkan Barisan dengan Staf Pemkab

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 723
    • 0Komentar

    SETELAH resmi diputuskan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Musi Banyuasin (Muba), Beni Hernedi menggelar Rapat Staf Bersama Jajaran Pemkab Muba yang dihadiri oleh Para Staf Ahli Bupati Muba, Para Asisten, Kepala Perangkat Daerah dan seluruh Camat di Lingkungan Pemkab Muba, bertempat di Auditorium Pemkab Muba, Selasa (19/10/2021). Dalam kesempatan tersebut Plt Bupati Muba mengajak para […]

  • 3 Titik di Kota Palembang Bakal di Pasang Box Culvert

    3 Titik di Kota Palembang Bakal di Pasang Box Culvert

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.374
    • 0Komentar

    KOTA Palembang bakal dipasang saluran air yang terbuat dari beton [Box Culvert] yang merupakan salah satu proyek percontohan dari Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Sumsel. Pemasangan saluran air yang terbuat dari beton berbentuk kubus ini akan dipasang ditiga titik,antara lain di Jalan Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Jalan Hulu Balang, serta di Jalan […]

  • Percepat Akses Pendidikan, Pemerintah Luncurkan Platform Mandiri Belajar

    Percepat Akses Pendidikan, Pemerintah Luncurkan Platform Mandiri Belajar

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 722
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan aplikasi pembelajaran digital yang diberi nama Platform Mandiri Belajar agar siswa dapat mengakses pelajaran lebih mudah. Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa kehadiran Platform Mandiri Belajar ini ditujukan sebagai upaya Kementerian Agama dalam melayani siswa madrasah agar bisa mengakses pendidikan yang mudah dijangkau. “Semoga platform […]

  • RSUD Sekayu Tangani Operasi Bedah Otak Perdana RS Umum Daerah  di Sumsel

    RSUD Sekayu Tangani Operasi Bedah Otak Perdana RS Umum Daerah  di Sumsel

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.183
    • 0Komentar

    NASIB malang dialami Bunga Az-Zahra, bayi berumur 58 hari yang merupakan buah hati pasangan Ilham dan Ernawati warga Balai Agung Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin ini mengidap Meningokel atau kelainan tabung saraf yang langka. Direncanakan, Sabtu (20/6/2020) nanti Tim Medis RSUD Sekayu dengan melibatkan beberapa Dokter spesialis dari Palembang akan melakukan operasi terhadap Bunga di RSUD […]

expand_less
WordPress Archive FluentCRM Pro – Email Marketing Automation FluffyPaw – WordPress Theme for Veterinary Clinic & Pet Care Center Fluma - Influencer Marketing Agency Elementor Pro Template Kit FlutKit – Flutter & Figma UI Kit Flutter Travel App with Admin Panel – Travel Hour Flutterwave Payment Solutions and Bills Payment Services Fluxi – SEO Marketing Digital Agency WordPress Theme FluxNews – Flutter mobile app for WordPress FluxStore Delivery Boy – Flutter App for Woocommerce FluxStore Manager – Vendor and Admin Flutter App for Woocommerce