Selasa, 1 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan

Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kumis, Penjaga Kata di Gerbang Mulut

ADA masa ketika aku merasa berbicara adalah cara paling mudah untuk menunjukkan diri.

Apa yang ada di kepala, langsung keluar lewat mulut. Cepat. Ringan. Kadang tanpa sempat dipikir ulang.

Baru setelah usia berjalan cukup jauh, aku mulai sadar-

kata-kata ternyata tidak pernah benar-benar sederhana.

Ia bisa tinggal lama di hati seseorang. Kadang sebagai penguat, kadang justru menjadi luka yang tidak terlihat.

Dan anehnya, kesadaran itu justru datang ketika aku mulai memperhatikan sesuatu yang selama ini tumbuh diam di atas bibirku.

Kumis.

Ia ada di sana, tepat di atas bibir. Tidak pernah berpindah tempat. Tidak pernah absen. Tapi juga jarang benar-benar diperhatikan.

Padahal, kalau dipikir-pikir, posisinya itu tidak sembarangan.

Ia seperti penjaga di gerbang utama.

Gerbang kata.

Dulu, di masa muda, kumis ini hanya bagian dari penampilan. Kadang dicukur habis supaya terlihat lebih “bersih”, kadang dibiarkan tumbuh sekadarnya tanpa makna.

Yang penting rapi.

Yang penting enak dilihat.

Soal apa yang keluar dari mulut, itu urusan lain.

Dan di situlah mungkin letak kelengahannya.

Karena semakin ke sini, aku mulai menyadari satu hal sederhana-

mulut itu bisa lebih tajam dari apa pun.

Ia bisa menguatkan, tapi juga bisa melukai.

Ia bisa menenangkan, tapi juga bisa meruntuhkan.

Dan kumis ini, yang diam di atasnya, seperti pengingat yang tidak pernah bersuara.

Bahwa setiap kata yang keluar, tidak pernah benar-benar ringan.

Aku jadi teringat masa-masa ketika berbicara terasa begitu mudah.

Apa yang terlintas di kepala, langsung keluar begitu saja.

Tanpa jeda.

Tanpa timbang.

Tanpa pikir panjang.

Seolah kata-kata itu tidak punya konsekuensi.

Padahal, setelah waktu berjalan, baru terasa kata yang sudah keluar, tidak bisa ditarik kembali.

Ia menetap di hati orang lain, entah sebagai luka, entah sebagai kenangan.

Di usia kepala lima ini, ritme itu berubah.

Bukan karena tidak punya hal untuk dikatakan.

Tapi karena mulai paham

tidak semua harus diucapkan.

Ada yang cukup dipikirkan.

Ada yang cukup disimpan.

Ada yang cukup didoakan dalam diam.

Kumis ini, yang dulu hanya hiasan, kini seperti garis batas yang mengingatkan

sebelum kata melangkah keluar, ada baiknya ia duduk sebentar.

Diperiksa.

Ditimbang.

Dipahami.

Aku mulai menikmati jeda itu.

Jeda sebelum bicara.

Jeda sebelum merespons.

Jeda sebelum memberi penilaian.

Karena justru di dalam jeda itulah, banyak hal bisa diselamatkan.

Hubungan bisa tetap utuh.

Perasaan orang lain bisa tetap terjaga.

Dan diri sendiri tidak perlu menyesal di kemudian hari.

Kadang aku tersenyum sendiri.

Ternyata, menjadi lebih diam bukan berarti kehilangan suara.

Justru mungkin sedang belajar menggunakan suara dengan lebih bijak.

Kumis ini juga mengajarkan tentang tanggung jawab.

Bahwa setiap ucapan adalah cerminan isi kepala, sekaligus isi hati.

Tidak bisa lagi sembarangan.

Tidak bisa lagi sekadar ikut arus.

Di usia ini, berbicara bukan lagi soal ingin didengar.

Tapi tentang apakah yang didengar itu membawa kebaikan atau tidak.

Aku juga mulai melihat, orang-orang yang benar-benar dihormati bukan yang paling banyak bicara.

Tapi yang tahu kapan harus bicara.

Dan kapan cukup tersenyum saja.

Ada wibawa yang lahir dari ketenangan itu.

Bukan dibuat-buat.

Tapi tumbuh dari pemahaman.

Dan mungkin, kumis ini diam-diam sedang mengarahkanku ke sana.

Menjadi lebih hemat kata.

Lebih jernih dalam berbicara.

Lebih sadar bahwa lidah tidak bertulang, tapi bisa meninggalkan bekas yang panjang.

Aku tidak lagi ingin berbicara untuk menang.

Tidak juga untuk terlihat benar.

Cukup untuk menyampaikan yang perlu.

Seperlunya.

Sejujurnya.

Dan selembut mungkin.

Karena pada akhirnya, hidup ini bukan tentang siapa yang paling banyak bicara.

Tapi siapa yang kata-katanya paling bisa dipercaya.

Dan di antara semua yang tumbuh di wajah ini, kumis mungkin yang paling sunyi.

Tapi justru dari situlah, aku belajar bahwa menjaga kata, adalah salah satu bentuk kedewasaan yang tidak selalu terlihat, tapi selalu terasa.

(***)/bersambung – Part 5: Janggut, Waktu yang Turun dari Dagu

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Gelar Bahtsul Masail, Bahas Haji di Masa Pendemi, Mungkinkah Pemberangkatan Tahun Ini ?

    Kemenag Gelar Bahtsul Masail, Bahas Haji di Masa Pendemi, Mungkinkah Pemberangkatan Tahun Ini ?

    • calendar_month Sabtu, 24 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.673
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama (Kemenag) akan menggelar bahtsul masa’il untuk membahas penyelenggaran haji di masa pandemi Covid-19. Bahtsul Masa’il rencananya akan digelar tiga hari di Bogor, 27 – 29 April 2021. Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoizi H Dasir mengatakan bawah bahtsul masa’il digelar sebagai bagian dari mitigasi yang disiapkan oleh Kemenag jika ada pemberangkatan jemaah […]

  • Sinkronisasi Data Penanganan COVID-19, Satgas Himbau Pemerintah Daerah Hubungi Kemenkes

    Sinkronisasi Data Penanganan COVID-19, Satgas Himbau Pemerintah Daerah Hubungi Kemenkes

    • calendar_month Kamis, 3 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.010
    • 0Komentar

    JURU Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menghimbau agar pemerintah daerah menghubungi Kementerian Kesehatan, agar data sinkron dan sama, dan akhirnya dapat menjadi alat navigasi bersama. “Pemerintah saat ini sedang melakukan sinkronisasi data penanganan Covid-19 antara pusat dan daerah. Hal ini terkait pengumpulan dan validasi data yang jumlahnya besar serta membutuhkan waktu dalam prosesnya,”katanya saat […]

  • Dugaan Pengaruh Miras, Terjadinya Bentrokan  di Sorong

    Dugaan Pengaruh Miras, Terjadinya Bentrokan di Sorong

    • calendar_month Rabu, 26 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 738
    • 0Komentar

    POLDA Papua Barat saat ini menyatakan tengah menyelidiki peristiwa bentrokan di Sorong, Papua Barat yang menewaskan 19 orang yang diduga pengaruh alkohol. Sementara aparat Kepolisian masih mencari pelaku dan aktor intelektual dari bentrokan itu. “Saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap aktor intelektual dan pelaku dari dua kelompok tersebut,” jelas Kadiv Humas Polri, […]

  • Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Luas Kebakaran 2026 Lampaui 2019 dan 2023

    Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Luas Kebakaran 2026 Lampaui 2019 dan 2023

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Karhutla 2026 semakin mengkhawatirkan menyusul luas kebakaran hutan dan lahan mencapai sekitar 202.004 hektare hingga Juli, atau telah melampaui luasan pada periode yang sama pada 2019 dan 2023, bahkan kondisi diperparah dengan ancaman El Nino yang datang lebih cepat, serta mulai bergesernya lokasi kebakaran ke sejumlah wilayah di luar daerah prioritas. Besarnya luasan […]

  • Muba Raih Penghargaan Daya Saing Daerah Berkelanjutan Award di Regional Summit 2020

    Muba Raih Penghargaan Daya Saing Daerah Berkelanjutan Award di Regional Summit 2020

    • calendar_month Jumat, 6 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.631
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musibanyuasin [Muba] memperoleh penghargaan Daya Saing Daerah Berkelanjutan Award, Katadata Regional Summit 2020 dari Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Kinara Indonesia, dan Katadata Insight Center. “Inovasi berbasis prinsip keberlanjutan harus menjadi prioritas daerah, terutama bagi daerah yang mengandalkan Sumber Daya Alam sebagai fondasi perekonomian daerah saat ini dan di masa depan. Untuk daerah […]

  • Enak Minum Kopi Hangat atau Dingin ?

    Enak Minum Kopi Hangat atau Dingin ?

    • calendar_month Sabtu, 2 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.273
    • 0Komentar

    Masalah panas dan dingin itu hanya selera masing-masing.

expand_less
WordPress Archive MainWP Spinner MainWP Sucuri Extension MainWP Team Control Extension MainWP Time Capsule MainWP UpdraftPlus MainWP URL Extractor MainWP WooCommerce Shortcuts MainWP WooCommerce Status MainWP WordFence MainWP WordPress SEO