Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan

Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kumis, Penjaga Kata di Gerbang Mulut

ADA masa ketika aku merasa berbicara adalah cara paling mudah untuk menunjukkan diri.

Apa yang ada di kepala, langsung keluar lewat mulut. Cepat. Ringan. Kadang tanpa sempat dipikir ulang.

Baru setelah usia berjalan cukup jauh, aku mulai sadar-

kata-kata ternyata tidak pernah benar-benar sederhana.

Ia bisa tinggal lama di hati seseorang. Kadang sebagai penguat, kadang justru menjadi luka yang tidak terlihat.

Dan anehnya, kesadaran itu justru datang ketika aku mulai memperhatikan sesuatu yang selama ini tumbuh diam di atas bibirku.

Kumis.

Ia ada di sana, tepat di atas bibir. Tidak pernah berpindah tempat. Tidak pernah absen. Tapi juga jarang benar-benar diperhatikan.

Padahal, kalau dipikir-pikir, posisinya itu tidak sembarangan.

Ia seperti penjaga di gerbang utama.

Gerbang kata.

Dulu, di masa muda, kumis ini hanya bagian dari penampilan. Kadang dicukur habis supaya terlihat lebih “bersih”, kadang dibiarkan tumbuh sekadarnya tanpa makna.

Yang penting rapi.

Yang penting enak dilihat.

Soal apa yang keluar dari mulut, itu urusan lain.

Dan di situlah mungkin letak kelengahannya.

Karena semakin ke sini, aku mulai menyadari satu hal sederhana-

mulut itu bisa lebih tajam dari apa pun.

Ia bisa menguatkan, tapi juga bisa melukai.

Ia bisa menenangkan, tapi juga bisa meruntuhkan.

Dan kumis ini, yang diam di atasnya, seperti pengingat yang tidak pernah bersuara.

Bahwa setiap kata yang keluar, tidak pernah benar-benar ringan.

Aku jadi teringat masa-masa ketika berbicara terasa begitu mudah.

Apa yang terlintas di kepala, langsung keluar begitu saja.

Tanpa jeda.

Tanpa timbang.

Tanpa pikir panjang.

Seolah kata-kata itu tidak punya konsekuensi.

Padahal, setelah waktu berjalan, baru terasa kata yang sudah keluar, tidak bisa ditarik kembali.

Ia menetap di hati orang lain, entah sebagai luka, entah sebagai kenangan.

Di usia kepala lima ini, ritme itu berubah.

Bukan karena tidak punya hal untuk dikatakan.

Tapi karena mulai paham

tidak semua harus diucapkan.

Ada yang cukup dipikirkan.

Ada yang cukup disimpan.

Ada yang cukup didoakan dalam diam.

Kumis ini, yang dulu hanya hiasan, kini seperti garis batas yang mengingatkan

sebelum kata melangkah keluar, ada baiknya ia duduk sebentar.

Diperiksa.

Ditimbang.

Dipahami.

Aku mulai menikmati jeda itu.

Jeda sebelum bicara.

Jeda sebelum merespons.

Jeda sebelum memberi penilaian.

Karena justru di dalam jeda itulah, banyak hal bisa diselamatkan.

Hubungan bisa tetap utuh.

Perasaan orang lain bisa tetap terjaga.

Dan diri sendiri tidak perlu menyesal di kemudian hari.

Kadang aku tersenyum sendiri.

Ternyata, menjadi lebih diam bukan berarti kehilangan suara.

Justru mungkin sedang belajar menggunakan suara dengan lebih bijak.

Kumis ini juga mengajarkan tentang tanggung jawab.

Bahwa setiap ucapan adalah cerminan isi kepala, sekaligus isi hati.

Tidak bisa lagi sembarangan.

Tidak bisa lagi sekadar ikut arus.

Di usia ini, berbicara bukan lagi soal ingin didengar.

Tapi tentang apakah yang didengar itu membawa kebaikan atau tidak.

Aku juga mulai melihat, orang-orang yang benar-benar dihormati bukan yang paling banyak bicara.

Tapi yang tahu kapan harus bicara.

Dan kapan cukup tersenyum saja.

Ada wibawa yang lahir dari ketenangan itu.

Bukan dibuat-buat.

Tapi tumbuh dari pemahaman.

Dan mungkin, kumis ini diam-diam sedang mengarahkanku ke sana.

Menjadi lebih hemat kata.

Lebih jernih dalam berbicara.

Lebih sadar bahwa lidah tidak bertulang, tapi bisa meninggalkan bekas yang panjang.

Aku tidak lagi ingin berbicara untuk menang.

Tidak juga untuk terlihat benar.

Cukup untuk menyampaikan yang perlu.

Seperlunya.

Sejujurnya.

Dan selembut mungkin.

Karena pada akhirnya, hidup ini bukan tentang siapa yang paling banyak bicara.

Tapi siapa yang kata-katanya paling bisa dipercaya.

Dan di antara semua yang tumbuh di wajah ini, kumis mungkin yang paling sunyi.

Tapi justru dari situlah, aku belajar bahwa menjaga kata, adalah salah satu bentuk kedewasaan yang tidak selalu terlihat, tapi selalu terasa.

(***)/bersambung – Part 5: Janggut, Waktu yang Turun dari Dagu

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menghadap Gubernur, Hari Widodo Pamit Pindah  Tugas Sekaligus Kenalkan Kepala BI Baru

    Menghadap Gubernur, Hari Widodo Pamit Pindah Tugas Sekaligus Kenalkan Kepala BI Baru

    • calendar_month Jumat, 28 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 864
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru menerima kehadiran Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel Hari Widodo dalam rangka Pamit Pindah Tugas ke Departemen Pengelolaan uang BI, di ruang kerjanya, Jumat (28/1). Dalam kesempatan tersebut Hari Widodo sekaligus memperkenalkan Kepala BI Provinsi Sumsel yang baru yaitu R. Erwin Soeriadimadja. Dalam sambutan singkatnya Hari Widodo mengungkapkan terima kasihnya […]

  • BMKG : Gempa Bumi M 6,7 Guncang Pandeglang Banten, Dirasakan di DKI, Bandung Hingga Lampung Barat

    BMKG : Gempa Bumi M 6,7 Guncang Pandeglang Banten, Dirasakan di DKI, Bandung Hingga Lampung Barat

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.399
    • 0Komentar

    BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (14/1) pukul 16.05 WIB. Pusat gempabumi itu berada di 7.01 LS dan 105.26 BT pada kedalaman 40 kilometer. Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, gempabumi itu dirasakan kuat selama 4-5 detik di Kecamatan Sumur dan […]

  • Konsisten Terapkan Pengelolaan Keuangan yang Baik, Pemprov Sumsel Raih WTP  Delapan  Kali  Berturut-turut

    Konsisten Terapkan Pengelolaan Keuangan yang Baik, Pemprov Sumsel Raih WTP  Delapan  Kali  Berturut-turut

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 723
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan tahun anggaran 2021. Opini WTP kepada Pemprov Sumsel tersebut diberikan dalam rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Sumsel dengan agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas laporan keuangan Pemprov Sumsel Tahun Anggaran  2021, Senin (25/4). […]

  • NetApp Advance Tawarkan Fleksibilitas dan Efisiensi Cloud Hibrida Tingkat Berikutnya Kepada Organisasi

    NetApp Advance Tawarkan Fleksibilitas dan Efisiensi Cloud Hibrida Tingkat Berikutnya Kepada Organisasi

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 632
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, SINGAPURA –  NetApp® (NASDAQ: NTAP), perusahaan perangkat lunak global berbasis cloud, yang berpusat pada data, hari ini mengumumkan ketersediaan NetApp Advance, portofolio program penyimpanan baru dan jaminan untuk membantu biaya pelanggan -lingkungan on-premise bukti masa depan yang efektif.   NetApp Advance mengembangkan siklus penyimpanan, memungkinkan organisasi untuk menghindari siklus penyegaran yang rumit, mahal, […]

  • Boneka Pengantin dari Songket Siap Jadi Icon Baru Sumsel-1

    Boneka Pengantin dari Songket Siap Jadi Icon Baru Sumsel

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.225
    • 0Komentar

    Layaknya negara-negara maju, Sumatera Selatan (Sumsel) tidak pernah kehabisan akal untuk menciptakan inovasi-inovasi baru, seperti dilakukan Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel menggelar pelatihan pembuatan cinderamata di Aula TP PKK Rajawali, Selasa (10/10/2017).

  • Ratas ke Istana, Alex Pastikan Persiapan Sumsel Matang

    Ratas ke Istana, Alex Pastikan Persiapan Sumsel Matang

    • calendar_month Senin, 28 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 925
    • 0Komentar

    Promosi Asian Games 2018 agar lebih semarak dan gebyar bagi masyarakat luas.

expand_less
WordPress Archive MainWP Spinner MainWP Sucuri Extension MainWP Team Control Extension MainWP Time Capsule MainWP UpdraftPlus MainWP URL Extractor MainWP WooCommerce Shortcuts MainWP WooCommerce Status MainWP WordFence MainWP WordPress SEO