Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Natal & Tahun Baru, Inflasi Musiman yang Nggak Jinak-Jinak”

“Natal & Tahun Baru, Inflasi Musiman yang Nggak Jinak-Jinak”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 885
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SETIAP Natal dan Tahun Baru, inflasi selalu muncul sebagai cerita lama yang terulang, lonjakan harga pangan dan transportasi kembali terjadi, seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Pola ini bukan hal baru, justru karena berulang,  seharusnya bisa lebih diantisipasi lantaran kerap bikin suasana jadi ribut. Malah seandainya saja si inflasi bisa ngomong, dia akan bilang “Saya memang sering muncul, tapi kalau Natal dan Tahun Baru, saya biasanya datang lebih berisik lagi.”

Data Badan Pusat Statistik mencatat, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2025 mencapai 0,64 persen secara bulanan (mtm). Angka ini lebih tinggi dibandingkan November 2025 yang sebesar 0,17 persen. Secara tahunan, inflasi 2025 tercatat 2,92 persen (yoy), masih berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia.

Di atas kertas, inflasi terlihat terkendali, namun di lapangan, ceritanya tidak sesederhana itu.

Apalagi, Natal dan Tahun Baru itu bukan peristiwa mendadak, tanggalnya jelas, aktivitasnya bisa ditebak, sehingga ketika inflasi kembali naik di Desember, sulit menyebutnya sebagai kejutan.

Kenaikan inflasi Desember 2025 terutama didorong oleh kelompok volatile food yang melonjak 2,74 persen (mtm). Cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah kembali jadi langganan penyumbang inflasi. Penyebabnya pun klasik, gangguan cuaca, biaya produksi, dan lonjakan permintaan saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Bukan cerita baru, dan ini cerita yang diulang, inflasi pangan bukan sekadar angka statistik, inflasi langsung terasa di dapur rumah tangga. Kenaikan harga yang datang serempak membuat ruang kompromi makin sempit, terutama bagi masyarakat berpendapatan tetap.

Secara tahunan, inflasi volatile food pada 2025 tercatat 6,21 persen (yoy). Angka ini memang masih disebut “terkendali” dalam kerangka kebijakan, tetapi bagi konsumen, setiap lonjakan musiman tetap terasa tajam.

Inflasi mungkin bersifat sementara, tapi efeknya nyata, terutama saat kebutuhan justru sedang tinggi.

Selain pangan, administered prices juga ikut menyumbang inflasi Desember. Kelompok ini mencatat inflasi 0,37 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan harga bensin nonsubsidi, tarif angkutan udara, dan angkutan antarkota menjadi faktor pendorong. Mobilitas masyarakat yang meningkat saat liburan membuat penyesuaian harga nyaris tak terhindarkan.

Secara tahunan, inflasi administered prices tercatat 1,93 persen (yoy). Tidak tinggi, tapi cukup untuk menambah beban biaya perjalanan masyarakat yang ingin merayakan akhir tahun.

Dilaman resmi Bank Indonesia mencatat inflasi inti Desember 2025 sebesar 0,20 persen (mtm) dan 2,38 persen (yoy). Angka ini menunjukkan stabilitas permintaan domestik dan terjaganya ekspektasi inflasi.

Namun, dalam konteks Natal dan Tahun Baru, inflasi inti jarang jadi perhatian utama masyarakat. Yang paling terasa justru lonjakan harga pangan dan transportasi, dua pos yang sulit dihindari. Di sinilah jurang antara stabilitas makro dan realitas mikro terasa paling jelas.

Belum bisa ditaklukkan

Jika inflasi Nataru selalu muncul dengan komposisi yang hampir sama, pangan dan transportasi, maka persoalannya bukan lagi pada kejadian, melainkan pada pengelolaan pola. Setiap tahun, koordinasi pengendalian inflasi terus diperkuat. Sinergi pusat dan daerah berjalan. Program ketahanan pangan digaungkan. Tapi fakta  lonjakan musiman tetap muncul menunjukkan pekerjaan rumah belum sepenuhnya selesai.

Inflasi musiman memang sulit dihapus. tapi lonjakan yang berulang dan terasa seharusnya bisa diperkecil.

Natal dan Tahun Baru adalah ujian paling jujur bagi sistem pangan dan distribusi. Bukan di hari biasa, tapi di saat permintaan melonjak dan tekanan datang bersamaan. Jika pada momen seperti ini harga masih mudah bergejolak, artinya sistem belum cukup lentur menghadapi tekanan musiman. Bukan soal niat, melainkan soal kesiapan teknis di lapangan.

Barangkali tantangan terbesar justru ada pada sikap, karena terjadi setiap tahun, inflasi Nataru sering dimaklumi sebagai sesuatu yang “memang begitu.” Padahal, sesuatu yang berulang seharusnya makin mudah diantisipasi, bukan makin diterima tanpa evaluasi.

Oleh sebab itu, secara tahunan, inflasi 2025 memang masih dalam sasaran. Angkanya aman. Stabilitas terjaga. Tapi Natal dan Tahun Baru kembali mengingatkan stabilitas makro belum tentu berarti kenyamanan mikro.

Inflasi musiman tidak akan hilang sepenuhnya. Namun ia bisa dibuat lebih jinak, lebih terkelola, dan tidak selalu datang dengan dampak yang terasa tajam, karena selama inflasi Natal dan Tahun Baru terus dianggap sebagai cerita lama yang wajar diulang, ia akan terus datang tepat waktu dengan pola yang sama, dan dengan beban yang kembali ditanggung masyarakat.

Tahun boleh berganti,  semestinya cara membaca dan mengelola inflasi tidak berhenti di tempat yang sama. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ISORI Diminta Kawal Grand Design Olahraga Nasional

    ISORI Diminta Kawal Grand Design Olahraga Nasional

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.066
    • 0Komentar

    MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Zainudin Amali merasa gembira atas pengukuhan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) periode 2021-2025. Menpora Amali pun meminta agar ISORI dapat mengawal pelaksanaan grand design olahraga nasional. “Hari ini saya mengukuhkan ISORI, harapannya dengan pengukuhan ini segera terbentuk ISORI di daerah karena kita tahu sarjana olahraga tersebar di […]

  • Jurnalis, Ormas dan LSM di Muba Kembali Rapid Tes

    Jurnalis, Ormas dan LSM di Muba Kembali Rapid Tes

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 835
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin kembali menggelar Rapid Test massif tahap II untuk garda terdepan penyampai informasi kepada masyarakat, sekaligus menyerahkan bantuan Handsanitizer dan masker. Kali ini, tercatat 63 orang terdiri dari Wartawan, Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di wilayah Kabupaten Muba, Kamis (23/04/2020) di Gedung Lumpur Gambut. Kegiatan ini dihadiri […]

  • Kondisi Kulit Terkelupas, KKP Selamatkan Lumba-Lumba Terdampar di Karangasem Bali

    Kondisi Kulit Terkelupas, KKP Selamatkan Lumba-Lumba Terdampar di Karangasem Bali

    • calendar_month Senin, 16 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 622
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelamatkan 6 dari 7 ekor Lumba-lumba yang terdampar di Pelabuhan Amuk Kabupaten Karangasem, provinsi Bali. Keenamnya berhasil diselamatkan dan dilepasliarkan kembali ke laut oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar bersama masyarakat sekitar. Sedangkan satu ekor lainnya tetap terbawa ombak ke pinggir pantai meski telah berusaha didorong kembali […]

  • Kejuaraan Boling Piala Gubernur Sumsel, Ini Harapan Ketum PB PBI

    Kejuaraan Boling Piala Gubernur Sumsel, Ini Harapan Ketum PB PBI

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 805
    • 0Komentar

    KETUA Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Boling Indonesia (PBI) Pusat, Hj Percha Leanpuri B.Bus optimistis Kejuaraan Boling memperebutkan Piala Gubernur Sumsel 2019 dapat menginspirasi provinsi lain di Indonesia. Hal itu dikatakannya di sela pembukaan Kejuaraan Boling Tingkat Nasional Piala Gubernur Sumsel 2019, di Boling Center Jakabaring Sport City (JSC), Sabtu (5/10/2019). Dikatakan Percha, saat ini PB PBI […]

  • Jumlah Tenaga Kesehatan Mental di Indonesia Dinilai Minim 

    Jumlah Tenaga Kesehatan Mental di Indonesia Dinilai Minim 

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 757
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Topik kesehatan mental sebenarnya semakin terdengar beberapa tahun ini dan membuat orang-orang mulai peduli dengan kesehatan mental. Namun, ternyata permasalahan kesehatan mental di Indonesia dinilai cukup tinggi. Dr. Sandersan (Sandy) Onie, Project Leader & Founder EHFA dan President Indonesian Association for Suicide Prevention, mengatakan  “Berdasarkan penelitian terbaru, pihaknya menemukan  tingkat bunuh diri di Indonesia yang sebenarnya […]

  • Kemelut Proses Kebijakan Pertambangan Batubara di Indonesia

    Kemelut Proses Kebijakan Pertambangan Batubara di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 19 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.509
    • 0Komentar

    INDONESIA merupakan negara agraris yang penuh akan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA). Hal ini menjadi tantangan bagi negara indonesia untuk melestarikan sebuah kekayaan alam yang dimiliki. Pemerintah selaku yang bertanggungjawab untuk menjaga, mengolah secara sebaik-baiknya dan seadil-adilnya dan tanpa merugikan sebuah negara dan rakyatnya sendiri hal ini tantangan bagi pemerintah dan menjadi sebuah sorotan dari rakyat […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Countdown Timer – Flash Sales & Price Discount Plugin WooCommerce Coupon Campaigns WooCommerce Courier Center Voucher & Label WooCommerce Create A Drawer – Composite Product Builder Plugin WooCommerce Currency Converter Widget WooCommerce Custom Fields Woocommerce Custom Order Statuses and Order Page Manager WooCommerce Custom Payment Label WooCommerce Custom Product Addons, Custom Product Options WooCommerce Custom Product Description in Loop for Products Catalog