Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Kemelut Proses Kebijakan Pertambangan Batubara di Indonesia

Kemelut Proses Kebijakan Pertambangan Batubara di Indonesia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 19 Mar 2021
  • visibility 1.510
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INDONESIA merupakan negara agraris yang penuh akan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA). Hal ini menjadi tantangan bagi negara indonesia untuk melestarikan sebuah kekayaan alam yang dimiliki. Pemerintah selaku yang bertanggungjawab untuk menjaga, mengolah secara sebaik-baiknya dan seadil-adilnya dan tanpa merugikan sebuah negara dan rakyatnya sendiri hal ini tantangan bagi pemerintah dan menjadi sebuah sorotan dari rakyat akan kepercayaan yang telah diberikan oleh pemerintah.

Namun, yang terjadi pemerintah seakan-akan memuluskan usaha ekstraktif seperti pertambangan batu bara dalam hal perizinan yang notabene nya terdapat penolakan dari masyarakat terhadap tambang-tambang yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Usaha ekstraktif  seperti pertambangan yang membuat keagrarisan indonesia terancam dan rakyat yang berdampak terus usang dan panik akan kehilangan mata pencahariannya dan kesejahteraannya.

Tidak jarang fenomena kerusakan ligkungan akibat pertambangan batubara terjadi di Indonesia seperti dampak terhadap perubahan bentang alam, penurunan kesuburan tanah, terjadinya ancaman terhadap keanekaragaman hayati, banjir, penurunan kualitas air, penurunan kualitas udara serta pencemaran lingkungan.. Salah satu fenomena yang baru terjadi yaitu bencana banjir besar yang terjadi di Kalimantan Selatan pada awal tahun 2021. hal ini akibat dari dampak banyaknya perizinan tambang yang ada di kalimantan selatan

Dikutip dari kontan.co.id Sebanyak 1,2 juta atau 33% lahan di kalsel dikuasai oleh pertambangan batubara. Dan terdapat 789 izin pertambangan Batubara yang tercatat di kalimantan selatan. Permasalahan ini tidak bisa dibiarkan walaupun pertambangan sebagai salah satu penambahan pendapatan negara namun perlu diperhatikan pula kontrol-kontrol kebijakan melalui persyaratan agar meminimalisir konflik yang terjadi pada rakyat.

Secara aturan, terdapat kebijakan yang mengatur atas Izin Usaha Pertambangan (IUP) yaitu tentang Kuasa Pertambangan (KP)yang didasarkan pada UU No.11/1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan yang saat ini berganti berdasarkan UU No.4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba), PP No.22/2010 tentang Wilayah Pertambangan dan PP No. 23/2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan BatuBara.

Dalam prosedural perizinan pada tahap proses pengajuan izin KP (Kuasa Pertambangan) harus dilakukan melalui beberapa tahap yaitu pemohon mengajukan permohonan ke bupati, selanjutnya bupati menginformasikan ke kementerian ESDM dan Gubernur sebagai pembina. Pada saat mengajukan permohonan maka pemohon harus melengkapi permohonannya dengan berbagai persyaratan yang berlaku.

Namun, pada kenyataanya proses pemberian izin itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Banyak terjadi izin KP dapat terbit padahal perusahaan tidak memenuhi persyaratan.

Penyebab hal ini karena biasnya para tenokratis, analis dan perumus kebijakan biasanya adalah para ilmuwan atau ilmuwan yang teknokrat. Mereka biasanya terkait secara politik dan ekonomi dengan elite politik.

Penerbitan izin KP walaupun belum memiliki persyaratan lengkap bisa terjadi, bermula dari adanya kepentingan para elit politik dan pengusaha/investor  yang berupa janji politik dari oknum kepala daerah terpilih pada saat kampanye ataupun kepentingan politik partai yang membutuhkan biaya besar untuk kelangsungan hidup partainya. ada pihak yang tidak dilibatkan dalam hal ini adalah masyarakat.

Bila diamati ini Terjadi Bentuk proses perumusan kebijakan model elite yang sedang dijalankan di indonesia yaitu sesungguhnya dalam kenyataan di lapangan, dominasi para elitlah yang menentukan sebuah produk kebijakan publik. yang menduduki kelas tertinggilah yang akan menentukan warna. Isu kebijakan yang akan masuk dalam agenda perumusan kebijakan merupakan kesepakatan dan juga hasil konflik yang terjadi di antara elit politik itu sendiri dan tanpa melibatkan aspirasi masyarakat karena suara aktor legislatif seolah telah mewakili suara rakyat. Namun pada kenyataannya itu bertolak belakang dengan kehendak rakyat.

Dengan negara kita yang menganut asas kedemokrasian. Demokrasi  yang merupakan suatu upaya untuk memberikan ruang aspirasi, pendapat kepada seluruh warga negara dan bukan hanya kepada segelintir elit saja. Seharusnya pemerintah atau yang berkuasa tidak cukup hanya sibuk berkampanye Good Governance belaka yang mana lebih kepada pencitraan dan ceremonial belaka. Namun pemerintah harus lebih sibuk dalam memperbaiki teoritikal dan praktikal dan memakai etika administrasinya untuk mencapai Good Governance. Sehingga konflik-konflik yang terjadi pada kebijakan pertambangan dan kebijakan manapun dapat diminimalisir.[***]

 

Penulis  : Ilham Mardiantoro

Mahasiswa FISIP Unsri

Kader HMI MPO  Palembang Darussalam

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Minta Aparat Keamanan Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

    Gubernur Minta Aparat Keamanan Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

    • calendar_month Rabu, 5 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 905
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru dalam amanatnya menyampaikan Menghadapi Lebaran maka peningkatan aktifitas masyarakat ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibcar lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Oleh karena itu, Polri menyelenggarakan Operasi Ketupat Musi-2021, kata gubernur saat menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Musi 2021 di Palembang, Rabu. Dirinya meminta TNI […]

  • Lucunya Anak-anakku Saat Salurkan Hobi nya..

    Lucunya Anak-anakku Saat Salurkan Hobi nya..

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.786
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengapresiasi penyelenggaraan Festival Piala Dunia Anak Sumsel U-12 dan Kejuaraan Sepakbola U-20 Piala Gubernur Sumsel 2022 serta Gerakan Sejuta Bola yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel. Ia optimis Festival Piala Dunia Anak U-12 dan Kejuaraan Sepakbola U-20 Piala Gubernur Sumsel Tahun 2022 dapat menjadi seleksi […]

  • Wejangan Liaison Officer BNPB untuk Sumsel Terkait Covid-19

    Wejangan Liaison Officer BNPB untuk Sumsel Terkait Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 740
    • 0Komentar

    LIAISON Officer BNPB Pusat Brigjen (Purn) Antoni Sinamora setiap daerah harus mempedomani beberapa pedoman yang dibuat oleh pemerintah pusat sesuai dengan keputusan Presiden Nomor 11 tahun 2020 tentang penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat Covid19. “Ada strategi yang harus dilakukan setiap daerah antara lain memberikan informasi pendampingan dan arahan pengendalian covid 19 berbasis data dan fakta di […]

  • Dorong Produksi Budidaya Berbasis Kearifan Lokal Meningkat, KKP Bantu Alat Berat Excavator di Tulang Bawang

    Dorong Produksi Budidaya Berbasis Kearifan Lokal Meningkat, KKP Bantu Alat Berat Excavator di Tulang Bawang

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.103
    • 0Komentar

    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) kembali mendistribusikan bantuan alat berat excavator di Kabupaten Tulang Bawang. Penyaluran bantuan tersebut dimaksudkan untuk mendukung pengerjaan kolam dan jaringan irigasi agar produksi budidaya meningkat.   Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, mengatakan KKP terus menginisiasi akselerasi program terobosan pada sub sektor […]

  • Cari Solusi Pengelolaan Sumur Tua, Muba Libatkan Banyak Pihak

    Cari Solusi Pengelolaan Sumur Tua, Muba Libatkan Banyak Pihak

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.044
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin tak henti-hentinya mencarikan jalan yang terbaik terkait pengelolaan sumur tua (sumur minyak peninggalan jaman Belanda). Hari ini, Rabu (8/1/2020) di Ruang Rapat Serasan Sekate, Bupati Muba H Dodi Reza Alex mendatangkan Irjen Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, dan Pimpinan Komis VII DPR RI, guna menggelar rapat koordinasi pengelolaan sumur […]

  • Campak Mengintai, Ini 6 Cara Warga Biar Tetap Aman

    Campak Mengintai, Ini 6 Cara Warga Biar Tetap Aman

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    DITENGAH aktivitas padat warga Palembang, ancaman campak masih jadi persoalan nyata. Penyakit ini bukan sekadar ruam dan demam biasa, tapi bisa berujung komplikasi serius jika tidak dicegah sejak awal. Peluncuran layanan Imunicare di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) menjadi langkah konkret pemerintah dan tenaga kesehatan memperluas akses imunisasi. Tapi satu hal yang tidak kalah penting: […]

expand_less
WordPress Archive Energify – Solar & Renewable Energy WordPress Theme Energize – Solar & Renewable Energy Elementor Template Kit Energo – Wind Renewable Energy WordPress Theme Energy – solar and wind alternative power WordPress Theme Enfant – School and Kindergarten WordPress Theme Enfold – Responsive Multi-Purpose Theme Engic – A Sleek Multiuse Responsive WordPress Theme Engin – Multipurpose Landing Page WordPress Theme Enginir – Industrial & Engineering Multipurpose WordPress Theme EnginX – Auto Repair Service WordPress Theme