Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bursa & Index » Tiga Alasan Pelemahan Rupiah Kini Berbeda dengan Krisis 1998

Tiga Alasan Pelemahan Rupiah Kini Berbeda dengan Krisis 1998

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 4 Sep 2018
  • visibility 2.082
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Kecenderungan rupiah bergerak melemah terhadap dollar Amerika Serikat masih berlanjut. Kemarin, rupiah menyentuh Rp 14.815 per dollar AS, level terendah dalam 20 tahun terakhir.

Namun, kendati semakin dekat dengan level pada saat krisis moneter 1998, pelemahan rupiah saat ini sebenarnya sangat jauh berbeda dibandingkan dengan situasi saat krisis, dua dekade silam tersebut. Keterangan pers dari Analisa Keuangan Deputi III Kantor Staf Presiden Republik Indonesia yang diterima ST, Selasa (4/9/2018)  mengungkapkan  setidaknya, ada tiga alasan yang menjadi buktinya.

Pelemahan tidak drastis

Pelemahan rupiah yang terjadi saat ini relatif berlangsung secara perlahan dan tidak drastis. Sejak awal tahun hingga level terendahnya, rupiah melemah 9,3%. Bandingkan dengan pelemahan rupiah yang terjadi saat krisis 1998. Tahun itu, pada 17 Juni, rupiah mencapai level terendahnya, Rp 15.250 per dollar AS. Dihitung dari sejak awal tahun, nilai tukar rupiah terjun 124,39%.

Tidak cuma itu. Volatilitas pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS selama krisis moneter 1997/1998 juga sangat tinggi dan bergerak dalam rentang yang lebar. Perinciannya, pada 1997, rupiah bergerak di kisaran Rp 2.362 – Rp 5.850 per dollar AS. Adapun, fluktuasi harga harian sepanjang tahun itu bisa menguat 12,26% dan melemah 13,21%. Tahun 1998, rupiah bergerak pada rentang Rp 5.650 – Rp 15.250 per dollar AS. Dalam satu hari, rupiah bisa menguat 20,66% atau melemah 24,11%.

Nilai rupiah yang terjun bebas, diikuti dengan fluktuasi yang tinggi, ketika itu membuat hitungan bisnis kacau dan masyarakat panik. Berbeda dengan kondisi sekarang, di mana pelaku usaha seharusnya masih bisa menyerap efek dari pelemahan rupiah yang tidak drastis dengan volatilitas yang relatif tidak terlalu tinggi.

Sebab, dibandingkan gejolak pada tahun 1997/1998, pergerakan rupiah saat ini bisa dibilang relatif kalem, yakni di kisaran Rp 13.542 – Rp 14.815 per dollar AS. Begitupun pergerakan harga hariannya, hanya menguat 0,98% dan melemah 0,61%.

Cadangan devisa jauh lebih besar

Kendati turun dari posisi akhir tahun 2017, posisi cadangan devisa saat ini masih jauh lebih besar dibandingkan dengan kondisi saat krisis 1998. Saat itu, cadangan devisa Indonesia hanya mencapai US$ 23,61 miliar. Sedangkan, per akhir Juli 2018, cadangan devisa mencapai US$ 118,3 miliar. Itu berarti, lima kali lipat lebih besar ketimbang cadangan devisa 20 tahun silam.

Dengan cadangan devisa yang jauh lebih besar, bank sentral memiliki lebih banyak “modal” untuk meredam gejolak nilai tukar. Melihat pelemahan hari ini, misalnya, Bank Indonesia turun mengintervensi pasar sehingga pelemahan rupiah tidak terlalu dalam. Singkatnya, masyarakat, termasuk pelaku pasar dan dunia usaha, tidak perlu khawatir rupiah akan terpuruk. Sebab, Bank Indonesia ada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah.

 

Kepercayaan investor masih kuat

Minat investasi asing terhadap surat utang suatu negara merupakan salah satu indikator yang secara tidak langsung memperlihatkan baik buruk kondisi makroekonomi suatu negara. Logikanya, tidak ada investor yang mau menempatkan uangnya di negara yang tengah sakit.

Ketika bank sentral AS mengerek suku bunga, memang terlihat investor asing menarik dananya dari pasar surat utang Indonesia. Namun, sejak awal bulan ini, asing kembali masuk ke pasar surat utang. Bahkan, per akhir pekan lalu, asing mencatatkan beli bersih Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 6,92 triliun. Itu berarti, kepercayaan investor asing terhadap Indonesia masih kuat. Ini memberi harapan, nilai rupiah ke depan akan cenderung stabil atau tidak akan jatuh terlalu dalam.

Memperkuat keyakinan itu, lembaga pemeringkat utang Fitch Ratings mengafirmasi peringkat BBB untuk surat utang Indonesia dengan outlook stabil. Peringkat ini menunjukkan Indonesia termasuk di dalam kategori layak investasi (investment grade).[one/ nawalaksp]

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • demo-angkot-palembang

    Puluhan Sopir Angkut Palembang Sweeping Angkutan Daring

    • calendar_month Senin, 21 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.273
    • 0Komentar

    Puluhan angkutan umum di Palembang menggelar aksi unjukrasa dengan melakukan sweaping terhadap angkutan daring yang tengah beroperasi di Jalan POM IX, Kampus Palembang, aksi tersebut digelar karena semakin menjamurnya angkutan daring yang membuat pendapatan mereka anjlok.

  • Studi Pearson Baru Mengidentifikasi Keterampilan Manusia Sebagai “Keterampilan Kekuatan” yang Paling Diminati di Pasar Kerja Utama Asia Tenggara

    Studi Pearson Baru Mengidentifikasi Keterampilan Manusia Sebagai “Keterampilan Kekuatan” yang Paling Diminati di Pasar Kerja Utama Asia Tenggara

    • calendar_month Minggu, 4 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 624
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Pearson, perusahaan pembelajaran terkemuka di dunia, telah mengungkapkan hasil dari penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa lima keterampilan yang paling banyak diminta saat ini adalah keterampilan manusia meskipun teknologi baru mengubah dunia kerja yang akan terus berlanjut setidaknya sampai tahun 2026.       Negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, Indonesia, Filipina, […]

  • Jangan Pernah Menjadikan Kesehatan Sebagai Komoditas Politik

    Jangan Pernah Menjadikan Kesehatan Sebagai Komoditas Politik

    • calendar_month Sabtu, 13 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumsel H.Herman Deru mendampingi Menteri Kesehatan (Menkes) RI Prof Dr dr Nila Djuwita F. Moeloek Sp.M (K) membuka langsung Raker Kesda Provinsi Sumsel 2019 mulai 11-13 April, di Hotel Santika Premiere, Jumat (11/4) sore. Di hadapan seluruh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se Sumsel yang hadir, Herman Deru dengan tegas meminta  jangan […]

  • Program PEN Bangkitkan UMKM di Masa Pandemi

    Program PEN Bangkitkan UMKM di Masa Pandemi

    • calendar_month Minggu, 8 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.565
    • 0Komentar

    USAHA Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)  merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Selain karena merupakan sumber dari dinamika ekonomi nasional, UMKM juga menyerap angkatan kerja nasional. Pada masa pandemi Covid-19, UMKM Indonesia telah mampu bertahan dan dengan cepat beradaptasi pada kondisi sulit.  Hal ini disampaikan dalam survei Mandiri Institute terhadap 319 UMKM, di Pulau Jawa, Sumatera, […]

  • Dorong Kreativitas Generasi Milenial, BTN Dukung Islamic Nexgen Fest 2019

    Dorong Kreativitas Generasi Milenial, BTN Dukung Islamic Nexgen Fest 2019

    • calendar_month Selasa, 29 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.906
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Bandung – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mendukung program yang diinisiasi Kementerian BUMN Republik Indonesia dalam Islamic Nexgen Fest 2019 sebagai upaya mendorong kreativitas anak muda generasi milenial Zaman now. Direktur Utama Bank BTN, Maryono, mengatakan dalam Islamic Nexgen Fest tersebut para muslim milenial akan bersaing dalam tiga jenis kompetisi berbeda […]

  • Sujud Syukur Bupati Muba, Listrik Lalan Hari Ini Menyala

    Sujud Syukur Bupati Muba, Listrik Lalan Hari Ini Menyala

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.866
    • 0Komentar

    SEJAK  2005, kali pertama Lalan, Kecamatan Pemekaran Bayung Lencir disuplai listrik, ada bahagia bagi warga yang nyaris 100 persen eks transmigrasi. Mereka lalu gundah kala beberapa tahun kemudian pasokan listrik mengalami surut di kecamatan ini. Ada banyak sebab. Selain aturan, infrastruktur serta keuangan ada juga menyangkut kebijakan pemerintah. Sejak itulah, seolah sudah puluhan tahun Lalan […]

expand_less
WordPress Archive Ethrik - Creative & NFT Affiliate WordPress Theme ETI – Fashion Store Elementor Template Kit Ettore – Fashion Store and Menswear WooCommerce WordPress Theme Etude — Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Eunice – Photography Portfolio WordPress Theme Eunoia – Tech Company Digital Service Elementor Template Kit Eureka – Online Learning Elementor Template Kit EuroSafe – GPSR Directive Compatibility for WooCommerce Eva – Fashion WooCommerce Theme Evalo – Minimal SaaS Startup & Agency WordPress Theme