Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bursa & Index » Tiga Alasan Pelemahan Rupiah Kini Berbeda dengan Krisis 1998

Tiga Alasan Pelemahan Rupiah Kini Berbeda dengan Krisis 1998

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 4 Sep 2018
  • visibility 2.098
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Kecenderungan rupiah bergerak melemah terhadap dollar Amerika Serikat masih berlanjut. Kemarin, rupiah menyentuh Rp 14.815 per dollar AS, level terendah dalam 20 tahun terakhir.

Namun, kendati semakin dekat dengan level pada saat krisis moneter 1998, pelemahan rupiah saat ini sebenarnya sangat jauh berbeda dibandingkan dengan situasi saat krisis, dua dekade silam tersebut. Keterangan pers dari Analisa Keuangan Deputi III Kantor Staf Presiden Republik Indonesia yang diterima ST, Selasa (4/9/2018)  mengungkapkan  setidaknya, ada tiga alasan yang menjadi buktinya.

Pelemahan tidak drastis

Pelemahan rupiah yang terjadi saat ini relatif berlangsung secara perlahan dan tidak drastis. Sejak awal tahun hingga level terendahnya, rupiah melemah 9,3%. Bandingkan dengan pelemahan rupiah yang terjadi saat krisis 1998. Tahun itu, pada 17 Juni, rupiah mencapai level terendahnya, Rp 15.250 per dollar AS. Dihitung dari sejak awal tahun, nilai tukar rupiah terjun 124,39%.

Tidak cuma itu. Volatilitas pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS selama krisis moneter 1997/1998 juga sangat tinggi dan bergerak dalam rentang yang lebar. Perinciannya, pada 1997, rupiah bergerak di kisaran Rp 2.362 – Rp 5.850 per dollar AS. Adapun, fluktuasi harga harian sepanjang tahun itu bisa menguat 12,26% dan melemah 13,21%. Tahun 1998, rupiah bergerak pada rentang Rp 5.650 – Rp 15.250 per dollar AS. Dalam satu hari, rupiah bisa menguat 20,66% atau melemah 24,11%.

Nilai rupiah yang terjun bebas, diikuti dengan fluktuasi yang tinggi, ketika itu membuat hitungan bisnis kacau dan masyarakat panik. Berbeda dengan kondisi sekarang, di mana pelaku usaha seharusnya masih bisa menyerap efek dari pelemahan rupiah yang tidak drastis dengan volatilitas yang relatif tidak terlalu tinggi.

Sebab, dibandingkan gejolak pada tahun 1997/1998, pergerakan rupiah saat ini bisa dibilang relatif kalem, yakni di kisaran Rp 13.542 – Rp 14.815 per dollar AS. Begitupun pergerakan harga hariannya, hanya menguat 0,98% dan melemah 0,61%.

Cadangan devisa jauh lebih besar

Kendati turun dari posisi akhir tahun 2017, posisi cadangan devisa saat ini masih jauh lebih besar dibandingkan dengan kondisi saat krisis 1998. Saat itu, cadangan devisa Indonesia hanya mencapai US$ 23,61 miliar. Sedangkan, per akhir Juli 2018, cadangan devisa mencapai US$ 118,3 miliar. Itu berarti, lima kali lipat lebih besar ketimbang cadangan devisa 20 tahun silam.

Dengan cadangan devisa yang jauh lebih besar, bank sentral memiliki lebih banyak “modal” untuk meredam gejolak nilai tukar. Melihat pelemahan hari ini, misalnya, Bank Indonesia turun mengintervensi pasar sehingga pelemahan rupiah tidak terlalu dalam. Singkatnya, masyarakat, termasuk pelaku pasar dan dunia usaha, tidak perlu khawatir rupiah akan terpuruk. Sebab, Bank Indonesia ada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah.

 

Kepercayaan investor masih kuat

Minat investasi asing terhadap surat utang suatu negara merupakan salah satu indikator yang secara tidak langsung memperlihatkan baik buruk kondisi makroekonomi suatu negara. Logikanya, tidak ada investor yang mau menempatkan uangnya di negara yang tengah sakit.

Ketika bank sentral AS mengerek suku bunga, memang terlihat investor asing menarik dananya dari pasar surat utang Indonesia. Namun, sejak awal bulan ini, asing kembali masuk ke pasar surat utang. Bahkan, per akhir pekan lalu, asing mencatatkan beli bersih Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 6,92 triliun. Itu berarti, kepercayaan investor asing terhadap Indonesia masih kuat. Ini memberi harapan, nilai rupiah ke depan akan cenderung stabil atau tidak akan jatuh terlalu dalam.

Memperkuat keyakinan itu, lembaga pemeringkat utang Fitch Ratings mengafirmasi peringkat BBB untuk surat utang Indonesia dengan outlook stabil. Peringkat ini menunjukkan Indonesia termasuk di dalam kategori layak investasi (investment grade).[one/ nawalaksp]

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nopember, BPS Sumsel Catat Ekspor Minyak Kelapa Sawit Naik 13,61%

    Nopember, BPS Sumsel Catat Ekspor Minyak Kelapa Sawit Naik 13,61%

    • calendar_month Senin, 16 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 966
    • 0Komentar

    EKSPOR minyak kelapa sawit Sumsel pada Nopember 2019 mengalami kenaiakan 13,61% dibanding Oktober 3,69 % atau senilai US$9,93 juta. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel  Ir.Endang Tri Wahyuningsih, M.M.  menerangkan  secara keseluruhan nilai ekspor Provinsi Sumsel November 2019 sebesar   US$ 326,30 Juta, terdiri dari ekspor migas  sebesar US$ 24,48 juta dan US$ 301, 82 […]

  • Bekraf Ajak Musisi Manfaatkan Teknologi Blockchain untuk Rasakan Royalti

    Bekraf Ajak Musisi Manfaatkan Teknologi Blockchain untuk Rasakan Royalti

    • calendar_month Rabu, 30 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 995
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta  – Banyak musisi Indonesia saat ini belum sepenuhnya merasakan royalti yang menjadi hak atas sumber pendapatan. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencoba memanfaatkan teknologi blockchain untuk mengatasi masalah tersebut. “Kita punya suatu sistem yang transparan untuk meningkatkan kesejahteraan pencipta lagu,” ujar Kepala Bekraf Triawan Munaf dalam konferensi pers peluncuran XBlockchain Summit di Go-Work Coworking Space, Jakarta, […]

  • Ditanya Jurnalis Soal Ini, Sekretaris Dinas Perdagangan Malah Jawab dengan Ancaman, Tusuk Hingga Santet, Begini Juga Respon Kadisnya..   

    Ditanya Jurnalis Soal Ini, Sekretaris Dinas Perdagangan Malah Jawab dengan Ancaman, Tusuk Hingga Santet, Begini Juga Respon Kadisnya..   

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.162
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Dinas Perdagangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berinisial L, bersikap anarkis saat di konfirmasi terkait proyek pengadaan di Dinas Perdagangan oleh Wartawan media  Persepsi.co.id. Pada hari Kamis, tanggal 21 Oktober 2021, sekira Pukul 10.50 WIB wartawan media Persepsi menghubungi Kepala Dinas Perdagangan Drs. H. Alamsyah, M.Si melalui via WhatsApp dan di arahkan untuk menemui […]

  • Hoaks Kartu Nikah Kembali Beredar, Ini Penjelasan Kemenag

    Hoaks Kartu Nikah Kembali Beredar, Ini Penjelasan Kemenag

    • calendar_month Selasa, 7 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.089
    • 0Komentar

      JAGAT media sosial diramaikan beredarnya kartu nikah yang hanya menyantumkan foto lelaki berjas dan mengenakan peci hitam pada tampilan depan dengan tulisan Kementrian Agama, bukan ditulis Kementerian Agama. Sementara pada tampilan belakang, terdapat empat kolom untuk foto istri. Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Setjen Kemenag Akhmad Fauzin memastikan bahwa kartu itu bukan format […]

  • Mau Tahu Tahapan Seleksi CPNS, Baca Ini Dong!

    Mau Tahu Tahapan Seleksi CPNS, Baca Ini Dong!

    • calendar_month Senin, 10 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.032
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Salah satu tahapan penting dalam seleksi CPNS adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Tahapan ini harus dilalui oleh pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi. Seperti tahun lalu, pelaksanaan SKD CPNS tahun 2018 ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), dan kelulusan menggunakan nilai ambang batas (passing grade). Nilai SKD memiliki bobot 40%, sementara Seleksi […]

  • Empat Kandidat Bersaing, HDP Insya Allah Diberi Amanah

    Empat Kandidat Bersaing, HDP Insya Allah Diberi Amanah

    • calendar_month Sabtu, 26 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.850
    • 0Komentar

    EMPAT nama mengerucut dalam konstelasi  suksesi PWI Sumsel yang digelar hari ini (Sabtu, 26/1/2019)  di Asrama Haji, Palembang. Ketua umum PWI Pusat H Atal S Depari akan hadir sekaligus  membuka perhelatan lima tahunan organisasi tertua dan terbesar para kuli tinta di Indonesia ini. Sedikitnya, 463 anggota biasa  PWI Sumsel sdh divalidasi bisa memilih dan dipilih […]

expand_less
WordPress Archive Ethrik - Creative & NFT Affiliate WordPress Theme ETI – Fashion Store Elementor Template Kit Ettore – Fashion Store and Menswear WooCommerce WordPress Theme Etude — Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Eunice – Photography Portfolio WordPress Theme Eunoia – Tech Company Digital Service Elementor Template Kit Eureka – Online Learning Elementor Template Kit EuroSafe – GPSR Directive Compatibility for WooCommerce Eva – Fashion WooCommerce Theme Evalo – Minimal SaaS Startup & Agency WordPress Theme