Minggu, 4 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Duta Besar Tanpa Jas, Sepatu “Jalan-Jalan” Duluan ke Amerika

Duta Besar Tanpa Jas, Sepatu “Jalan-Jalan” Duluan ke Amerika

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
  • visibility 849
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

EKSPOR sepatu Converse produksi PT Yih Quan Footwear Indonesia di Batang, Jawa Tengah, resmi dilepas Menteri Perindustrian Agus Gumiwa.ng Kartasasmita ke Amerika Serikat. Biasanya duta besar itu pakai jas necis, dasi rapi, dan pidato bahasa Inggris level IELTS 9.0. Tapi kali ini, duta besar kita wujudnya bukan manusia, melainkan sepasang sepatu Converse. Mereka nggak pernah kuliah hubungan internasional, nggak punya paspor, apalagi ikut diklat diplomasi. Cukup diproduksi, masuk kontainer, berlayar, dan jreng!, sudah nongol di Amerika Serikat.

Lucu kan? barang yang tiap hari kita injak-injak justru lebih dulu melancong ke luar negeri ketimbang pemiliknya. Pepatah lama bilang, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” Nah, Converse Batang ini versinya lebih upgrade “Di mana bumi dipijak, di situ dompet devisa dijunjung”

Misalnya anak muda Batang lagi nongkrong di warung kopi pakai sandal jepit, dia belum pernah ke bandara, paspor pun nggak punya. Tapi sepatu hasil tangannya sudah mondar-mandir di trotoar Manhattan, Los Angeles, bahkan mungkin nongkrong di Miami Beach.

Sementara bikin visa ke Amerika bisa bikin stres tujuh hari tujuh mala ditanya saldo tabungan, riwayat kerja, bahkan ditelisik hobi weekend. Sedangkan Converse Batang cukup duduk manis di kontainer, distempel bea cukai, langsung lolos masuk mall Amerika. Kalau kata orang Jawa “Witing tresno jalaran saka kulino” Kalau diubah konteks “Witing sukses jalaran saka ekspor sepatu”

Dulu kalau dengar kata Batang, orang mikirnya daerah penghasil rokok atau sekadar nama pohon, sekarang, coba sebut Batang di peta industri, jawabannya bisa “pusat produksi sepatu global.”

Inilah branding baru Batang bukan cuma sawah dan genteng, tapi juga sepatu Converse, pepatah bilang, “Tong kosong nyaring bunyinya” Banyak daerah heboh bikin seminar investasi, tapi realisasinya nihil, sementara Batang pelan tapi pasti, berhasil bikin dunia melirik lewat sepatu.

Diplomasi biasanya lewat meja perundingan, konferensi, atau pidato resmi. Tapi sepatu Converse Batang mengajarkan cara lain diplomasi lewat sol karet.

Bayangkan remaja Amerika pakai Converse Batang buat joget di konser rock, setiap hentakan kakinya sebenarnya sedang menabuh genderang diplomasi Indonesia. Tanpa perlu tanda tangan MOU, hubungan bilateral sudah berjalan. Converse dari Batang ini ibarat “kartu nama berjalan” Indonesia. Bedanya, kalau kartu nama suka nyelip di dompet, sepatu malah dipamerin di jalanan New York.

Jangan kira sepatu cuma soal kulit, karet, dan benang. Di balik satu pasang Converse ekspor dari Batang, ada banyak dapur yang ngebul. Ada pekerja pabrik yang sabar menjahit sol, ibu-ibu warung yang masak sayur asem buat bekal buruh, sampai sopir truk yang ngangkut bahan baku.

Setiap sepatu yang melangkah di Times Square sebenarnya membawa aroma dapur kampung Batang. Dari nasi megono sampai kopi hitam warung pinggir jalan, semuanya ikut mengalir ke dalam devisa negara. Jadi sepatu ini bukan sekadar produk industri, tapi juga album foto tak terlihat yang menyimpan ribuan cerita keluarga.

Mari kita tertawa sejenak, sepatu Converse dari Batang lebih gampang masuk Amerika daripada manusianya, sepatu cukup duduk manis di kontainer, sedangkan manusianya ditanya macam-macam saat bikin visa.

Maka jangan heran kalau ada anak Batang nyeletuk, “Sepatu gue udah jalan-jalan ke Amerika, gue malah belum”. Realita kadang memang kocak. Tapi jangan kecil hati, pepatah Jawa bilang, “Jer basuki mawa bea”, setiap keberhasilan butuh biaya. Sepatu butuh biaya produksi, kita butuh biaya kesabaran. Bedanya tipis, hasilnya bisa sama-sama membanggakan.

Oleh karena itu,  jangan remehkan barang kecil, sepasang sepatu bisa lebih efektif jadi duta besar daripada spanduk besar penuh jargon. Pepatah bilang, “Air beriak tanda tak dalam”. Converse Batang memang tenang, nggak banyak bicara, tapi diam-diam membawa nama Indonesia melangkah jauh.

Ketika sepatu Converse dari Batang berjalan di trotoar New York, sebenarnya ekonomi Indonesia juga sedang melangkah. Inilah diplomasi sederhana tapi nyata tanpa jas, tanpa dasi, tanpa protokol. Hanya sol karet, tapi bisa bikin dunia menoleh.

Jadi lain kali kalau ada remaja Amerika pamer Converse baru, cukup senyum. Dalam hati bilang “Bro, itu made in Batang, kampung gue”, karena siapa sangka, duta besar paling efektif ternyata lahir dari pabrik sepatu di pinggiran Jawa Tengah.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibunda Mendagri Tito Karnavian Meninggal, Ratu Dewa Kenang Saat Almarhumah Pulang Sempat Bincang-bincang

    Ibunda Mendagri Tito Karnavian Meninggal, Ratu Dewa Kenang Saat Almarhumah Pulang Sempat Bincang-bincang

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.246
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj Walikota Ratu Dewa turut merasakan duka mendalam atas meninggalnya almarhumah Supriyatini Binti Ranu Dikromo, ibunda dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada Minggu (26/5/2024). Almarhumah sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.   Jenazah almarhumah langsung dibawa ke rumah duka di Jalan […]

  • Antisipasi Blackout Terulang, Pemerintah Revisi Aturan Transmisi Tenaga Listrik

    Antisipasi Blackout Terulang, Pemerintah Revisi Aturan Transmisi Tenaga Listrik

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.582
    • 0Komentar

    PEMERINTAH melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengevaluasi penyebab blackout di Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta pada tanggal 4 Agustus 2019 silam. Salah satu dugaan penyebab terjadinya blackout tersebut dikarenakan pohon sengon yang memasuki Ruang Bebas Jaringan Transmisi. Agar insiden blackout tidak terulang, Kementerian ESDM telah menyesuaikan beberapa penyesuaian regulasi diantaranya terkait penambahan pengaturan batasan pemanfaatan ruang […]

  • Lomba Lukis & Mewarnai Dua Pahlawan Sumsel, Lukis Dulu, Paham Belakangan

    Lomba Lukis & Mewarnai Dua Pahlawan Sumsel, Lukis Dulu, Paham Belakangan

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.027
    • 0Komentar

    [Cara Gaul Mengenal Pahlawan]

  • Hadiri Haflah Akhirussanah, Alex Dukung Berkembangnya Sekolah Islam Al Azhar di Sumsel

    Hadiri Haflah Akhirussanah, Alex Dukung Berkembangnya Sekolah Islam Al Azhar di Sumsel

    • calendar_month Minggu, 22 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    Dalam memerangi musuh terbesar agama Islam yakni kemiskinan dan kebodohan.

  • Adakan Gala Desa, Kemenpora Sebut Muba Bisa Jadi Contoh Daerah Lain

    Adakan Gala Desa, Kemenpora Sebut Muba Bisa Jadi Contoh Daerah Lain

    • calendar_month Rabu, 3 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 734
    • 0Komentar

    Oleh : Ari Wibowo SUMSELTERKINI.CO.ID,SEKAYU, – Kabupaten Musibanyuasi [Muba] menjadi tuan rumah turnamen Gala Desa Kementrian Olahraga dan Pariwisata 2018. Tahun ini kali ke dua Bumi Serasan Sekate ini menjadi tuan rumah pada turnamen yang sama.  “Kami tidak salah memilih Kabupaten Muba sebagai tuan rumah kedua Tournament Gala Desa, kami tidak salah juga telah memberikan […]

  • Orang Tua / Wali Berhak Memilih Pembelajaran Tatap Muka Terbatas atau Pembelajaran Jarak Jauh

    Orang Tua / Wali Berhak Memilih Pembelajaran Tatap Muka Terbatas atau Pembelajaran Jarak Jauh

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.026
    • 0Komentar

    SURAT Keputusan Bersama (SKB) Mendikbud, Mendagri, Menkes, dan Menag tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 sudah berlaku. Salah satu yang ditetapkan dalam SKB 4 Menteri tersebut adalah terkait dengan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas yang dapat diselenggarakan asalkan semua syarat yang diminta berhasil dipenuhi, termasuk mengenai penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi pada tenaga pendidik. Selain […]

expand_less
WordPress Archive Ccoach Business Coach Elementor Template Kit CCPA For AMP Cedar – Responsive WordPress Blog Theme Ceefer – Creative WooCommerce Theme Ceetra – House Developer Agency Elementor Template Kit Celebration – Wedding & Class Reunion WordPress Theme Celik – Furniture WooCommerce Theme Celsius – Creative Agency Portfolio WP Theme Cena Store – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme Cenes – Jewelry WordPress Store Theme