Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Bersarung Tapi Bersuara Nasional

Bersarung Tapi Bersuara Nasional

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
  • visibility 607
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LOMBA adu keren antara santri zaman dulu dan santri zaman sekarang, mungkin hasilnya seri, kenapa demikian ?karena  dulu menang soal hafalan, dan  sekarang menang follower Instagram.

Tapi jangan salah, dua-duanya tetap cinta negeri dan doyan ngaji, pemandangan ini terasa betul di Santri Summit 2025, ajang yang bikin sarung, semangat, dan suara santri tumplek blek di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta.

Ada yang datang bawa kitab, ada yang bawa tripod, dan ada juga yang bawa semangat mau viral tapi tetap halal. Seribu lebih santri dan pelajar dari berbagai pesantren ngumpul, bukan buat rebutan takjil, tapi rebutan inspirasi!

Digelar di Auditorium Harun Nasution, Kampus I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, acara ini bukan sekadar kumpul-kumpul ala santri karena lebih mirip temu akbar alumni Hogwarts yang nyantri, nyastra, sekaligus nyentuh ranah digital.

Lebih dari seribu santri dari seluruh penjuru negeri hadir, gaya mereka? santai tapi berisi, ada yang pakai peci, ada juga yang pakai bucket hat. Intinya semua hadir dengan satu semangat, jadi santri keren yang ikut bangun negeri, bukan sekadar bangun kesiangan.

Direktur Pesantren Kemenag RI, Basnang Said, bilang santri sekarang bukan lagi simbol keagamaan semata. Betul! Karena kalau hanya jadi simbol, nanti dikira hiasan dashboard mobil.

Kata beliau, santri itu sekarang harus jadi garda depan, bukan garda penyok di bumper, tapi garda perubahan yang bisa jawab tantangan zaman sambil tetap berdzikir dan menjaga akhlak.

Pepatah bilang, “Berakit-rakit ke hulu, berenang di TikTok kemudian,” eh, maksudnya berenang ke masa depan dengan nilai spiritual sebagai pelampung.

Rektor UIN Jakarta, Asep Saepudin Jahar, juga ikut angkat suara, beliau menyebut Santri Summit ini bukan cuma forum silaturahmi. Ini ajang curhat level nasional, curhat gagasan, relasi, bahkan mungkin curhat jodoh kalau berani. Namun jangan lupa, bukan acara lamaran massal, meski banyak Gen Z yang wajahnya syar’i tapi followers-nya syar’kastic.

Talkshow di Santri Summit 2025 ini ibarat soto campur, semua ada dari motivasi hidup, karir, keislaman Gen Z, sampai jadi konten kreator yang tetap nyambung ke surga.

Ada Risty Tagor yang ngajak kita berbagi cerita biar hati nggak sesak, ada Ang Sharly yang bilang solusi itu kayak jodoh, akan datang kalau kita ikhlas, dan Raihan Habib yang menegaskan bahwa doa itu seperti kuota unlimited selalu nyambung ke langit asal sinyal hati stabil.

Lalu datang sesi kedua sampai kelima, yang isinya seperti nasi kotak penuh lauk ada Wirda Mansur yang semangat banget bahas karir dan karya tulis, Inara Rusli yang cerita soal menjaga nilai Islam di tengah tren joget Reels, hingga Bicara Pede dan Rian Fahardhi yang ngajari santri cara bikin konten tanpa dosa, tapi tetap dosa-dosa bikin orang tertawa.

Sesi terakhir diisi oleh mereka yang berkarya sesuai passion, jangan salah, passion itu bukan cuma lukisan dan musik.

Bisa juga berbentuk apoteker yang nge-rap, atau dokter yang jadi penceramah TikTok. Pokoknya, santri sekarang nggak bisa dipukul rata, kalau dulu dipukul pakai mistar, sekarang cukup dipukul pakai notifikasi Zoom.

Santri zaman dulu memikul kitab tebal, santri sekarang memikul tripod dan kamera. Tapi nilai yang mereka junjung tetap sama: kejujuran, kerja keras, dan keberkahan. Mereka ini seperti kopi tubruk, meski tampak sederhana, tapi bisa bikin mata terbuka dan hati berdebar.

Santri bukan hanya simbol masa lalu, tapi cahaya masa depan, karena negeri ini butuh lebih banyak orang yang bisa ngaji dan nge-vlog tanpa kehilangan akhlak.

Santri Summit 2025 bukan cuma acara tahunan yang penuh selfie dan sambutan panjang. Ini adalah cermin bagi bangsa bahwa santri bisa ikut nentuin arah zaman, dari sarung ke panggung, dari mushola ke media sosial, mereka hadir bukan untuk viral semata, tapi untuk memberi makna.

Pepatah bilang, “Santri sejati bukan yang banyak hafalan, tapi yang banyak tindakan”, jadi, selama ada santri yang tetap ngaji sambil ngonten, dan tetap sopan meski trending, negeri ini InsyaAllah aman dari krisis moral dan konten gak jelas.

Karena pada akhirnya, santri itu bukan soal pakaian atau tempat mondok, tapi tentang bagaimana hati tetap terhubung ke langit, sambil kaki melangkah mantap ke masa depan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masjid Makmur Dimulai dari Keikhlasan

    Masjid Makmur Dimulai dari Keikhlasan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 803
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di dunia yang makin gemerlap ini, kita sering kali lebih sibuk nyari masjid yang bagus, bukan masjid yang makmur. Ubinya harus Spanyol, karpetnya Turki, sound system-nya kayak studio podcast artis. Tapi… makmurnya? Masih kalah sama pos ronda. Pengajian sepi, Salat berjamaah bisa dihitung jari, marbotnya ngopi sendiri. Padahal yang utama itu bukan masjid […]

  • Dukung Mobilitas Bebas Emisi di Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN, Toyota Siapkan 65 Unit Kendaraan Listrik bZ4X

    Dukung Mobilitas Bebas Emisi di Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN, Toyota Siapkan 65 Unit Kendaraan Listrik bZ4X

    • calendar_month Minggu, 30 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 804
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Dukung mobilitas bebas emisi di Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN, PT Toyota-Astra Motor (TAM) menyiapkan sebanyak 65 unit kendaraan listrik bZ4X menyusul TAM secara resmi dipilih untuk mendukung mobilitas penyelenggaraan pertemuan negara di ASEAN yang akan diselenggarakan pada 9–11 Mei 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).   Mendukung penuh kebutuhan mobilitas pertemuan paling bergengsi diantara […]

  • Muba Kasih Penghargaan Untuk 14 Penggiat Medsos  

    Muba Kasih Penghargaan Untuk 14 Penggiat Medsos  

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.182
    • 0Komentar

    ADA yang istimewa dalam penyelenggaraan Pemilihan Kuyung Kupek Muba tahun 2019 ini . Selain pemilihan Duta Wisata Muba, Pemkab Musi banyuasin juga memberikan penghargaan kepada para penggiat media sosial di Muba. Ada 14 penggiat Medsos yang mendapatkan Piagam Penghargaan yaitu Arsi Muba, Pesona Muba, Mimin Sekayu, Info Sekayu, Explore Muba, Babat Toman Repost, Plakat Tinggi Repost, […]

  • Proses kedatangan & pulang jemaah haji dinilai baik, Saudi beri perhargaan kepada RI

    Proses kedatangan & pulang jemaah haji dinilai baik, Saudi beri perhargaan kepada RI

    • calendar_month Sabtu, 13 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.681
    • 0Komentar

    Pingintau.id, Makkah  Arab Saudi memberikan penghargaan kepada pemerintah Indonesia karena dinilai memberikan pelayanan haji yang optimal, khususnya saat proses kedatangan maupun kepulangan jemaah di area bandara. Indonesia dianggap bisa bekerja sama dengan baik dengan jumlah pihak di bandara sehingga proses pergerakan jemaah tidak mengalami banyak kendala. Penghargaan ini diberikan oleh Wukala, perusahaan penyedia layanan di bandara […]

  • Bukan Api yang Diburu, Sespimti Bedah Akar Karhutla Sumsel

    Bukan Api yang Diburu, Sespimti Bedah Akar Karhutla Sumsel

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Api bukan lagi satu-satunya sasaran dalam perang melawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel). Kali ini, akar persoalan justru yang diburu. Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 Tahun 2026 turun ke Sumsel melalui Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) untuk mengorek fakta lapangan dan mencari formula penanganan Karhutla yang tidak berhenti pada […]

  • 2020, Sumsel Targetkan Perbaikan Jalan &Jembatan Tuntas

    2020, Sumsel Targetkan Perbaikan Jalan &Jembatan Tuntas

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 810
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Prov. Sumsel menargetkan pada 2020 perbaikan seluruh jalan dan jembatan tuntas. Menurut Gubernur Sumsel Herman Deru melalui program  pembangunan, perbaikan dan peningkatan kualitas jalan provinsi setidaknya 73 ruas  jalan yang menjadi tanggung jawab provinsi dengan  sepanjang  1.513,653 Km. “Berikutnya 499 jembatan  yang tersebar di 17 Kabupaten/kota yang penganggarannya telah dialokasikan melalui belanja modal  pada APBD […]

expand_less
WordPress Archive Mailster - Email Newsletter Plugin for WordPress Mailster Integration with Arforms Maintenance Mode – WordPress Plugin Maintenance PRO | WordPress plugin MainWP Advanced Uptime Monitor Extension MainWP Article Uploader Extension MainWP Backup WordPress MainWP BackWPUp MainWP BlogVault MainWP Branding