Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Masjid Makmur Dimulai dari Keikhlasan

Masjid Makmur Dimulai dari Keikhlasan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
  • visibility 801
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di dunia yang makin gemerlap ini, kita sering kali lebih sibuk nyari masjid yang bagus, bukan masjid yang makmur. Ubinya harus Spanyol, karpetnya Turki, sound system-nya kayak studio podcast artis. Tapi… makmurnya? Masih kalah sama pos ronda. Pengajian sepi, Salat berjamaah bisa dihitung jari, marbotnya ngopi sendiri. Padahal yang utama itu bukan masjid bagus, tapi masjid makmur.

Jumat kemarin, udara Kalidoni mendadak sejuk bukan karena pendingin ruangan, tapi karena  Masjid Al-Hidayah kedatangan Wali Kota Palembang, Pak Ratu Dewa. Acaranya komplit Salat Jumat berjamaah, penandatanganan batu prasasti, dan yang bikin jamaah senyum semringah, komitmen memberi insentif Rp500 ribu untuk para marbot se-Kota Palembang.

Tentu kita sambut dengan takbir dan tepuk tangan spiritual. Tapi eh… jangan sampai niat baik ini dikaburkan oleh drama bernuansa “yang kerja si B, yang tercatat si A, yang nerima honor si C.” Bisa-bisa nanti marbotnya kayak sinetron stripping banyak plot twist dan aktornya gonta-ganti tiap episode!.

Marbot itu profesi yang sering luput dari perhatian, tapi keberadaannya vital, dari nyalain speaker subuh, motong rumput halaman masjid, sampai ngurus tikus yang nyelip di laci mimbar. Dan mereka, kebanyakan, melakukan itu semua dengan satu alasan lillah ta’ala karena cinta, bukan karena cuan.

Tapi ya… kalau ada tambahan insentif, tentu itu bentuk apresiasi, bukan sogokan. Yang penting, jangan sampai kebijakan ini justru jadi ladang rekayasa spiritual, marbotnya cuma ada di data Excel, tapi wujudnya hilang seperti makmum ghaib kalau kayak gitu, namanya bukan memakmurkan masjid, tapi memakmurkan oknum.

Mari kita kembali ke ruh dasar masjid, bangunan boleh sederhana pakai seng bekas dan karpet tipis sumbangan RT, tapi kalau isinya aktif, jamaahnya ramai, pengajiannya jalan terus, maka masjid itu jauh lebih mulia dari masjid yang megah tapi sepi, kayak mal habis lebaran.

Sebab, kenyataannya banyak masjid kita yang kubahnya menyilaukan, toilet wudunya bersih mengilap, pengeras suaranya jernih kayak konser di gedung pertunjukan tapi sayang, tata kelola dan manajemennya kaki lima. Uang kas nggak jelas, siapa pengurus harian saja masih debat, dan marbotnya sering kali kerja sendiri sambil mengelus dada.

Perumpamaannya begini lebih baik punya rumah papan yang selalu ramai kumpul keluarga, daripada rumah tiga lantai yang penghuninya saling kunci kamar. Masjid pun begitu. Mau ubinnya bukan dari Italia, kipasnya bunyinya “ngiiiing”, nggak masalah. Yang penting ada yang ngaji, ada yang dzikir, ada yang bersih-bersih tanpa pamrih.

Program Pemkot memberi insentif marbot ini patut kita dukung, tapi tentu saja harus dibarengi dengan pendataan yang benar-benar jujur dan fair. Jangan asal setor nama, lalu dibagi-bagi kayak amplop kawinan. Validasi di lapangan penting. Cek siapa yang betul-betul tiap hari nyapu masjid, bukan yang cuma mampir kalau ada pejabat datang.

Kalau sistem ini lepas kontrol, nanti muncul marbot-musiman. Saat ada honor, semua mendadak jadi marbot. Tapi giliran kipas rusak dan tikar bau, pada menghilang bagaikan sandal jamaah habis Salat Jumat.

Masjid makmur bukan lahir dari megahnya bangunan, tapi dari kuatnya komunitas, ikhlasnya pelayanan, dan hadirnya kegiatan ibadah. Maka dari itu, kita harus jaga marwah program ini. Insentif boleh jalan, tapi semangat lillah tetap utama.

Dan jangan sampai di kemudian hari marbot jadi sekadar status sosial baru, lengkap dengan lobi-lobi untuk dapat jatah. Marbot bukan jabatan, tapi ladang pahala. Jadi, biarlah yang mencatat di langit itu malaikat, bukan bendahara kelurahan yang keliru entry.

Kita doakan, semoga Masjid Al-Hidayah dan semua masjid lainnya makin makmur, makin semarak, dan makin bersahaja karena sejatinya, masjid yang kecil tapi hidup, lebih mulia daripada masjid besar yang kosong seperti hati mantan yang sudah move on.

Dan kembalikan makna masjid sebagai rumah bersama tempat hati berlabuh, tempat ruhani diisi, dan tempat silaturahmi tak pernah putus. Jangan sampai masjid hanya jadi bangunan arsitektur instagramable, tapi miskin interaksi dan penuh kekisruhan.

Kita sepakat, masjid yang makmur jauh lebih berharga daripada masjid yang sekadar mewah sebab kemakmuran masjid tidak diukur dari seberapa tinggi kubahnya atau seberapa kinclong karpetnya, tapi dari seberapa banyak orang yang tersentuh oleh kegiatan, pelayanan, dan suasana yang teduh di dalamnya.

Tentu saja, marbot, para penjaga sunyi itu adalah bagian penting dari denyut nadi masjid serta beri mereka haknya, tanpa perlu ada drama “Tiga Serangkai” yang kerja satu, yang daftar satu, yang terima… satu keluarga!.

Kalau masjid kita rawat bersama, dikelola dengan baik, dan diisi dengan keikhlasan, Insya Allah, bukan cuma masyarakat yang sejuk, tapi juga langit ikut tersenyum karena di situ ada tanda masjid tak hanya hidup, tapi menghidupkan. Aamiin.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pangan, “Emak-emak” -nya di Kabupaten Ini Diperdayakan untuk Pemulihan Ketahanan Pangan, Ubah Mindset Pembeli Jadi Penjual

    Pangan, “Emak-emak” -nya di Kabupaten Ini Diperdayakan untuk Pemulihan Ketahanan Pangan, Ubah Mindset Pembeli Jadi Penjual

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.593
    • 0Komentar

    PROGRAMKelompok Wanita Tani (KWT) yang diusung Pemkab Musi Banyuasin (Muba) dibentuk melalui Dinas Ketahanan Pangan sejak pandemi COVID-19 melanda guna mendukung pemulihan ekonomi nasional. “Jadi hari ini adanya sosialisasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (SMP) dengan tujuan mengubah mindset membeli jadi menjual. Kami laporkan bahwa di Kabupaten Muba program tersebut sudah berjalan dua tahun terakhir. “Nama […]

  • WHO-EU Luncurkan Kerjasama Dukung Respons COVID-19 di Indonesia

    WHO-EU Luncurkan Kerjasama Dukung Respons COVID-19 di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 18 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 831
    • 0Komentar

    WORLD Health Organization (WHO) dan Uni Eropa (EU) luncurkan kerja sama baru untuk mendukung respons COVID-19 di Indonesia pada 12 Maret 2021. Kerja sama ini dallam rangka program WHO-EU ‘Respons dan Kesiapsiagaan untuk Pandemi Kesehatan di Asia Tenggara’. Dukungan yang diberikan termasuk pendanaan respons COVID-19 baru dan program kesehatan masyarakat, upaya peningkatkan dukungan masyarakat sipil untuk […]

  • ASN Muba Wajib Upacara HUT RI ke -75, Tapi….

    ASN Muba Wajib Upacara HUT RI ke -75, Tapi….

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 926
    • 0Komentar

    DALAM kondisi pandemi Covid-19 ini semuanya terbatas meskipun telah memasuki tatanan New Normal Termasuk pelaksanakan Upacara Peringatan HUT RI ke-75 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Musi Banyuasin akan mempedomani Surat Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia Nomor B.492/m.sekneg//set/Tv.00.04/07/2020 tentang Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan Tema Indonesia Maju. Pemerintah Kabupaten Muba […]

  • Wagub : Semua Komponen Bangsa Wajib Jaga  Kedaulatan NKRI

    Wagub : Semua Komponen Bangsa Wajib Jaga  Kedaulatan NKRI

    • calendar_month Minggu, 19 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 778
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya didaulat menjadi inspektur upacara pada peringatan hari Bela Negara ke-73 di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Sumsel, Minggub (19/12). Dalam upacara yang digelar sekitar pukul 07.30 WIB, dihadiri oleh  para pejabat dan PNS di lingkungan Pemprov Sumsel, jajaran Polri, TNI, Resimen Mahasiswa, dan berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) […]

  • Update COVID-19 Muba: Hari Ini Bertambah 1 Kasus Meninggal Dunia dan 9 Positif Covid

    Update COVID-19 Muba: Hari Ini Bertambah 1 Kasus Meninggal Dunia dan 9 Positif Covid

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 986
    • 0Komentar

      GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Kamis (22/4/2021) mengkonfirmasi penambahan 9 kasus positif dan 1 meninggal dunia. “Ada penambahan 9 kasus positif dan 1 meninggal dunia per 22 April 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. Povi merinci, adapun penambahan 9 kasus positif yakni diantaranya kasus 1206 Laki-laki […]

  • Jaga tradisi, lomba bidar mini semarakan HUT RI ke- 78

    Jaga tradisi, lomba bidar mini semarakan HUT RI ke- 78

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 974
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menggelar Lomba Bidar Mini sebagai upaya menjaga tradisi sekaligus memberikan media hiburan masyarakat dalam rangka menyemarakan kemerdekaan Republik Indonesia. Bupati melalui Sekretaris Daerah Kab. OKI, Ir. Asmar Wijaya, M.Si menyampaikan sungai komering telah menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di Kabupaten OKI, maka dari itu diadakannya lomba bidar setiap […]

expand_less
WordPress Archive Industry Press – Factory and Industrial Business WordPress Theme Industry – WordPress Theme for Factory and Industrial Business Industryall – Industrial & Factory WordPress Theme Industryo – Construction Induzy – Factory & Industrial WordPress Theme Inestit – Private Investigator WordPress Theme Inexus Broadband & Internet Service Provider Elementor Template Kit Inez – Clean Portfolio & Agency WordPressTheme Infetech – IT Services WordPress Theme Infine – Life Coach and Business Coach WordPress Theme