Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Pentingnya Membangun Budaya Literasi di Era Digital

Pentingnya Membangun Budaya Literasi di Era Digital

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 25 Feb 2023
  • visibility 979
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LITERASI merupakan kemampuan seseorang untuk membaca, menulis dan membangun komunikasi. Membaca salah satu kegiatan dalam berliterasi. Membaca merupakan keterampilan dalam proses pembelajaran karena membaca siswa dapat memperoleh berbagai sumber informasi. Lalu benarkah budaya literasi di era digital saat ini sangat penting?

Di era digitalisasi saat ini hal yang menjadi tuntutan perkembangan globalisasi adalah budaya literasi. Kemajuan zaman dan cara berliterasi harus seimbang. Terutama bagi generasi saat ini tentu semua orang sangat bergantung dengan teknologi dimana hal ini menjadi salah satu penyebab menurunnya minat dalam membaca.

Menurunnya minat dan motivasi dalam membaca serta menulis membuat Indonesia meraih posisi ke-60 dari 61 negara dalam kategori negara soal minat membaca di riset ‘World’s Most Literate Nations Ranked’ yang dilakukan oleh Centar Connecticut State University (2016). Berdasarkan data UNESCO, juga menunjukkan bahwa minat baca di Indonesia sangat rendah yakni hanya sebesar 0.001% yang artinya dari 1.000 orang Indonesia, hanya ada 1 orang yang gemar membaca. Melihat data tersebut menjadi tamparan bagi diri sendiri dan masyarakat Indonesia. Di zaman serba canggih teknologi serta penggalian informasi yang begitu mudah didapat namun penggunaannya masih banyak disalah artikan.

Era digital saat ini harusnya dapat lebih mudah dan cepat dalam meningkatan budaya literasi di setiap tempat salah satunya budaya literasi di sekolah. Dengan meningkatkan budaya literasi akan berpengaruh baik terhadap kecakapan seluruh siswa Indonesia untuk bernalar dan berpikir kritis terhadap kehidupan sehari-hari, khususnya menghadapi tantangan globalisasi. Selain itu tujuan budaya literasi agar masyarakat dapat lebih menyaring dan memahami suatu informasi yang didapat untuk membentuk pola pikir massyarakat yang kritis sehingga memiliki wawasan yang luas dan tidak mudah terpengaruh dengan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Rendahnya budaya membaca siswa saat ini karena adanya Smartphone. Siswa lebih tertarik membaca dan menonton video yang ada di sosial media. Hal ini menunjukan bahwa minat baca ada namun daya baca siswa masih rendah, sehingga hal ini mempengaruhi dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, siswa lebih senang bermain game daripada membaca. Oleh karena itu, minat siswa dalam hal membaca perlu ditingkatkan salah satunya dengan mengembangkan dan melakukan gerakan budaya literasi di sekolah maupun di rumah.

Pentingnya budaya literasi harus ditanamkan sejak dini dimulai dari anak belum masuk sekolah dengan cara memberikan pengetahuan dan wawasan kepada orang tua agar anak lebih suka membaca. Dengan membacakan dongeng sebelum tidur, dan memberikan kesempatan untuk anak membaca buku bersama orang tua karena dengan begitu anak akan mencontoh kegiatan yang sering dilakukan orang tuanya.

Penanaman budaya literasi di sekolah dapat dilakukan dengan membuat pojok literasi di dalam kelas dengan cara menghimpun buku-buku yang dimiliki siswa. Tujuannya agar buku yang dihimpun tersebut dapat dibaca oleh seluruh siswa secara bergantian. Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan memberikan waktu 10 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Selain itu tenaga pendidik dapat menyediakan media berupa pop up book yang berisi cerita yang menarik, menyenangkan, dan bermakna. Kegiatan literasi menggunakan media pop up book siswa akan menemukan halaman buku dalam bentuk tiga dimensi sehingga memberikan daya tarik siswa dan tidak mudah bosan dalam membaca.

Dengan demikian, peningkatan budaya literasi akan memberikan pengaruh yang baik terhadap kecakapan seluruh masyarakat Indonesia terutama siswa sekolah untuk bernalar dan berpikir kritis terhadap kehidupan sehari-hari, khususnya menghadapi tantangan globalisasi di era digital ini. Adanya e-book yang dapat diakses oleh semua kalangan baik siswa, mahasiswa, guru, dosen maupun masyarakat umum juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan budaya literasi yang lebih mudah diakses oleh siapa pun tanpa mengenal batas waktu.[***]

 

 

Oleh : Neli Putriani

Program Studi PGSD, Jurusan Ilmu Pendidikan, Semester VI

Universitas Sriwijaya [UNSRI]

 

 

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Urgensi Literasi Politik Jelang Kontestasi Pemilu

    Urgensi Literasi Politik Jelang Kontestasi Pemilu

    • calendar_month Jumat, 19 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.277
    • 0Komentar

    “Buta terburuk adalah buta politik!”. Itu merupakan ungkapan fenomenal dari seorang penyair asal Jerman, Bertolt Brecht yang resah akibat implikasi politik yang begitu kompleks. Keputusan politik akan melahirkan harga pangan, harga berobat, akses pendidikan, kesejahteraan buruh, dan segala hal yang menyangkut persoalan hidup tak boleh lepas dari pengawasan publik. Namun miris rasanya ketika melihat survei […]

  • Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan COVID-19, KPM Sakit & Lansia Cukup Tunggu di Rumah

    Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan COVID-19, KPM Sakit & Lansia Cukup Tunggu di Rumah

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.266
    • 0Komentar

    KETUA Gugus Tugas Penangan Covid-19 yang juga Bupati Kab.Muba Dodi Reza Alex  memerintahkan Gugus Tugas, Tim penyalur bantuan, agar Keluarga Penerima Manfaat [ KPM] yang sedang sakit dan lanjut usia (lansia) untuk tidak mengambil bantuan secara langsung, guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. “Kami ingin lensia dan KPM serta menerima bantuan program Jaring Pengaman Sosial […]

  • 3 Jam di Layar, Anak Tak Sadar Dikuasai HP

    3 Jam di Layar, Anak Tak Sadar Dikuasai HP

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    DI SEBUAH ruang kelas di Lombok, beberapa siswa tertawa kecil ketika ditanya soal kebiasaan mereka menggunakan ponsel. “Kadang cuma buka sebentar… tahu-tahu sudah lama,” kata salah satu siswa. Jawaban seperti ini terdengar ringan, tapi jika ditarik lebih jauh, pola yang sama muncul berulang. Waktu yang mereka anggap sebentar ternyata bisa melampaui tiga jam per hari, […]

  • Atasi masalah kemiskinan ekstrem, OKI gaet BSB dan OKI Pulp and Paper Mills

    Atasi masalah kemiskinan ekstrem, OKI gaet BSB dan OKI Pulp and Paper Mills

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Pj. Bupati OKI Ir. Asmar Wijaya M.Si, mengatakan program diinisiasi  Pj. Gubernur Sumsel Elen Setiadi, yang mengajak perusahaan-perusahaan untuk berkontribusi dalam membantu masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Selatan dalam upaya mengatasi kemiskinan ekstrem. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kabupaten OKI bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal seperti Bank Sumsel Babel dan OKI Pulp and […]

  • “Dari Griya Agung ke Pelosok Desa, Amanah, Stunting & Penyuluh yang Tak Boleh Ngambek”

    “Dari Griya Agung ke Pelosok Desa, Amanah, Stunting & Penyuluh yang Tak Boleh Ngambek”

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 646
    • 0Komentar

    ADA pepatah lama yang bilang, “Menjadi pejabat itu seperti jadi kompor gas kalau tidak nyala, ditinggal orang kalau nyala terus, bisa meledak.” Dan pada Selasa siang yang hangat di Griya Agung Palembang, seorang pejabat baru resmi ‘dinyalakan’. Adalah dr. Arios Saplis, yang dengan jas resmi dan napas pelan-pelan karena deg-degan, dikukuhkan  Gubernur Sumatera Selatan H. […]

  • PMI Banyuasin Berikan Bantuan Logistik Kepada Korban Kebakaran

    PMI Banyuasin Berikan Bantuan Logistik Kepada Korban Kebakaran

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.421
    • 0Komentar

    PALANG Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuasin memberikan sejumlah bantuan kepada korban kebakaran di Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin. Bantuan ini berupa sembako dan peralatan rumah tangga. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Camat Muara Sugihan yang nantinya akan diteruskan kepada korban kebakaran,Jum’at (8/5/2020). Ketua PMI Banyuasin, dr. Fitrianti Askolani mengatakan bantuan ini […]

expand_less
WordPress Archive Touch N Swipe Gallery jQuery Plugin Touch Timeline TouchUp – Cosmetic and Plastic Surgery WordPress Theme Touchy – WordPress Mobile Menu Plugin Tour Booking – Tour Adventure WordPress Theme – Entrada Tour Booking Travel | EXPLOORE Travel Tour Guide Builder for WordPress– Zero-Code Onboarding and Walkthroughs Tour Package – WordPress Travel/Tour Theme Tour Packer – Agency WordPress Theme Tourimo – Tour Booking WordPress Theme