Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Langkah Terakhir di Cemara Nunggal, Sepatu Bot, Hati Brazil & Jalan Pulang yang Tertunda

Langkah Terakhir di Cemara Nunggal, Sepatu Bot, Hati Brazil & Jalan Pulang yang Tertunda

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 1.353
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAKI langit Pulau Lombok, Gunung Rinjani berdiri seperti bapak tua yang penuh karisma gagah, sakral, sekaligus menantang. Ia bukan sekadar tumpukan batu dan kabut, tapi panggilan spiritual bagi ribuan pendaki, dari lokal hingga mancanegara. Namun kali ini, Rinjani sedang bersedih, langkah seorang pendaki wanita asal Brasil, JDSP (27), terhenti tragis di Cemara Nunggal, dan gunung pun ikut berduka.

Pendakian dari Pelawangan 4 Sembalun menuju puncak Rinjani ditutup sementara, bukan karena gunungnya sedang batuk atau kabutnya sedang galau, tapi karena satu nyawa sedang berjuang untuk dipulangkan. Bukan pulang ke bawah tenda, tapi pulang dalam arti sebenar-benarnya, kembali ke tanah kelahiran, mungkin dengan luka, mungkin dengan kenangan yang membekas dalam.

Kalau biasanya pendaki saling mendahului demi ngejar sunrise di puncak, kali ini semua berhenti, diam. Memberi ruang bagi tim evakuasi karena yang sedang naik ke atas bukan lagi rombongan selfie pakai tongkat tripod, tapi para relawan yang membawa harapan. Harapan agar JDSP ditemukan, dievakuasi, dan kembali bisa mencium udara datar setelah lama bergulat dengan medan menanjak.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Yarman Wasur, tegas dan tenang dalam suaranya. “Ditutup sampai waktu yang belum ditentukan”.

Kalimat yang terdengar sederhana, tapi penuh beban, karena di balik penutupan itu, ada puluhan orang dengan nyawa di ujung tali, menggantungkan tubuh mereka di tebing dan ranting, menembus jalur yang bahkan burung pun ogah lewat saat hujan.

Kalau Rinjani diibaratkan seperti cinta pertama, maka jalur dari Pelawangan 4 ke puncak itu seperti rayuan terakhir indah tapi licin, dan JDSP, si petualang dari negeri samba, datang bukan untuk menjadi headline, tapi untuk merasakan napasnya Rinjani. Sayang, semesta punya cerita lain.

Menteri Kehutanan, Raja Antoni, sampai harus jadi koordinator dadakan ala wartawan lapangan, beliau mengaku pagi-pagi buta udah nelfon sana-sini, dari Kepala Basarnas sampai Kapolda. Bahkan Gubernur NTB katanya standby 3 helikopter, kayak lagi siapin konser dadakan buat evakuasi.  Total 4 heli dikerahkan, ini bukan sinetron, tapi nyata misi kemanusiaan bertaruh di lereng 3.726 meter di atas permukaan laut.

Dan sementara JDSP belum kembali ke pangkuan ibunya, para pendaki lain diajak untuk berhenti, bukan karena gunung marah, tapi karena solidaritas karena sesekali dalam hidup, kita mesti belajar bukan hanya mendaki, tapi juga menunggu memberi jalan pada yang sedang melewati ujian lebih berat.

Gunung, seperti hidup, selalu menyisakan misteri. Hari ini bisa cerah dan bersahabat, besok bisa jadi labirin bahaya. Tapi di balik semua itu, ada satu hal yang membuat semua ini layak diceritakan rasa kemanusiaan bahwa dari pucuk Rinjani hingga ke kantor Basarnas, semua sedang mengulurkan tangan.

Dan kita?, mungkin bisa membantu dengan hal paling sederhana mendoakan. Atau jika sedang di Rinjani, cukup berhenti sejenak, menatap kabut, dan berkata dalam hati “Selamat jalan, semoga langkahmu pulang masih panjang, bukan berakhir di sini”.

Karena setiap pendaki sejatinya bukan sedang menaklukkan gunung, tapi sedang berdamai dengan dirinya sendiri, dan JDSP telah mengajari kita bahwa keberanian sejati bukan hanya soal sampai puncak, tapi tentang bagaimana bertahan, bahkan saat harus turun.

Semoga langkahmu lekas pulang, wahai si penjelajah dari Brasil. Rinjani masih menunggu ceritamu yang belum selesai.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Kantong  Alat Bekas Medis Ditemukan  Warga Di Sungai, Berbahayakah ?

    2 Kantong  Alat Bekas Medis Ditemukan  Warga Di Sungai, Berbahayakah ?

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.489
    • 0Komentar

    SEORANG warga memposting diakun medsos telah menemukan alat bekas medis hanyut terbawa arus sungai. Dalam postingannya, terlihat dua kantong limbah medis yang dibungkus karung plastik berwarna kuning. Ternyata limbah tersebut tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3).  Bahan-bahan itu antara lain, adalah jarum suntik dan botol obat-obatan dalam bentuk cairan. Diduga limbah medis tersebut sengaja dibuang […]

  • “Mobil Listrik Mahal, Bensin Masih Jalan, Ya Sudah… Mending Gowes Aja Sekalian!”

    “Mobil Listrik Mahal, Bensin Masih Jalan, Ya Sudah… Mending Gowes Aja Sekalian!”

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.070
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau ngomongin industri otomotif di Indonesia, itu ibarat lagi masak sayur asem di dapur ekonomi nasional. Sayurnya itu komponen-komponen bahan baku dari industri logam, elektronik, karet, sampai kacanya. Kuahnya? Nah, itu kendaraan yang keluar dari pabrik siap-siap dibeli dan dipakai di jalan. Udah kayak paket komplit, ada backward linkage yang ngurus suplai bahan, […]

  • Hadiri HUT PERADI, Gubernur Manfaatkan untuk Jualan Asian Games

    Hadiri HUT PERADI, Gubernur Manfaatkan untuk Jualan Asian Games

    • calendar_month Sabtu, 3 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 870
    • 0Komentar

    Pemerintah daerah perlu menarik dana dari luar baik melalui investasi

  • KINI, MASYARAKAT BISA MILIKI LEBIH BANYAK UPK 75 TAHUN RI UNTUK BERTRANSAKSI

    KINI, MASYARAKAT BISA MILIKI LEBIH BANYAK UPK 75 TAHUN RI UNTUK BERTRANSAKSI

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.653
    • 0Komentar

    BANK Indonesia (BI) membuka kesempatan bagi masyarakat memiliki sebanyak-banyaknya Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK 75 Tahun RI) dengan menerapkan syarat 1 KTP berlaku untuk penukaran maksimal 100 lembar UPK 75 Tahun RI per hari. Oleh karena itu, masyarakat yang telah melakukan penukaran UPK 75 Tahun RI dapat kembali dan terus melakukan penukaran. UPK […]

  • Jadikan Momentum Pandemi untuk Majukan Sumsel

    Jadikan Momentum Pandemi untuk Majukan Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap semangat meski saat ini pendemi covid-19. Bahkan, Herman Deru meminta, agar situasi pandemi tersebut dijadikan momentum untuk bangkit dan membuat lompatan lebih tinggi sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo. “HUT RI kali ini memang akan dilalui disaat pandemi covid-19. Namun jangan jadikan pendemi sebagai […]

  • Jokowi Tinjau Kesiapan Asian Games 2018, Alex : Sumsel Siap Tidak Kecewakan Indonesia

    Jokowi Tinjau Kesiapan Asian Games 2018, Alex : Sumsel Siap Tidak Kecewakan Indonesia

    • calendar_month Jumat, 13 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 889
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang  – Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengajak Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk meninjau secara langsung kesiapan Jakabaring Sport City (JSC) yang akan digunakan untuk even Asian Games, Agustus 2018. Dalam sambutannya Alex menyampaikan selamat datang kepada Presiden dan rombongan di Kota Palembang. “Selamat datang bapak Presiden dan Ibu di Kota Palembang. Kami yakin […]

expand_less
WordPress Archive CSS Igniter Tinos WordPress Theme CSS Igniter Vidiho Pro Theme CSS Igniter Vignette WordPress Theme CSS Igniter Vigour WordPress Theme CSS3 Accordions CSS3 Compare Pricing Tables CSS3 Form Pack CSS3 Responsive WordPress Compare Pricing Tables CSS3 Tooltips For WordPress CSS3 Vertical Web Pricing Tables