Jumat, 4 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Kalamo, Potret Baru Nelayan Indonesia Timur

Kalamo, Potret Baru Nelayan Indonesia Timur

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
  • visibility 774
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Katanya, “rezeki itu nggak pernah ketukar”. Tapi kalau nggak ada gudang es, rezeki bisa meleleh kayak hati ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Itulah nasib nelayan zaman dulu di banyak pesisir Indonesia. Ikan segar hasil tangkapan malah keburu bau amis sebelum sempat dijual, karena fasilitas penyimpanan minim, pasar pun entah di mana, dan tengkulak lebih galak dari preman terminal.

Namun, pemandangan itu pelan-pelan berubah, tengoklah Biak Numfor, Papua. Di sana, tepatnya di Kampung Nelayan Modern (Kalamo) Samber-Binyeri, nelayan tak lagi bersedih karena tangkapan mereka keburu busuk sebelum bertemu pembeli. Kini, ikan-ikan itu digudangkan rapi, dibekukan, lalu dikirim ke Semarang dalam bentuk kontainer. Bukan satu dua kali, yang terbaru adalah kontainer kesepuluh, berisi 16 ton ikan beku dengan nilai transaksi Rp400 juta. Yang bikin terharu, semua ini terjadi bukan karena nelayan tiba-tiba kaya mendadak, tapi karena ada niat, sinergi, dan logistik yang dirapikan.

Ikan tuna, marlin, cakalang, sampai ikan karang tak lagi sekadar cerita “ikan besar lepas di laut”. Mereka kini jadi simbol sukses nelayan Papua yang menggeliat dan Kalamo Biak pun, dalam sekejap, menjelma dari kampung nelayan biasa menjadi kampung nelayan bergaya Merah Putih modern, tertata, dan produktif.

Lalu, kenapa daerah lain belum nyusul juga?. Apa masih sibuk rapat soal warna cat gudang ikan?. Kampung Kalamo Biak, kini jadi semacam poster boy untuk program nasional “Kampung Nelayan Merah Putih” (KNMP). Tapi jangan dikira mereka sukses karena makan jimat laut selatan.

Ada koperasi jalan, ada gudang beku aktif, ada kapal, ada pasar jelas, dan yang paling penting ada pendampingan serta semangat gotong royong. Ketua koperasinya, Adam Mampioper dalam rilis situs KKP bilang kapasitas gudang cepat penuh karena tangkapan sedang banyak. Artinya, mesin kerja mereka tidak cuma hidup, tapi juga bergerak seperti mesin seduh kopi warung yang tak pernah mati pagi-siang-malam.

Laporan dari Kepala Dinas pun menyebut angka manis 153,82 ton ikan terkirim, dengan nilai transaksi Rp2,456 miliar. Ini bukan angka main-main. Ini angka yang bisa membangun jalan paving dan menambal banyak lubang di kampung lain.

Kalau Kalamo Biak bisa, kenapa daerah lain cuma bisa bikin seminar? Ibaratnya, Biak udah main liga utama, daerah lain masih sibuk cari wasit buat tanding antar RT. Padahal, kunci suksesnya udah jelas ditulis seperti resep sayur lodeh di belakang pintu dapur ada kapal, ada gudang, ada pasar, dan ada kemauan.

Kita sering dengar, jangan kasih ikan, tapi kasih kail. Tapi kalau kail dikasih, lautnya rusak, pasarnya jauh, dan ikannya disuruh bawa CV, ya sama aja bohong. Di Kalamo, kailnya dikasih, kapal disiapkan, gudang dibangun, lalu pasarnya dibuka lebar-lebar. Inilah bentuk pembangunan yang nggak cuman nyiram benih terus ditinggal piknik.

Pepatah Bilang “Sekali Mendayung, Dua Ikan Terangkut”. Program KNMP bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga revitalisasi ekonomi dan sosial, dengan anggaran Rp22 miliar per kampung, Presiden dan jajaran KKP tampaknya ingin membuktikan bahwa nelayan kita bukan nelayan buangan zaman, tapi tulang punggung ekonomi bahari masa depan.

Dengan sentuhan teknologi dan sistem manajemen yang rapi, kampung nelayan bisa jadi motor penggerak pertumbuhan daerah, asal tidak disabotase oleh birokrasi yang doyan bikin laporan ketimbang turun ke laut.

Kisah Kalamo Biak semestinya tidak berhenti di press release KKP, ia harus menular seperti tren TikTok, bukan sekadar jadi kebanggaan sesaat, saat ini, nelayan dari Sabang sampai Merauke butuh contoh nyata.

Kalamo sudah membuktikan diri, maka tugas pemerintah pusat dan daerah selanjutnya adalah menyulap banyak kampung nelayan nelangsa menjadi kampung nelayan nguntungin. Jangan biarkan ikan-ikan kita cuma jadi objek nostalgia atau cerita di warung kopi. Jadikan mereka komoditas strategis yang bikin nelayan berdasi dan anaknya bisa kuliah tanpa utang koperasi.

Karena seperti kata pepatah orang laut “Ikan besar tak datang pada kail malas”.  Bahkan nelayan Kalamo sudah membuktikan bahwa kerja keras, ditambah gudang es, bisa bikin Semarang kenyang tanpa harus buka freezer sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampah Plastik di Antara Kita

    Sampah Plastik di Antara Kita

    • calendar_month Jumat, 17 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.545
    • 0Komentar

    TAHUKAH kamu kalau sejumlah pantai di Bali sedang dilanda limpahan sampah dari laut dalam jumlah yang tidak sedikit? Salah satunya terjadi di Pantai Berawa yang ‘dihampiri’ 400 ton sampah pada 11-13 Desember lalu. Ini baru dari satu pantai dan tiga hari saja. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan mengingat sampah-sampah ini membahayakan makhluk hidup di lautan. Setidaknya 25 penyu terdampar bersama […]

  • Bicarakan Keilmuan Sosial di Tanah Melayu, Fisip UIN Raden Fatah Hadirkan Pakar Melayu dari 5 Universitas di Asia

    Bicarakan Keilmuan Sosial di Tanah Melayu, Fisip UIN Raden Fatah Hadirkan Pakar Melayu dari 5 Universitas di Asia

    • calendar_month Rabu, 15 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.096
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang mengadakan Webinar Internasional dengan tema “Building And Strengthening Networks Of Social Scientists In Tanah Melayu”. Secara Daring Melalui Zoom Meeting, Rabu (15/03/23). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan Fisip UIN Raden Fatah Prof. Dr. H. Izomiddin, M.A. Webinar ini […]

  • Penggunaan Anggaran Agar Lebih Fleksibel

    Penggunaan Anggaran Agar Lebih Fleksibel

    • calendar_month Selasa, 1 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 943
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru secara langsung menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ( DIPA) dan Transfer ke Daerah Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2021 kepada Bupati/Walikota se-Sumsel bertempat di Griya Agung Senin (30/11) pagi. Kepada para pengguna anggaran baik dari Kementerian/Lembaga dan Kabupaten/Kota se Sumsel, Herman Deru berpesan agar lebih fleksibel. “Pesan-pesan Presiden […]

  • Perlu Transparan, Nama Hasil Seleksi KPU Perlu Diumumkan

    Perlu Transparan, Nama Hasil Seleksi KPU Perlu Diumumkan

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.447
    • 0Komentar

    DIREKTUR Democracy and Electoral Partnership (DEEP) Neni Nur Hayati mengimbau tim seleksi Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Bawaslu (Timsel KPU Bawaslu) masa jabatan 2022-2027 dapat membuka nama-nama peserta hasil seleksi tersebut. Hal ini sebagai upaya memicu partisipasi publik dalam proses seleksi. “Agar publik juga bisa melakukan pengawalan terhadap proses seleksi dan memastikan […]

  • Ingat ! Tenaga Kerja di Luar Muba Wajib Tes Covid-19

    Ingat ! Tenaga Kerja di Luar Muba Wajib Tes Covid-19

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.368
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi MSi mengatakan, sesuai intruksi Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex bahwasanya untuk mengantisipasi adanya cluster baru dari wabah Covid-19 ini, maka tenaga kerja dari luar wajib melakukan uji tes Covid-19 dan  melaksanakan protokol kesehatan selama bekerja di wilayah Muba. “Prinsipnya kami Pemkab Muba menyambut baik program Kementerian […]

  • Asian Games, Tugas Polantas Berkurang

    Asian Games, Tugas Polantas Berkurang

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.040
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin memaparkan secara singkat tentang kesiapan Palembang Sumatera Selatan jelang penyelenggaraan Asian Games 2018 kepada Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sumsel, Kombes Pol. Muhammad Taslim Chairuddin, di Griya Agung Selasa (26/9)

expand_less
WordPress Archive Woocommerce Custom Order Statuses and Order Page Manager WooCommerce Custom Payment Label WooCommerce Custom Product Addons, Custom Product Options WooCommerce Custom Product Description in Loop for Products Catalog WooCommerce Custom Product Designer Woocommerce custom product tabs WooCommerce Custom T-Shirt Designer WooCommerce Custom Text and Elements WooCommerce Customer Email Verification WooCommerce Customer History