Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Tak Sebatas Judul yang Dibaca

Tak Sebatas Judul yang Dibaca

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 25 Mar 2021
  • visibility 1.272
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Buku adalah jendela dunia dan membaca adalah media untuk membukanya”. Ungkapan lama dan acap kali diulang-ulang sebagai motivasi untuk meningkatkan pengetahuan. Ungkapan di atas menjelaskan atau menyuruh kita untuk melihat isi dunia ini yang dikemas dalam ilmu pengetahuan. Sebagaimana layaknya rumah yang mempunyai jendela. Fungsi jendela dari sebuah rumah adalah untuk membuka dan mengetahui isi dunia luar. Artinya, kita tidak terkurung dalam sebuah ruang yang itu saja. Kita tidak tahu apa yang terjadi di luar rumah kita. Dengan membacalah, kita dapat mengetahui isi informasi yang tersebar di dunia ini.

Perkembangan informasi sekarang sangat cepat, baik melalui media cetak, elektronik maupun media internet. Agar tidak ketinggalan dengan berbagai informasi yang begitu cepat itu, membacalah salah satu upaya yang harus kita lakukan. Nah, minat membaca di Indonesia inilah yang masih rendah dan membutuhkan proses yang panjang untuk menumbuhkannya. UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca!

Membaca adalah sebuah proses yang kompleks dan rumit. Kompleks artinya dalam proses membaca akan terlibat berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor dari dalam (internal) dapat berupa intelegensi, minat, sikap, bakat, motivasi, tujuan membaca dan sebagainya. Sementara itu, faktor dari luar (eksternal) dapat berupa sarana, teks bacaan, lingkungan, latar belakang pembaca, dan tradisi masyarakat pembaca (Nurhadi, 2008:13).

Dalam masyarakat Indonesia, membaca belum menjadikannya sebagi kebutuhan .  Masyarakat akan membaca jika ada perlunya saja. Siswa dan mahasiswa akan membaca jika ada tugas yang diberikan gurunya yang memaksa mereka untuk membaca. Apalagi masyarakat di luar lingkup dunia pendidikan, sangat sedikit sekali minat mereka membaca.

Pada saat ini literasi sangat dibutuhkan. Literasi  sebagai kemampuan membaca dan menulis. Literasi semacam ini ini hanya dasar bagi kegiatan keterampilan berbahasa. Dalam artian, literasi ini perlu dikembangkan lagi. Literasi tidak hanya tentang sebuah buku. Sehubungan dengan perkembangan dunia di era digital sekarang ini, bahan bacaan tidak hanya terbatas dengan buku. Di era keterbukaan (transparan), media online, baik media massa maupun media sosial sangat berperanan penting dalam menyebarkan informasi. Sedetik saja informasi telah bertambah dan menyebar ke seluruh pelosok negeri.

Literasi media menjadi sangat penting. Kemampuan seseorang berliterasi media adalah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan mengomunikasikan pesan dalam berbagai bentuk medium. Informasi dari media cyber atau media online sangatlah banyak, apalagi media sosial. Informasi tersebut terkemas dalam bentuk berita.

Sebagaimana sebuah wacana tulis, sebuah berita terdiri dari judul, isi dan penutup berita. Seorang pembaca untuk dapat memahami sebuah informasi atau berita haruslah membaca keseluruhan berita tersebut. Nah, terkadang pembaca hanya membaca judul dari sebuah berita tersebar di media online atau media sosial. Belum memahami isi wacana tersebut, tetapi pembaca telah memberi komen atau tanggapan terhadap berita tersebut. Menariknya, hal tersebut menjadi viral karena saling komen atau saling menanggapi. Hal inilah terkadang menyebabkan sebuah berita yang tersebar menjadi sebuah berita yang viral, tetapi tidak lagi sesuai dengan isi awalnya.

Sejatinya, seorang pembaca haruslah menjadi pembaca yang bijak. Artinya, pembaca yang memahami isi dari bacaan. Bukan hanya membaca sekilas. Lalu, seolah-olah telah membaca semuanya. Judul dalam sebuah berita memang dibuat menarik dan terkadang bombastis agar permbaca tertarik untuk membacanya. Jika hanya membaca sebuah judul sebuah tulisan, mengabaikan isi akan menyebabkan informasi tak terserap sempurna.

Segala sesuatu pun bisa menjadi viral atau terkenal di media sosial. Mulai dari informasi biasa hingga luar biasa. Kemampuan membaca seseorang, dalam hal ini literasi media inilah yang harus ditingkatkan. Kemudian, bijak menanggapi berita yang ada di media cyber tersebut. Jangan sampai judul berita yang berbeda dengan isi berita pun turut ditanggapi.[***]

 

Penulis:

Dr. Darwin Effendi, M.Pd.

Dosen Universitas PGRI Palembang

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Biaya Perawatan Pasien COVID-19 Ditanggung Negara

    Biaya Perawatan Pasien COVID-19 Ditanggung Negara

    • calendar_month Senin, 1 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 745
    • 0Komentar

    PEMERINTAH menjamin bahwa perawatan terkait COVID-19 sepenuhnya ditanggung negara. Rumah Sakit tidak dibenarkan menarik biaya dari pasien COVID-19. Namun dalam situasi ketika pasien dan keluarga pasien COVID-19 ingin mendapatkan layanan yang lebih sehingga naik kelas layanan ada selisih biaya yang dimintakan kepada pasien. Atau ketika pasien dan keluarga pasien ingin mendapatkan pelayanan di luar yang […]

  • Ketika Si Manis Menjebak Umat [Marshmallow Bertopeng Halal]

    Ketika Si Manis Menjebak Umat [Marshmallow Bertopeng Halal]

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 944
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Bayangkan anda lagi santai di ruang tamu, menonton sinetron sambil ngemil marshmallow rasa cokelat, eh tiba-tiba baca berita  label halal, tapi isinya babi, pasti kaget, pikiran juga gak karuan-karuan khusus muslim, ibarat seperti dikhianati mantan dua kali. Sakitnya itu bukan cuma di hati, tapi juga di kerongkongan yang baru saja menelan si empuk manis […]

  • Ganjar beberkan 7 program kunci bangun Indonesia di masa depan

    Ganjar beberkan 7 program kunci bangun Indonesia di masa depan

    • calendar_month Senin, 18 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo memaparkan visi-misi yang akan ia kerjakan jika memenangi pertarungan Pilpres 2024. Sejumlah program bertema ekonomi dan kesejahteraan sosial serta pemberantasan korupsi bakal menjadi andalan mantan Gubernur Jawa Tengah itu untuk ditawarkan ke publik. “Dalam hal kemakmuran, perlu ada peningkatan PDB per kapita menjadi dua kali lipat dari saat […]

  • Selama Pandemi, Kontribusi Industri Makanan dan Minuman Meroket

    Selama Pandemi, Kontribusi Industri Makanan dan Minuman Meroket

    • calendar_month Rabu, 11 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 861
    • 0Komentar

    INDUSTRI Makanan dan minuman (mamin) merupakan penyumbang kontribusi terbesar terhadap sektor industri pengolahan nonmigas pada triwulan II tahun 2021 yang mencapai 38,42% serta memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 6,66%. Capaian kumulatif sektor strategis ini dari sisi ekspor juga sangat baik, yaitu mencapai USD19,58 miliar atau naik 42,59% dari periode yang sama […]

  • Tidak Pilih -pilih, Termasuk Anjal, Wako : Target Kita Zero Putus Sekolah

    Tidak Pilih -pilih, Termasuk Anjal, Wako : Target Kita Zero Putus Sekolah

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.138
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang Harnojoyo menargetkan kedepannya Kota Palembang zero putus sekolah, bahkan tidak memilih-milih termasuk anak jalanan [anjal] dapat menyelesaikan pendidikan. “Mudah-mudahan ini merupakan salah satu program untuk menjawab bagaimana pendidikan untuk menjadi hak dasar ini tidak memilih-milih, termasuk anak jalanan,” ujarnya video Conferece (Vidcon) didepan tim penilai independen Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi […]

  • Begini Dampaknya Siklon Tropis 94 W Bagi Indonesia

    Begini Dampaknya Siklon Tropis 94 W Bagi Indonesia

    • calendar_month Rabu, 14 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 818
    • 0Komentar

    BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memonitor adanya Bibit Siklon Tropis 94W yang mulai tumbuh di wilayah Samudera Pasifik sebelah utara Papua pada Senin (12/4). Melalui citra satelit Himawari-8, bibit siklon tropis yang terdeteksi di -5.8 LU-141.1 BT itu menunjukkan adanya petumbuhan awan konvektif yang persisten dan cukup signifikan di sekitar sistem dalam enam jam […]

expand_less
WordPress Archive Mochi – A Clean Personal WordPress Blog Theme Moda – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme With RTL Support Modal Box/Popup for Cornerstone Modal Login Register Forgotten WordPress Plugin Modave – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme Modeli – Architecture & Engineering Elementor Template kit Modelish – A Unique Photography WordPress Theme Models – Fashion Agency WordPress Theme Modern Audio Player Schedule AddOn Modern Events Calendar