Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Munculnya Islamophobia di Indonesia

Munculnya Islamophobia di Indonesia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Mar 2019
  • visibility 1.245
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEJAK peristiwa tragedi WTC pada 11 September 2001 lalu, komunitas Islam dipandang sebagai penyebab tragedi tersebut, hingga Islam pun di stereotipkan sebagai agama teroris. Seluruh dunia pun mempunyai kecemasan tersendiri jika memandang agama Islam.

Di Indonesia pun kecemasan tersebut turut singgah, di masyarakat mulai menyebar tuduhan muslim sebagai teroris. Tuduhan tersebut semakin nyata sejak terjadinya peristiwa bom Bali, pada 12 Oktober 2002 serta ditambah dengan penangkapan beberapa orang Islam seperti Amrozi, Ali Imron, Imam Samudra, bahkan seorang ustadz tua, seperti Abu Bakar Baasyir pun dicurigai sebagai salah satu oknum jaringan Al- Qaeda dan juga sebagai dalang terjadinya kekacauan di negeri ini.

Akibat kasus tersebut, akhirnya masyarakat mulai takut dengan penampilan pria berjenggot lebat dan menggunakan atribut Islam. Selain pria pemelihara jenggot, masyarakat juga takut dengan perempuan yang menggunakan gamis serta cadar yang menutup sebagian wajahnya.

Masyarakat menilai penampilan tersebut adalah penampilan seorang teroris. Sehingga pria pemelihara jenggot dan keluarganya pun tak luput dari kecemasan karena ada kemungkinan menjadi sasaran penangkapan dari pihak kepolisian.

Phobia terhadap Islam pun semakin bertambah ketika Indonesia dimasuki isu tentang Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) atau yang berideologi semacam itu, yang menginginkan terbentuknya khilafah Islamiyyah. Serta terjadinya rangkaian bom – bom bunuh diri para pasukan ekstrimis dan radikal yang mengatasnamakan perbuatan jihad.

Islam di Indonesia yang sedari dulu hidup damai, tenteram, dan harmonis pun akhirnya mulai ditaburi dengan debu-debu negatif, seperti radikalisme dan ekstrimisme, liberalisme dan sekularisme, hingga maraknya aliran-aliran (keislaman) yang telah melenceng dari ajaran Islam yang sesungguhnya.

Sebut saja beberapa aliran-aliran sesat yang tumbuh di Indonesia seperti Ahmadiyah, kelompok aliran Islam yang mempercayai Mirza Ghulam Ahmad dari India sebagai nabi setelah Nabi Muhammad saw. Namun aliran ini tidak dibubarkan oleh pemerintah tanpa alasan yang pasti walaupun MUI menyatakan aliran ini sesat.

Lalu ada juga Islam Salamullah yang dipimpin oleh Lia Aminuddin atau Lia Eden. Lia mengaku sebagai jelmaan roh Maryam, sedang anaknya, Ahmad Mukti yang kini hilang, mengaku sebagai jelmaan roh Nabi Isa as dan imam besar agama Salamullah ini Abdul Rahman, seorang mahasiswa alumni UIN Jakarta, yang dipercaya sebagai jelmaan roh Nabi Muhammad SAW.

JIL (Jaringan Islam Liberal), juga termasuk aliran Islam sesat. kelompok yang berpaham pluralisme agama ini tidak mengakui hukum Tuhan, bahkan aliran yang dikoordinir oleh Ulil Abshar Abdalla ini menghalalkan semua yang diharamkan oleh agama.

Disinilah peran pemerintah dibutuhkan, jika pemerintah bisa bersikap sensitif, responsif,transparan, dan bertindak adil terhadap kasus-kasus yang mengindikasikan penistaan terhadap suatu agama atau umat beragama, maka perpecahan di masyarakat akan bisa dihindari. Oleh karena itu, setiap kebijakan pemerintah harus terbuka serta menonjolkan sisi mengayomi dan egaliter, agar tidak terjadi kesalah pahaman antara penganut aliran Islam satu dan lainnya yang seakan terkesan seperti di adu domba.

Jangan sampai terjadi kembali seperti rezim Orde Baru lalu, di mana kebijakan Orde Baru yang sangat kritis dengan organisasi Islam membuat organisasi Islam menjadi termarginalkan, sehingga sepanjang tahun 1970 –1988 kata-kata “ekstrem kanan”, “NII”, “mendirikan Negara Islam”, “SARA” dan “Anti Pancasila” sangat gencar dituduhkan pada organisasi Islam.

Maka dari situ timbulah perlawanan besar-besaran oleh NU, Muhammadiyah, HMI dan berbagai organisasi lainnya yang memakai nama Islam sebagai asas dan nafas perjuangannya. Sehingga Presiden Soeharto dipusingkan oleh perlawanan tersebut.

Mungkinkah peristiwa diatas akan terjadi dengan kondisi politik hari ini yang semakin memanas saling menyudutkan satu sama lainya, saling menjatuhkan dan saling menyesatkan. Pergolakan itu sangat dirasa sampai ditingkatan masyarakat bawah yang mudah sekali mengatakan sesat kepada yang bukan satu aliran bahkan satu pilihan ini sangat menghawatirkan bagi saya terhadap generasi millenial jangan sampai mudah terpengaruh dengan berita hoax dan paham atau aliran – aliran yang bisa menimbulkan perpecahan dan permusuhan.[**]

 

Penulis : Budina Sofiyan

Politisi  Muda Partai Demokrat

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Punya Andil Wujudkan Program Berjaya, Pemkab Muba Bantu Dana untuk Ponpes

    Punya Andil Wujudkan Program Berjaya, Pemkab Muba Bantu Dana untuk Ponpes

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 810
    • 0Komentar

    PERHATIAN Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terhadap Pondok Pesantren (ponpes) dan santri di Muba masuk salah satu program visi misi Muba Maju Berjaya di Tahun 2022. Bahkan, sejak tahun 2018 Pemkab Muba telah mendirikan ponpes gratis yakni Ponpes Salamun Aitam  khusus santri yatim piatu dan dhuafa. Para santri yang menempuh studi di ponpes tak serupiah pun […]

  • 1 Warga Kota Pagaralam Positif COVID-19

    1 Warga Kota Pagaralam Positif COVID-19

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 11.436
    • 0Komentar

    JURU bicara [Jubir] Gugus Tugas Kota Pagaralam  Samsul Bahri melaporkan, satu warga Kota Pagaralam dinyatakan positif terjangkit Virus Corona [COVID-19]. Dalam keteranganya, ia membenarkan ada salah satu pasien yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. “Pasien berinisial An.Tr.R  berdomisili di Kota Pagaralam, ia tinggal di Kecamatan Pagaralam Utara Kota Pagaralam,”ungkapnya, Selasa [21/4/2020]. Samsul Bahri menambahkan sebelumnya, riwayat […]

  • Tak Sampai Palu Hakim, Ribut Buruh di Muba Diredam

    Tak Sampai Palu Hakim, Ribut Buruh di Muba Diredam

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 972
    • 0Komentar

    SETIAP perselisihan buruh dan perusahaan harus berakhir di pengadilan, bisa-bisa palu hakim di Muba sudah minta pensiun dini. Untungnya, sepanjang 2025, palu itu masih anteng di tempatnya. Soalnya, 24 perselisihan hubungan industrial berhasil diredam tanpa harus ribut sampai meja hijau. Tidak ada drama ala sinetron, tidak ada adu urat leher, apalagi lempar-lempar pasal. Di Musi […]

  • Ini 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Terbaik Versi Webometrics Juli 2021

    Ini 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Terbaik Versi Webometrics Juli 2021

    • calendar_month Kamis, 29 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 0Komentar

    UIN SGD Bandung menjadi PTKN peringkat pertama versi Webometrics Jakarta (Kemenag) — Webometrics Ranking Web of Universities kembali merilis daftar perguruan tinggi terbaik di dunia. Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) pun berhasil masuk dalam daftar tersebut. Bahkan, delapan di antaranya berhasil berada pada 100 besar perguruan tinggi terbaik se-Indonesia versi Webometrics. Webometrics merupakan sistem pemeringkatan […]

  • Berharap Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Meningkat, Bisakah ?

    Berharap Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Meningkat, Bisakah ?

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 803
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru  terus  berharap   pertumbuhan ekonomi  daerah ini terus meningkat dan berupaya menekan terjadinya  inflasi. Harapan tersebut diungkapkannya saat  membuka rapat High Level Meeting Tim Pengendali  Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumsel di ruang Rapat Lantai 2 Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Rabu (11/9) yang juga dihadiri  Wakil Gubernur Sumsel Ir H. Mawardi Yahya. “Saat ini, Provinsi Sumsel Inflasi tergolong […]

  • Keluar Daerah, Bupati Muba Bakal Potong TPP ASN & Sanksi Disiplin

    Keluar Daerah, Bupati Muba Bakal Potong TPP ASN & Sanksi Disiplin

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 846
    • 0Komentar

    MEMPERKETAT  pembatasan wilayah guna meminimalisir penularan wabah covid-19 atau virus corona di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menginstruksikan agar para ASN di lingkungan Pemkab Muba tidak bepergian ke luar daerah terutama ke wilayah dengan berstatus zona merah. Hal ini tertuang pada Instruksi Bupati Muba […]

expand_less
WordPress Archive Gravity Forms Constant Contact Addon Gravity Forms Count Files Gravity Forms Coupons Addon Gravity Forms Date Time Calculator Gravity Forms Disable Entry Creation Gravity Forms Discord Integration Gravity Forms Dropbox Addon Gravity Forms Emma Addon Gravity Forms Encrypted Fields Gravity Forms Freshbooks Addon