Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Tak Sampai Palu Hakim, Ribut Buruh di Muba Diredam

Tak Sampai Palu Hakim, Ribut Buruh di Muba Diredam

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 979
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SETIAP perselisihan buruh dan perusahaan harus berakhir di pengadilan, bisa-bisa palu hakim di Muba sudah minta pensiun dini. Untungnya, sepanjang 2025, palu itu masih anteng di tempatnya. Soalnya, 24 perselisihan hubungan industrial berhasil diredam tanpa harus ribut sampai meja hijau. Tidak ada drama ala sinetron, tidak ada adu urat leher, apalagi lempar-lempar pasal.

Di Musi Banyuasin, ribut soal kerjaan rupanya tidak selalu harus pakai nada tinggi. Cukup pakai meja mediasi. Duduk, minum kopi, bicara pelan-pelan. Negara datang bukan bawa palu, tapi bawa akal sehat. Itulah yang dilakukan Disnakertrans Muba, mereka tidak menunggu api membesar baru sibuk cari air. Puntung rokok masih hangat, sudah langsung disiram.

Pasalnya, konflik buruh itu seperti cabe rawit. Kecil, tapi pedas. Salah urus dikit, bisa bikin satu kantor panas tujuh turunan. Upah telat, jam kerja ngaco, hak dipotong tanpa aba-aba. Awalnya cuma ngomel di kantin. Besoknya mulai status WA. Lusa demo kecil-kecilan. Minggu depannya, kalau tak dicegah, bisa masuk pengadilan.

Di sinilah peran mediasi jadi penyelamat. Tapi jangan salah, mediasi bukan sekadar acara “ayo damai, ayo foto, ayo pulang.” Kalau mediatornya asal-asalan, damainya cuma di depan. Belakangnya masih panas. Karena itu, Disnakertrans Muba pasang standar tinggi. Mediator harus bersertifikat nasional, bukan hasil tunjuk-tunjuk pas rapat.

Kadisnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, tampaknya paham betul tentang konflik kerja itu bukan soal siapa paling keras teriak. Ini soal siapa paling paham aturan dan paling sabar mendengar. Makanya, sesuai Permenaker Nomor 3 Tahun 2024, fungsi mediasi dijalankan oleh orang yang sudah lulus uji kompetensi. Bahasa kasarnya, bukan mediator ecek-ecek.

Hasilnya kelihatan. Sepanjang 2025, ada 24 perselisihan yang beres tanpa pengadilan. Dua puluh empat. Bukan dua, bukan empat. Itu bukan angka sulap. Itu bukti bahwa kalau negara turun tangan dengan cara yang benar, ribut bisa disusutkan jadi obrolan.

Lucunya, masih ada yang berpikir kalau mengadu ke Disnakertrans itu ribet. Padahal sekarang, ngadu soal hubungan industrial hampir semudah pesan gorengan. Mau datang langsung boleh. Mau WhatsApp bisa. Mau email silakan. Bahkan website juga ada. Negara sekarang tidak lagi pakai gaya “datang jam kerja, bawa map cokelat, tunggu dipanggil” malah sudah naik level.

Oleh karena itu, dengan kanal pengaduan yang terbuka ini, banyak masalah bisa ketahuan sebelum berubah jadi gunung. Ibarat kompor bocor, kalau cepat dicium baunya, tidak sampai meledak. Disnakertrans Muba memilih mencium bau lebih awal, bukan menunggu dapur terbakar.

Bagi perusahaan, ini sebenarnya kabar baik. Konflik cepat selesai, hubungan kerja tidak rusak, produktivitas jalan terus. Bagi pekerja, ini juga angin segar. Hak bisa diperjuangkan tanpa harus habis waktu dan tenaga. Semua diuntungkan, kecuali mungkin ego yang hobi menang sendiri.

Jadi intinya dalam dunia kerja, ribut itu wajar. Yang tidak wajar adalah memelihara ribut seperti piaraan. Kalau ada masalah, bicarakan. Kalau buntu, mediasi. Jangan sedikit-sedikit pengadilan. Karena pengadilan itu seperti operasi besar. Perlu kalau darurat, tapi jangan dijadikan obat sakit kepala.

Nah, masuk 2026 ini, langkah Disnakertrans Muba ini patut dicatat. Mereka tidak menjual janji, tapi menunjukkan hasil. Mereka tidak sibuk pencitraan, tapi sibuk meredam konflik. Harmoni hubungan industrial ternyata tidak lahir dari baliho besar, tapi dari kerja sunyi yang konsisten.

Sebab,  damai itu bukan karena semua orang baik. Damai terjadi karena ada sistem yang bikin orang mau duduk dan bicara. Mediasi yang profesional, mediator yang paham aturan, dan negara yang tidak pura-pura tuli.

Kalau ribut buruh dan perusahaan bisa selesai tanpa palu hakim, kenapa harus ribut sampai babak belur? Musi Banyuasin sudah membuktikan, kadang yang dibutuhkan bukan suara paling keras, tapi telinga yang mau mendengar dengan kepala yang dingin.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gunakan  Nama Koperasi Simpan Pinjam, Dalam Sepekan, Bareskrim Polri Ringkus 45 Tersangka Pinjol Ilegal dan Bekukan Rekening Dua KSP

    Gunakan Nama Koperasi Simpan Pinjam, Dalam Sepekan, Bareskrim Polri Ringkus 45 Tersangka Pinjol Ilegal dan Bekukan Rekening Dua KSP

    • calendar_month Sabtu, 23 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 624
    • 0Komentar

    BARESKRIM Polri telah menangkap 45 orang tersangka kasus pinjaman online (Pinjol) ilegal dalam sepekan terakhir. Salah satu pelaku menggunakan kedok koperasi simpan pinjam dalam menjalankan aksinya. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Dr. H. Ahmad Ramadhan, mengatakan, dalam operasi yang digelar mulai 12-19 Oktober 2021, puluhan tersangka pinjol ilegal diamankan dari […]

  • “Bonus Demografi Tak Akan Berarti Tanpa Pemuda di Desa”

    “Bonus Demografi Tak Akan Berarti Tanpa Pemuda di Desa”

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 874
    • 0Komentar

    WAKTU kecil, kita sering dikasih dongeng soal kota yang gemerlap, gedung tinggi, dan pekerjaan berjas. Tapi tak ada yang cerita soal desa, tempat di mana ayam berkokok jadi alarm, dan BUMDes jadi harapan ekonomi. Sekarang, Presiden Prabowo justru ngajak kita balik ke tempat itu. Bukan buat nostalgia, tapi buat bangun ulang dari akar. Ya, dari […]

  • Ini Yang Dilakukan Pemda, Agar Kontingen PON Papua Terhindar Wabah Malaria

    Ini Yang Dilakukan Pemda, Agar Kontingen PON Papua Terhindar Wabah Malaria

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    PROVINSI Papua merupakan salah satu daerah endemis dari kasus malaria yang masih tinggi di Indonesia dan kontingen PON harus terhindar dari wabah tersebut. Dilansir dari InfoPublik.id Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Mimika, Raynold R. Ubra, mengatakan pihaknya telah melakukan pencegahan malaria satu tahun sebelum Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di mulai. “Yaitu melakukan melakukan […]

  • Mantap, Palembang Masuk Program Urban Cities Skip

    Mantap, Palembang Masuk Program Urban Cities Skip

    • calendar_month Selasa, 9 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.188
    • 0Komentar

    Oleh : Faldy Lonardo SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang melakukan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama Pemerintah Kota Palembang dengan Future Cities Laboratory (FCL) Singapura, di rumah Dinas Walikota Palembang, Selasa(9/10/2010). Walikota Palembang, Hanojoyo mengatakan dirinya sangat berterima kasih atas program hibah dari FCL yang telah menobatkan Kota Palembang masuk dalam program Urban Cities Skip, […]

  • Teken Fakta Integritas 2025, Asa Dinkominfo Muba Kinerja Kian Meningkat

    Teken Fakta Integritas 2025, Asa Dinkominfo Muba Kinerja Kian Meningkat

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.448
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Sebagai salah satu wujud untuk menunjukkan komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musi Banyuasin, mengadakan Penandatanganan Pakta Integritas, pada Selasa (11/2/2025) bertempat di Kantor Dinkominfo Muba. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran Pejabat Struktural dan Fungsional sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan tugas dengan penuh integritas dan tanggung […]

  • Mantap,Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemkab Muba Raih Predikat B

    Mantap,Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemkab Muba Raih Predikat B

    • calendar_month Senin, 28 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.049
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Bandung- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus memaksimalkan pelayanan dan program kerja di setiap instansi. Hal ini dipertegas Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Muba Drs H Apriyadi MSi saat menghadiri Acara Penyerahan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah Wilayah I Tahun 2018 di The Trans Luxury Hotel, Senin (28/1/2019). “Hasil evaluasi kali ini menunjukkan […]

expand_less
WordPress Archive WPForms – Offline Forms WPForms – PayPal Standard WPForms – Pipedrive CRM – Integration WPForms – Post Submissions WPForms – Signatures WPForms – Stripe WPForms – Surveys and Polls WPForms Tooltips WPForms – User Registration WPForms – Webhooks Addon