Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Medmass vs Medsos: Berebut Pilar

Medmass vs Medsos: Berebut Pilar

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 9 Feb 2019
  • visibility 1.683
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MEDIA massa adalah saluran komunikasi yang memiliki daya ubah luar biasa. Bentuknya, menurut Septiawan Sentana K (2006), di era terkini, terdiri dari media cetak, elektronik, dan online (daring/dalam jaringan). Ketiganya merupakan bentuk media jurnalistik.

Jurnalistik membedakan ketiganya ke dalam banyak dimensi. Media cetak (pers), sebagai sejarah awal jurnalistik memiliki media tempat menyalurkan hasil kerja kewartawanannya. Yaitu medium jurnalisme yang memakai mesin cetak sebagai alas dan format teks pemberitaan.

Dilaporkan sebagai surat kabar, majalah, tabloid, buletin berita, dan sebagainya. Media elektronik ialah media jurnalistik yang dijalankan berdasarkan teknologi pancaran gelombang elektronnik, dan menjadikan pemberitaan disiarkan secara audio (radio) dan siaran audio visual (televisi). Media online/daring ialah media yang memakai teknologi internet atau siber sebagai alat dan format pemberitaannya.

Menurut Bill Kovach dan Tom Rosentiel (2006), “Kita  membutuhkan berita untuk menjalani hidup kita, untuk melindungi diri kita, menjalin ikatan satu sama lain, mengenali teman dan musuh. Jurnalisme tak lain adalah sistem yang dilahirkan masayarakat untuk memasok berita. Inilah alasan mengapa kita peduli terhadap karakter berita dan jurnalisme yang kita dapatkan: mereka mempengaruhi hidup kita, pikiran kita, dan budaya kita.”

Melalui informasi yang disajikannya, pers dapat mempengaruhi audiennya, pembaca maupun pendengar dan penonton. Berita, artikel, foto, atau musik dan drama yang diperdengarkan radio atau ditayangkan televisi, akan selalu membawa perubahan situasi dan kondisi pada khakayaknya. Perubahan dimaksud pada akhirnya akan  membuahkan suatu opini publik, yang secara langsung atau tidak, berpengaruh pada tatanan kehidupan khalayaknya. (Suhandang, 2016)

Daring

Shirley Biagi (2015) pun mengemukakan bahwa  industri media menyediakan informasi dan hiburan. Akan tetapi, media  juga dapat mempengaruhi institusi politik, sosial, dan budaya. Di era globalisasi dan digitalisasi  saat ini, media pun mengalami perubahan yang sangat besar. Kalau dulu hanya terbagi dua, media cetak dan elektronik, saat ini sudah ada media daring. Bahkan, informasi melalui media pun bisa dinikmati dalam satu media, dikenal dengan istilah konvergensi media.

Hal ini seperti dikemukakan Syarifuddin Yunus (2012), media online dapat disamakan  dengan pemanfaatan  media dengan menggunakan perangkat internet. Media online  sebagai salah satu media  massa yang tergolong memiliki pertumbuhan spektakuler. Bahkan saat ini, hampir sbagian besar masyarakat  mulai dan sedang  menggemari media online.

Sekalipun internet tidak sepenuhnya dimanfaatkan untuk media massa, tetapi keberadaan  media online saat ini sudah diperhitungkan banyak orang  sebagai alternatif dalam memperoleh akses informasi dan berita. Dengan perkembangan teknologi, memang sajian media cukup dinikmati dari jenis satu media.

Dari satu jenis media, kita bisa membaca berita, bisa mendengar laporan reporter, dapat menonton sajian reporter tentang peristiwa di belahan dunia sana. Bukan hanya berita dan feature maupun opini, yang merupakan isi media yang bisa dinimati. Tapi film, iklan, diskusi, debat, surat pembaca, dan bahkan tips-tips ringan mengatasi persoalan sepele sampai yang rumit pun bukan tidak mungkin diperoleh dari media massa kini. Itu semua berkat perkembangan teknologi sehingga media massa pun bisa diterima melalui daring.

Menurut Maria Puspita Sary dkk (2013), di era globalisasi seperti ini dimana arus informasi harus bergerak cepat, dibutuhkan suatu penggabungan berbagai media yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Tidak bermaksud mengintimidasi fungsi dari media-media massa secara terpisah, namun kini kita sudah dapat ‘membaca harian’, mendengar siaran radio’, sampai ‘menyaksikan suatu tayangan’ hanya menggunakan satu media saja. Media-media yang terbilang tradisional tersebut, kini melebur menjadi satu dan terwujud lewat adanya intenet. Penggabungan media-media tersebut, yang kita kenal dengan sebutan konvergensi media.

Bisa dibayangkan, zaman dahulu saja, informasi yang disebarkan media tidak begitu luas pun, daya ubahnya begitu besar. Saat itu untuk membaca koran hanya bisa kalau kita berada di wilayah edar media tersebut, bisa mendengar siaran radio kalau frekuensinya bisa diterima dengan baik, dan televisi hanya bisa ditonton di wilayah yang terjangkau siarannya.

Kala itu, pembaca hanya bisa mendapat informasi dari media cetak, seperti koran, tabloid maupun majalah. Pun pendengar radio cuma  dibatasi informasi melalui pesawat radio. Ataupun, pemirsa televisi pun sekedar memperoleh informasi dari layar kaca. Maka, di era konvergensi media saat ini yang daya nikmat, daya jangkau, daya edar nya begitu variatif, tentu tak bisa dibantah kalau dampak yang diakibatkan informasi media akan begitu dahsyat.

Kemajuan teknologi juga menambah kecepatan beredarnya berita. Seperti dikemukakan Ishwara (2005), media cetak, seperti surat kabar dan majalah, kalah bersaing  kecepatan dengan media elektronik seperti radio, televisi, dan internet. “Dan kini bertambah hebat lagi dengan munculnya internet. Melalui internet –online journalism— kita bisa menjelajah  berita dengan kedalamannya tanpa ada batasan atau kendala ruang. Berita pun dapat menyebar luas dan bisa terus diperbarui. Online journalism ini  menerapkan  annotative journalism: tinggal meng-klik suatu kata, kita bisa mendapatkan informasi sebanyak yang tersedia.

Itulah dampak teknologi bagi perkembangan pers. Ini bukan hanya dirasakan di Indonesia, tetapi sudah merambah ke seluruh dunia. Bahkan, bukan dampak positif seperti tergambar di atas, tetapi juga dampak negatifnya. Yang kalau tidak diimbangi oleh kalangan pers itu sendiri akan menggulung keberadaannya.

Di Indonesia, media mainstream telah bermain di ranah daring ini sejak 1994 diawali oleh Republika.com. Lalu di tahun yang sama juga ada Tempointeraktif.com (kini Tempo.co). Bisnis Indonesia, di tahun 1996, dan Kompas dengan Kompas.com-nya di tahun 1997. D luar Jakarta, yang pertama kali hadir, Waspada.co.id di Medan. Media daring tanpa media cetak mulai tumbuh di tahun 1997, dimulai dengan Detik.com di bulan Juli. Lalu diikuti bebeapa situs seperti Astaga.com, Satunet.com, Lippostar.com, Kopitime.com, dan Berpolitik.com. Namun kemudian, media-media ini tumbuh dan tumbang bergantian, Yang masih bertahan hanya Detik.com dan media-media baru lainnya.

Perkembangan dan pertumbuhan media daring ini pun, diikuti oleh lahirnya organisasi berbasis media siber. Sebut saja, SMSI (Serikat Media   Siber Indonesia), lalu ada AMSI (Aliansi Media Siber Indonesia), IWO (Ikatan Wartawan Online), dan AJO (Aliansi Jurnalis Online). Lahirnya organisasi ini barangkali diilhami Pasal 7 ayat 1 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers yang berbunyi:  “ 1. Wartawan bebas memilih organisasi wartawan.” Meskipun saat ini, organisasi wartawan yang terverifikasi Dewan Pers hanya PWI, AJI, dan IJTI, mungkin tidak disalahkan juga kalau beberapa wartawan memilih organisasi di luar itu. Sambil menunggu proses, organisasi mereka itu poun akan terverifikasi.

Medsos

Tahun 1787, Thomas Jefferson mengatakan,”’lebih baik kita memiliki pers tanpa pemerintahan daripada pemerintahan tanpa pers” . Inilah tonggak pers sebagai pilar keempat, untuk menyangga tatanan negara bila eksekutif, legislatif, dan yudikatif oleng atau lemah atau berkonspirasi ke arah yang bertentangan dengan kehendak publik.

Kini, tiga abad kemudian, publik bikin saluran sendiri di dunia maya melalui media sosial.  “Inilah pilar kelima, yang muncul karena kekecewaan publik terhadap komitmen empat pilar terdahulu. (sirikit syah, 2014)

Kehadiran media sosial sebagai implikasi dari perkembangan iptek memang tak bisa  dihindari. Komunikasi menggunakan media memang kemudian terbelah. Melalui saluran media mainstream  (pers) dan media sosial. Media mainstream tentu dilengkapi dengan aturan dan kode etik serta news value. Sementara media sosial sangat bebas, bergantung kepada keinginan dan jari penggunanya.

Perkembangan iptek ini juga dipengaruhi perubahan politik sehingga peran komunikasi pun berubah. Kalau dulu Napoleon sangat percaya akan kekuatan  pers, kini seakan kekuatan itu mulai berkurang.

Masyarakat terkadang lebih terpuaskan menggunakan saluran media sosial. Akibatnya, media mainstream, terkada ng seakan berseberangan dengan medsos. Kondisi kini seakan keduanya terjebak dalam posisi sebagai pilar demokrasi. Pilar keempat dan pilar ke lima. Atau kedua-duanya menempati posisi sebagai pilar keempat dalam demokrasi.

Bagaimanapun, perkembangan teknologi telah membawa implikasi bagi pers. Selama beberapa masa lalu, pers telah berhasil melaluinya dengan mulus. Meskipun pergeseran mau tidak mau tetap dirasakan. Seperti dari pers idealis bergeser menjadi pers bisnis. Artinya, di era pers adalah bisnis, tetap bisa mempertahankan sisi idealisnya. Di zaman now, di era merebaknya medsos, tentu diharapkan pers juga tetap bisa bertahan sebagai pelaksana kontrol sosial.  Selain, tentunya memberi informasi, hiburan, sarana pendidikan, dan berbagai fungsi  lainnya.

Medsos, seperti Facebook, Whatsapp, Instagram, twitter, dan lain-lainnya tak terbantahkan juga sarana komunikasi. Sama halnya dengan pers, mereka juga dibutuhkan. Hanya saja, pers punya ciri dan karakteristik tersendiri yang  tak dimiliki oleh medsos. Dengan bekal idealisme dan berpedoman kepada kode etik dan UU No 40 Tahun 1999 tenyang pers,  semoga pers Indonesia  tetap dibutuhkan menjadi pilar keempat dalam membangun bangsa.

Dalam pasal 6 UU No 40 Tahun 1999, pers nasional itu memiliki fungsi yang sangat penting: Yakni, “Pers nasional melaksanakan peranannya sebagai berikut: a. memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui; b. menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormat kebhinekaan; c. mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; d. melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum; e. memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

“Pelaksanaan fungsi-fungsi ini tentu akan lebih terjaga dengan mengacu kepada  kode etik. Masing-masing organisasi, seperti PWI, AJI, dan IJTI (yang terverifikasi)  punya kode etik yang berbeda. Namun, Dewan Pers kemudian menetapkan Kode Etik Jurnalistik yang berlaku bagi semua wartawan.

Paling tidak, dengan kode etik ini, wartawan bisa melaksanakan profesinya sesuai standar dan masyarakat tetap terjaga hak-haknya.   Perkembangan terakhir, PWI bahkan kini telah punya Kode Perilaku Wartawan. Telah disahkan dalam Kongres PWI 2018 lalu.  Di mana dalam kode perilaku ini diatur tentang bagaimana wartawan itu mestinya berperilaku secara teknis.

Di Hari Pers Nasional tahun ini, yang dipusatkan di Surabaya, para penggelut profesi Mat Kodak tentunya harus bisa lebih meningkatkan kemampuan dan bertahan dengan profesinya. Menguasai ranah teknologi tanpa melupakan kompetensi dan meningkatkan profesionalitas dengan mengutamakan etika. Sehingga di zaman now, para kuli tinta semakin bermartabat. Hanya dengan ini, media mainstream akan bisa bertahan dan tetap dibutuhkan oleh masyarakat, Meskipun medsos semakin diminati, media massa akan tetap ditunggu kehadirannya.

 

 

Penulis: Muhamad Nasir

Penanggungjawab Sumselterkini.co.id

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1,2 Juta Vaksin Coronavac Lulus Uji Sertifikasi Lot Release

    1,2 Juta Vaksin Coronavac Lulus Uji Sertifikasi Lot Release

    • calendar_month Selasa, 5 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.071
    • 0Komentar

    BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus mengawal proses penyediaan vaksin COVID-19. BPOM juga memastikan mutu dan keamanan vaksin COVID-19 terjaga sejak kedatangan vaksin Coronavac pada tanggal 6 dan 31 Desember 2020, hingga keluarnya izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).  Menurut Juru Bicara  Vaksinasi COVID-19 Lucia Rizka Andalusia, BPOM juga telah  melakukan sampling dan pengujian vaksin saat […]

  • Persib Bandung Lolos ke ACL Two Usai Menang Tipis atas Manila Digger, Nyaris Frustrasi Sebelum Gol Telat di Si Jalak Harupat

    Persib Bandung Lolos ke ACL Two Usai Menang Tipis atas Manila Digger, Nyaris Frustrasi Sebelum Gol Telat di Si Jalak Harupat

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Persib Bandung lolos ke ACL Two setelah mengalahkan Manila Digger dengan skor 1-0 dalam laga play-off di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (31/8/2026) malam WIB. Kemenangan ini terasa istimewa karena Maung Bandung harus menunggu hingga penghujung pertandingan untuk menemukan gol yang ditunggu-tunggu. Sejak awal laga, Persib berusaha menguasai permainan. Namun, dominasi di lapangan […]

  • Dari DM Berbuah Aksi

    Dari DM Berbuah Aksi

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.110
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Hujan dari subuh bikin Kota Palembang kayak kolam dadakan. Air pasang Sungai Musi makin ganas, gang-gang kecil udah berubah jadi arena lomba perahu dayung. Tapi buat Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, ini bukan alasan buat duduk manis di rumah. Dengan sepatu bot putih yang kece, beliau langsung nyemplung menerjang […]

  • DPRD Setujui LKPJ Gubernur Sumsel TA 2021

    DPRD Setujui LKPJ Gubernur Sumsel TA 2021

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.130
    • 0Komentar

    LAPORAN Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumsel Tahun Anggaran 2021 mendapatkan persetujuan dari DPRD Provinsi Sumsel. Hal itu terungkap dalam rapat paripurna ke XLVIII DPRD Sumsel yang dipimpin langsung Ketu DPRD Sumsel Hj Anita Noeringhati di ruang rapat paripurna DPRD Sumsel, Kamis (12/5). “Alhamdulillah, berkat dukungan masyarakat, kinerja OPD dan berbagai pihak lainnya serta respon cepat […]

  • Polisi Ungkap Sabu Jenis Baru Dari Timur Tengah

    Polisi Ungkap Sabu Jenis Baru Dari Timur Tengah

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.053
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Sumsel, berhasil mengungkap narkotika jenis sabu dari Timur Tengah. Dikendalikan oleh jaringan asal Aceh seberat sabu seberat 1.090 kg Barang haram tersebut diungkap dari tiga orang tersangka yakni Alfa (33), RF (32), Tr (31), yang akan di edarkan oleh para tersangka ke Kota Palembang Sumatera Selatan, Sabtu (8/2/20) Kabid Humas Polda […]

  • Palembang & Hujan: Antara Nostalgia Sirine & Realita Genangan

    Palembang & Hujan: Antara Nostalgia Sirine & Realita Genangan

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.111
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Hujan deras di Palembang bukan lagi sekadar fenomena alam, tapi sudah kayak episode tahunan yang selalu bikin deg-degan. Setiap musim penghujan datang, warga otomatis masuk mode survival, mulai dari siap-siap nyelametin motor dari air bah, ngecek tinggi air di depan rumah, sampai ngelihat apakah jalanan udah berubah jadi kolam dadakan. Yang lebih sedih? […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop WooShop WordPress Theme MyThemeShop WordX WordPress Theme MyThemeShop WP Contact Widget MyThemeShop WP Google Translate MyThemeShop WP Notification Bar Pro MyThemeShop WP Quiz Pro MyThemeShop WP Real Estate Pro MyThemeShop WP Review Pro MyThemeShop WP Shortcode Pro MyThemeShop WP Subscribe Pro